NovelToon NovelToon
Anak Yang Tidak Di Akui

Anak Yang Tidak Di Akui

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Pengkhianatan
Popularitas:55k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Elfa adalah seorang gadis 17 tahun, dia siswi berprestasi di sekolah, Elfa sangat cantik, pintar dan polos. Hanya satu kekurangannya dia bukan anak orang kaya. Dia hidup bersama ibunya yang hanya seorang tukang cuci. Elfa masuk ke sekolah itu melalui jalur beasiswa.
Elfa bukan hanya pintar dan cantik tapi dia adalah kekasih seorang Aditya siswa paling tampan di sekolah dan idola semua siswi.
Elfa terlalu mencintai Aditya, ia akan melakukan apa saja untuk Aditya. Hingga satu malam dengan kata sebagai bukti cinta. Elfa menyerahkan kesuciannya kepada Aditya.
Dari kejadian satu malam itu , Elfa hamil anak Aditya. Ia mengatakan pada Aditya tentang kehamilannya tapi Aditya memaksa Elfa mengugurkan kandungannya.

"Gugurkan kandunganmu, jangan berharap aku akan bertanggung jawab. Kau sadar? Kita ibarat langit dan bumi. tidak akan mungkin bersatu" Ucap Aditya

Seluruh tubuh Elfa bergetar "aku bersumpah ....!!! kau tak akan pernah mendengar suara tangisan bayi dalam hidup mu "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Sehari sebelum hari pernikahan...

Steven dan ibunya datang ke rumah Elfa, Steven tahu tujuan ibunya ke rumah Elfa. Steven merasakan jantungnya berdebar, bohong kalau dia mengatakan ia tidak perlu tahu tentang masalalu ibunya.

Di ruangan itu hanya ada Elfa dan ibu Isma, ibu Steven, Stevan menolak bergabung.

"Nak....kamu sudah tahu kan, Steven juga tidak mengenal ayah nya.." ibu Steven membuka percakapan terlebih dahulu.

Elfa mengangguk..

"Sebelum kalian menikah... ibu akan mengatakan siapa ayah Steven...."

"Baik Bu...."

"Dulu.......ibu memiliki suami, awal kami menikah, kami tidak punya apa apa. suami ibu dulu cuma karyawan biasa di sebuah toko bangunan, kami tinggal di sebuah kamar kecil, kamar kos. Selama dua tahun pernikahan kami belum di karuniai anak, setiap kali ibu mengeluh karena tidak ada tanda-tanda ibu hamil, suami ibu selalu mengatakan untuk bersabar...dia pria yang baik, nak..."

"Hingga suatu hari sahabat ibu datang ke rumah, dia baru pulang dari luar daerah. Kuliah di sana.. namanya Bella, anak pemilik toko bangunan tempat suami ibu bekerja. Ketika suami ibu pulang kerja, ibu memperkenalkan mereka, perlahan lahan mereka akhirnya jadi semakin dekat, maksud ibu..suami ibu dan Bella ya nak, mereka juga berteman baik"

"Suatu hari, ibu ke rumah sakit karena dari pagi ibu rasa mual.. Kamu tahu lah nak, gimana lamanya kalau ke rumah sakit jaman dulu. Ibu pulang ke kos sekitar pukul dua siang. Ibu tidak sabar ingin memberikan kejutan pada suami ibu.. tapi..."

Elfa melirik ke arah pintu, Steven berdiri tidak jauh dari tempat Elfa dan ibunya duduk, diam diam.. ia ikut mendengar ibunya bercerita. Elfa memanggil Steven mendekat namun Steven menolak.

"Sampai di kos, malah ibu yang terkejut.. semua barang barang dalam kamar sudah berserakan. Ibu mendengar suara tangisan dari dalam kamar. Beberapa orang hanya melihat. ibu tidak masuk, hanya melihat ke dalam, saat itu Bella duduk di lantai. Sementara suami ibu sedang membelakangi pintu dan memeluk Bella..."

Mata wanita yang sebentar lagi akan menjadi ibu mertuanya mulai berembun.

"Ibu... jangan di lanjutkan lagi.."

"Tidak apa-apa nak, ibu harus menceritakan ini. Kamu harus tahu.."

"Baiklah Bu, kalau ibu tidak kuat.. jangan di lanjut ya, aku tidak perlu tahu "

"Nak...kamu akan menjalani kehidupan berumahtangga bersama Steven, kita memiliki jalan cerita yang berbeda beda. Kenapa ibu menceritakan ini sama kamu... Karena ini semua terhubung dengan kamu juga nak.."

Elfa menatap ibu Steven dengan kening berkerut...

____

Steven masih berdiri di sana, melihat ibunya dengan wajah sedih. Ia ingin mengatakan agar berhenti bercerita tapi dia tidak punya keberanian, tiba-tiba ia tidak ingin mendengar tentang laki-laki yang ia sebut ayah.

Perlahan lahan, Elfa merasakan tangannya di genggam. Ibu Steven melanjutkan ceritanya

"Di balik dinding kamar ibu yang tipis, ibu bisa mendengar suara Bella, dia berkata.. Kamu harus tanggung jawab, tinggalkan Isma..aku bisa memberikan kamu segalanya Surya. kamu tidak perlu tinggal di kamar sempit ini. Dan lagi pula kamu dan Isma belum punya anak. Sekarang, aku sedang mengandung anak kamu.."

"Tapi , Bella....aku tidak mungkin meninggalkan Isma begitu saja.. Aku cinta Isma, aku tidak bisa bayangkan kalau sampai berpisah dengannya "

"Kamu cinta sama Isma ? tapi kenapa kamu merayu ku, surya..?"

"Aku merayu mu? kapan ? Bukannya kamu yang selalu mencari kesempatan mendekati aku dan dengan bodohnya aku juga terbuai oleh rayuan kamu.."

"Ibu sangat terkejut, nak.... Ibu tahu seperti apa suami ibu. Dia pria yang baik, walaupun hidup sederhana, ibu selalu merasa cukup. Suami ibu, terlalu meratukan ibu...."

" Saat itu, ibu ingin sekali berteriak keras memaki mereka tapi ibu tidak mau melakukan itu, ibu tidak mau membuat malu, ibu juga tidak ingin terlihat menyedihkan di depan mereka, dengan perlahan lahan ibu masuk.. lalu... Ibu berkata..Bertanggungjawab lah Surya, Bella lebih membutuhkan kamu. Benar kata Bella, kita belum memiliki anak.. Kamu ceraikan saja aku.." Surya menolak, dia berlutut memohon ampun.

"Sekalipun suami ibu berlutut memohon maaf, ibu tetap minta ia bertanggung jawab atas kehamilan Bella dan menceraikan ibu..." Air mata perlahan mengalir deras.

"Dan dengan segala cara yang di lakukan Bella, orang tua Bella..akhirnya kami bercerai juga, Ibu tidak kembali ke kampung halaman ibu, karena ibu tahu, Surya akan mencari ibu... Dengan bantuan anak pemilik kos, ibu akhirnya datang ke desa ini..."

Elfa menghela nafas panjang " Lalu apakah suami ibu tahu, kalau saat itu, ibu sedang hamil ?" Tanya Elfa

"Tidak nak, ibu tidak mengatakan apapun saat ibu pergi...ibu minta pada Risma dan orang tuanya agar tidak mengatakan apapun tentang ibu, sampai hari ini, mereka tidak mengatakan apapun.."

"Lalu di mana suami ibu sekarang...?" Tanya Elfa lirih

"Dia di kota, sekarang dia memiliki usaha yang besar. Dan juga anak anak yang sukses "

"Apakah ini masih berhubungan dengannya ?" Elfa lemas, karena ibu Steven tahu banyak tentang mantan suaminya.

"Hahaha.. Tidak lagi nak, ini kota yang kecil, gosip apapun tentang mereka pasti sampai ke telinga ibu, karena Risma.... orangnya sedikit cerewet, susah diam, setiap kali dia kesini, dia akan menggosipkan segala hal. Termasuk tentang mantan suami ibu, dia tetap akan cerita...."

Elfa melihat ibu Steven tersenyum , Elfa tau, ibu Steven adalah wanita yang paling kuat, dia menilai semua orang itu baik..

"Apakah ibu, baik baik saja saat anak pemilik kos itu bercerita...? Apakah ibu tidak merasa...sakit..ha..hati"

"Ibu sudah mematikan rasa cinta ibu untuk mantan suami ibu, dan suka tidak suka ibu pasti mendengarkan, dari cerita itu, ibu jauh lebih kuat lagi, Bagi ibu memiliki Steven itu sudah lebih dari cukup nak.. Menurut ibu, merelakan akan lebih menenangkan hati kita, nak."

"Apakah ibu tidak pernah berpikir untuk menceritakan ini pada Steven..?"

"Dulu...saat Steven akan melanjutkan pendidikan nya di kota, ibu sempat berpikir untuk mengatakan semuanya. Tapi setelah ibu pikir pikir lagi. ibu akan merusak pikiran nya dengan cerita ayahnya, dan akhirnya ibu berjanji dalam hati akan menceritakan semuanya saat Steven akan menikah, dan ibu sangat bersyukur, Tuhan membawa kamu ke desa ini....."

"Terimakasih Bu, sudah menerima aku dan Gavin..."

"Ibu yang beruntung memiliki kalian..."

"Siapa nama a..ayah Steven Bu...?"

Ibu Isma menatap Elfa, membelai lembut wajah Elfa.

"Dedi Suryadi...."

Deg....

Elfa membelalak, nama itu tidak asing "Dedi Suryadi..? Bu..di..dia..."

"Iya nak...dia adalah ayah Steven, dia juga ayah dari pria yang menaruh luka di hatimu "

"Ibu tahu kalau Aditya, anak nya ?" Tanya Elfa tidak percaya, Steven mematung. Apa yang ia dengar membuat seluruh tubuhnya bergetar. " Tidak.. ini pasti salah..." Batin Steven

Ibu Steven tersenyum... Ia mengerti jika Elfa terkejut " Kamu tahu nak, di dunia ini tidak ada yang serba kebetulan. Tuhan sudah merencanakan semua sebaik mungkin, beberapa minggu yang lalu. Risma pulang kampung. Dia melihat pria itu berdiri di jalan besar, saat dia sedang bicara dengan Indra, Risma bertanya pada Indra...dari sanalah ibu juga tahu, siapa Aditya..."

Elfa sulit bernafas, kenapa Tuhan memberikan dia kejutan seperti ini. Di saat dia ingin menjadi satu dengan pria yang baik, dia harus tahu ini semua.

"Nak...ibu minta maaf, ketahuilah.. Bertemu Steven tidak salah, Steven jatuh cinta padamu juga tidak salah. Yang salah hanyalah, Steven terlahir dari pria yang telah menyakiti kamu.."

"Tidak bu, aku tidak pernah minta di lahirkan dari siapapun, aku bangga memiliki ibu" Steven tiba-tiba mendekat

Mendengar kata Steven, Elfa menundukkan kepalanya. Dia merasa bersalah sudah berpikir egois, dia tahu,. Steven tidak tahu apapun tentang ibunya.

"Bu... Steven tetaplah Steven, aku mencintainya, bagaimanapun dia.. dari manapun dia berasal, aku tidak perduli, selama Steven ingin bersama ku, aku juga akan selalu ada untuknya.."

"Terimakasih nak...ibu merasa tenang setelah mengatakan ini semua, ibu juga tidak ingin kamu mengetahui ini di kemudian hari. Kamu harus tahu kenyataannya nak.. Ini semua rencana Tuhan mempertemukan kalian berdua...."

"Bu... Elfa minta maaf, sempat berpikir yang..."

"Tidak apa-apa, Nak...kita hidup dunia nyata, seberat apapun kenyataan itu, hadapilah nak.. Perlahan lahan seiring berjalannya waktu, kita akan terbiasa...."

Elfa berdiri memeluk Ibu Steven--- Benar... Seiring berjalannya waktu, luka hati Elfa mengering, mungkin bekasnya masih terlihat namun tidak menyakitkan lagi.

Tidak lama kemudian, Ibu Elfa dan Gavin masuk bergabung.

"Mbak Kristin... terimakasih "

"Kita memiliki anak anak yang hebat dan cucu yang hebat juga.."

Steven dan Elfa duduk di bangku halaman depan rumah, mereka sama-sama diam, menatap bulan.

"Stev... besok kita akan menikah, aku cuma mau bilang aku cinta kamu dan jangan tinggalkan aku. Apapun yang akan aku hadapi besok dan seterusnya, temani aku ya....."

Steven mematung, air matanya menetes.Ia mengangguk ,dia tidak berharap Elfa menerimanya setelah tahu siapa ayahnya. Steven sempat merasa bersalah atas perbuatan orang lain.

"Besok kita akan menikah, aku tidak bisa memberikan kamu pernikahan yang mewah, sayang...."

Elfa menggenggam tangan Steven..

"Kamu tahukan aku hanya ingin pernikahan ini berjalan dengan baik, pernikahan itu bukan tentang resepsi yang mewah, bukan tentang mampu dan tidak mampu. Aku suka di sini, semua bisa datang mendoakan kita. Kalau kita menikah di kota, belum tentu orang orang di sini akan ke kota.."

"Terimakasih sayang, kamu tidak meninggalkan aku karena seorang Suryadi..."

.

.

.

Next.....

1
Nesya
dasar orang2 egois sangat memuakkan
Nesya
emaknya aditya syok saat liat suami elfa 😂
Lydia
lah aneh si chelsea... malah salahin elfa... jelas2 korban... lama2 jd gila si chelsea atau cerai aja lah.... hehehe.... Lanjut Author. Terima Kasih.
Retno Harningsih
lanjut
Lee Mba Young
Seumur hidup Aditya gk akn punya anak lain.
Chelsea kl km ingin anak cerai lah ma Aditya 🤣😁. tp km kn bucin pingin anak biar jd pewaris semua harta.
tp kn orang kaya hrse bisa dong cerai dng Aditya 🤣🤭.
Ani Basiati
lanjut thor
Lala
si tua Bangka pinta kali Dy ektimg hadeh
💝F&N💝
thor, jangan biarkan gavin diambil oleh si surya atau si aditya itu. biar mereka merasakan kesepian.
Nesya
suryadi licik dasar 🙄
Nesya
ngak bisa hamil chelsea mulai gila, menyedihkan 🤣🤭
Nesya
betul ardian lebih baik pergi g usah ikut campur percuma bicara dengan orang bebal
Nesya
telak suryadi
Retno Harningsih
lanjut
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Rika Rahim
knpa aditya gk di kasih paham sama chelsea kalau kena karma dengan masa lalunya aditya karena gk bertanggung sama orng yg di tinggalkan, coba kalau chelsea menikah dengan orang lain pasti sudah punya anak,
yunita
lnjutt
Happy Kids
walah mulai setres chelsea. elfa ga ngapa ngapain. ngiri bgt dah. smg ga sampe dicelakai elfa n bayinya sama chelsea perempuan odgj
💝F&N💝
up lagi thor
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!