NovelToon NovelToon
Kesempatan Dari Sistem

Kesempatan Dari Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Balas Dendam / Sistem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yikkii

Artha Jayendra adalah seorang pemuda yang kini menjadi pengangguran setelah dikhianati oleh sahabat-sahabatnya sendiri dan bahkan oleh kekasihnya. Pengkhianatan itu menghancurkan hidupnya hingga membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Dalam kondisi depresi, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari sebuah jembatan. Namun sebelum ia melompat, cahaya terang tiba-tiba muncul di langit, dan sebuah menara raksasa misterius muncul di tengah kota. Bersamaan dengan itu, sebuah sistem aneh muncul di hadapannya. Alih-alih terkejut, Artha justru melihatnya sebagai kesempatan baru. Dengan tekad yang dingin, ia bersumpah dunia telah berubah dan dia akan menjadi lebih kuat dan membalas semua penghinaan, penindasan, dan pengkhianatan yang pernah ia terima. Dari sinilah perjalanan Artha Jayendra dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab XXI—The Bone Graveyard

Hawa dingin yang menusuk tulang menyelimuti seisi aula The Bone Graveyard. Ruangan itu begitu luas, hingga suara langkah kaki Jay menciptakan gema yang memantul di antara pilar-pilar raksasa yang terbuat dari susunan tengkorak manusia yang melengkung hingga ke langit-langit yang tak terjamah oleh cahaya. Di lantai marmer hitam yang dingin, hamparan debu putih setinggi mata kaki menjadi saksi bisu betapa lamanya tempat ini terisolasi dari dunia luar.

Aridius, yang duduk tenang di singgasananya, perlahan mengangkat tangan kanannya yang hanya berupa tulang yang mengkilap. Cahaya hijau zamrud dari Staff of Souls meledak, menyapu seluruh penjuru aula seperti gelombang tsunami energi necromancy.

...[NOTIFIKASI SISTEM]...

...PERINGATAN!...

...King’s Command diaktifkan oleh Aridius....

...Target: 1.500 Skeleton Warriors....

...Deskripsi: Musuh dalam radius domain ini mendapatkan buff Unstoppable dan Hive Mind Coordination....

Dari balik bayangan pilar dan celah-celah lantai marmer yang retak, ribuan tulang mulai merangkak naik. Suaranya keluar dengan mengerikan, derakan tulang yang saling bergesekan, logam berkarat yang ditarik di atas batu, dan desisan energi jiwa yang tidak tenang. Mereka adalah Skeleton Warrior, pasukan infanteri abadi Aridius. Prajurit-prajurit ini mengenakan sisa-sisa pelindung dada kulit yang keras dan memegang pedang pendek yang meski berkarat, tetap memancarkan aura kutukan yang mematikan.

Jay berdiri mematung di tengah-tengah kepungan itu. Ia menarik napas dalam, merasakan paru-parunya terisi udara yang kering dan berbau kalsium tulang mereka. Di tangan kanannya, ia menggenggam Goblin King’s Blade bersinar dengan aliran mana biru dari elemen petir.

“1.500 lawan satu...” Jay menyeringai tipis. Wajahnya yang tampan namun sayu tampak mengerikan di bawah cahaya hijau redup aula. “Asha, matikan semua filter rasa sakit dan batasan sistem pada tubuhku. Saat ini aku hanya ingin menari bersama mereka.”

“Dimengerti, Tuan,” suara Asha bergema jernih di dalam kesadarannya. “Memasuki mode Bloodlust Focus. Memantau detak jantung dan integritas otot. Harap berhati-hati, tekanan gravitasi di aula ini akan menguras stamina Anda 25 persen lebih cepat.”

KRAAAK!

Gelombang pertama. Sekitar tiga ratus Skeleton Warrior, menerjang secara serentak. Mereka tidak menyerang secara acak seperti monster liar, berkat kendali Aridius, mereka bergerak dalam formasi sabit yang sempurna, mencoba menjepit Jay dari segala sisi agar tidak memiliki ruang untuk mengayunkan dagger secara efektif.

Jay melesat. Dengan Agility-nya yang telah ia tingkatkan dan dengan skill Shadow Step, gerakannya hampir mustahil diikuti oleh mata manusia biasa. Ia tidak lagi berlari. Ia tampak seperti kilasan bayangan hitam yang membelah lautan putih tulang.

SWISH BOOM!

Ayunan horizontal pertama dari Goblin King’s Blade yang telah di aliri oleh sihir elemental menciptakan gelombang kejut yang menghancurkan. Sepuluh skeleton di barisan depan hancur seketika menjadi debu halus sebelum pedang mereka sempat menyentuh jubah Jay.

Di saat yang sama, di tangan kirinya bekerja dengan presisi yang mengerikan ia mengambil Vorpal Abyssal Axe dari Inventory lalu ia memutar tubuhnya seperti gasing maut, menebas sendi-sendi lutut musuh dan menusuk rongga mata mereka yang berpendar hijau. Jay tidak membuang-buang gerakan. Setiap tebasan adalah efisiensi murni. Ia melompat ke udara, menggunakan pundak satu skeleton sebagai tumpuan untuk melenting lebih tinggi, lalu jatuh seperti meteor di tengah kerumunan musuh.

“Tuan, serangan dari arah jam 7 dan jam 10!” peringatan Asha datang tepat waktu.

Tanpa menoleh, Jay mengayunkan kapaknya ke belakang punggungnya. Logam hitam itu membelah tiga skeleton sekaligus, sementara ia melakukan tendangan memutar yang menghancurkan rusuk skeleton lainnya di depan. Debu kalsium mulai beterbangan dengan pekat, menciptakan kabut putih yang menyesakkan, namun Jay terus menari di tengah badai tersebut.

Waktu seakan melambat bagi Jay. Ia bisa merasakan setiap tetes keringat yang mengalir di pelipisnya, setiap kontraksi otot di lengannya yang mulai terasa panas. Pertarungan ini bukan lagi soal bertahan hidup, tapi soal pembuktian dari staminanya. Setiap kali ia menghancurkan satu tulang, ia merasa seolah sedang menghancurkan satu bagian dari masa lalunya yang menyakitkan.

Dua ratus, lima ratus, delapan ratus unit telah tumbang. Lantai marmer hitam itu kini tidak lagi terlihat, tertutup sepenuhnya oleh lapisan debu tulang setinggi lutut. Jay terengah-engah. Napasnya keluar sebagai uap panas di udara dingin. Stamina-nya berada di titik kritis, namun matanya tetap terkunci pada sisa-sisa pasukan yang terus merangsek maju. Mereka tidak mengenal lelah, tidak mengenal takut, dan tidak memiliki belas kasihan.

"Sedikit lagi..." gumam Jay dengan suara parau. Ia memaksakan kakinya yang mulai gemetar untuk tetap berdiri tegak.

Tak ambil pusing. Jay kembali melakukan serangan pemungkas. Ia memutar kapak raksasanya dengan kekuatan penuh dan mengaliri elemen angin maksimal, menciptakan pusaran angin hitam yang menyedot debu tulang dan sisa-sisa prajurit di sekelilingnya ke dalam satu titik penghancuran.

KRAAAAAAKKKK!

Hantaman terakhir itu menghancurkan sisa-sisa dari 1.500 Skeleton Warrior. Keheningan total kembali menyelimuti aula. Jay berdiri di tengah-tengah hamparan debu, tubuhnya bersandar pada gagang kapaknya yang tertanam di lantai. Ia bermandikan debu putih, membuatnya tampak seperti hantu di tengah makam kuno.

Tiba-tiba, tumpukan debu di seluruh aula mulai berpendar keemasan. Ribuan partikel cahaya kecil melayang ke udara, berputar-putar menciptakan pusaran cahaya yang indah sekaligus megah, sebelum semuanya melesat masuk ke dalam tubuh Jay.

...----------------...

...[NOTIFIKASI SISTEM]...

...[PENGHITUNGAN HASIL PERTEMPURAN]...

...Anda telah mengalahkan 1.500 Skeleton Warriors...

...[Reward]...

...New Title...

...One Against a Thousand....

...Semakin banyak musuh yang mengepung Anda maka Anda akan mendapatkan peningkatan Attack Speed dan Movement Speed sebesar 1% untuk setiap 1 musuh yang ada di sekitar....

...Level Up...

...Level 15 —>21. ...

...Stat di tingkatkan secara permanen...

...Stat Points Didapat: 30 Poin....

...----------------...

Rasa panas yang menyegarkan mengalir dari jantung ke seluruh ujung saraf Jay. Luka-luka gores di tubuhnya menutup seketika. Serat ototnya yang tadi hampir robek kini menyatu kembali dengan kepadatan yang lebih tinggi. Ia bisa merasakan sensasi kekuatan yang meluap-luap karena level up-nya, seolah-olah ia bisa menghancurkan pilar kumpulan tengkorak di sampingnya hanya dengan satu pukulan tangan kosong.

“Asha, alokasikan poinnya ke Vitality 25 dan 5 untuk luck,” perintah Jay dengan suara yang kini lebih berat dan penuh otoritas.

...----------------...

...[ALOKASI STAT SELESAI]...

... Strength: 29...

...Agility: 21...

...Vitality: 20—>45...

...Intelligence: 25...

...Luck: 36—>41...

...Stat Point: 0...

...----------------...

Seketika, persepsi Jay terhadap dunia berubah. Udara di sekitarnya terasa lebih tipis, dan setiap gerakannya terasa seringan bulu namun mengandung tenaga ledak yang luar biasa. Ia meremas jemarinya, merasakan kekuatan baru yang berdenyut di bawah kulitnya.

Namun, Aridius di atas singgasananya tidak memberikan waktu bagi Jay untuk menikmati kekuatannya. Sang Raja Kerangka mengetukkan tongkatnya ke lantai marmer dengan dentuman yang jauh lebih keras, seolah-olah sedang memanggil algojo yang sesungguhnya.

CLANG. CLANG. CLANG.

Dari balik tirai kegelapan di samping tangga singgasana, muncul sosok-sosok yang jauh lebih besar dan menakutkan. Mereka mengenakan zirah pelat hitam yang lengkap, dengan helm yang menutupi wajah mereka sepenuhnya. Jubah merah yang compang-camping menjuntai di bahu mereka, dan di tangan mereka tergenggam greatsword yang diselimuti kegelapan dan cahaya keemasan redup yang saling bertabrakan.

150 Skeleton Knight.

Zirah mereka tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tapi juga sebagai wadah energi Malaikat dan Iblis yang saling bertolak belakang namun dipaksa bersatu oleh sihir Aridius. Mereka melangkah turun dengan sinkronisasi yang sempurna, menciptakan irama kematian yang menggetarkan jiwa.

Salah satu Knight di barisan depan melesat maju tanpa peringatan. Kecepatannya jauh melampaui para Warrior sebelumnya.

KLANG!

Jay bereaksi tepat waktu, menangkis serangan greatsword itu dengan Goblin King’s Blade. Namun, benturan itu begitu kuat hingga menciptakan percikan api dan melempar tubuh Jay mundur beberapa meter. Jejak kakinya merobek lapisan debu tulang di lantai.

Jay menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya, menatap 150 ksatria elit yang kini mulai mengepungnya dalam formasi melingkar.

“Baru saja aku istirahat. Sekarang malah ada 150 yang versi kuatnya…sialan,” Jay menyeringai, sebuah senyum penuh dendam dan haus darah. “Ternyata Ancient Dungeon ini benar-benar tahu cara menghancurkan rasa percaya diri seseorang ya….”

Ia menggenggam erat kedua senjatanya. Babak kedua dari pembantaian di The Bone Graveyard baru saja dimulai, dan kali ini, kesalahan sekecil apa pun akan berarti kematian permanen bagi Jayendra.

1
ラマSkuy
agak lambat alurnya tapi seru Thor , lanjutkan 👍
ラマSkuy
Hem ini latar ceritanya tentang apocalypse monster ya kayak komik solo leveling, keren Thor 👍
Yikkii: Terimakasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!