NovelToon NovelToon
GOD OF RINGS

GOD OF RINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:553
Nilai: 5
Nama Author: Rein.Unknown

MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.

Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.

Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.

Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lantai 8, Part 1 [SEA OF LAVA]

--- LAUTAN LAVA ---

Baru sampai di Lantai 8, hawa panas langsung menyambut mereka. Panas itu, serasa memukul seluruh tubuh tanpa ampun, bukan sekadar “Hawa Panas Biasa” seperti di lantai 7 tapi panas ini seperti menekan dari segala arah, memaksa udara masuk ke paru-paru dengan rasa terbakar halus.

Meriel terbatuk sekali. Bukan karena debu, bukan karena pasir—melainkan karena udara itu terasa kental.

Marva mengangkat tangan, menutup wajahnya dari cahaya merah-oranye yang memantul liar di sekitar mereka.

Terlihat jelas bahwa Lantai 8 adalah lautan lava yang membentang luas. Dipinggir nya hanya ada daratan tipis yang memiliki retakan-retakan. Tapi retakan itu, kapan saja bisa pecah dan menarik mereka masuk kedalam lautan lava, beberapa batu-batu juga tersebar untuk menjadi pijakan mereka.

Notifikasi sistem muncul.

“SELAMAT DATANG DI LANTAI 8 : SEA OF LAVA”

[ELEMEN API DOMINAN]

>> BUFF PADA SEMUA ITEM: BER-ELEMEN API +40%

>> BUFF PADA SKILL: BER-ELEMEN API +50%

>> KONSUMSI MANA: BER-ELEMEN API -25%

>> COOLDOWN SKILL BER-ELEMEN API -30%

>> PASIF ELEMEN API DIAKTIFKAN MAKSIMAL

>> DEBUFF PADA SEMUA ITEM: BER-ELEMEN AIR -40%

>> DEBUFF PADA SKILL: BER-ELEMEN AIR -50%

>> KONSUMSI MANA: BER-ELEMEN AIR +25%

>> PASIF ELEMEN AIR DIAKTIFKAN MAKSIMAL

Marva terengah-engah sambil membaca notifikasi itu. Bar baru muncul di samping Fatigue. Merah terang.

[WARNING] OVERHEAT SYSTEM ACTIVATED

OVERHEAT: 0%

“Overheat…?” gumam Marva, suaranya serak.

Leo menyahut lebih cepat dari biasanya. Nadanya ringan, bahkan nyaris terdengar tertawa. “Bos… aku suka lantai ini.”

Marva menelan ludah. Ia bisa merasakan cincin di jarinya—Leo—hangatnya bukan seperti hangat yang biasa dia rasakan.

Meriel melirik Marva. “Lead… tempat ini terasa mengerikan.”

Marva mengangguk pelan. “Kita tidak boleh gegabah. Kita harus cari Safe Zone dulu.”

“Tidak! Kita harus berburu monster sekarang Bos!” potong Leo cepat dan antusias.

“Apakah situasi ini memungkinkan bagi kami Leo?” Marva bertanya.

Leo menjawab tanpa ragu. “Tenang Bos, aku punya kontrol penuh dilantai ini!”

Marva diam sebentar sebelum akhirnya memutuskan. “Oke. Formasi seperti biasa. Jangan memaksa kan diri, kita akan menyesuikan diri dengan suasana dilantai ini.”

Meriel menyeringai tipis. “Baik Lead.”

Di kejauhan, seekor monster akhirnya menampakkan diri.

Dari sela-sela batu hitam, monster itu merangkak keluar—bentukkan nya mirip kadal tapi kulitnya berlapis obsidian dan retakan di tubuhnya menyala merah.

LAVA LIZARD – Lv. 46

Meriel lalu mengangkat tangan. “Support Skill Active.”

Ia mengaktifkan skill Support nya untuk pertama kali—simbol tanah kecil muncul di bawah kaki makhluk itu.

SLOW BIND

Lava Lizard melambat… tapi tidak bisa menahannya. Panas lantai ini adalah habitat bagi monster itu.

Marva lalu mengangkat pedangnya. Leo langsung menyala.

“Bos… boleh kekuatan penuh?”

Marva menghela napas. “Oke, kita liat kemampuan mu dilantai ini Leo.”

“Siap!”

Marva mengayunkan pedang.

LION’S ROAR!

Cahaya api menyapu tubuh Lava Lizard. Seketika makhluk itu terbakar dari dalam, retakan obsidian meledak.

-712 (CRITICAL!)

Lava Lizard jatuh, berubah jadi serpihan batu hitam. Tidak ada perlawanan berarti.

Meriel membeku. “Itu… terlalu cepat.”

Marva menatap bar Overheat.

OVERHEAT: 0% → 7%

“Naiknya cepat,” gumamnya.

Leo tertawa kecil. “Karena aku bisa bernapas lega di sini, Bos.”

Mereka bergerak maju.

Terlihat ada Pulau batu berjarak sekitar lima puluh meter didepan mereka. Sebuah “Jembatan” batu tipis muncul dari bawah, berjejer sampai ke ujung pulau.

Marva melompat lebih dulu, Meriel menyusul. Saat akan sampai ditujuan, kakinya tiba-tiba terpeleset karena panas membuat sol sepatunya sedikit meleleh. Untung Marva meraih lengannya lalu menariknya ke atas.

“Huufff..... Terima kasih Lead, hampir saja,” ucap Meriel lega.

“Kita harus terbiasa dan berhati-hati dengan lantai ini,” kata Marva mengingatkan.

Mereka terus melangkah. Di beberapa titik, lava menyembur seperti geyser, memaksa mereka untuk menunggu. Setiap menunggu, Fatigue naik pelan karena suhu terus menggerogoti stamina mereka.

FATIGUE: 18% → 24%

Leo tiba-tiba berbicara, suaranya lebih cerah dari biasanya. “Bos… lihat itu.”

Dari kejauhan, ada struktur besar: pilar-pilar batu tinggi, seperti reruntuhan jembatan kuno yang pernah melintang di atas lava. Di tengahnya, sebuah “Gerbang” batu berdiri miring, separuh tenggelam.

Marva mengerutkan kening. “Itu… semacam kota?”

Meriel mengangguk. “Atau reruntuhan.”

Marva menatap bar Overheat lagi dan menegur Leo. “Kita tidak pakai skill sembarangan, Bar ini pasti memiliki maksud.”

Leo jelas tidak suka jawaban itu. Marva bisa merasakan cincin itu sedikit… berdenyut.

Mereka mendekati reruntuhan itu. Suasana makin gelap, karena cahaya lava tertutup batu-batu besar.

Dan di situ, mereka baru sadar: ada banyak monster yang telah menunggu mereka.

Notifikasi muncul bergantian.

EMBER WRAITH – Lv. 44 (7)

MAGMA CRAWLER – Lv. 47 (5)

LAVA LIZARD – Lv. 46 (4)

Meriel langsung menelan ludah. “Monster nya banyak sekali Lead…”

Leo bersorak. “Akhirnya, aku bisa membantai-bantai monster itu!”

Marva mengangkat tangan. “Meriel, keluarkan skill mu. Kita akan mengalahkan monster itu satu persatu!.”

Meriel segera mengaktifkan skillnya.

LAND PRISON

Beberapa monster terperangkap. Lalu Marva mulai menyerang monster itu.

Tapi monster itu terlalu banyak, beberapa monster nya ada yang melayang dan menyerang mereka dengan percikan api yang melesat dengan cepat.

-386

-391

Meriel terkena serangan.

Marva mengatupkan rahang. “Leo.”

“Siap, Bos! Sky of Fire”

“Loh bukan, jangan langsung Sky of Fire.”

“Yaelah Bos—”

“Leo!”

Terpaksa Leo nurut.

BASIC STRIKE OF FIRE!

Api melesat, memotong dua Ember Wraith. Mereka menguap, tapi sisa percikan apinya menyebar. Makin banyak Wraith muncul.

“Bos, mereka respawn dari panas. Kalau kita membakar mereka, itu sama saja kita memberi mereka makanan,” perkataan Leo tiba-tiba serius.

Marva terdiam sepersekian detik. “Lalu, apa saran mu?”

Meriel teriak kesakitan. “Aaarrrgghhhhhh—”

Marva bergerak cepat untuk menolong Meriel. Ia menahan diri untuk tidak menggunakan skill besar agar Bar Overheat nya tidak naik drastis, tapi jumlah musuh makin banyak. Ember Wraith terus muncul, melayang, menutup ruang.

Marva merasa panas di kepalanya meningkat. Bukan hanya dari lingkungan tapi dari dalam.

OVERHEAT: 12% → 26%

[BERSAMBUNG]

1
Ara putri
bagus ceritanya
Rein Unknown: Terimakasih Kak sudah support dan mampir 😇😇😃😃
total 1 replies
Ara putri
Hay kak jika berkenan saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Rein Unknown: okok Kak, sudah mampir ya😇🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!