Ibu hamil yang wafat di tempat kejadian,sebut saja Rini bersama dengan anaknya yang belum lahir. Rasa cinta yang dalam pada anaknya dan kemarahan pada mereka yang menyebabkan kematiannya membuatnya menjadi arwah penasaran yang tak bisa pergi ke alam lain. Setiap malam, dia muncul di jalan raya tempat kejadian itu terjadi—bayangan dia dengan perut membuncit dan tas yang masih tersangkut di bagian tubuhnya sering dilihat oleh sopir yang lewat, membuat mereka merasa dingin mendadak dan merasakan kesedihan yang mendalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rizky Di Salahkan Atas Kematian Rini
Setelah beberapa bulan tidak berkunjung, Rizky akhirnya memutuskan untuk datang ke rumah mertuanya di pinggiran kota. Tangan kanannya memegang tas kecil berisi oleh-oleh khas tempat ia bekerja, sementara tangan kirinya menggenggam kemudi motor dengan erat.
Setelah berkendara sekitar setengah jam, ia sampai di depan rumah berlantai satu yang sudah begitu akrab baginya. Dinding rumah yang berwarna putih sudah mulai memudar, namun taman depan yang selalu dirawat oleh ayah Rini tetap terlihat rapi dengan berbagai tanaman hias.
Rizky mematikan mesin motor dan turun dengan hati-hati. Ia berjalan menuju pintu depan dan mengetuk tiga kali dengan nada pelan. Tak lama kemudian, pintu terbuka oleh Bibi Yati pembantu yang sudah bekerja di rumah itu sejak Rini masih kecil.
"Bi, ada Ibu dan Ayah di rumah tidak?" tanya Rizky dengan senyuman yang sedikit terpaksa.
"Ada, Mas Rizky. Bu lagi nonton TV di ruang tamu, Pak lagi di belakang merawat kebun," jawab Bibi Yati sambil membuka pintu lebih lebar untuk membiarkan Rizky masuk.
Rizky melangkah ke dalam, menghirup aroma rumah yang sudah ia kenal sejak dulu – campuran aroma teh hangat dan bunga melati dari taman belakang. Ia berjalan menuju ruang tamu dan melihat ibu mertuanya sedang duduk di sofa favoritnya, mata terpaku pada layar TV yang sedang menayangkan berita pagi.
Tanpa berpikir panjang, Rizky menghampirinya dan membungkuk sedikit. "Assalamualaikum, Bu. Gimana kabarnya?" ucapnya sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.
Ibu mertua yang bernama Sri segera menoleh, wajahnya yang tadinya tenang langsung berubah menjadi sedikit terpana. Ia segera mematikan suara TV dan meraih tangan Rizky dengan erat.
"Wa'alaikumussalam, Rizky nak... Kamu datang ya gimana kabarnya? Baik kok Bu, ibu bagaimana?" balasnya dengan suara yang lembut tapi terasa penuh kesedihan tersembunyi.
"Kamu sudah lama tidak datang kesini... Duduklah nak," ujar Sri sambil mengajak Rizky duduk di sofa sebelahnya. Ia segera memanggil Bibi Yati untuk menyajikan teh hangat.
"Sabar ya nak... Jangan larut dalam kesedihan setelah kehilangan istrimu.Kasihan mereka disana gak akan tenang kalau melihat kamu seperti ini," ucap Sri dengan mata yang mulai berkaca-kaca, mengusap-usap punggung Rizky dengan lembut.
"Iya, Bu... Makasih sudah selalu mengingatkan aku," ucap Rizky, suara nya mulai bergetar. Air mata sudah mulai menggenang di sudut matanya.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang kuat dari arah belakang rumah. Ayah Rini yang bernama Suprapto muncul dengan wajah merah memerah. Ketika melihat Rizky ada di sana, wajahnya langsung berubah penuh amarah. Tanpa basa-basi, ia cepat menghampiri Rizky dan menarik kerah bajunya dengan kuat.
"Ayyyyahhhh!" teriak ibu Sri dengan mengejut, mencoba menghalangi suaminya.
"Ngapain kamu datang kesini?!" teriak Suprapto dengan suara yang menggema di ruangan.
"Maaf yah, yah..." ucap Rizky dengan rendah hati, tidak berusaha melawan sama sekali.
"Kamu jadi suami tidak bisa menjaga istri dengan baik! Aku sudah mempercayakan anakku padamu!" seru ayahnya sambil menggeram, kedua tangannya masih menggenggam kerah baju Rizky.
"Ayah, itu musibah! Sudah takdir Allah... Ayah yang ikhlas aja, jangan menyalahkan Rizky!" kata Sri dengan suara bergetar, mencoba menarik lengan suaminya agar melepaskan Rizky.
Namun Suprapto tidak mau mendengar. Ia mengangkat tangan kanannya dan memukul wajah Rizky dengan kuat.
"Ayah, stop sekarang juga!" teriak Sri dengan suara lebih keras, akhirnya berhasil menahan lengan suaminya. membuat Suprapto terkejut dan melepaskan genggamannya dari Rizky...