NovelToon NovelToon
GOD OF RINGS

GOD OF RINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: Rein.Unknown

MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.

Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.

Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.

Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Season 2, Lantai 12, Part 1 [EVENT 100 DAYS CELEBRATION]

Tanah padat berwarna kecoklatan membentang sejauh mata memandang. Area itu sangat luas—lebih mirip padang liar daripada kota, tapi tidak semengerikan gurun atau lautan lava yang pernah Marva dan Meriel lewati. Pohon-pohon besar tersebar dimana-mana. Beberapa aliran air kecil berkelok di antara semak dan batu-batu rendah.

Angin berembus cukup sejuk, namun tetap menyimpan ketegangan.

Satu per satu player bermunculan di berbagai titik.

Semua terlempar ke lantai yang sama, lantai 12.

Kaela mendarat beberapa meter di samping Marva. Red tersungkur ditanah karna bokongnya menghantam batu. Meriel nyaris jatuh ke dalam sungai.

“Semua aman?” tanya Marva cepat.

Kaela mengangguk. “Aman.”

Red duduk sambil memegangi bokong nya. “Aman si aman tapi apes nhe, pantat deluan.”

Meriel segera menarik badannya dengan berpegangan pada batang pohon. “Hampir aja aku jatuh.”

Setelah memastikan semua anggota tim nya baik-baik saja. Sistem lalu melanjutkan intruksinya.

Ini adalah Event Spesial, setiap Player akan mengejar objective untuk:

* Mengalahkan monster di lantai ini dan mengumpulkan 14 Fragment Core

* Tukarkan dengan NPC tersembunyi yang bernama Dorobo, lalu dapatkan Bronze Ticket

* Bronze Ticket dapat digunakan untuk naik ke Lantai 13

“Perlu kalian ketahui! Kematian permanen masih tetap berlaku bagi setiap Player. Semua item yang dimiliki akan jatuh saat ia mati dan Fragment Core yang telah didapatkan bisa diambil atau dirampas oleh player lain.”

“Event Perayaan 100 Hari Bertahan Di Menara, Resmi dimulai!”

---

Sunyi.

Semua player membaca notifikasi itu dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda.

Ada yang bingung.

Ada yang takut.

Ada yang langsung terlihat putus asa. Secara logika, Player yang hanya bertahan dilantai 1 dan tidak pernah mendaki menara, tentu lv. nya tertinggal jauh. Itu juga berlaku bagi mereka yang hanya bertahan dilantai saja. Semua Player yang masih hidup, dipaksa naik ke lantai 12, demi mengikuti Event Menara yang sama sekali mereka tidak inginkan.

Red menelan ludah. “Fragment nya bisa dirampas player lain ?”

“Berarti, kalau kita sudah capek-capek hunting… kapan saja Fragment Core bisa direbut oleh Player lain?” ucap Kaela.

“Dengan begitu, sistem secara tidak langsung menyuruh kita untuk bergabung dengan guild agar peluang bertahan lebih besar!” Meriel melanjutkan dengan nada lebih serius.

Marva mengangguk pelan. “Sial! Menara ini, selalu saja mengorbankan Player.”

Leo lalu berpendapat. “Bos, kita harus lebih hati-hati. Monster bukan satu-satunya ancaman, Player lain bisa saja menjadi penghalang.”

Sementara Marva berfikir, pandangan nya teralihkan. Ratusan player mulai bergerak, beberapa dari mereka terpaksa membuat Guild dadakan demi bertahan hidup. Beberapa player lain, memilih untuk lari ke dalam hutan, seolah berharap, keberuntungan akan berpihak pada mereka. Semua Player bertindak sesuai dengan filing atau logika mereka.

Kelompok kecil juga terbentuk secara spontan. Mereka memanggil nama orang-orang yang mereka kenal.

Dan di tengah semua itu…

Marva lalu melihat seseorang yang sangat ia kenal.

Elrian Vox.

Berdiri tenang di atas gundukan tanah, rambutnya tetap rapi meski baru saja dipindahkan paksa oleh sistem. Di sekelilingnya, beberapa player sudah berkumpul. Wajah mereka terlihat tegang, seperti terpaksa bergabung dengan Guild Elrian.

Elrian menyadari tatapan Marva.

Lalu tersenyum tipis bukan senyuman ramah.

Tapi senyuman yang sedang menikmati permainan ini.

---

“Bukan kah itu Elrian? Apa yang dia lakukan pada Player lain,” ucap Kaela.

Marva hanya diam.

Red merespon. “Seperti nya Player-player itu dipaksa untuk bergabung dengan mereka.”

Meriel memperhatikan lebih detail. “Tapi kenapa mereka harus ikut? Bisa sajakan mereka melawan?”

“Pasti ada rencana yang mereka buat. Elrian sedang membangun kekuatan tempurnya,” ujar Marva.

Dari kejauhan Elrian mulai berbicara dengan suara yang lantang dan keras. “Aturan nya sederhana. Yang lemah akan kalah, yang bodoh akan mati, yang ingin bertahan… berdirilah di belakangku!”

Kaela menggeram pelan. “Dia mulai lagi.”

Meriel melipat tangan. “Dan sayangnya… cara itu akan berhasil. Liat beberapa player mendatangi nya.”

Marva memperhatikan semua itu, Elrian berada dalam situasi yang menguntungkan. Di sekolah, statusnya selalu dibanggakan, kekayaan dan nama keluarganya selalu menjadi acuan.

Di menara…

Situasi itu masih terbawa dan cukup untuk membuat orang takut.

---

“Lead, kita bagaimana?” kata Red.

Marva menatap anggota guild-nya satu per satu.

Kaela.

Red.

Meriel.

Di atas kertas, jumlah mereka memang jauh lebih kecil dari kelompok yang sedang dibangun Elrian. Tapi mereka punya sebuah hal yang tidak dimiliki guild-guild dadakan itu.

Kepercayaan dan Ring of God.

“Siapapun yang ingin bergabung dengan Guild ERAREX, akan kita terima. Sebaliknya, jika ada yang mengusik, akan kita lawan!” ujar Marva tegas.

“Betul Bos, selama kami juga masih ada. Siapa saja yang mau macam-macam, langkah nya tidak akan mulus,” ucap Aquarius.

Red menghela napas lega. “Aku suka jawaban itu Aquarius. Leader adalah pengguna cincin dewa, mana mungkin mereka mau macam-macam.”

Kaela lalu mengingatkan. “Tapi kita harus cepat. Kalau Elrian berhasil mengajak banyak player, mereka bisa farming lebih cepat dan mendapatkan fragment nya.”

“Formasi seperti biasa, karna Red dan Kaela kembali bergabung. Fokus utama kita adalah membantu mereka menaikan lv. terlebih dahulu. Dengan begitu, ketimpangan lv. dengan monster yang ada dilantai ini bisa dipangkas. Jika beruntung, kita bisa sambil mengumpul Fragment Core,” perintah Marva.

Mereka pun bergerak.

[BERSAMBUNG]

1
Ara putri
bagus ceritanya
Rein Unknown: Terimakasih Kak sudah support dan mampir 😇😇😃😃
total 1 replies
Ara putri
Hay kak jika berkenan saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Rein Unknown: okok Kak, sudah mampir ya😇🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!