"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 12
Di depan kamar kos terlihat Tania sudah duduk merenung menunggu kedatangan sang sahabat.ada rasa bersalah yang menyelimuti hatinya tentang kejadian semalam,apalagi saat mengetahui Clara belum juga kembali.
"Claraa"!! Teriak Tania sambil berlari menghampiri Clara yang telah berjalan mendekat ke arahnya.
"Hikz,hikz, maaf kan aku cla"! Kata tania dengan air mata yang lolos begitu saja dari sudut matanya.
"Why"!!
"Cla,kamu baik baik saja kan,tidak ada yang menjahati kamu atau mengapa ngapain kamu,cla maaf kan aku"!
Lagi lagi Tania hanya bisa memeluk sang sahabat sambil terus menangis.
"CK,,hapus air mata buaya mu,geli sekali aku melihatnya"!.
"Sialan,aku begitu kawatir dengan mu,kau bilang air mata buaya"! Pekik Tania tidak terima.
Clara hanya terkekeh mendengar ocehan Tania.
"Sudah ,ayo aku sangat lapar"! Sahut Clara sambil berjalan menuju kosannya.
"Tunggu sebentar,aku masih punya mie instan dan telor di kosan ku,,tunggu aku akan mengambilnya"! Kata Tania yang sudah akan beranjak dari tempatnya menangis.
"Hei,aku tidak punya kompor apa kau lupa itu"!
"Sudah diam dan tunggu di kosan mu"! Teriak tania yang sudah berlari menuju kosan nya.
"Terserah kau sajalah"! Akhirnya Clara pun berjalan masuk menuju kosan nya.
Duduk terdiam diatas kasur lantai dengan pikiran yang sudah menari nari indah di kepalanya.
"Bagaimana bisa aku menikah dengan orang yang tidak aku kenal sama sekali,apa mungkin aku akan bahagia, tapi apa tidak ada cara lain, misalnya menjadi pembantunya saja atau asisten nya, kenapa harus istrinya sih".gumam clara dalam hati yang saat ini sedang memikirkan ucapan Devan pagi tadi .
"Aaaarg,mumet sekali rasanya endas ku"!! Teriak Clara sambil menjambak rambutnya frustasi.
"Ada apa cla,,"! Sahut tania yang sudah berdiri di ambang pintu dan melihat Clara berteriak seperti orang kesurupan.
"Cepat Masak dulu mei nya baru aku akan cerita"! Kata Clara sambil menjatuhkan tubuhnya begitu saja pada kasur lantai yang dia duduki.
"Baiklah"!! Sahut Tania akhirnya,Muali menyalakan kompor kecil yang biasa di bawa camping.
Di sisih lain tepatnya di mansion milik tuan Erwin.
"Bagaimana om,apa om jadi menjodohkan ku dengan Devan,jika tidak maka aku akan menerima pinangan orang lain"! Kata wanita cantik yang sepagi ini sudah berada di kediaman tuan Erwin.
"Beri om waktu untuk beberapa hari kedepan ,om akan tanyakan langsung dengan anak om secepatnya"! Jawab tuan Erwin yang tak enak hati dengan regina anak dari sahabatnya itu.
"Baiklah om,saya akan tunggu sampai dua hari ke depan jika tidak pasti maka saya akan menerima pinangan orang lain"! Sahut regina yang sebenarnya hanya mengancam tuan Erwin semata untuk cepat cepat mengambil keputusan atas perjodohan ini.
"Yaa,Om akan bicarakan dengan Devan malam nanti"! Jawab tuan Erwin akhirnya.
Dengan senyum manisnya regina sudah membayangkan bisa hidup mendampingi seorang devandra arganta.
****
Tan, menurutmu jika ada orang tajir yang ang ingin menikahimu dan kamu tidak menyukainya bagaimana"! Tanya Clara di sela sela makan mie instan bersama Tania.
"gas kan sajalah,apalagi jika orang nya tajir dan tampan kayak di drama drama korea yang sering aku tonton itu". Celetuk tania sambil membayangkan Nya.
"Dasar matre' "!!
"Hei,bukan matre tapi realistis, nama ada sekarang wanita yang mau hidupnya susah kecuali terpaksa seperti aku"! Celetuk tania yang memang ada benarnya.
"Tunggu, Memang siapa yang akan menikah,atau jangan jangan kamu ya "!
"Yaa".sahut clara acuh.
"What,yang bener, trus laki laki nya tanpan tidak ,kaya raya juga kah"!.
"Sudahlah, bicara denganmu bukanya mendapatkan solusi malah tambah masalah ". Sahut clara sambil meneruskan memakan mie instan nya .
Di sisih lain devan yang saat ini sedang di sibukan oleh pekerjaanya.
Drrt.drrt. drrt.
Ponsel nya bergetar dan nama sang papa yang tertera di sana.
"Hallo,pa"! Sapa devan saat sudah menggeser tombol hijau.
"Van ,apa kamu sedang sibuk"!
"Yaa,"! Sahut devan acuh.
"Apa boleh papa berkunjung ke kantormu sebentar".
"Datanglah pa"! Sahut devan dari seberang telpon.
"Baiklah kalau begitu" tuan erwin pun akhirnya mematikan sambungan telpon begitu saja saat sang anak memberi nya izin.
30 menit berlalu pintu ruang ceo pun kembali di ketuk
Tok. Tik. Tok.
"Masuk"!!
Jawab devan dari dalam ruanganya.
Masuk lah jo dan di ikuti oleh tuan erwin dan juga nyonya nadin yang juga ikut kemanapun sang Suami nya pergi.
Devan menatap sejenak ke arah papa dan ibu tirinya,baru lah beranjak dari duduknya dan berjalan menuju sofa.
"Bagaimana pekerjaanmu ,van"!? Tanya tuan erwin bada basi.
"Katakan ,apa yang membuat papa sampai berkunjung ke kantorku"! Tanya devan to the point.
"Van apa kamu sudah memikirkan tentang permintaan papan waktu itu"? Tanya tuan erwin sambil menatap sang anak dengan serius.
"Yaaa"!!
"Jadi kamu kenerima perjodohan itu".
Kening devan pun bertaut sempurna.
"Perjodohan,apa maksudnya"! Sahut devan yang tak tahu menahu tentang hal tersebut .
"Kemaren wanita yang papa undang makan malam bersamamu,papa berniat menjodohkan mu dengan regina anak teman papa." Jelas tuan erwin.
Sorot mata devan pun berubah tajam seketika.
"Kenapa tidak papa jodohkan saja wanita itu dengan regan ,aku sudah memiliki kekasih".sahut devan secara tidak langsung sudah menolak perjodohan tersebut.
"Jangan bohong kamu devan"! Sahut nyonya nadin yang ikut angkat bicara.
Devan hanya melirik tajam ke arah wanita paruh baya yang sudah merebut kedudukan ibu kandungnya saat ini.
"Siapa anda ikut campur urusan pribadiku"!
"Devan"!! Pekik tuan erwin.
"Pa,aku harap papa tidak akan mengambil keputusan salah,jangan sampai wanita itu m4ti di tanganku jika papa terus memaksa menjodohkanku"!.
Glek"!!
Tuan erwin dan nyonya nadin hanya bisa menelan ludahnya kasar.
Bahkan tuan erwin sangat faham,anak nya bisa saja menjelma sebagi iblis berwajah tampan saat sudah marah , siapapun yang mengusiknya pasti akan hancur di tanganya.
"Ba-baiklah kalau begitu,papa tunggu 2 Hari lagi,bawa calon istrimu ke mansion"! Kata tuan erwin akhirnya,yang tak ingin berurusan dengan sang anak apalagi jika sudah menyangkut kehidupan pribadinya yang mampu membuat seorang Devandra arganta murka.
Devan terlihat mengangguk anggukan kepalanya.
Akhirnya tuan erwin dan nyonya nadin pun beranjak dari duduk nya untuk kembali pulang meninggalkan kantor sang anak.
"Apa kamu yakin pa dengan pilihan devan".
"Dia sudah dewasa ma ,pastinya tahu mana yang terbaik untuk dirinya." Sahut tuan erwin .
"Mama hanya takut jika wanita itu hanya akan mengincar harta devan saja"! Kata nyonya nadin yang masih belum menyerah sepertinya untuk tetap menjodohkan devan dengan perempuan pilihanya..
"Sudah ma, jangan sampai kita menjadi hancur karena mengatur Devan lebih dalam".
Nyonya nadin pun hanya bungkam seribu bahasa dengan tangan yang sudah mengepal kuat menahan amanah.
Malam pun tiba.
Kini clara dan tania yang sedang bekerja di cafe x.
"Boss, kita mau kemana"? Tanya jo yang saat ini sudah berada di dalam mobil bersama devan.
"Makan"!sahut devan.
"Tumben sekali mengajak ku makan malam diluar ,biasanya jika tidak ada acara meeting mana pernah mengajak ku,ckck sudah kalah kalah pacar nya saja ini mah"! Geruntu jo dalam hati namun tetap melajukan mobil nya membelah jalanan di kota tersebut .