Karena suatu kesalah pahaman Rangga sangat membenci Rastiaj, yang dulunya sangat ia sayang entah sebagai adik atau lebih dari sekedar adik, sampai menyiksanya hingga memasukkannya kedalam penjara
Hingga suatu malam karena di jebak oleh seseorang terjadilah cinta satu malam yang mana Rastia Melahirkan seorang putra di penjara.
Rangga menyangka kalau Rastialah yang menyebabkan tunangannya kecelakaan hingga koma bertahun-tahun.
ikuti kisahnya jangan lupa di vote ya 🤝🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom IRSA83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.26. Penyesalan Rangga
Tuan Besar kembali, ke Mansionnya diantar Doni, ia menemui Austyn yang baru pulang dari sekolah. Dia memandang wajah Austyn yang dominan mirip Rangga, hanya hidung dan dagunya yang mirip dengan Mamanya. Tuan besar menarik nafas panjang, sambil menyapa Austyn, Austyn berlari memeluk Kakek Buyutnya. " Cucu Kakek udah gede, sambil mengusap kepala Austyn, itu yang mungkin membuat Rangga tidak merasa curiga kalau Tia adalah ibu kandungnya, tapi cepat atau lambat aku berharap Rangga bisa mengetahuinya, aku ingin lihat bagaimana nanti penyesalannya. Tuan besar pamit ke cucunya untuk istirahat.
*************
Rangga kembali kekantor karena ada klien penting yang sedang menunggunya disana, Sekretarisnya menelpon kalau kliennya sudah ada di kantor ia menyuruh agar menunggu saja di ruang kerjanya. Setelah beberapa menit ia sampai di kantor, ia segera masuk keruangan diikuti sekretarisnya, Ia menyapa kliennya, Mereka membahas proyek yang ada di kota D, Raganya ada di sana tapi pikirannya ada di tempat lain, sesekali ia melihat jam di tangannya dan memandang hape yang ada di dekatnya, karena sedang menunggu informasi dari Sion. Kliennya seperti memahami kalau Rangga sedang ada masalah, ia segera mengakhiri meeting itu dan segera undur diri, dan Rangga menyerahkan kembali tugas itu ke sekretarisnya, untuk membicarakan rencana selanjutnya, setelah itu Rangga kembali keluar meninggalkan kantor dan kembali menemui Sion!!
Rangga kembali ke tempat di mana Tina di sekap, Sion segera menyambut kedatangan sang Bos, tempat itu sudah bau anyir karena darah bodyguard Tina yang sudah mati ditangan Sion setelah memperoleh informasi dari Tina, akhirnya Sion berhasil membuat Tina bicara setelah mendapat siksaan dari Sion. Sion kemudian menceritakan kepada Rangga semua informasi yang di dapat dari Tina, yang membuat Rangga terkejut karena informasi itu, ia sampai tidak sadar memukul meja dengan keras lalu berdiri dari duduknya dia meninju tembok sampai tangannya berdarah, Sion segera menghentikannya, saat melihat tangan Bosnya berdarah. Rangga berteriak histeris, ternyata selama ini ia telah membuat kesalahan yang fatal. Ia mulai putus asa akankan nanti mendapat maaf dari Tia mengingat bagaimana ia memperlakukan nya selama ini, itu yang terus terngiang-ngiang di kepalanya. Betapa bodohnya dia tidak menyelidiki kasus itu dulu hanya mendengar kebenaran secara sepihak dari Regina.
"Bos kita harus segera mencari Nona, mungkin saja dia saat ini masih dalam bahaya, karena kita tidak tau di mana ia berada dan aku juga sulit melacak ke keberadaannya, kayaknya kali ini bukan orang biasa yang membawanya pergi. Bos harus segera bertindak tidak boleh seperti ini, Sion lalu menelpon dokter pribadi keluarga Rangga untuk datang mengobati tangan Rangga takut nanti infeksi.
" Pokoknya kamu harus bisa menemukannya bagaimanapun caranya, saat ini Rangga betul-betul putus asa. Setiap saat di kepalanya mengingat kejadian-kejadian yang lalu bagaimana ia menyiksa Tina tanpa belas kasih, tanpa sedikit curiga kalau itu semua hanya rekayasa Regina demi mendapatkan dirinya. Tanpa sadar kata maaf terucap ke luar di bibirnya, ia duduk di kursi kerjanya sambil meremas ke palanya dengan kuat. Tapi ia kembali sadar dia tidak boleh seperti ini ia harus bisa menemukan Tia secepatnya dan meminta maaf bagaimanapun caranya ia harus menemukannya. Ia bangkit dari kursinya dan menyambar kunci mobilnya dan segera kembali ke rumah, ia curiga kalau di balik semua ini ada campur tangan kakeknya, karena hanya dialah yang bisa melakukan ini, Ia ingat Doni adalah kepercayaan Tuan besar yang sangat handal dan seorang hacker yang sangat luar biasa di Banding Sion Doni lebih pandai dalam hal IT. Tidak lama berkendara ia sampai di Kediamannya, ia segera turun dan segera berlari kecil masuk ke dalam rumah, Ia bertanya ke pada salah satu asisten rumah tangganya dimana Tuan besar saat ini, tapi dia kembali harus kecewa karena Tuan Besar ternyata sedang pergi ke luar Negeri, dia melemparkan tubuhnya ke kursi ruang tamu sambil memijit dagunya dan berpikir apakah benar atau hanya ini suatu kebetulan, saat Tia menghilang Tuan besar juga sedang pergi tidak biasanya ia pergi tanpa sepengetahuan Rangga, sesuai informasi yang diperoleh dari asisten rumah tangganya kalau ia pergi ke Marin malam. Ia teringat Austyn, sudah dua hari tidak bertemu dengan putranya karena kesibukannya diluar. Ia berjalan ke atas menuju kamar Austyn mungkin dengan bertemu putranya bisa mengobati sedikit kegelisahannya. Perlahan ia membuka pintu kamar Austyn dan mendapati Austyn sedang bermain di temani dengan Suster pengasuhnya. Austyn berlari ke arah Rangga dan berlari masuk kedalam pelukannya karena sedang berjongkok. Rangga mengelus sayang putranya dan mencium kening Austyn.
""Dengan suara cadelnya Austyn bertanya"" Kenapa papa baru menemui Austyn, aku Rindu, OOO iya Pa aku punya gambal, saya mau perlihatkan bental Austy ambil dulu, anak kecil itu berlari menuju meja belajarnya dan kembali membawa gambar yang ia maksud dan menunjukkan gambar itu"" liat de Pa tadi Aku disuru gambar keluarga , Bu gulu bilang kalau keluarga itu ada Mama Ada Papa sama Austyn, jadi aku gambar saja ini, biar aku NDA punya mama sekarang tapi nanti Papa maukan Carikan aku mama" Sambil pasang muka memohon memandang ke dua Mata Papanya dan memegang tangannya, Rangga hanya bisa mengangguk dan tersenyum" Austyn mengangkat jari kelingkingnya tanda kalau papanya nanti betul-betul bisa menepati janji"
" Oo iya Pa kata kakek Nanti kalau pulang dia akan bawakan Austyn Mama" tapi Austyn ngga ngerti dari mana Kakek ambil Mama kalau papa saja tidak bisa kasi mama, kenapa kakek bisa kasi aku mama, memang Mama aku kakek yang bawa pergi? Atau gimana pa? Aku jadi pucing cendili dengal kata-kata kakek. Rangga kembali berpikir apa maksud dari semua kata-kata Austyn dia harus secepatnya ketemu dengan Ayahnya, dia penasaran apa mungkin memang benar kalau semua ke jadian hilangnya Tia karena ulah kakeknya, terus maksud dari kata-kata Austyn, semua teka-teki itu semakin membuat kepala Rangga pusing dan rasanya melilit dan ingin muntah. Ia pamit ke Austyn dan kembali ke kamarnya dia ingin istirahat sebentar lalu kembali menemui Sion, dan segera menemui Doni. Dia ingin tau apa tujuan Tuan besar pergi ke luar Negeri karena semenjak tadi ia menghubunginya tapi tidak bisa, urusan Regina sementara ia kesampingkan dia ingin menemukan Tia terlebih dahulu. Baru mengurus wanita iblis itu, dia ingin melihat sejauh mana kebohongan yang di buat Regina selama ini sebelum ia mengeksekusinya. Ia masuk ke kamar dan masuk ke dalam kamar kecil mencuci muka dan tangan ia memandang wajahnya di cermin, ia berteriak keras di dalam kamar itu, ia muak melihat wajahnya sendiri di cermin selama ini ia merasa paling benar tanpa pernah memikirkan perasaan Tia, sakitnya ia perlakukan. Tiba-tiba perutnya bergejolak dan memuntahkan cairan kuning yang sangat pahit, dia berpikir mungkin Azam lambungnya naik karena makannya akhir-akhir ini tidak teratur. Ia lalu mencuci mulutnya dan berjalan keluar dan meraih air yang tersedia di meja dekat tempat tidurnya, lalu naik berbaring ke ranjang dia ingin tidur sebentar untuk menghilangkan pusing di ke palanya.
Sementara di sebuah apartemen mewah, Tia tengah memasak karena sehabis tadi membersihkan diri ia betul-betul terlelap cukup lama dan tidak terasa ia bangun setelah jam tujuh malam, ia membuka kulkas dan ternyata Dion betul-betul menyediakan semua keperluannya, ia sangat bersyukur karena masih ada yang peduli dengan hidupnya. Ia mengambil Telur, daun bawang, dia hanya ingin membuat nasi goreng dan omlet karena sudah terlalu lapar. Ia mengusap kembali perutnya, ia ingat kalau saat ini ada cadebay dalam perutnya yang butuh asupan gizi. Setelah 10 menit semuanya siap untuk disantap, Tia makan dengan nikmat meski hanya menu sederhana tapi berasa nikmat di tenggorokannya. Sehabis makan ia lalu membersihkan piring kotor itu, dan melapor tangannya kemudian mengambil hp yang di berikan oleh Dion. Karena mengingat pesan Tuan besar untuk tidak menemui Ayahnya sementara dia mencoba mendownload Aplikasi Facebook guna mencari nama Akun Dokter Arka di akan menghubunginya lewat massenger saja, karena dia juga tidak bisa tenang kalau tidak mendengar kabar dari Ayahnya setelah beberapa hari ini. Setelah memasang aplikasi ia membuka akunnya dan beselancar mencari nama dokter Arka, tidak lama dia menemukannya dan segera memencet menu massenger Dokter Arka tapi lama menunggu belum ada balasan. Dalam pesannya Ia meminta nomor hape Dokter Arka. " mungkin dia lagi sibuk" ia menaruh kembali hapenya dan kembali ke ruang tengah ia ingin menonton karena merasa kesepian sambil menunggu balasan dari pesan dari Dokter Arka.
Sedangkan Rangga saat ini, sudah rapi kepalanya masih terasa pusing tapi dia berusaha kuat, dia lalu turun ke bawa dan menyuruh asistennya memberikan obat pereda nyeri kepala, dia ingin kembali mencari Doni, ia ingin secepatnya memperoleh informasi.
Bagaiman kira-kira ya ?? Apakah Tuan besar akan terus terang,😄 yuuuuk ikutin terus dan baca terus karya aku ya 😘