Menceritakan tentang Davidson Mahendra seorang pria dengan sikap dingin dan perfeksionis yang tak sengaja di hadapkan dengan Nindi, gadis biasa yang pernah menjadi bagian dari masalalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 : Cemburu
Nindi membuka pintu ruangan David perlahan, dirinya sudah mengambil jatah jam makan terlalu lama hingga terlambat 30 menit.
"Dave?" Panggilnya.
"Kamu gak liat ini jam berapa?" Tanya david datar.
"Maaf ya? tadi perut aku sakit banget" katanya.
David tampak merotasikan bola matanya dan mendengus malas, selain mengobrol dengan raka nindi juga berani berbohong sekarang?
"Kamu bohong?" Tanyanya.
"Enggak kok, perut aku emang sakit" Katanya.
"Aku liat kamu makan sama raka, dan sekarang kamu berani bilang karo perut kamu sakit?"
Nindi mengigit bibirnya gugup, apakah David salah paham? wanita itu berjalan mendekati sang kekasih di meja nya
"Kamu marah? aku gak bermaksud apapun, aku cuma... "
"Cuma ngobrol sampai gak peduli jam kerja?"
Nindi terdiam, apakah David sedang cemburu?
"Kamu cemburu?" Tanya nya.
David melirik ke arah nindi dengan tajam, ia menutup laptopnya kasar dan berdiri menghampiri sang kekasih.
"Aku tau kamu pacar aku di sini, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya mempermainkan jam kerja, aku mau kerja sama orang yang di siplin, kamu paham?!" Jawab David tegas.
Nindi membeku, David rupanya tak main main tentang kemarahannya saat ini.
"Baik, pak" Jawab nindi.
Nindi berjalan dan kembali ke mejanya, ada rasa kecewa melihat sikap David yang tidak menyenangkan, namun ia mencoba sabar dan mengerti, apalagi lelaki itu mungkin salah paham ketika melihatnya mengobrol dengan raka tadi.
Sepulang kerja....
"Hari ini kamu mau makan sushi gak?" Tawar nindi.
"Kamu ngomong gitu karna kamu pengen makan aja kan? tinggal bilang apa susahnya" jawab David ketus.
Nindi mencebikkan bibirnya, seharian ini sikap David sangat ketus, pria itu jarang berbicara padanya.
Walaupun begitu David tetap mengikuti perkataan nindi, ia berhenti di restoran sushi yang terkenal sebelum mengantar wanita pujaannya itu pulang.
"Makasih ya?" Ucap nindi.
David mengangguk, keduanya membuka pintu mobil dan keluar untuk makan di restoran tersebut.
Saat duduk di restoran pun tak ada percakapan yang banyak, nindi juga tak ingin menganggu David lagi, ia takut nanti David semakin marah padanya.
"Kamu cinta gak sama aku?" Tanya seorang wanita pada seorang pria yang duduk di sebelahnya.
"Cinta dong sayang kamu kok Tanya terus" Jawabnya.
"Ya kan aku takut kamu berkurang rasa cintanya, sebagai pacar kan wajar aku nanya nanya terus, itu artinya aku cinta sama kamu"
"Iya sayang, sweet banget sih pacar aku"
David mendentingkan sumpitnya melihat adegan yang sangat menyebalkan baginya.
"Kamu kenapa?" Tanya nindi.
"Gak selera makan!" Jawabnya marah.
"Dari kemarin marah marah mulu, aku minta maaf kalo salah" Ucap nindi tulus.
Namun David tak menjawab permintaan maaf nindi dan mengalingkan pandangannya ke arah yang lain.
Nindi menggeleng pelan, susah sekali berurusan dengan david yang sedang marah.
...****************...
Keesokan harinya....
"Kamu mau kemana?" Tanya david saat melihat nindi berdiri dari mejanya.
"Ke toilet" Jawabnya.
"Tadi udah ke toilet kok ke toilet lagi, alasan apa gimana?" Sindir David.
"Iya aku lagi beser, kenapa sih kamu? emang gak boleh ya aku ke toilet lagi?"
"Boleh kok siapa bilang gak boleh, kalo kamu bolak balik gini mending aku pasang toilet di ruangan aku gimana? biar kamu gausah keluar keluar mulu" Katanya.
"Posesif banget jadi cowok!" Sindir nindi.
"Yang kaya gini kamu bilang posesif? aku masih biasa aja lo, perlu aku pasangin gps di badan kamu?" Tanyanya.
"Itu apa namanya kalo gak posesif?"
"Aku posesif karena aku sayang sama kamu, kamu gak pernah cemburu karna kamu gak sayang kan?"
Nindi mengerutkan alisnya tanda tak suka, kenapa David berbicara demikian.
"Kalo gak suka kenapa juga aku pacarin, udah ah aku mau pergi udah kebelet!" Nindi berjalan keluar ruangan tanpa mempedulikan David setelahnya.
Tak berselang lama nindi pergi David juga ikut berdiri, pria itu berjalan ke arah pintu dan menunggu disana beberapa detik sebelum membuka dan keluar mengikuti nindi.
Di sisi lain....
Nindi berlari kecil ke lorong kantor, di ujung sana raka sudah menunggu nya sembari membawa sesuatu di tangan.
"Hai?" Sapa nindi.
"Hai?"
"Maaf ya nunggu lama, abisnya debat dulu tadi" Kata nindi.
"Pak David belum reda juga ya kalo marah" Tanya raka.
"Ya gitu deh" Nindi tersenyum canggung.
"Oh iya ini" raka menyerah kan sebuah paper bag coklat pada nindi.
"Makasih ya raka aku jadi ngerepotin kamu, untung aja ada kamu yang ngasih ide gini" Katanya.
"Sama sama, semoga kalian suka"
"Boleh di buka dulu nih?" Tanya nindi.
"Buka aja!"
Nindi dengan semangat membuka paper bag coklat itu dan mengambil sebuah kotak berwarna biru tua lalu membukanya.
"Cantik banget" Pujinya.
"Itu udah ada ukiran namanya, kalo mau tuker ukuran kita juga masih bisa" Kata raka.
"Semoga pas deh, makasih ya raka" Nindi menepuk bahu raka singkat.
David melihatnya, lagi lagi ia melihat interaksi antara raka dan nindi, ia membencinya, membenci senyum nindi yang terlihat sangat bahagia ketika bersama dengan laki laki yang menjabat sebagai managernya itu
David memilih berbalik arah dan meninggalkan keduanya di sana.
...****************...
Setelah 10 menit pergi nindi kembali di ruangannya, kali ini wanita itu tampak menyembunyikan sesuatu di balik badannya.
"Lama gak?" Tanya nindi basa basi, nindi berjalan menuju meja dan meletakkan benda tersebut tanpa sepengetahuan David.
David berdiri, ia berjalan ke tengah tengah antara mejanya dan meja nindi
"Kamu kenapa?" Tanya nindi.
"Aku kenapa? kamu yang kenapa?!" Bentaknya tiba tiba.
Nindi tentu saja terkejut, kenapa David tiba tiba membentaknya, wanita itu berjalan mendekat ke arah sang kekasih.
"Kamu kenapa sih? kok tiba tiba bentak aku?" Tannyanya tak percaya.
"Sebenernya apa tujuan kamu nerima aku nin?" Tanyanya.
"Maksud kamu?"
"Kamu gak pernah cinta sama aku, kamu gak pernah ngomong" Lirih David.
"Aku cinta sama kamu, kenapa kamu ngomong gini?"
"Pembohong" David terkekeh ringan.
"Dave?" Nindi memanggil, mencoba menyadarkan David yang sedang di kuasai emosi.
"Kamu pembohong, kamu nerima aku supaya kamu di hormati sama semua orang di sini kan, supaya kamu bisa dapetin semua apa yang kamu mau, iya?!" Tuduhnya.
Nindi terperangah tak percaya saat David menuduhnya demikian, ia kecewa dan marah karena ucapan David barusan.
"Dari dulu kamu gak pernah cinta sama aku, aku yang terlalu memaksa hubungan kita terjadi" Tambah David.
"Setelah kita tidur bareng?" Tanya nindi tak percaya.
"Well, semua emang butuh pengorbanan kan, kamu pengen di hormati di sini otomatis kamu harus siap ngorbanin diri kamu buat aku, termasuk tentang hari itu dimana kita make love di tempat ini, that's all, itu emang harus kamu lakuin supaya kamu dapet semuanya" Tandasnya.
Plakk
Tanpa aba aba nindi menampar David sangat keras.