NovelToon NovelToon
Kronik Dewa ASURA:Jalur Penentang Takdir Season 2

Kronik Dewa ASURA:Jalur Penentang Takdir Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: hakim2501

Tagline:
"Ketika Pahlawan jatuh ke Neraka, dia tidak berdoa untuk diselamatkan. Dia bersiap untuk mengambil alih Tahta."

Sinopsis Cerita:

Ye Chen, sang penyelamat Alam Roh Sejati, telah membayar harga termahal demi menyelamatkan dunia dari kehancuran. Akibat memaksakan kekuatan Lima Kunci dan menahan jatuhnya Pulau Langit,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hakim2501, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Gerbang Neraka Putih dan Delapan Pilar Kematian

Kota Langit (Sky City), Kaki Menara Babel Sejati.

Kota ini adalah permata Benua Tengah. Jalanannya terbuat dari pualam, gedungnya dari emas putih, dan penduduknya adalah kultivator elit yang telah mencapai Nascent Soul. Namun hari ini, kedamaian ribuan tahun kota itu hancur.

BOOOOOOOOM!

Kapal Perang Tulang milik Ye Chen tidak mendarat dengan sopan. Kapal itu menabrak perisai energi kota dengan kecepatan penuh, menghancurkan gerbang selatan dan mendarat keras di alun-alun utama, menyeret hancur patung-patung pahlawan masa lalu.

Debu putih mengepul.

Dari balik debu, Ye Chen melompat turun. Lilith mengikutinya, wajahnya pucat tapi matanya menyala dengan kegembiraan melihat kehancuran ini.

"Mereka menyambut kita," kata Ye Chen.

Di sekeliling alun-alun, ribuan murid Aliansi Penjaga Langit telah mengepung mereka. Mereka membentuk formasi geometris yang rumit, menyalurkan Qi mereka ke satu titik pusat.

Dan di titik pusat itu, berdiri Delapan Sosok berjubah emas.

Mereka adalah Delapan Penjaga Pilar (Eight Pillar Guardians).

Tingkat Kultivasi: Spirit Severing Tingkat 9 (Puncak).

Mereka adalah lapisan pertahanan terakhir sebelum Tiga Begawan.

"Asura Ye Chen!" teriak Penjaga Pertama, seorang pria tua dengan pedang cahaya. "Kau telah menodai tanah suci! Formasi Sepuluh Ribu Abadi telah aktif. Di sini, kau tidak bisa menggunakan Qi alam!"

WUUUNG!

Sebuah kubah cahaya putih turun, mengisolasi alun-alun. Ye Chen merasakan hubungan dengan energi langit dan bumi terputus. Ini adalah formasi Anti-Magic skala kota.

"Tanpa Qi alam, kau hanyalah manusia biasa dengan pedang berat!" ejek Penjaga Kedua.

Ye Chen menatap mereka. Dia tidak terlihat panik.

"Kalian memutus Qi alam?" Ye Chen tersenyum miring. "Terima kasih."

"Apa?"

"Kalian lupa satu hal. Energi Asura dan Naga di tubuhku tidak berasal dari alam ini. Justru, energi alam kalian yang murni ini... membuatku gatal."

Ye Chen memegang Pedang Naga Langit dengan satu tangan.

"Sekarang, karena kalian sudah mematikan lampu... mari kita bermain dalam gelap."

Ye Chen menghentakkan kakinya.

Tubuh Naga Asura: Domain Gravitasi Hitam!

Bukan Qi alam yang dia keluarkan, tapi Medan Gravitasi murni dari Jantung Gravitasi yang menyatu di tulangnya.

DUM!

Tekanan gravitasi di dalam kubah formasi itu mendadak naik 100 kali lipat.

"UGH!"

Ribuan murid Aliansi yang mengepung langsung jatuh telungkup, wajah mereka mencium lantai. Tulang mereka retak. Mereka tidak bisa bangun. Formasi "Sepuluh Ribu Abadi" mereka hancur berantakan karena penggunanya lumpuh.

Hanya Delapan Penjaga Pilar yang masih mampu berdiri, meski kaki mereka gemetar hebat.

"Gravitasi?! Dia memanipulasi hukum fisik?!" Penjaga Pertama terkejut.

Ye Chen menghilang.

Tanpa Qi alam, dia menggunakan kecepatan otot murni yang meledak.

SWUSH!

Dia muncul di depan Penjaga Pertama.

"Satu."

Ye Chen menebas horizontal.

Penjaga Pertama mengangkat pedang cahayanya untuk menangkis.

TRANG!

Pedang cahaya itu hancur. Pedang hitam Ye Chen membelah leher Penjaga Pertama.

Kepala melayang.

Tujuh Penjaga lainnya meraung marah. "Formasi Bintang Tujuh! Bunuh dia!"

Mereka menyerang serentak. Tombak, Kapak, Pedang, Rantai.

Ye Chen tidak mundur. Dia menari di antara serangan mereka.

Dia menangkap tombak Penjaga Kedua dengan tangan kiri, lalu menariknya mendekat dan menusuk perutnya dengan pedang di tangan kanan.

JLEB! "Dua."

Dia melompat, berputar di udara, dan menendang kepala Penjaga Ketiga hingga lehernya patah berputar 180 derajat.

"Tiga."

Ini bukan pertarungan. Ini eksekusi. Ye Chen yang telah mencapai Spirit Severing Tingkat 3 dengan tubuh fisik setara Mahayana terlalu overpowered untuk mereka.

Di puncak Menara Babel, Tiga Begawan melihat pemandangan itu melalui cermin air.

Wajah Tie Shen (Begawan Tubuh) mengeras. "Anak itu... fisiknya sudah melampaui batas manusia. Delapan Penjaga tidak akan bertahan satu menit."

"Biarkan dia naik," kata Tian Jian (Begawan Pedang) tenang. "Lantai dasar hanyalah saringan. Ujian sebenarnya ada di Pintu Langit."

Kembali ke bawah.

Ye Chen menebas Penjaga kedelapan.

SPLAT!

Delapan mayat Spirit Severing Puncak tergeletak di sekitar Ye Chen. Darah mereka mengalir ke selokan pualam yang indah.

Ye Chen mengibaskan darah dari pedangnya. Dia menoleh ke Lilith yang berlindung di balik bangkai kapal.

"Ayo. Liftnya ada di sana."

Ye Chen berjalan menuju pintu masuk Menara Babel Sejati. Pintu itu tertutup rapat, disegel dengan mantra emas.

Ye Chen tidak mendobraknya.

Dia mengeluarkan Kunci Bintang dari cincinnya.

"Aku pemilik tempat ini sekarang."

Kunci Bintang bersinar biru.

KLIK!

Pintu gerbang menara yang seharusnya hanya bisa dibuka oleh Tiga Begawan, terbuka lebar untuk Ye Chen.

Sistem keamanan menara mengenali Kunci Bintang sebagai otoritas tertinggi.

"Naik."

Ye Chen dan Lilith masuk.

Mereka tidak naik tangga. Ye Chen mengaktifkan Array Teleportasi Utama.

"Tujuan: Puncak Menara. Lantai Terakhir."

Cahaya putih membungkus mereka.

Puncak Menara Babel Sejati: Aula Tahta Langit.

Ye Chen dan Lilith muncul di sebuah aula yang sangat luas. Lantainya terbuat dari awan padat. Atapnya adalah langit berbintang yang asli.

Di ujung aula, duduk Tiga Orang Tua di atas tiga singgasana yang melayang.

Aura mereka menyatu dengan alam semesta. Mereka tidak terlihat seperti manusia, melainkan seperti bagian dari hukum alam itu sendiri.

Ranah Mahayana (Great Vehicle)!

Satu tingkat di bawah Dewa.

"Selamat datang, Ye Chen," kata Tian Jian (Begawan Pedang) yang duduk di tengah. Suaranya tidak terdengar lewat telinga, tapi langsung muncul di pikiran. "Kami sudah menunggumu."

Ye Chen melangkah maju. Dia merasakan tekanan yang berbeda.

Ini bukan tekanan yang menindas seperti gravitasi. Ini adalah tekanan Ketiadaan. Di hadapan mereka, Ye Chen merasa kecil, seolah keberadaannya bisa dihapus kapan saja.

"Tiga Begawan," sapa Ye Chen, tidak membungkuk. "Kalian penjaga pintu gerbang?"

"Kami Penjaga Keseimbangan," koreksi Fa Zun (Begawan Sihir) di sebelah kiri. "Membuka Gerbang Alam Dewa akan mengalirkan Qi Dewa ke dunia ini. Tubuh manusia biasa tidak akan kuat menahannya. Dunia akan hancur."

"Alasan klasik," Ye Chen menggelengkan kepala. "Kalian hanya takut posisi kalian sebagai penguasa tertinggi tergeser jika ada orang lain yang naik ke Alam Dewa."

"Mulutmu tajam," geram Tie Shen (Begawan Tubuh) di sebelah kanan. Dia berdiri. Tubuhnya yang kekar memancarkan cahaya perunggu. "Cukup bicara. Jika kau ingin lewat, kau harus membuktikan bahwa kau lebih kuat dari Keseimbangan."

Tie Shen melompat turun dari singgasana.

BOOM!

Dia mendarat di depan Ye Chen.

"Aku Tie Shen. Kulitku ditempa oleh Api Inti Bintang. Aku tidak menggunakan senjata. Tubuhku adalah senjata tingkat Surga."

Tie Shen mengambil kuda-kuda.

"Ye Chen, kudengar kau bangga dengan fisikmu. Mari kita adu. Tiga pukulan. Jika kau masih berdiri, aku akan membiarkanmu lewat."

Ye Chen menatap raksasa itu. Dia menyimpan pedangnya kembali ke punggung.

Dia melepas jubah atasnya, memperlihatkan tubuhnya yang penuh otot padat dan tato naga samar yang bergerak di bawah kulit.

"Tiga pukulan?" Ye Chen mengepalkan tangannya. Tulang Emas Hitam-nya berbunyi.

"Aku terima tantanganmu. Tapi jika kau mati di pukulan kedua, jangan salahkan aku."

Duel fisik antara dua monster dimulai di puncak dunia.

(Akhir Bab 11)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!