Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21 Hadiah untuk si kembar
Alhamdulillah hari ini transaksi mobilku sold out aku dapat laba lumayan rekening ku tambah lagi aku keluar sebentar aku mau beli rawon buat makan siang kebiasaan kami kalau masak hanya untuk satu kali makan jadi siang ini aku beli rawon saja untuk si kembar kalau pulang nanti di bikinkan ayam goreng saja juga aku belikan nugget kesukaan mereka.dan aku simpan di kulkas
" Sold out lagi Ra" tanya bi endang
" iya bi lumayan sekarang hidupku lebih tenang ada yang ikut membiayai anak anak ini bisa cari dagangan lagi" jawabku jujur
" Adit ngajak rujuk sama kamu kayaknya" tanya bi endang
" nggak ada bi aku nggak cinta sama mas Adit" jawabku
" kalau duwetnya buat anak anak kan bibi sendiri yang bilang biaya anak anak semakin mahal" jawabku
" kamu mau duwetnya nggak mau orang nya" kata bibi
" Dia nggak pernah ngajak rujuk kok cuma ingin berperan dalam membesarkan anak nya ya sudah biar saja" jawabku enteng
" Aku istirahat dulu bi siang bentar lagi cari dagangan atau upload itu masih ada dua mobil dan tiga sepeda motor" kata ku
" Iya kamu tidur dulu dah biar nggak cape" kata bi endang dan aku pun tiduran di kamar aku ngantuk kerena semalam aku nggak bisa tidur
Aku terbangun ketika suara di luar ramai dan aku cuci muka ku ambil hijab instan kemudian aku pakai dan aku keluar ada mobil pickup yang parkir di depan rumah ku dan kulihat duo kembar turun dari mobil itu bersama ayah nya
" Kalian sudah datang" tanya ku mereka berlari memelukku
" Bunda lihat lah ayah membelikan sepeda listrik dan mobil mainan untuk Bia dan Barra" kata Bianca
" Hem kalian senang ya dapat hadiah dari ayah kalian" kata ku
" Iya Bun banyak hadiah dari aunty juga kami di ajak jalan jalan" kata Barra
ku lihat mas Adit menurunkan sepeda juga mobil mainan dari mobil pick up yang dia bawa kemudian dua tas rangsel juga paperbag dan kardus aku nggak tahu isinya apa
" ini buat kamu sama embah" kata mas Adit sambil memberikan dua paper bag ku lihat isinya brownies dan bolu rasa moka dan satunya martabak telor, tahu saja makanan kesukaan ku
Aku buat kopi untuk mas Adit dan juga susu buat anak anak seperti biasa mas Adit sibuk menyetel sepeda dan mobil mainan mungkin ada yang belum pas anak ku teryata lebih senang apabila bersama ayah nya
" Mas kopinya" kata ku membuatkan kopi untuknya
" Terima kasih dek" jawabnya
" Anak anak sudah makan" tanya ku
" Belum Bun tapi itu Oma bawain Bekal untuk kita " jawab Barra
" Iya dek kamu buka kardus itu" kata mas Adit kemudian aku membuka kardus ada susu dan biskuit ada bakso ada sosis nugget ada juga pakaian baru buat anak anak juga ayam spicy tinggal menghangat Kan kemudian aku ambil ayam spicy nya aku hangat kan juga aku ambilkan nasi buat anak anak
" Ayo makan dulu lapar ajak ayah kalian" kata ku semua aku taruh di meja makan di dapur martabak telor juga aku siapkan karena anak anak ku suka dan bisanya di makan sama nasi
Mereka menuju meja makan dan makan bertiga aku kembali mengambil makanan yang di bawakan mama dan aku taruh di kulkas untuk yang kering aku taruh di lemari makan aku lupa belum aku siapkan air minum jadi aku ambilkan air minum dari galon ke taruh dalam teko dan aku dekat kan ke mereka rupanya anak anak di suapi oleh mas Adit
" Dek kalau kamu mau kita jadi keluarga utuh dengan dua anak" kata mas Adit menggombal
" Ogah cintaku sudah nggak ada untuk mu" jawabku sarkas
" udah lanjutkan makan nya bunda buka rangsel kalian" kata ku
" Bunda sudah makan ini enak lho bund" kata Bianca
" Sudah tadi bunda beli rawon itu masih ada kalau kalian mau" jawabku
" Mobilnya laku ya bund kok beli rawon" tanya Bianca
" Iya tadi laku satu bunda dapat uang lumayan jadi bunda beli nugget dan ayam goreng buat kalian" jawabku
" lauk kalian aman Sampai satu Minggu" kata ku
" Asik kita makan enak terus" kata Barra
" nggak boleh makan lauk terus tapi juga suruh makan sayur" kataku menjelaskan
" Ayo anak anak kita coba" Kata mas Adit mereka mencoba di lapangan kayak nya aku di rumah saja sama Bi endang
" Biar saja mereka bahagia bik karena baru ketemu ayah nya" kata ku sambil duduk di warung dan di situ ada tamu yang ingin lihat sepeda motor semoga saja pecah telor. tapi kalau sepeda motor labanya hanya kecil tapi lumayan bisa buat belanja dan jajan cilok dan aku lagi mantau media sosial siapa tahu ada mobil di jual dengan harga cocok dan bisa di jual lagi
Sepeda laku lumayan aku kasih bi endang seratus ribu
" Ini Bu aku kasih bagaian buat bibi seratus ribu" kataku
" Iya terima kasih neng Ara mau bibi simpan kan makan sudah di tanggung neng Ara daster juga sudah di belikan" kata dia
" Kalau mau makan di meja makan banyak makanan bibi tinggal makan tadi dapat kiriman makanan dari mama buat si kecil sih tapi kan kita juga boleh makan tadi mas Adit juga ngasih kue ada brownies, bolu moka juga martabak telor" jelas ku
" Bibi makan dulu biar aku jaga warung nya" kata ku bibi pun ke belakang ambil kue dan ke depan lagi dengan piring kecil isi kue dia kemudian membuat teh hangat dan kami makan di warung sampai anak anak datang Bianca dengan sepeda listriknya dan Barra dengan mobil mainan nya
" Bunda haus beli es dong" kata Barra
" Nggak boleh minum air mineral ingat Barra sakit waktu itu" kata ku
" Mbah bikinkan es sirup saja ya kan embah bikin es sendiri dengan air matang" kata mbah nya
" Ayah juga mau mbah es teh saja boleh" kata mas Adit
" Iya den mbah bikin kan ya" kata bi endang
" Dek kalau seperti ini kita keluarga Cemara lho" kata mas Adit melancarkan rayuan
" Maaf mas keluarga kita ini keluarga pinus" jawabku asal. Mas Adit tertawa terbahak bahak
" Meluluhkan kerasnya hatimu sangat sulit tapi aku akan berusaha biarpun kamu bangun tembok kokoh suatu saat aku pasti bisa merobohkan nya" kata dia dengan percaya diri
" Tembok sudah aku bangun tujuh tahun lalu dan semakin aku cor pakai semen yang berkualitas" jawab Ku sarkas mas Adit tertawa terbahak-bahak
" Akan aku bor pakai bor listrik biar bolong" kaya dia
Bi endang tertawa terbahak bahak
" Ngapain pake bor pakai duwit pasti bisa runtuh tuh tembok" kata bi endang sambil tersenyum
" Dek kamu nggak ingin lihat atau makan di restoran mas" tanya mas Adit
" Nggak, aku takut di beri obat perangsang" jawabku
" kamu boleh bawa anak anak kesana atau jalan jalan kemana karena mereka anak mu tapi jangan harap bawa aku karena aku nggak mau ketemu tante dempul lagi" jawabku seenak nya.
" Akan aku bawa ke dalam Kerajaan ku dan kau ku jadikan ratu" kata mas Adit menggombal
" Ogah nggak punya cita cita jadi ratu karena di jadikan ratu tetap saja punya selir" jawabku diplomatis
" Anak anak ayo mandi sebentar lagi waktunya ngaji" perintah ku pada anak anak
" Iya bun kami mandi dulu" jawab mereka
" Dek ini buat jatah anak anak kalau kurang kamu bilang ya" kata dia sambil memberi uang satu juta
" Iya terima kasih banyak" jawabku
Mas Adit pamit pulang dan aku mengantar anak anak berangkat ngaji Bianca membawa sepedanya dan Barra membawa mobilnya jadi aku bawa sepeda motor aku ikuti dari belakang.
Bersambung ...,.