Syela tak ingat apapun yang terjadi malam itu, berawal dari pesta di sebuah klub membuatnya harus kehilangan kegadisannya.
Apa yang harus dilakukannya pun ia tak tahu...
Apakah harus????.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.A.Hanifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.6
Syela terbangun dengan keringat mengucur deras didahinya, nafasnya masih tak beraturan. Gadis itu mencoba mengembalikan seluruh nyawanya.
"Mimpi itu lagi" gumamnya pelan.
Akhir akhir ini memang dirinya sering memimpikan kejadian malam itu, malam dimana mahkotanya direnggut paksa. Tapi seberapa keras dirinya mengingat, dalam mimpi pun ia tak bisa mengenali wajah pria biadab itu.
Siapa pria yang berani dan tanpa belas kasih sudah mengambil kesuciannya tersebut.
Setelah sesaat menenangkan diri, Syela beranjak dari kasur. Membersihkan diri sebentar dikamar mandi.
"Sudah jam 9" ucapnya menatap jam dinding terkejut sedikit karena biasanya sang Mama membangunkannya jam 5 subuh untuk membereskan rumah.
Gadis itupun berjalan keluar kamar mengamati keadaan rumah yang ternyata sesuai dugaannya, Sepi. Kedua orang tuanya sudah pergi tanpa membangunkannya terlebih dahulu.
Pasangan itu benar benar sudah menganggapnya orang lain dirumah ini.
Saat melewati kamar sang Mama, Syela mengernyit kemudian tersenyum miring "Sia sia" ucapnya.
Gadis itupun kembali mengangkat sekeranjang pakaian yang ia taruh didepan kamar Mamanya semalam. Yang ternyata tak seperti ucapannya, pakaiannya tak benar benar dibawa. Syela meletakkan keranjang itu di kamarnya lalu ditutupnya dengan sebuah kain lebar agar tak berdebu pikirnya.
Sendirian dirumah membuat Syela sedikit lebih bebas beraktivitas. Yang biasa harinya sibuk dengan bersih bersih, hari ini dia mencoba sedikit lebih santai.
Kini Syela tengah duduk bersandar disofa menonton TV sembari menikmati sarapan yang dibuatnya tadi. Sejam kemudian dia memilih menenangkan tubuh dan jiwanya, berendam dibathup dengan lilin aromatic juga tak lupa musik klasik.
Setelah sekian lama akhirnya dia bisa melakukan ini juga, sungguh benar benar menenangkan.
Tanpa sengaja tangan Syela mengelus perutnya lembut menikmati sentuhan kecil yang dibalas oleh sang bayi. Syela membuka mata menatap perutnya tak terbaca.
"Kenapa kamu betah diperutku, kenapa kamu tidak keluar, siapa sebenarnya Ayahmu?" tanyanya pelan masih dengan mengelus perutnya.
Memang sepertinya masih belum ada rasa keibuan dalam diri Syela saat ini. Bayangkan saja gadis berusia 19 tahun yang masih sibuk dengan dunianya tiba tiba hancur dalam semalam, lalu beberapa minggu kemudian paket bonus hadir tak terduga. Gadis mana yang siap mendapati hal sebegitu besarnya. Apalagi tak tau siapa, dimana dan bagaimana lelakinya.
Syela tersentak tak ayal senyum kecil terpampang nyata diwajahnya saat sang janin berusia 7 bulan itu menendangnya kuat. Bayi itu seperti menjawab pertanyaan ibunya. Sesaat wajah Syela berubah kecut.
"Tapi maaf jangan salahkan aku, kalau begitu kamu lahir mungkin kamu akan dibuang oleh Papaku" ucapnya datar. "Karena aku memang tak mengharapkan kehadiranmu" tambahnya kemudian memejamkan mata.
Tak diindahkan memang ada secercah harapan saat dirinya melahirkan nanti. Harapan bahwa anak itu pasti akan dijauhkan darinya oleh sang Papa bisa membuat hari hari biasa seperti sebelumnya kembali. Dia bertekad ingin mengubah hidupnya kembali kesemula. Menjalani hari bersama kasih sayang orang tuanya juga sang tunangan tercinta.
Ya, itu harapannya walaupun harus mengorbankan sang Bayi yang entah bagaimana mana nasibnya saat lahir nanti. Dengan mungkin pilihan di buang sembarangan atau dibawa kepanti asuhan oleh sang Papa.
Yang jelas hanya satu pintanya, jangan di habisi nyawanya.
"Halo sayang, lagi apa?" ucap Miko dari balik sambungan telponnya.
Syela yang ingin tidur siang menjawab panggilan telepon dari sang tunangan.
"Emmm, lagi ngerjain tugas" jawabnya berbohong karena yang ditahu Miko sang kekasih tengah kuliah diluar negeri.
"Ohhh, susah yah?".
"Nggak juga sih, tapi lumayan banyak".
Beberapa pertanyaan dan jawaban pun dilontarkan keduanya, saling bertukar kabar juga candaan dari Miko membuat Syela tertawa kecil.
"Yang, kenapa sih nggak mau Vc an aja, aku kangen loh liat kamu" tanya Miko setelah selama ini memang mereka hanya saling berkirim pesan dan telpon suara saja. Syela selalu menolak panggilan video darinya dengan berbagai alasan.
"Ehhh itu, anu.... Aku lagi berantakan Ko, banyak tugas jadi aku nggak ngurus badanku, apalagi mukaku, aku malu lah, aku jelek" jawab Syela asal.
Padahal dia hanya tak ingin ketahuan oleh sang tunangan seperti amanat Papanya. Jika dilakukannya mungkin Miko akan melihat perubahan tubuhnya, juga kamarnya yang ada dirumah.
Kehamilan itu membuat pipi Syela sedikit lebih cabi walaupun tak membuat tubuhnya berubah banyak. Tubuh gadis itu masih dibatas normal hanya pipi dan perutnya saja yang nampak sekali berbeda.
"Kenapa sih Yang, apapun keadaanmu kamu tetap cantik kok dimataku" entah sedang menggombal atau jujur ucapan Miko membuat sudut bibir Syela naik.
"Nggak usah gombal" jawabnya.
Setelah rengekan juga debatan kecil dari keduanya diakhiri Miko yang mengalah membuat sambungan telpon mereka terputus karena pemuda itu dicari oleh kawannya.
"Entah masih bisakah kamu berkata seperti itu saat tau keadaanku yang begini, Ko" ucap Syela menatap wallpaper layar ponsel yang bergambar dirinya juga Miko memamerkan cincin pertunangan keduanya
Pasti bakal muncul kok, cuman belum waktunya
sesuai sama judul sih aku buat ceritanya, kalau cepet ketemunya bakal pendek ceritanya