NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Putra Sang Pewaris

Menjadi Ibu Susu Putra Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / CEO / Ibu susu / Janda / Duda
Popularitas:105.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Setelah memergoki perselingkuhan suaminya, Kamila Andini mengalami tragedi hebat, ia terjatuh hingga kehilangan calon bayinya sekaligus harus menjalani pengangkatan rahim. Penderitaannya kian lengkap saat sang suami, Danu, menceraikannya karena dianggap tak lagi "sempurna".
Berharap mendapat perlindungan di rumah peninggalan ayahnya, Kamila justru dijadikan alat oleh ibu tirinya untuk melunasi utang kepada seorang konglomerat tua. Namun, kejutan menantinya. Bukannya dinikahi, Kamila justru dipekerjakan sebagai ibu susu bagi cucu sang konglomerat yang kehilangan ibunya saat persalinan.
Evan Anggara, ayah dari bayi tersebut, awalnya menentang keras kehadiran Kamila. Namun, melihat kedekatan tulus Kamila dengan putranya, tembok keangkuhan Evan perlahan runtuh. Di tengah luka masa lalu yang belum sembuh, akankah pengabdian Kamila menumbuhkan benih cinta baru di antara dirinya dan Evan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai telah berlalu

Lobi Perusahaan Chendana yang megah mendadak terasa mencekam. Kehadiran Siska dengan pakaian yang berantakan dan wajah pucat pasi kontras dengan suasana kantor yang profesional. Di tengah lobi, langkahnya terhenti tepat di depan Evan yang baru saja keluar dari pintu masuk lobby.

Evan berdiri tegak, merapikan jasnya dengan gerakan elegan namun mematikan. Matanya menatap Siska bukan lagi dengan rasa benci yang meluap, melainkan dengan ketenangan seorang pemenang yang siap mengeksekusi mangsanya.

"Akhirnya kau menyerah juga, iblis betina," suara Evan bergema dingin di ruangan itu. "Ku pastikan hari ini adalah hari terakhir kau menghirup udara bebas."

Di sudut lain, Kevin yang melihat pemandangan itu segera menempelkan ponsel ke telinganya. "Lanjutkan rencana berikutnya. Target sudah masuk dalam perangkap," bisiknya dengan senyum puas yang tersirat.

Siska, yang sudah kehilangan harga diri, tiba-tiba jatuh berlutut. Suara lututnya yang menghantam lantai marmer terdengar jelas. Ia bersimpuh, memegang ujung sepatu Evan dengan tangan gemetar.

"Evan... tolong maafkan aku! Aku mengaku salah," isak Siska dengan wajah memelas. "Aku berjanji akan bertobat. Aku akan meminta maaf pada Kamila, istrimu! Aku akan melakukan apa saja, asal jangan di penjara!"

Evan menarik kakinya dengan kasar, seolah merasa jijik jika disentuh. Ia membungkuk sedikit, menatap mata Siska dengan sorot yang menusuk tulang.

"Meminta maaf pada Kamila?" Evan tersenyum sinis. "Jangan lupa kau juga harus meminta maaf pada mendiang istriku, Jingga! Karena akibat ulah busuk mu, Jingga harus meregang nyawa saat melahirkan Zevan!"

JEGER!

Kilatan petir seolah menyambar tubuh Siska di siang bolong. Ia mematung, lidahnya mendadak kelu. "Evan... apa... apa maksudmu berkata seperti itu?"

Evan menarik napas dalam, emosinya yang selama ini ia pendam kini mencapai puncaknya. Ia teringat pengakuan Eva yang didapat dari rekan satu selnya, seorang wanita tua yang merupakan ibu dari Marni, mantan asisten Jingga.

Marni telah tewas dibunuh secara misterius setelah kecelakaan Jingga terjadi, namun ia meninggalkan sebuah kotak rahasia di rumah ibunya. Di sana terdapat bukti bahwa Siska telah mengancam akan menyebarkan skandal Marni dengan pria beristri jika Marni tidak menyabotase rem mobil Jingga.

"Marni sudah menceritakan semuanya lewat catatan yang ia tinggalkan sebelum kau membunuhnya, Siska!" desis Evan. "Kau memanfaatkan ketakutan Marni untuk mencelakai Jingga karena kau terobsesi padaku! Kecelakaan itu yang membuat kondisi Jingga kritis dan akhirnya meninggal saat melahirkan anakku."

Siska menangis histeris, ia mencoba menggelengkan kepala namun semua bukti sudah ada di tangan Evan.

"Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah memaafkan kamu," lanjut Evan dengan suara rendah namun penuh penekanan. "Bahkan sampai kau membusuk di tanah sekalipun, kau adalah manusia yang paling aku benci di dunia ini!"

Siska tak lagi bisa berkata-kata. Ia jatuh terduduk di lantai, jiwanya seolah sudah keluar dari raganya. Usahanya untuk memohon iba telah gagal total.

Tiba-tiba, suara derap langkah sepatu bot bergema di lobi. Pintu besar perusahaan terbuka, menampakkan beberapa anggota kepolisian. Namun, bukan polisi yang membuat Siska terlonjak kaget, melainkan dua sosok yang berjalan di belakang mereka.

Eva dan Jaka.

Jaka berdiri di sana dengan luka yang masih diperban, namun matanya menatap Siska dengan penuh dendam. "Kejutan, Siska? Kau pikir aku sudah mati?" suara Jaka terdengar parau.

"Tuan Evan, semua saksi sudah siap. Eva dan Jaka akan memberikan keterangan penuh atas dua percobaan pembunuhan berencana yang dilakukan tersangka," ujar petugas kepolisian sambil memborgol tangan Siska.

Siska hanya bisa pasrah saat tubuhnya diseret keluar. Dengan dua saksi kunci dan bukti sabotase mobil Jingga, hukuman mati kini membayang di depan matanya.

Evan berdiri mematung melihat mobil polisi menjauh. Beban berat yang selama ini menghimpit pundaknya seolah terangkat. Namun, pikirannya kembali pada satu nama yakni Kamila. Ia harus segera pulang dan menyelesaikan urusan hatinya.

.

.

Lobi perusahaan yang dingin dan penuh drama tadi kini berganti dengan sunyi yang mencekam di Mansion Chendana. Evan melangkah terburu-buru, deru napasnya memburu seiring dengan detak jantungnya yang tak karuan. Ada satu beban yang sudah lepas, Siska. Namun ada satu luka yang lebih besar yang harus ia sembuhkan, yaitu kepercayaan Kamila.

Evan membuka pintu kamar utama dengan harapan menemukan Kamila di sana, namun ruangan itu kosong dan dingin. Ia beralih ke kamar Baby Zevan. Dengan gerakan perlahan, ia mendorong pintu kayu itu.

Pemandangan di depannya membuat pertahanan Evan runtuh. Di bawah temaram lampu tidur, Kamila tampak terlelap sambil memeluk Baby Zevan dengan erat. Wajah istrinya yang sembab menunjukkan sisa-sisa air mata yang telah mengering. Evan berdiri mematung di ambang pintu, tak berani melangkah lebih dekat. Ia merasa sangat lega melihat mereka baik-baik saja, namun di saat yang sama, ia merasa menjadi pria paling berdosa di dunia.

Sebenarnya, Kamila tidak benar-benar tidur. Ia merasakan kehadiran Evan, mencium aroma parfum maskulin yang sangat ia kenali, namun hatinya masih terlalu sakit. Ia memilih untuk tetap memejamkan mata, mematung dalam pelukan sang bayi.

Keesokan harinya, Kamila tetap pada pendiriannya. Ia membawa Baby Zevan ke balkon belakang yang asri. Sinar matahari pagi menyinari wajahnya saat ia membacakan sebuah buku dongeng dengan suara lembut, meski pikirannya melayang entah kemana.

"Dan akhirnya, sang pangeran kodok menyadari kesalahannya..." bisik Kamila, suaranya sedikit bergetar.

Evan berdiri tak jauh di belakangnya, memegang secangkir teh yang sudah mendingin. Ia mencoba mendekat. "Kamila, bisakah kita bicara sebentar? Hanya sepuluh menit."

Kamila tidak menoleh. Ia justru mengangkat Zevan ke pangkuannya. "Zevan, lihat burung itu? Warnanya cantik ya, seperti kebebasan," ucapnya mengabaikan Evan sepenuhnya.

Evan menghela napas panjang, tangannya mengepal di samping tubuhnya. Ia merasa serba salah. Setiap kali ia mencoba membuka suara, Kamila selalu punya cara untuk mengalihkan perhatian pada Zevan atau Suster Zara yang sesekali lewat.

Malam pun tiba. Evan menunggu Kamila di kamar utama dengan gelisah. Jarum jam menunjukkan pukul sembilan malam, namun tanda-tanda kehadiran Kamila tidak ada. Ia tahu Kamila memutuskan untuk tidur di kamar Zevan lagi bersama Suster Zara.

Kesabaran Evan mencapai batasnya. Ia tidak bisa membiarkan dinding es ini semakin tebal. Dengan langkah tegap, ia menuju kamar Zevan dan membukanya tanpa mengetuk. Suster Zara yang terkejut segera diminta keluar melalui isyarat mata yang tegas dari Evan.

Di atas tempat tidur, Kamila kembali berpura-pura memejamkan mata di samping Zevan yang sudah pulas. Namun, kali ini Evan tidak akan mundur. Tanpa sepatah kata pun, ia membungkuk dan menyusupkan lengannya di bawah tubuh Kamila.

"Mas Evan! Apa yang kau lakukan?!" seru Kamila tertahan, matanya terbelalak kaget saat tubuhnya tiba-tiba melayang di udara.

"Diam, Kamila. Jangan sampai Zevan bangun," bisik Evan dingin namun penuh otoritas.

"Lepaskan aku, Mas! Turunkan aku sekarang juga!" Kamila memberontak kecil, tangannya memukul bahu kokoh Evan, namun suaminya itu tak bergeming sedikit pun.

"Aku tidak akan melepaskan kamu," tegas Evan sambil melangkah keluar kamar menuju kamar utama mereka. "Kita bicara di kamar kita. Aku akan menjelaskan semuanya, dari awal sampai akhir. Kau tidak bisa menghindari ku lagi, Kamila. Tidak malam ini, tidak juga selamanya."

Kamila terdiam, jantungnya berdegup kencang saat punggungnya bersentuhan dengan kasur di kamar mereka. Ia menelan ludah, menatap wajah Evan yang kini berada tepat di atasnya dengan tatapan yang sangat intens. Perasaannya mendadak tidak enak, bukan karena takut, melainkan karena ia tahu pertahanannya mungkin akan runtuh dalam hitungan menit.

Bersambung...

1
suryani duriah
ngidam yg bikin suami sengsara😁😁👍
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul sekali kak 😅
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
next thor
Sunaryati
Benar semoga harapannya terkabil
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Smile//Smile//Smile/
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Teh Euis Tea
kamila hamil nih wah semoga kembar anaknya
rani kevin jadian wah seru kynya
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: seru kak 😅
total 1 replies
Teh Euis Tea
wahhh sepertinya ada yg clbk nih, setelah ini papa chen nikah sm bu salma🤭
Lisa
Wah ntar lg Zevan punya adek nih 😊
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Smile//Smile//Smile/
total 1 replies
Sunaryati
Kecebong Mas Evan sda yang berhasil tumbuh di rahimmu Nak Kamila. Semoga tebakan emak benar
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: wah, kecebong 😂😂😂
bisa aja Mak 😂😂
total 1 replies
Sunaryati
Wah akan ada pengantin opa dan oma, agar di usia senja bahagia
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul Mak, masih ada jodoh di usia senja 😊
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
yeeyy, debay baby zevan otw
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Joyful//Joyful//Joyful/
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
🤣🤣🤣
TS
Bikin evan Jadi uring2 ngan saking bucinnya dan istrinya lagi hamil gk mau deket deket 🤣
TS
makin seru ini,,,,Kamila,,,,hamidun
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Aghitsna Agis
akhirnya yg ditunggu tunggu datang juga kamila akhamdullilah mendaoat tutipan dirahimnya semoga sehat2 dan kevin semiga berjodih dgn rani tapi jika jadi sma jevin jgn lupakan pantinya ya
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: semoga tidak kak 😅
total 1 replies
Aghitsna Agis
kaya pph chen untuk masa tuanya menikahi salma dan bu salma ttp mengurus pantinya
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul kak 😊
total 1 replies
Nar Sih
alhamdulilah penuh kbr gembira ,tuan chen ketemu cinta lama dan kamila seperti nya hamil wahh...tambh ramee dan seruu cerita nya kak👍🥰🥰
Nar Sih
pesta ultah beby zevan penuh kejutan ,🥰
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: pastinya kak 😊
total 1 replies
Sinta Febrianti
alhmdllh akhrnya kebahagiaan kamila dan evan berkali kali lipat bahagianya.hari ultahnya zevan,kebahagiaan tuan chendana ketemu sma cinta pertamanya di tambah kebahagiaan dengan kabar kamila hamil
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul sekali kak 😊
total 1 replies
neny
evan junior launching lg,,yeaayyy,,selamat ya kamia,evan,,akhir nya zevan jd abang,,lanjut kak💪🥰
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
sri hastuti
akhirnya ,kamila hamil ya thor, bagus 👍👍,biar mereka semua bahagia 🙏
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul bgt kak 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!