hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang bersama
jam 4 sore bel pulang berbunyi dan seisi kelas mulai merapikan buku-buku yang mereka bawa.
setelah memberi salam kepada guru para siswa mulai meninggalkan kelas.
" mau pulang bareng? " Aidan mengajak Imel pulang bareng
kelas yang tadinya sibuk tiba-tiba menjadi tenang mendengar ucapan Aidan.
" eh.... " Imel terkejut dengan ajakan tiba tiba Aidan.
Murid-murid yang tadinya sibuk hendak pulang mulai berbisik.
" sepertinya mereka sudah berpacaran "
" mereka terlihat semakin dekat "
Ucap ucapan seperti itu terus terdengar dari teman-teman kelas Aidan yang mempertanyakan hubungan Aidan dan Imel.
" gak mau? " karna Imel tidak kunjung menjawab Aidan memastikan kembali.
" mau, aku mau kok "
Imel dengan malu malu menjawab dengan nada tinggi yang terdengar sampai luar kelas.
" yaudah ayo "
Imel keluar kelas dengan rasa malu meninggalkan seisi kelas yang masih penasaran dengan hubungan Aidan dan Imel.
disepanjang lorong Imel berjalan dengan cepat di ikuti Aidan di belakangnya.
" ketua kelas katanya pulang bareng kok jalannya cepat banget, pelan dikit dong " Aidan meminta Imel untuk jalan lebih pelan.
Imel kemudian berhenti menunggu Aidan.
" nah gitu dong, ini baru namanya pulang bersama " Aidan sedikit bercanda
Disepanjang jalan mereka mengobrol tentang soal yang diberi guru untuk dikerjakan.
" oh ya ketua kelas aku boleh berkunjung ke rumah kamu? "
" mau apa memangnya? "
" kemarin aku di suruh berkunjung oleh kak Reza dia ngajak main game bareng "
" oh... boleh saja "
" terima kasih ketua kelas "
Mendengar ucapan terima kasih Aidan Imel terdiam
" nee... Aidan bukannya kita sudah berteman cukup lama "
" benar " Aidan menjawab dengan singkat pertanyaan tiba-tiba Imel
" selama kita kenal kamu belum sekali pun memanggil aku dengan nama ku "
" sepertinya itu benar "
" aku.... Mau kamu manggil aku dengan nama ku mulai sekarang, boleh? " Imel menatap Aidan dengan wajah yang hampir sepenuhnya memerah.
" boleh kok......Imel " untuk kali pertama Aidan memanggil namanya
setelah keadaan menjadi canggung beberapa saat, mereka berdua melanjutkan perjalanan.
" aku pulang " Imel membuka pintu rumahnya dan kemudian masuk kedalam diikuti oleh Aidan
" permisi "
Aidan membuka sepatunya.
" wah..wah anak ibu sudah berani bawa pacarnya main kerumah " ibunya mencoba mengoda Imel
" dia kesini mau bermain game dengan kakak bukan dengan aku "
Imel menjawab ibunya
" heeh..... Kamu cemburu? "
" cemburu apanya, udah lah aku mau ganti baju dulu "
Imel meninggalkan ibunya dan Aidan di depan pintu.
" ayo masuk Aidan, kamu tunggu dulu disana biar Tante panggilkan si Reza "
" terima kasih Tante " Aidan kembali menunggu di ruang tamu dengan televisi yang menyala.
Tak lama Reza datang dan memanggilnya.
" Yoo.. Aidan ayo masuk kedalam kamar ku " Reza mengajak Aidan memasuki kamarnya.
Aidan kemudian ikut Reza memasuki kamarnya,
" silahkan duduk dimana pun yang kamu suka"
" terima kasih " Aidan kemudian duduk
Sementara Imel sedang berada dikamarnya membuka buku pelajaran mengerjakan perkejaan rumah yang baru tadi diberikan.
Tok...tok pintu kamarnya berbunyi.
" sedang belajar? " ibunya bertanya
" iya, ada apa ibu kesini "
" bisa tolong ibu hantar minuman ini ke kakakmu? "
" yaudah sini " Imel mengambil nampan berisi gelas dari ibunya
Imel membawa nampan itu ke kamar kakanya
" kak..buka pintunya "
" iya iya tunggu "
pintu kamar terbuka, Imel masuk dan memberikan minuman yang dibawanya kepada Aidan.
" nih Aidan minumnya "
" terima kasih "
Kemudian Aidan meminumnya, Imel tak langsung pergi.
" kamu main apa "
" ini free gun, kamu juga main mel? " Aidan bertanya
" aku tidak terlalu bisa main game "
" mau aku ajarin aku lumayan jago loh " Aidan menawarkan untuk mengajarinya
" sini duduk di sampingku biar aku ajari " Aidan menepuk nepuk lantai
kemudian Imel duduk disamping Aidan, Aidan mulai mengajari bermain game pada awalnya Imel sering sekali kalah karena tidak mengerti fungsi tombol yang ada.
" itu..itu di sana tembak " Aidan berteriak menunjuk kearah musuh
" yang mana sih aku gak bisa lihat "
" itu di kanan mu...awas menghindar "
door!! Karakter yang dimainkan Imel kembali tertembak
" ish..kamu berisik sih Aidan bikin gak fokus " Imel menyalahkan Aidan
" kok jadi salah ku, kamunya aja yang payah "
" aku kan baru main lagian yang ngajarin kamu makanya aku payah "
" ya..ya ini salah ku, gimana seru kan main game? "
" gak, gak seru sama sekali cuman bikin kesal aja "
Mereka masih terus melanjutkan percakapannya hingga malam hari.
" karena sudah jam segini gimana kalau kamu menginap saja " ibunya Imel mengusulkan Aidan untuk menginap ketika Aidan hendak pamit.
" tidak bisa, besok masih harus bersekolah " Aidan memberikan alasannya kenapa tidak bisa menginap
" kamu bisa pulang besok pagi, nanti diantar sama Reza "
" tapi aku takut tidak di izinkan oleh orang tua ku " Aidan masih terus memberikan alasan
" kamu bisa telpon orang tuamu sekarang biar Tante yang bilang "
" baiklah " Aidan menyerah kemudian memberikan handphonenya
" Aidan kamu dimana Jam segini belum pulang " suara ibunya terdengar dari ponsel
" halo... Aidan nya mau menginap disini apa boleh?"
" siapa ini? Aidan nya dimana yak?"
" ha..ha ha maaf lupa memperkenalkan diri, saya ibu pacarnya Aidan, dia sedang main disini "
" hah? " suara ibunya terdengar kebingungan
" jadi apa boleh Aidan menginap disini?"
" eh... Saya tidak keberatan tapi Aidan besok harus bersekolah "
" tenang saja nanti pagi-pagi sekali diantar pulang "
" baiklah saya izinkan "
Kemudian telponnya terputus
" kamu sudah diizinkan untuk menginap sekarang kamu kembali ke kamar reza"
Tok!! Tok!! Aidan mengetuk pintu kamar reza
" loh... Aidan belum pulang? " Reza bertanya
" aku disuruh menginap, boleh kan? "
" hahaha maaf ya ibuku memang suka memaksa, boleh kok malahan aku senang "
aidan dan Reza mengobrol sebelum tidur
" jadi Aidan kapan kamu akan berpacaran dengan adikku? "
" apa maksud kak Reza? "
" ayolah bukankah kalian dekat, tadi saja waktu main game terlihat sangat serasi "
" maaf untuk sekarang aku tidak ada niatan untuk berpacaran "
" sayang sekali padahal kalian terlihat cocok "
percakapan receh terus mengalir begitu saja membuat mereka semakin dekat,
Tok!! Pintu kamar kembali ada yang mengetuk
" kamu saja yang buka pintu Aidan "
Aidan berdiri dari tempat tidur dan membuka pintu.
" kamu belum tidur mel? " Aidan melihat Imel diluar kamar sedang membawa selimut
" belum aku masih mengerjakan tugas, nih aku disuruh ibu buat ngasih kamu selamat "
Imel menyerahkan selimut ke Aidan
" terima kasih "
" yaudah gitu aja aku mau kembali ke kamarku " Imel berbalik badan
" Imel " Aidan memanggil Imel dan membuatnya berhenti
" Apa? " Imel menoleh ke belakang kemudian bertanya
" selamat malam, semoga tidurmu nyenyak "
Imel mengangguk dan kemudian berlari meninggalkan Aidan yang tersenyum.
" tuh kan kalian terlihat mesra " Reza menyindir Aidan.
lampu kamar sudah mati dan keadaan diluar sudah sepi Aidan mencoba menutup matanya sambil terus terbayang wajah seseorang.