NovelToon NovelToon
Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen School/College / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:899
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 : Tentang zara dan leon

Zara memakan makan siang nya dengan khidmat tanpa mempedulikan pemuda yang berada di depan nya.

"Lo beda tau gak sih?" Ujar Leon memulai pembicaraan.

"Semua orang juga tau" Balas Zara.

"Apa yang bikin lo berubah?"

"Menurut lo gue bakalan diem terus saat di tindas? ya kali!"

"Ya tapikan udah lama juga lo di kucilin, kenapa baru sekarang?"

"Ya capek nya baru sekarang"

"Tapi gue salut sih, di mata gue lo jadi keliatan keren, dikit" Pujinya.

"Bukan dikit, yang jelas gue lebih oke daripada lo! lagian gue perhatiin lo gangguin gue mulu dari kemaren, kenapa? lo suka sama gue?"

"kalo iya?"

Zara berdecak mendengar Leon tak menyangkal perkataan nya.

"Kalo iya sorry banget, lo bukan tipe gue!"

"Emang tipe lo yang kaya gimana?"

"Kepo lo!" Jawabnya ketus.

"Balik sekolah gue anterin mau gak? pakek motor gue" Tawarnya.

"Gausah makasih!" Tolaknya.

"Kenapa? cewek cewek di sini berharap banget loh gue boncengin"

"Gue enggak tuh, kalo emang banyak cewek yang mau yaudah lo boncengin aja mereka, susah amat"

"Ya justru karena gue tertariknya sama lo makanya gue mau bonceng lo"

Zara menaruh sisa burgernya di meja.

"Lo ganggu makan siang gue tau gak?"

Gadis itu berdiri dan meninggalkan acara makan siangnya begitu saja.

"Yang kaya gini nih makin buat gue suka"

...****************...

Michele menyeret Mimi menuju gudang kosong belakang sekolahnya, gadis tak berdaya itu terpaksa mengikuti Michele karena takut melawan.

Plakk

Tamparan kuat Mimi dapatkan hingga wajahnya terlempar ke samping, ruri dan windi tertawa mendengar renyah pukulan nya.

"Mau sok jago?!" Bentak Michele.

"A-ampun kak" Mimi bertekuk lutut memohon ampun pada ketiganya.

"Gue tanya ngapain lo sok sok an ngasih tau Zara kalo kita pernah ngebully dia, kalian berdua emang sok sok an pahlawan gitu ya?"

"Aahh!" Mimi berteriak dan mendongak saat Michele menjambak rambut panjangnya.

"Kalian bawa gak catokan nya?" Tanya Michele.

"Bentar gue panasin dulu" kata ruri, gadis itu berlari ke arah samping gedung selama beberapa menit sebelum kembali membawa catokan di tangannya.

"Kak ampun kak lepasin aku kak" Mohon nya.

"Gue udah janji kan gue bakalan balikin neraka lo yang dulu, sekarang rasain" Michele merebut catokan panas dari ruri dan membuka paksa seragam Mimi.

"Ampun kak ampun!" Teriak Mimi.

Michele dengan wajah puasnya menempelkan catokan panas tersebut pada Mimi di bagian perutnya.

Ruri dan windi memegangi tangan Mimi agar gadis itu tetap pada tempatnya.

"Aaaahhh! panas! kak ampun kak!"

"Rasain lo!"

"Mampus!"

...****************...

Tin Tin....

Zara menoleh ke belakang saat mendengar bel motor, ia mendengus malas ketika melihat siapa pengemudinya.

"Ayo!" Ajak Leon sembari mengisyaratkan Zara untuk naik ke motornya.

"Ogah" Tolaknya.

"Daripada lo jalan kaki kan capek, ayo naik gue anterin, gratis kok" Balas Leon.

"Bener juga ya, capek juga jalan kaki tapi masa iya gue naik motor sama ini cecunguk, nanti kalo dia ke GR an gimana?" Batin Kayla.

"Ayo buruan!" Ajak Leon lagi.

Zara pasrah, ia sudah terlalu lelah untuk berjalan kaki setiap hari, walaupun rumahnya tidak jauh tapi lumayan menguras tenaga.

"Sekali aja!" Kata nya.

"Iya" Leon bersemangat dan meraih helm yang berada di belakang.

"Sini gue pasangin"

"Gue bisa sendiri!" Zara merebut helm leon dengan paksa dan memakainya sendiri, lalu ia naik ke boncengan motor besar milik teman satu kelasnya tersebut.

"Ayo jalan!" Perintah nya.

Leon pun melanjutkan perjalanannya dengan membawa Zara pada boncengan, perjalanan nya kali ini terlihat lebih menyenangkan.

Beberapa menit kemudian mereka telah sampai pada rumah sederhana Zara, Zara pun lekas turun dari boncengan motornya.

Leon memperhatikan rumah sederhana di depan nya, Zara memang terlihat miskin sama seperti apa yang di bicarakan orang orang.

"ngapain lo masih di sini? udah sono pergi!" Usir Zara.

"Gitu doang? gue gak boleh mampir?" Tanyanya.

"Gak!"

"Pelit lo, ntar malem jalan yuk! ke pasar malam!" Ajak Leon.

"Gak mau" Tolak Zara.

"Kenapa gak mau?"

"Emang gak boleh gue bilang gak mau?" Tanyanya.

Leon menggaruk pelipisnya yang tak gatal, "Dulu gue kira lo suka sama gue" Katanya.

"What?! gue suka sama lo? yang bener aja kali!" Remehnya.

"Ya kan gue kira"

"Atas dasar apa gue suka sama lo! lo aja kali yang ke gr an!"

"Emang lo gak inget awal awal kita masuk SMA?" tanya Leon.

"Ya jelas gue gak inget lah! orang gue bukan Zara" Batin Kayla.

"Elo kan yang naruh surat di meja laci gue?" Tanya Leon.

"Surat apaan?" Tanya Zara.

"Ya surat lucu lucu gitu, isinya kata kata indah, lo kan yang nulis?" Tanyanya.

"Ck! bukan ya gausah GR!"

"Dulu lo selalu ngerjain PR gue tapi gak pernah mau ngerjain PR orang lain, apa alasannya kalau bukan suka, dan gue juga sempet beberapa kali ngegep in lo ngeliatin gue waktu di kelas, terus pas kelas satu, lo pernah ngasih coklat ke gue" Leon berbicara lirih di akhir kalimatnya.

"Anjing ternyata Zara beneran suka sama nih kunyuk?" Batin Kayla

"Y-ya itu kan dulu, sekarang udah enggak" Balas Zara gugup.

Leon tampak kecewa mendengar ucapan Zara.

"Gue mau minta maaf" Cicit Leon pelan.

"Soal apa?"

"Ya karna selama ini sikap gue nyebelin, gue malu karna temen temen gue sering ngejekin gue kalo lu suka sama gue" Katanya.

"Terus?"

"Gue gak bermaksud gimana gimana, tapi di mata mereka lo itu cupu dan miskin jadi ya... gitu deh" Leon menggaruk tengkuk belakang yang tak gatal.

"Sampai sekarang gue juga masih miskin, lo gak liat rumah gue?" sarkasnya.

"I-iya sih, t-tapi lo beda, dan gue ngerasa bersalah pernah jahatin lo sebelum nya" Sesal nya.

"Makanya kalo jadi orang jangan sok! harusnya lo seneng ada orang yang suka sama lo! bego!" Makinya.

"Jadi lo beneran suka sama gue?"

"Yah kok gue salah ngomong sih" Batin Kayla.

"Enggak!"

"Yaudah maaf, gausah marah marah deh ya? gimana kalo sebagai gantinya gue traktir lo makan sepuasnya, lo minta apa gue beliin deh, ya?"

"Lo pikir gue gak mampu beli?!"

"Ya bukan gitu, ini kan sebagai tanda maaf, lagian lo gak capek apa kemusuhan terus sama gue?"

"Muak sih!"

"Nah makanya mulai sekarang kita temenan" Leon mengacungkan jabatan tangan.

"Udahlah gue mau masuk dulu" Pamit Zara.

"Ntar malam gue jemput ya ke pasar!" Teriak Leon.

Blam

Bukan nya menjawab ajakan Leon Zara membanting pintu nya kuat.

"Masa orang kalo marah marah jadi keliatan lebih cantik sih" Gumam Leon.

1
Yourlovelife
ayo baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!