NovelToon NovelToon
Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Mom_cgs

Beberapa hari menjelang pernikahan, Yumna mengetahui perselingkuhan Desta, tunangannya, dengan Cindy, atasan mereka sekaligus adik angkat dari CEO kejam, Evander Sky Moreno.

...

​Kecewa lalu mabuk, Yumna melabrak sang CEO di sebuah bar.

​"Gara-gara adikmu, aku batal nikah! Aku bakal jadi bahan ejekan tetangga! Kamu harus tanggung jawab, Bos Brengsek!" teriak Yumna sambil menarik kerah kemeja mahal Evander.


​Evander menatapnya dingin, lalu berbisik di telinga Yumna, "Jika posisi mempelai pria kosong, biar aku yang mengisinya."

...

​Kini, Yumna datang ke gedung pernikahan bukan sebagai pengantin yang terbuang, melainkan sebagai istri dari pria yang paling ditakuti Desta dan Cindy.

​"Desta, perkenalkan... ini suamiku. Mulai sekarang, panggil aku Kakak Ipar."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom_cgs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terserah Kamu

Sore harinya, sebuah mobil mewah berhenti di depan gang sempit rumah Yumna. Sopir pribadi Evander turun dengan sigap, mengeluarkan tumpukan kotak makanan eksklusif dari hotel bintang lima.

Yumna turun dengan gaya yang sudah jauh berbeda. Meskipun ia hanya memakai blouse kasual, aura "istri CEO" tetap terpancar.

"YUMNA?!" Ibu Yumna yang sedang menyapu halaman langsung menjatuhkan sapu lidinya. "Ya Allah, anakku pulang! Bapak! Pak! Liat nih, anakmu pulang bawa rombongan sirkus!"

Yumna langsung memeluk Ibunya erat. "Ibu! Yumna kangen!"

Ayah Yumna keluar dengan kaos kutang dan sarung, matanya melotot melihat kotak-kotak makanan yang ditumpuk di meja teras. "Ini apa, Nak? Kamu rampok hotel?"

"Ini dari Mas Evander, Yah. Katanya buat Ibu sama Ayah," jawab Yumna bangga.

Saat kotak dibuka, aroma mewah langsung memenuhi rumah mungil itu. Ibu Yumna matanya berkaca-kaca. "Duh, udangnya gede banget. Ini beneran boleh dimakan? Apa cuma buat pajangan?"

Di tengah suasana haru itu, tiba-tiba ponsel Yumna bergetar. Sebuah pesan dari nomor yang belum disimpan (tapi Yumna tahu itu Evander).

[Jangan terlalu lama di sana. Bau terasi di bajumu jangan sampai terbawa ke rumah saya. Dan... sampaikan salam saya untuk Bapak dan Ibu.]

Yumna tersenyum lebar. Ia membalas pesan itu dengan cepat.

[Siap, Mas Suami! Oh iya, Ibu nanya, Mas mau dibungkusin sambal terasi buatan Ibu nggak? Katanya biar Mas nggak kaku-kaku amat jadi orang.]

Di kantornya, Evander membaca pesan itu dan hanya bisa memijit pelipisnya.

Baru saja Yumna hendak menyuapkan potongan udang saus keju ke mulut ibunya, suara deru motor dan tawa yang dipaksakan terdengar dari depan pagar. Yumna menoleh, dan seketika selera makannya menguap.

Rombongan "Singa Lapar" telah tiba. Mereka adalah keluarga dari pihak Ayah Yumna, Tante Lastri dan suaminya, serta dua sepupu Yumna yang dulu paling rajin menyindir Yumna sebagai "Staf Marketing Abadi" yang tak punya masa depan.

Dulu, jangankan membawa makanan hotel, Yumna membawa martabak telur saja mereka akan berkomentar, "Duh, kok berminyak banget ya? Hati-hati kolesterol, maklum makanan pinggir jalan."

Namun sore ini, pemandangannya sungguh dramatis. Begitu melihat mobil mewah terparkir di depan gang dan Yumna yang duduk di teras dengan pakaian bermerek, wajah mereka berubah secerah lampu taman.

"Aduh, keponakanku yang paling cantik sedunia! Yumna sayang!" seru Tante Lastri sambil berlari kecil dan langsung memeluk Yumna, mengabaikan fakta bahwa biasanya dia hanya bersalaman dengan ujung jari.

"Tante... kok tahu aku di sini?" tanya Yumna datar, mencoba melepaskan pelukan yang saking eratnya hampir membuat tulang rusuknya bergeser.

"Tadi lewat, terus liat mobil bagus. Tante mikir, 'Wah, ini pasti mobil suaminya Yumna yang ganteng dan kaya raya itu!'. Ternyata bener!" Tante Lastri menoleh ke meja, matanya langsung tertancap pada logo hotel bintang lima di kotak makanan. "Ya ampun, ini makanan hotel ya? Duh, emang beda ya kalau sudah jadi Nyonya Besar. Aura kamu itu lho, Yum... makin bersinar, kayak pakai susuk emas!"

Salah satu sepupu Yumna, Rika, yang dulu hobi memamerkan pacarnya yang manajer bank, kini malah memijat bahu Yumna. "Yum, denger-denger suamimu itu CEO Moreno Group ya? Wah, hebat banget kamu bisa naklukin kulkas berjalan kayak gitu. Kapan-kapan ajak dong kita main ke rumah barumu. Pasti luas banget ya? Ada kolam renang air angetnya nggak?"

Ayah Yumna hanya bisa melongo melihat perubahan sikap saudara-saudaranya yang kini lebih manis dari sirup Lebaran. Sementara Ibu Yumna, dengan polosnya (atau mungkin sedikit menyindir), berkata, "Ayo Mbak Lastri, dimakan udangnya. Ini bukan makanan pinggir jalan yang bikin kolesterol kok, ini udang ekspor."

Tante Lastri nyengir kuda, tidak tersinggung sama sekali. "Iya, iya, Mbak. Aduh, Yumna... Tante tuh sebenernya ke sini juga mau tanya. Itu di kantor suamimu ada lowongan nggak buat anak Tante? Jadi asisten pribadi suamimu juga nggak apa-apa, biar ketularan sukses."

Yumna menyesap teh hangatnya perlahan. Ia teringat kata-kata Evander tentang "efisiensi".

"Waduh Tante, kalau asisten pribadi Mas Evander itu syaratnya berat. Harus bisa bahasa Inggris, Mandarin, dan yang paling penting... harus punya muka yang nggak 'cari muka'," sindir Yumna halus sambil tersenyum manis.

Tante Lastri terdiam sejenak, namun segera tertawa lebar. "Hahaha! Kamu ini bisa aja bercandanya. Eh, Yum, tadi Tante liat di berita, katanya cucu Moreno nikah diam-diam. Tante langsung syukuran lho pas tau itu kamu!"

Yumna hanya membatin, Syukuran apa syirik?.

Tiba-tiba, sebuah klakson mobil yang sangat familiar berbunyi. Mobil SUV hitam yang tadi membawa Yumna kembali, tapi kali ini kaca jendela belakang turun perlahan.

Evander Sky Moreno duduk di sana. Ia merasa rapatnya selesai lebih cepat dan memutuskan untuk menjemput istrinya, sekaligus memastikan Yumna tidak membawa bau terasi terlalu banyak ke dalam mobilnya.

Rombongan tante Yumna langsung membeku. Mereka melihat sosok pria yang selama ini hanya mereka lihat di majalah bisnis, kini ada di depan mata mereka dengan tatapan tajam dan setelan jas yang harganya mungkin bisa membeli rumah mereka.

"Yumna, sudah selesai?" tanya Evander dingin.

Tante Lastri langsung merapikan bajunya yang berantakan. "S-selamat sore, Pak... eh, Mas... eh, Pak CEO!"

Evander hanya mengangguk singkat, sangat kaku, namun ia turun dari mobil dan berjalan mendekati mertuanya untuk bersalaman.

"Ayah, Ibu, saya harus membawa Yumna kembali. Ada acara keluarga malam ini."

"Oh, iya, iya, Nak Evander. Makasih ya makanannya," ucap Ayah Yumna bangga.

Sebelum masuk mobil, Yumna menoleh ke arah Tante Lastri dan sepupu-sepupunya yang masih berdiri mematung seperti patung selamat datang.

"Tante, udangnya jangan lupa dihabisin ya. Sayang kalau dibuang, soalnya harganya satu porsi itu setara cicilan motor Rika sebulan," ucap Yumna sambil melambaikan tangan dengan elegan.

Begitu pintu mobil tertutup dan mobil melaju, Yumna langsung tertawa terpingkal-pingkal di pelukan Evander (yang untungnya Evander tidak menghindar).

"Kenapa tertawa?" tanya Evander heran.

"Mas, kamu liat nggak muka Tante Lastri tadi? Kayak orang liat penampakan uang gaib! Dulu aku dihina terus, Mas. Sekarang mereka manis banget sampai aku takut kena diabetes."

Evander menatap Yumna, lalu tangannya terangkat untuk mengacak rambut istrinya pelan. "Itulah dunia, Yumna. Orang tidak akan menghargai prosesmu, mereka hanya akan memuja hasilmu. Selama kamu bersama saya, pastikan mereka tetap berada di luar pagar, atau mereka akan memakanmu hidup-hidup."

Yumna terdiam, menatap suaminya. "Mas... kok tumben bijak?"

"Hanya karena saya tidak ingin rumah saya penuh dengan orang-orang yang meminta lowongan kerja setiap hari," jawab Evander kembali ke mode ketusnya.

Yumna nyengir. "Tapi Mas, tadi aku udah bilang ke mereka kalau asistenmu syaratnya harus nggak boleh muka 'cari muka'. Hebat kan?"

Evander hanya memijit pelipisnya. "Terserah kamu, Yumna. Terserah kamu."

1
Shyfa Andira Rahmi
yayasan kucing terlantar🤪🤪🤪
Shyfa Andira Rahmi
🤦🤦🤦
Shyfa Andira Rahmi
ngga usah main bentak bisa ngga siihh kan aq nya juga jadi ikutan kaget🤪
diajarin lah biar c,Yumna nya rada anggunan kalo di bentak mulu bukannya anggun yg ada malah ciut...
Mom_cgs: Evander-nya suka gitu ya Kak😄
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
puas banget ya Yum👏👏👏
Mom_cgs: Iya Kak, kita pun ikut puas Kak😄
total 1 replies
falea sezi
ortunya pasti syok lahh
Mom_cgs: Syok kesenengan ya Kak😅
total 1 replies
falea sezi
nyaman ya bau cogan kaya raya /Curse/
Mom_cgs: Bener banget Kak 🤣
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👍👌
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mom_cgs: Siap Kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!