Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Bidadari Kampus
Setelah selesai dengan tugasnya sore itu, Kalandra segera membersihkan diri. Ia kemudian membuka loker dan menghidupkan ponselnya.
Begitu ponselnya menyala, deretan pesan langsung masuk. Kalandra tersenyum saat membuka pesan dari Naina. Ia pun membalas pesan dari Naina dan beberapa pesan lain yang masuk sebelum mengembalikan ke layar utama.
"Njir! Foto sama cewek!" Seru Oji saat tak sengaja melihat wallpaper ponsel Kalandra.
Wallpaper menampilkan fotonya dengan Naina saat mereka sedang di puncak kemarin. Kalandra mendekap Naina dengan long coatnya dan keduanya sedang menatap lautan awan.
"Siapa itu Kal? Kapan kamu punya pacar? Itu foto kamu muncak kemarin kan?" Cerocos Oji yang membuat Kalandra menghela nafas.
"Kal! Coba lihat, mana cewekmu?" Tanya Oji penasaran.
Kalandra pun menunjukkan wallpaper ponselnya pada Oji.
"Siapa sih ini? Mukanya gak kelihatan! Orang foto dari samping gitu. Foto wajahnya lho, Kal." Cicit Oji.
Di foto itu memang tak nampak wajah Naina maupun Kalandra karena foto di ambil dari samping belakang.
"Ah, kepo!" Sahut Kalandra yang kemudian meninggalkan Oji begitu saja.
"Kal! Wah parah anak satu itu. Pantesan aja sampe dua malem nginepnya. Gak taunya karena sama cewek!" Gerutu Oji.
"Kal! Woy, Kalandra!" Oji heboh sendiri. Pasalnya, ini adalah kali pertama ia mengetahui Kalandra kembali berpacaran setelah putus dari mantannya dua tahun lalu.
Pria itu pun terus mengekor pada Kalandra yang berjalan menuju ke ruangannya. Sepanjang jalan, Oji terus menanyakan mengenai kekasih Kalandra itu hingga membuat rekan yang lain ikut penasaran.
"Kal! Parah banget, pacaran gak bilang - bilang." Protes Wildan yang membuat Kalandra tersenyum sambil geleng - geleng kepala.
"Ajak ke sini dong, di kenalin sama Keluarga Besar. Keluarga Besar Pemadam Kebakaran." Kata Oji.
"Iya, barang kali suatu hari nanti hatinya panas dan kebakar. Kita siap bantu madamin." Imbuh Wildan yang langsung membuat Kalandra melotot.
"Aku bisa madamin sendiri." Kata Kalandra yang membuat Wildan dan Oji tertawa.
"By the way, anak mana tuh, Kal?" Tanya Wildan.
"Anak sini aja." Jawab Kalandra. Pria itu tampak sibuk mengerjakan laporan kebakaran yang tadi mereka tangani.
"Rumahnya dimana?" Tanya Oji.
"Nanti kalau rumahnya kebakaran, aku kasih tau kalian." Jawab Kalandra yang membuat Oji mencebik.
"Kerja di mana tuh, Kal?" Tanya Wildan.
"Gak kerja." Jawab Kalandra karena memang Naina masih Kuliah semester akhir dan belum bekerja.
"Gak masalah kalo gak kerja. Lagian Kalandra lebih dari mampu buat nyukupin kebutuhannya. Justru lebih baik jadi Ibu Rumah Tangga yang baik aja." Kata Oji yang membuat Kalandra geleng - geleng kepala.
"Iya juga, lebih enak kayak gitu sih, Kal. Jadi kalo pulang ke rumah kan, istri pasti ada di rumah. Suami sama anak - anak juga pasti kerawat dengan baik." Timpal Wildan.
"Beeeuh! Adem banget bayanginnya." Kekeh Oji.
"Ssst! Berisik. Sana - sana keluar kalo mau ngerumpi. Ganggu orang kerja aja." Omel Kalandra yang membuat dua sahabatnya itu cengar - cengir.
****************
Waktu menunjukkan pukul delapan pagi ketika Markas Damkar mendapat laporan mengenai keberadaan beberapa rumah tawon vespa di sebuah taman yang ada di salah satu Universitas.
Tawon vespa itu sangat meresahkan karena sudah menyengat lebih dari sepuluh Mahasiswa saat sedang bersantai di taman.
Sengatan dari tawon vespa memang sangat berbahaya karena racunnya dapat menyebabkan nyeri hebat, bengkak, alergi berat, hingga gagal organ dan kematian jika tersengat tawon yang berkelompok.
Beberapa Mahasiswa bahkan sampai di larikan ke IGD karena tersengat tawon vespa itu.
Kalandra bersama beberapa rekannya termasuk Wildan dan Oji pun langsung menuju ke Universitas tersebut.
Kedatangan para Damkar, tentu menarik perhatian Mahasiswa yang sedang berada di Kampus.
Terlebih para kaum hawa yang tak bisa mengalihkan pandangan dari Kalandra. Ia tampak begitu mencolok di antara yang lain. Wajahnya yang tampan dan aura yang dominan, membuat mereka siapa saja akan menatap kagum ke arahnya.
Sesampainya di taman, mereka semua pun menyiapkan perlengkapan untuk mengevakuasi tawon vespa. Mereka juga memberikan pembatas agar orang - orang tak mendekat saat proses evakuasi berlangsung.
"Wah, pantes aja banyak yang kesengat. Rumahnya aja ada tiga." Kata Wildan sambil melihat ke atas pohon.
Kalandra pun turut mengamati dan mencari selah agar bisa mengevakuasi dengan aman, tanpa menimbulkan korban.
Kalandra bersama beberapa rekannya pun melakukan briefing untuk mengatur strategi. Pria tampan itu tampak serius memberi arahan pada rekan - rekannya.
Dari kejauhan, seorang gadis mengamati petugas Damkar yang nampak sedang sibuk itu. Netranya tertuju pada sosok Kalandra yang sedang serius memberikan pengarahan dan saling bertukar pendapat.
Seulas senyuman pun terbit di bibirnya. Pria itu berkali - kali lipat pesonanya saat sedang berada dalam mode serius seperti itu.
Kalandra mengedarkan pandang dan melihat sekeliling untuk memastikan semuanya berada dalam batas aman. Ia pun tersenyum saat netranya bertemu pandang dengan Naina yang ada di kejauhan.
"Hati - hati, Bang." Kata Naina yang hanya menggerakkan bibirnya tanpa suara.
Kalandra yang membaca gerakan bibir Naina pun mengangguk - anggukan kepalanya. Naina melambaikan tangannya sebelum berbalik dan beranjak dari tempatnya.
"Heh! Ngapain senyum - senyum?" Tegur Wildan.
"Gak apa - apa. Ayo kita mulai." Ajak Kalandra.
"Dih! Bikin curiga aja. Pasti ada sesuatu, kan." Kata Wildan sambil celingukan melihat ke arah tatapan terakhir Kalandra.
Sesuai rencana, mereka menjalankan tugas mereka dengan lancar, meski sedikit kesulitan saat berusaha mengambil sarang terbesar di antara ketiga sarang itu karena lokasinya yang tersembunyi di antara dahan - dahan pohon.
Mereka membunuh semua tawon yang menghuni sarang itu dengan insektisida terlebih dahulu sebelum mengamankan sarangnya.
Setelah selesai dengan tugasnya, mereka pun bersiap kembali ke Markas dengan membawa oleh - oleh tiga buah sarang tawon.
"Bang! Bang Kalandra, Bang Oji!" Seru Edwin yang berlari menghampiri Kalandra dan Oji yang ia kenal saat ikut menjadi anggota SAR.
"Wih, Bro! Apa kabar?" Tanya Oji sambil menyambut jabatan tangan dari Edwin.
"Baik, Bang. Ngamanin sarang tawon ya, Bang." Kata Edwin yang di jawab anggukan oleh Kalandra dan Oji.
"Gimana kabar anak - anak yang selamat tempo hari?" Tanya Oji.
"Alhamdulillah mereka semua baik, Bang. Udah pada kuliah normal juga." Jawab Edwin.
"Si cantik itu, gimana kabarnya?" Kekeh Oji yang membuat Kalandra melirik.
"Yang mana, Bang?" Tanta Edwin.
"Itu, yang pake kerudung. Yang di selamatin Kalandra." Jawab Oji.
"Oh, Naina. Dia baik - baik aja kok. Tapi aku juga jarang ketemu sih, soalnya dia sibuk seminar. Minggu depan juga katanya udah mau Sidang Skripsi." Cerita Edwin.
"Paham banget, kayaknya. Emang deket sama Naina?" Celetuk Kalandra sambil terkekeh.
"Yah, boro - boro, Bang. Walaupun ramah dan humble, tapi dia itu sulit di gapai. Gak salah sih kalo dapet julukan Bidadari Kampus." Jawab Edwin sambil tertawa.
Mendengar itu, Kalandra pun ikut tersenyum. Tentu ia baru tau fakta mengenai sosok Naina di Kampusnya.
yg crita stunya ko serem sih thor..
doble up donk