NovelToon NovelToon
VELVET & GASOLINE

VELVET & GASOLINE

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Di bawah langit London yang selalu kelabu, Juliatte Fontaine hidup dalam jadwal yang diatur ketat. Baginya, keamanan adalah segalanya.
Maka, ketika gerombolan motor The Ravens menderu di depan gerbang sekolah dengan asap knalpot dan aroma pemberontakan, Juliatte hanya merasakan satu hal, kejijikan.

Puncaknya adalah William Wilson. Cowok itu adalah personifikasi dari semua yang Juliatte benci. William adalah alasan adiknya hampir celaka dalam sebuah tawuran antar-geng motor di Camden. Bagi Juliatte, William adalah kriminal, bagi William, Juliatte hanyalah gadis kaca yang akan pecah jika menyentuh realita.

Namun, sebuah insiden memaksa mereka dalam satu situasi pelarian. Juliatte melihat sisi London yang tak pernah ada di buku sejarahnya, dan William menyadari bahwa gadis kaca ini punya api yang lebih besar dari percikan mesin motornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Frekuensi Jantung yang Tak Terkendali

Pagi di Jude’s High School pecah oleh satu nama yang menggema di setiap koridor: The Ravens. Berita tentang hancurnya geng The Vultures di dermaga semalam menyebar lebih cepat daripada rumor ujian akhir.

Sonia meledak. Ia berlari masuk ke kelas dengan ponsel di tangan, menunjukkan foto samar-samar yang diambil seseorang tentang kerusuhan semalam.

"JULES! KAU LIHAT INI?! Jaxie-ku terlihat seperti pahlawan yang baru saja meretas sistem kehidupan orang jahat!" pekik Sonia, langsung mendaratkan bokongnya di meja Juliatte tanpa permisi.

"Dan William... oh Tuhan, dia benar-benar beringas! Aku berani taruhan, keringatnya semalam baunya seperti hormon murni yang bisa membuat satu London hamil!"

Juliatte tetap tenang. Ia sedang memeriksa laporan anggaran OSIS dengan pena perak di tangan. Dagunya terangkat tinggi, ekspresinya sedingin es, seolah-olah ocehan Sonia hanyalah gangguan nyamuk yang lewat.

"Sonia, tolong. Bisakah kau menjaga martabatmu sebagai seorang wanita? Bahasamu semakin hari semakin... vulgar," ucap Juliatte tanpa menoleh.

"Tapi Jules! William benar-benar menghajar mereka demi anak-anak panti! Itu sangat seksi! Kau tahu apa yang lebih seksi dari pria yang berkelahi? Pria yang berkelahi lalu pulang ke rumah dan meminta imbalan panas dari kekasihnya untuk mengobati luka-lukanya..."

"Sonia! Pakai headphone-ku kalau kau mau bicara kotor!" potong Juliatte, wajahnya memerah padam.

Juliatte berusaha keras untuk fokus pada angka-angka di depannya. Namun, di dalam dadanya, ada kerusuhan yang lebih besar dari tawuran semalam. Setiap kali ia memejamkan mata, ia melihat bayangan William di bawah lampu dermaga, buku jarinya yang berdarah, napasnya yang memburu, dan tatapan matanya yang menangkap basah mobil Juliatte di kegelapan.

"Menatap matanya sekarang... benar-benar tidak aman untuk jantungku," batin Juliatte.

Ia mengakui itu secara rahasia. Ada sesuatu yang rusak dalam sistem pertahanannya sejak malam itu.

Tiba-tiba, pintu kelas terbuka dengan dentuman pelan. William Wilson masuk. Ia tidak memakai seragam dengan benar, kemeja putihnya dikeluarkan, dan ada plester kecil di sudut alisnya yang menambah kesan maskulin yang berbahaya.

Satu kelas mendadak hening. Sonia langsung melambai heboh. "Will! Bagaimana kabar Jaxie? Apa ototnya pegal-pegal? Perlu aku pijat dengan minyak aroma terapi?"

William tidak menjawab Sonia. Matanya langsung terkunci pada Juliatte. Ia berjalan lurus ke arah meja sang ketua OSIS, mengabaikan tatapan memuja gadis-gadis lain.

"Selamat pagi, Fontaine," suara William rendah, terdengar lebih serak dari biasanya. Ia meletakkan tangannya di meja Juliatte, tepat di atas laporan anggaran yang sedang diperiksa.

Juliatte mendongak, berusaha keras memasang wajah angkuhnya yang paling meremehkan. "Kau menghalangi cahayaku, Wilson. Dan singkirkan tanganmu, kau mengotori berkas negaraku dengan... apa itu? Sisa tanah dermaga?"

William menyeringai. Ia menunduk hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. "Kau semalam terlihat cantik di dalam mobil perakmu, Fontaine. Kau menikmati pertunjukannya? Atau kau butuh demonstrasi jarak dekat agar jantungmu tidak hanya tidak aman, tapi benar-benar meledak?"

Juliatte terkesiap. Ia tidak menyangka William akan membicarakannya secara terang-terangan.

"Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan," desis Juliatte, meski jemarinya yang memegang pena mulai bergetar.

"Jangan bohong. Kau suka melihat sisi beringasku, kan? Karena itu membuatmu merasa hidup di tengah duniamu yang mati," bisik William, cukup pelan agar hanya Juliatte yang mendengar.

"CIEEEE! William mau minta diobati juga ya sama Jules?!" teriak Sonia memecah ketegangan, membuat satu kelas kembali riuh. "Hati-hati Will, Jules kalau mengobati orang suka pakai perasaan, nanti kau malah tegang di tempat yang salah!"

Seluruh kelas meledak dalam tawa. Juliatte segera memakai noise headphones-nya kembali dengan gerakan kasar, menyembunyikan telinganya yang sudah merah membara.

William tertawa pendek, menepuk meja Juliatte dua kali sebelum berjalan menuju kursinya di belakang. Ia tahu, meskipun Juliatte memakai penutup telinga, gadis itu tidak bisa menutup hatinya dari kehadiran William yang semakin mendominasi setiap inci pikirannya.

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear😍

1
Zoya Humaira
Akuu sukaaaa tthoor,,💪💪💪
Zoya Humaira
Kereeeen otoor ,,,tetap semangaat yaaa
Fbian Danish
wow... crazy up...... tingkyu otor,....😄😄
Fbian Danish
terima kasih update nya Thor.... ceritamu bagusss sekali sukakkkkkkkkkkkk❤️❤️❤️
Lisna
suka banget sama cerita yang inii😍😍
Lisna
thor ini udah jam 8 lebihh🤭🤭nungguin🤭🤭
Ros_10: Terharuuu😍😍😍
total 1 replies
Lisna
lanjutt kakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!