NovelToon NovelToon
Lupa Bahwa Kau Milikku

Lupa Bahwa Kau Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Tamat
Popularitas:45.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Menikah tanpa kehadiran suami bukanlah impian Sheena. Ia terpaksa menandatangani dokumen pernikahan di catatan sipil hanya didampingi oleh ibu mertuanya, sementara Matthias—sang suami—lebih memilih merayakan kelulusan S2-nya di The Spire Of Wisdom tanpa sedikit pun memberi kabar.

Tiga bulan penuh pengabaian membuat hati Sheena mendingin. Saat Matthias pulang dengan aura black flag yang kaku dan dingin, Sheena dipaksa pindah ke mansion pribadi pria itu. Matthias bersikap seolah Sheena hanyalah orang asing yang menumpang hidup, karena hatinya masih tertahan pada sosok gadis kecil di halte bus bertahun-tahun lalu—satu-satunya orang yang membolehkannya menangis.

Matthias tidak sadar, sapu tangan yang ia simpan bagai nyawa adalah milik wanita yang kini ia abaikan di rumahnya sendiri. Saat kebenaran terungkap, apakah Sheena masih mau menunggu pria yang sudah membuang waktunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hujan, Dingin, dan Amarah yang Tertahan

Hujan badai mengguyur Makati malam itu, mengubah pemandangan kota menjadi buram. Di dalam mansion, Matthias berdiri di balik jendela besar ruang tengah. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Pria itu masih mengenakan kemeja kerjanya, lengannya digulung hingga siku, menampakkan urat-urat yang menonjol di tangannya yang besar.

Ia terus melirik jam. Sejak tadi, pikirannya tidak bisa fokus. Kenapa dia belum pulang? Apa perpustakaan kampus buka sampai selarut ini?

Tiba-tiba, suara deru taksi terdengar di depan gerbang. Tak lama kemudian, pintu besar mansion terbuka. Sheena melangkah masuk dengan keadaan yang kacau. Rambut panjangnya basah kuyup, tas ranselnya yang berat tampak lembap, dan kacamatanya berembun terkena uap panas dari tubuhnya yang kedinginan.

"Dari mana saja kau?" Suara Matthias menggelegar di lobi yang sunyi, membuat Sheena tersentak.

Sheena mengusap wajahnya yang basah, menatap Matthias dengan mata sleepy eyes yang terlihat sangat lelah. "Sudah kubilang tadi pagi, aku ke perpustakaan. Mencari referensi untuk jurnal penelitianku."

"Sampai jam sepuluh malam? Dalam cuaca seperti ini?" Matthias melangkah mendekat. Posturnya yang menjulang tinggi seolah hendak menelan sosok mungil Sheena. "Kau tahu ini berbahaya? Bagaimana kalau terjadi sesuatu di jalan?"

Sheena tertawa sinis, meski tubuhnya sedikit menggigil. "Bahaya? Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa aku bukan orang penting? Kenapa tiba-tiba kau bertingkah seperti penjaga keamanan yang cerewet?"

Matthias terdiam. Kalimat itu telak menghantam egonya. Benar, ia pernah mengatakannya. Tapi itu sebelum mereka berbagi tempat tidur di Calapan, sebelum ia melihat mata sayu Sheena di pinggir pantai.

"Aku hanya tidak ingin Ayah Tizon menuntutku jika anaknya jatuh sakit di rumahku," kilah Matthias ketus, mencoba menutupi rasa khawatirnya.

"Tenang saja, Tuan Smith. Aku yang paling tau soal diriku, jadi aku tahu cara mengurus diriku sendiri," balas Sheena pedas. Ia mencoba melewati Matthias untuk menuju kamarnya, namun kakinya yang lemas dan kedinginan sedikit goyah.

Matthias dengan sigap menangkap lengan Sheena. Kulit Sheena terasa sedingin es.

"Ihh lepaskan," desis Sheena.

"Kau menggigil, Bodoh. Masuk ke kamar, mandi air hangat, dan jangan berani keluar sebelum kau merasa hangat," perintah Matthias. Suaranya tidak lagi berteriak, melainkan rendah dan penuh otoritas yang tak terbantah.

Sheena menepis tangan Matthias dengan sisa tenaganya. "Berhenti memanggilku begitu. Kita di Makati sekarang, bukan di Calapan. Kembalilah jadi robot bisnismu yang sombong, dan biarkan aku dengan urusanku."

Sheena melangkah pergi menuju sayap kiri, meninggalkan jejak air di lantai marmer. Matthias hanya berdiri mematung, menatap punggung mungil itu sampai menghilang di balik pintu.

Ia mengepalkan tangannya. Rasa kesal dan khawatir bercampur menjadi satu. Ia membenci kenyataan bahwa ia mulai peduli, dan ia lebih membenci kenyataan bahwa Sheena dengan mudahnya kembali menarik garis pembatas di antara mereka.

Matthias kembali ke ruang kerjanya, namun alih-alih bekerja, ia justru mengambil botol minuman wine nya, menuangkan sedikit ke gelas, dan menatap hujan dari balik kaca.

"Kau benar, Sheena," bisik Matthias dingin. "Di sini, aku adalah robot. Dan robot tidak seharusnya merasa kesepian."

Malam itu, dinginnya Makati terasa lebih menggigit daripada biasanya, bukan karena hujan, melainkan karena dua hati yang sengaja saling menjauh meski berada di bawah atap yang sama. Sedangkan Sheena, baru saja mengusap dadanya. Apa ini? Kenapa dia terlihat berbeda dari biasanya.

1
Ira Nadira
astga nagaaaaaaaa bagus bgt thorrrr😍😍😍 aku padamu pokoknya mah😍
Bae •: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Ira Nadira
baper bgt kalo punya laki model gini nih🤭, kira2 ada g yah di dunia nyata😁
Ira Nadira
mampus lu rasain😒
Ira Nadira
tp di awal td ada kata2 kalo si mathiass tau Senna pemilik sapu tangan itu kan??
Ira Nadira
yahhh pecah perawan dah😁
Ira Nadira
duh thorrrr🤣kan gw yg salting ihhh malu ahh🤭
bagus, ceritanya ringan dan manis. gak ada konflik. tapi panjangkan lah lain kali ceritanya hahah🤣
Ira Nadira
wahhh salut sama si othorrr keren bgt penulisannya😍😍 hampir g ada typo samsek😍😍
Ira Nadira
astaga astagaaaaaaaa😍😍😍 manis bgt sih akhhh🤣🤣
Ira Nadira
dari awal bab g pernah komen karna saking serunya😍😍
Bae •: makasih ya kak😍
total 1 replies
Naufal hanifah
keren /Good//Good//Good/
Sari Purnama
Hmm..saya suka saya suka saya sukaaaaaaaa
Sari Purnama
ahay deuy..🤭🤭
YuWie
seru sih..tapi klo salah sangkanya dipanjang2 in jadi malz jg ya
YuWie
berubah kah wajah mereka shg tak saling mengenali?
LEECHAGYN
wihh terpanaa juga😭
Anonymous
ceritanya bagus bgttttt...,. sayang terlalu pendekkkkk....
mili
suka cerita nya
falea sezi
keren
Mirda Julianti
karya yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!