NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Naga

Reinkarnasi Pendekar Naga

Status: tamat
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi dan para rekannya gugur setelah menantang kekuatan besar Kekaisaran Pusat. Pertempuran itu seharusnya menjadi akhir dari segalanya bagi mereka.

Namun saat kesadaran Jian Yi memudar, sebuah keajaiban terjadi. Berkat campur tangan Raja Naga, mereka diberi kesempatan kedua—sebuah reinkarnasi yang mengubah takdir mereka.

Terlahir kembali di dunia yang sama namun dengan kehidupan baru, Jian Yi menyimpan satu janji dalam hatinya: membalas kehancuran yang dialaminya dan melampaui semua batas kekuatan.

Kali ini, dia tidak akan jatuh lagi.
Tapi di dunia yang dipenuhi kultivator kuat, sekte kuno, dan kekaisaran yang menguasai segalanya …

Mampukah Jian Yi benar-benar bangkit, menuntut balas, dan mencapai puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Asap Tembakau

​Kediaman keluarga Jian mendadak menjadi benteng yang sunyi.

Perintah Jian Hong mutlak: tidak ada satu pun pelayan atau pengawal yang boleh membocorkan bahwa tuan muda mereka telah bangun.

Di mata dunia, Jian Yi harus tetap dianggap sebagai "Tuan Muda yang Tertidur".

Bagi mereka yang menganggap bakat Jian Yi sebagai ancaman, membiarkan mereka lengah adalah strategi bertahan hidup yang paling masuk akal.

​Malam itu, Jian Yi duduk di ambang jendela lantai dua kamarnya. Angin malam menyapu wajahnya yang kini lebih dewasa, menatap bintang-bintang yang seolah tidak berubah sejak tujuh tahun lalu.

​TAK!

​Suara sepatu bot yang menghantam genteng terdengar kasar. Tanpa perlu menoleh, Jian Yi mengenali pola sirkulasi Qi yang meledak-ledak itu.

​"Kenapa kau melamun? Lebih baik kau hisap ini agar otakmu yang beku itu sedikit hangat," suara berat Lu Feng memecah sunyi. Sebuah pipa rokok (cangklong) yang sudah menyala melayang di udara.

​Jian Yi menangkapnya dengan tangkas. "Padahal dari dulu aku sudah bilang tidak suka benda ini," gumamnya, namun ia tetap mengangkat pipa itu dan menghisapnya dalam-dalam.

​Fuuuuh ...

​Asap putih membubung ke langit malam. Jian Yi mengernyitkan dahi. "Seperti biasa, rasanya menjijikkan."

​Lu Feng duduk santai di atas genteng, kedua tangannya menumpu di belakang kepala.

Ia tersenyum tipis, sebuah ekspresi langka yang baru muncul kembali setelah tujuh tahun. "Kau selalu berkata begitu. Padahal itu campuran tembakau dan gingseng merah paling mahal yang bisa kubeli."

​Lu Feng menghela napas, matanya menerawang. "Apa sebenarnya yang kau rasakan saat 'tidur' sepanjang itu?"

​"Tidur panjang, ya? Rasanya seperti baru kemarin aku memejamkan mata," jawab Jian Yi. Ia mematikan bara di pipanya. "Lu Feng, apa kau ingat Raja Naga Emas yang kita lihat di akhir kehidupan kita yang dulu? Sebelum semuanya menjadi gelap?"

​Lu Feng terdiam, keningnya berkerut mencoba memanggil memori dari ribuan tahun silam. "Naga emas? Oh, Raja Naga itu! Kau bertemu dengannya? Apa yang dia katakan?"

​"Menurut sejarah kuno yang pernah kubaca dulu, hanya ada satu atau dua pendekar yang berhasil mencapai Ranah Legenda Sejati. Tapi naga itu bilang, ada dua pendekar kuat yang bersatu menghancurkannya," Jian Yi menatap tangannya yang masih terasa lemah. "Kenapa bisa dua pendekar setingkat itu bersatu? Bukannya ego orang-orang di puncak biasanya membuat mereka saling bunuh untuk menjadi yang nomor satu?"

​Lu Feng terkekeh kasar. "Entahlah. Mungkin mereka pasangan?"

​"Memangnya mereka laki-laki dan perempuan? Kita bahkan tidak tahu wujud mereka," Jian Yi menggeleng, lalu melompat turun dari jendela, mendarat dengan ringan di tanah. "Sudahlah. Ayo ke kota, aku lapar sekali. Kau yang bayar."

​Lu Feng ikut melompat turun dan langsung merangkul pundak Jian Yi dengan kasar. "Dasar sahabat pelit! Seharusnya orang yang baru bangun dari koma tujuh tahun itu meneraktir penyelamatnya!"

​Mereka menyelinap keluar lewat tembok belakang, bergerak menuju sebuah kedai kecil di pojok kota yang masih buka.

Di sana, mereka memesan tumpukan sate daging dan mi pedas. Lu Feng, dengan bangga, mengeluarkan botol arak porselen hijau dari balik jubahnya.

​"Kau mencurinya lagi dari gudang ayahmu?" tanya Jian Yi sambil menyumpit mi.

​Lu Feng membelalak, lalu tersenyum lebar hingga matanya menyipit. "Tentu saja! Aku sudah lima belas tahun sekarang. Meskipun terkadang aku dihajar ayah atau dimarahi ibu karena mengambil stok tanpa izin, pada akhirnya mereka hanya bisa pasrah."

​Jian Yi menggelengkan kepala, tertawa kecil. "Itulah dirimu. Dasar pecandu sialan!"

​"Heh! Daripada kau? Dasar Budak Cinta! Kasihan sekali kekasihmu yang lucu itu tidak ada di sini untuk melihatmu bangun," ejek Lu Feng sambil meneguk araknya.

​"Hahaha! Setidaknya aku pernah punya kekasih! Daripada kau yang sampai dua kehidupan pun tidak punya pasangan!" balas Jian Yi telak.

​"Sialan kau, Yi!"

​Mereka terus saling ejek, melakukan lomba minum yang tidak sehat bagi remaja usia lima belas tahun.

Meskipun ranah Jian Yi tertinggal jauh di Tingkat 2 sementara Lu Feng sudah mencapai Grand Master, di meja makan itu, mereka hanyalah dua sahabat yang kembali menemukan separuh jiwanya yang hilang.

​Beberapa jam kemudian, jalanan kota sudah sangat sepi. Dua pemuda itu berjalan sempoyongan, saling merangkul agar tidak jatuh.

Namun, karena koordinasi motorik yang hancur akibat alkohol, mereka justru terperosok ke dalam tumpukan kantong sampah di sebuah gang sempit.

​"Hahaha!"

​"HAHAHA!"

​"HAHAHAHA!"

​Mereka tertawa bergantian, suara tawa yang liar dan lepas hingga beberapa warga yang lewat buru-buru mempercepat langkah karena ketakutan mengira mereka adalah orang gila atau hantu gentayangan.

​Jian Yi berbaring di atas tumpukan sampah, menatap langit yang mulai memudar menuju fajar. Napasnya bau arak, tapi matanya mulai menunjukkan fokus yang tajam.

​"Lu Feng ..."

​"Hm?" Lu Feng menyahut, matanya hampir terpejam.

​"Apa kau ingin ikut menjelajahi dunia lagi denganku, Sobat? Kita cari bagian-bagian jiwa naga itu, cari murid kita, dan ... cari Ling'er. Tapi tentu saja, setelah kita menyelesaikan beberapa urusan di sini."

​Lu Feng terdiam sesaat, lalu sebuah seringai muncul di wajahnya yang kemerahan. "Tentu saja. Ke mana pun kau pergi, aku akan di sana untuk memastikan kau tidak mati konyol lagi."

​Fajar mulai menyingsing di Kota Zamrud, menyinari dua pemuda yang tertidur di tumpukan sampah dengan mimpi-mimpi besar yang akan segera mengguncang dunia.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​𝗧𝗜𝗕𝗔-𝗧𝗜𝗕𝗔 𝗞𝗘𝗣𝗜𝗞𝗜𝗥𝗔𝗡 𝗕𝗨𝗔𝗧 𝗦𝗣𝗜𝗡-𝗢𝗙𝗙 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗔-𝗟𝗔𝗡𝗚 𝗦𝗘𝗕𝗔𝗚𝗔𝗜 𝗠𝗖. 𝗠𝗘𝗡𝗨𝗥𝗨𝗧 𝗞𝗔𝗟𝗜𝗔𝗡 𝗚𝗜𝗠𝗔𝗡𝗔? 𝗔𝗧𝗔𝗨 𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡?

1
Nanik S
Lanjut terus
Agen One
UP nya santai dulu ya🙏
Agen One
😅
Agen One
🍗
Agen One
🔥🙏
Agen One
🙏
Agen One
👍🙏
Agen One
🚹🙏
Agen One
🤭🙏
Agen One
🙏
Agen One
/Smile/
Agen One
🙏
Agen One
😅
Agen One
🔥🍗
Agen One
👍🍗
Agen One
🚹🍗
Agen One
🍗
Agen One
🤭/Smile/
Agen One
😅🙏
Agen One
🔥🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!