Upaya bunuh diri Onad Nevalion berakhir dengan kegagalan. Alih-alih menemukan kematian, ia justru dibangkitkan oleh Dewa Kegelapan dan dikirim ke Solmara, sebuah dunia asing yang hancur oleh konflik antar entitas ilahi.
Onad terpilih sebagai wakil sang dewa untuk menghadapi Dewa Iblis di dunia Solmara. Dewa Kegelapan tidak dapat turun langsung karena campur tangannya akan melanggar hukum keseimbangan antar dunia.
Satu-satunya hal yang diinginkan Onad hanyalah menghilang dari kesialan hidupnya di dunia. Namun, mengapa kesialan itu justru mengejarnya hingga ke dunia lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Naluri Sang Ibu
Kekuatan dan intensitas lolongan itu begitu besar hingga menimbulkan riak di permukaan air yang mengalir di dekat mereka.
Detik berikutnya, Noah mengaktifkan Dominasi Perang dan menatap lurus ke mata makhluk itu. Itu adalah deklarasi perang.
Makhluk itu murka hingga ke Monster Core nya. Ia akhirnya mengangkat seluruh tubuhnya keluar dari sarang.
Seekor monster mirip ular setinggi sepuluh meter dengan taring raksasa menatap Noah dengan amarah membara, lalu melata ke arahnya untuk menyerang.
“Sierra, siap-siap. Kalau meleset dikit, kita berdua bakal mati hari ini, bro,” teriak Noah keras. Ia tidak menyangka makhluk itu akan sebesar ini.
Makhluk itu terus melata mendekati Noah dengan tatapan meremehkan, seolah seekor gajah sedang menatap semut. Ia tidak langsung menyerang, melainkan mengamati Noah sebelum melancarkan serangan penentu.
Noah kembali mengaktifkan Pelari Kilat dan berlari ke arah berlawanan, membuat ular raksasa itu mengejarnya. Seperti kebanyakan predator besar, makhluk itu tampak menikmati permainan sebelum membunuh mangsanya.
Baru setelah berlari sekitar lima ratus meter dari posisi awalnya, Noah berhenti.
Begitu sang ular berada dalam jarak sepuluh meter darinya, Noah berteriak,
“Sekarang!”
Di sisi lain, di puncak lereng, Sierra akhirnya menerima perintah itu. Ia sudah siap sejak tadi. Tanpa ragu, ia pun berlari lalu menghantamkan tubuhnya ke bongkahan batu raksasa untuk memberi dorongan terakhir.
Begitu batu itu mulai menggelinding dan menambah kecepatan karena kemiringan lereng, ular raksasa akhirnya menoleh ke arah sumber suara. Matanya langsung menangkap ke mana batu itu melaju. Ke arah telur-telurnya.
Makhluk itu segera melata melewati bongkahan-bongkahan kecil dan aliran air dengan panik, bergegas kembali ke sarang. Namun jaraknya terlalu jauh, karena Noah sudah menyeretnya menjauh sejak awal.
“Serang dari arah yang enggak bisa dia lihat,” gumam Noah sambil menyeringai. Semua ini memang bagian dari rencananya. Secara langsung, ia dan Sierra jelas tidak akan bisa berbuat apa-apa melawan makhluk sekuat ini. Jadi ia tidak punya pilihan selain menggunakan cara ini. Ia belajar dari pertemuan sebelumnya, memahami lingkungan sekitar, lalu memanfaatkannya sepenuhnya.
Makhluk itu melaju sekuat tenaga menuju sarang dan akhirnya berhasil mencapainya. Namun yang menunggunya adalah bongkahan batu raksasa dengan bobot dan kecepatan yang mustahil dihentikan. Tidak ada cukup waktu baginya untuk melilit tubuhnya, apalagi membawa kabur telur-telur itu. Dengan tidak ada pilihan lain, ia harus menghadapi batu tersebut dengan tubuhnya sendiri.
Makhluk itu memposisikan diri di antara batas sarang yang terbuat dari batang-batang pohon, mengerahkan seluruh tubuhnya untuk menghentikan batu itu. Jika tidak, telur-telurnya pasti akan hancur berkeping-keping.
Dari mulutnya, ia menyemburkan seluruh cairan asam yang dimilikinya ke arah batu yang melaju, berharap batu itu sempat meleleh sebelum menghantam.
BANGGGG
Benturan keras antara dua benda padat menggema di seluruh area. Sayangnya, makhluk itu terlalu melebih-lebihkan kemampuannya sendiri.
Batu raksasa itu menghantam kepalanya sebelum asam sempat memberikan efek apa pun. Separuh tubuhnya ikut terhimpit di bawah bongkahan tersebut. Sesaat sebelum benturan, lapisan pelindung mirip cangkang muncul di kepalanya, jelas merupakan kemampuan penyelamat nyawanya. Namun bahkan itu pun tidak cukup untuk melindunginya.
Tubuhnya tergeletak tak jauh dari sarang, menanggung seluruh dampak hantaman batu demi melindungi anak-anaknya, dengan mengorbankan nyawanya sendiri.
Noah menatap telur-telur itu. Ia sepenuhnya sadar apa arti tindakannya barusan. Ia sengaja memanfaatkan naluri keibuan ular raksasa ini, memaksanya memilih antara melarikan diri atau melindungi telurnya dengan menghadapi batu yang meluncur deras.
Itu satu-satunya cara untuk membunuhnya. Kalau tidak, Noah tahu betul ia tidak akan berani melawan makhluk ini sampai setidaknya ia dua puluh kali lebih kuat dari sekarang.
Ia juga tidak akan mengorbankan Sierra bertarung sampai mati hanya demi menguji kekuatan sang ular.
Noah yakin, dilihat dari wujud dan aura yang dipancarkan makhluk ini, kekuatannya jelas berkali-kali lipat di atas mereka.
Dirinya yang dulu, Onad di kehidupan sebelumnya, tidak akan pernah melakukan hal seperti ini, apa pun alasannya. Namun di dunia ini, di kehidupan keduanya, ia harus melakukan apa pun yang diperlukan untuk bertahan hidup dan menjadi lebih kuat.
Dari pertumbuhan kekuatannya setiap kali membunuh monster dan memakan Monster Core mereka, Noah tahu perjalanan panjang penuh pertumpahan darah sudah menantinya. Karena itu, ia harus menyingkirkan perasaan dan nuraninya, lalu melakukan apa yang memang harus dilakukan.
Ini soal membunuh atau dibunuh.
Noah menarik napas dalam-dalam dan mendekati tubuh yang sudah tak bernyawa itu. Baru sekarang ia benar-benar menyadari ukurannya. Panjangnya sekitar dua puluh lima meter, dengan lebar tubuh sebesar mobil kecil. Ini jelas bukan monster biasa, melainkan spesies langka.
Noah meletakkan kedua tangannya di atas tubuh ular raksasa itu.
“Sistem, coba jelasin ke gue soal makhluk ini!" perintah Noah pada sistem di dalam dirinya.
...────୨ৎ────...
...Pemindaian selesai. Informasi dibuka....
...Spesies: Somir...
...Deskripsi: Spesies keturunan dari salah satu dari lima Dewa Alam kuno, Basilisk....
...Level: 40...
...Kemampuan: Asam Beracun, Indra Tajam, Tatapan Lumpuh, Kekebalan Racun....
...(Peringkat Grandmaster atau S)...
...Catatan: Inang disarankan menyerap kemampuan melalui garis keturunan monster ini dan harus memakan Corenya....
...────୨ৎ────...
Mendapatkan informasi itu, Noah hanya berdiri terpaku seperti patung.
Butuh belasan detik sebelum ia akhirnya tersadar dari keterkejutannya dan berteriak, “ANJING ...... GILA!”