Tiga tahun sudah Lisa menikahi kakak iparnya tanpa ikatan cinta. Berbanding terbalik dengan Galih Almarhum suaminya yang begitu tampan, humoris dan begitu perhatian. Sikap Angga justru kebalikannya. Dia lelaki yang abai, tak banyak bicara dan kaku. Lisa bak menikah dengan robot. Tak ada yang menarik dalam pernikahan kedua lisa ini. Lisa hampir gila, hingga mengajukan perceraian pada mantan kakak iparnya itu. Angga menolak, lelaki itu berubah. Akankah Lisa tetap bertahan atau kembali meminta berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
"Kamu yang menyukai wanita lain, di buku itu, tertulis jelas jika kamu suka Gina, masih saja menuduh ku, aku hanya terharu melihat ada orang yang perhatian denganku, tidak seperti suamiku yang bahkan saat aku sakit saja dia tidak tahu"
Angga diam, dia memang selalu sibuk dengan pekerjaannya, dia tahu Lisa sakit tapi dia tidak bisa merawat Lisa, karena jika mendekat, Angga selalu saja ingin mencium wanita itu. Untuk menahannya, Angga selalu saja berpura-pura tidak tahu. Tapi Dia selalu meminta Bik Sumi untuk memberikan obat ke Lisa.
"Kenapa? Tidak bisa menjawab? Kamu baru sadar kalau kita selalu hidup di dunia yang berbeda?"
Angga mengepalkan tangannya, dia tidak bisa menjelaskan apapun, karena jika di jelaskan Lisa pasti akan sakit hati makin dalam.
"Jika kamu memang suka dengan Gina, aku membuka pintu lebar-lebar untuk hubungan kalian, aku tidak ingin jadi orang ke tiga mas"
Angga menggenggam tangan Lisa yang ingin beranjak pergi.
Lisa menghentikan langkahnya, namun dia masih enggan menengok ke arah Angga.
"Bisakah kamu tidak salah faham lagi denganku?" ucap Lisa.
Lisa muak dengan kata-kata itu, dia melepas dengan kasar tangan Angga dan berjalan keluar dari kamar itu.
Angga melepas paksa infus di tangannya, dengan langkah tertatih dia mengejar Lisa. Untung saja Lisa bisa dia gapai.
Angga memeluk tubuh Lisa dari belakang,Isa sempat tertegun. Dia berhenti sambil menatap kepala Angga yang ada di bahunya.
"Aku...aku" Angga ingin sekali mengatakan jika dia hanya mencintai Lisa, namun dia tidak bisa menyempurnakan ucapannya karena ngga kembali pingsan.
Lisa syok melihat tetesan darah yang mengalir di lantai. Lisa menjerit memanggil Bik Sumi.
"Tolong! Bik Sumi, Tolong mas Angga"
*****
Angga di bawa ke rumah sakit, Lisa tak tahu apa yang di inginkan lelaki itu, jika dia cinta Gina, kenapa dia tidak mau melepas dirinya? Tapi apa benar kata Bik Sumi jika Angga suka padanya?
Sepanjang perjalanan, Bik Sumi menangis. Dia memberi tahu Lisa jika Angga sangat mencintai dirinya. Tapi Apa itu benar? Lalu buku diary itu apa? Ruangan rahasia yang tidak boleh dia lihat itu apa? jelas-jelas di buku diary itu ada banyak kata Cinta yang di tujukan untuk Gina. Lisa juga melihat foto di dalam buku itu, itu memang Gina.
Mana mungkin cinta pertama dan wanita yang di cintai sejak kecil bisa berubah begitu saja. Mana mungkin juga Angga menyukainya, sikapnya saja acuh. Dia tidak banyak bicara. Dia menolak punya anak dengannya. Semua itu sudah cukup membuktikan jika Angga tidak suka dengannya. Tapi akhir-akhir ini sikap Angga memang aneh, sejak dia meminta berpisah, Angga selalu saja jadi Agresif. Dia bahkan mogok makan seperti anak kecil.
Lisa menatap tubuh suaminya yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Suaminya kehilangan banyak darah, belum lagi tidak ada asupan makanan selama dua hari membuat tubuhnya makin lemas. Tuntutan pekerjaan yang banyak juga memicu tubuhnya jadi tumbang.
" Kenapa kamu sekarang jadi seperti anak kecil? Aku lebih suka kamu dingin seperti biasa" gumam Lisa.
Sekarang dia jadi merasa bersalah dengan suaminya, karena Angga tidak mau makan semenjak dia meminta berpisah dari Angga. Malam saat Lisa menginap di kontrakan Tari jadi puncak kemarahan Angga. Dia sama sekali tidak mau makan dan terus membanting apapun yang ada di dekatnya. Itu yang di katakan Bik Sumi. Bik Sumi meminta dirinya agar seperti dulu lagi, perhatian dan tidak memberontak pada Angga. Tapi jujur Lisa lelah melakukan itu. Tanpa ada timbal balik sama sekali.
Lisa terus bimbang dengan perasaannya sendiri hingga tertidur di sebelah Angga.
Angga membuka mata, dia tersenyum karena orang yang dia lihat untuk pertama kali adalah Lisa. Wanita yang selalu ada di hatinya.
Angga mengelus pelan rambut kepala Lisa, wanita yang tenang namun sekarang jadi begitu berani.
" I mencintai kamu Lisa" Gumam Angga sambil mengelus bibir Lisa. Bibir yang selalu membuat dia candu.
Tak berselang lama Bik Sumi datang ke ruangan itu.
"Tuan Angga sudah bangun? Tuan makan dulu ya?" Pinta Bik Sumi.
"Aku ingin dia suami dia bik"
"Tapi non Lisa nya juga lelah tuan, ini sudah pagi, Non Lisa semalaman tidak tidur jagain tuan, tuan makan ya? Agar bisa gantian menjaga Non Lisa"
Setelah di bujuk bik Sumi, akhirnya Angga mau makan juga. Angga memang sedang butuh tenaga untuk mengangkat tubuh Lisa ke ranjangnya.
Selesai menghabiskan makanannya, Angga meminta Bik Sumi membawa infus di tangannya. Angga ingin menggendong Lisa ke ranjang, agar tidurnya nyaman.
"Biar saya bangunkan saja tuan"
"Tidak usah bik, bibi hanya tinggal memastikan infus saya tidak tertarik"
Bik Sumi tidak bisa melakukan apapun, dia akhirnya menuruti kemauan Pak Angga. Lisa di gendong dan di tidurkan di atas ranjang rumah sakit, sedangkan Angga sekarang memilih duduk di sebelah Lisa sambil menunggu istrinya bangun.
"Kenapa non Lisa tidak percaya jika Pak Angga sangat mencintai dia? sakit saja bisa seromantis itu?" batin Bik Sumi yang terus melihat pasangan itu.
gws ya🙏
mungkin besok tidak up dulu 🙏🙏