NovelToon NovelToon
SETELAH AKU PERGI

SETELAH AKU PERGI

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Persahabatan / Cinta setelah menikah / CEO / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:36k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Meila Ayunda Aksara, mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dia membatalkan pernikahannya dengan tunangannya, Zayan Wijayakusuma. Dia tidak peduli jika keputusannya itu akan membuat nama baik keluarga Aksara rusak. Bagi Meila, keluarga itu sudah rusak sejak lama.

Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.

Keputusan besar Meila itu justru membuatnya bertemu dengan Abyan Rayendra Hasan, pria yang siap memberikan Meila sebuah keluarga.

Bagaimana kehidupan Meila setelah dia meninggalkan keluarganya dan Zayan?

Bagaimana kehidupan Meila bersama Abyan?

Yuk simak kisahnya di Setelah Aku Pergi hanya di Novel Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Bertemu Melisa dan Zayan

Abyan pulang hingga larut malam. Istrinya bahkan sudah tidur dengan nyenyak. Abyan terpaksa melewatkan makan malamnya malam ini bersama Meila. Ini untuk pertama kalinya, sejak mereka menikah.

"Maaf Sayang, Aku harus turun langsung menyelesaikan masalah ini. Aku janji akan menyelesaikan secepatnya. Setelah itu kita bisa fokus dengan karirmu yang baru, sebagai nyonya Abyan Rayendra Hasan." Abyan mengecup kening Meila sebelum ikut berbaring di samping istrinya.

Pagi-pagi sekali, Meila sudah berada di dapur. Meskipun ada pelayan yang bisa menyiapkan sarapan, nyonya rumah itu ingin memasak sarapan untuk keluarganya sendiri.

"Kakak ipar, Aku ingin membantu," ucap Mariska yang baru tiba di dapur.

"Terima kasih Mariska. Ini sudah hampir selesai, kamu bisa bantu letakkan di meja makan," balas Meila.

Setelah meletakkan semua masakannya di meja makan, Meila kembali ke kamarnya untuk membangunkan Abyan. Saat pintu terbuka, Meila melihat suaminya itu sudah rapih.

"Maaf Sayang, Aku tidak tahu kalau kamu sudah bangun."

Abyan tersenyum pada Meila. Kini tangan istrinya itu membantu Abyan merapikan dasi yang dipilihkan Meila. Saat Abyan ,asuk ke walk in closed, dia melihat pakaian yang dipilihkan istrinya. Lengkap dengan aksesoris dan dasi.

"Kenapa tidak membangunkan Aku, Sayang?"

Meila mendongak untuk melihat wajah Abyan. Meskipun untuk ukuran perempuan Meila sudah tinggi, namun tetap kalah tinggi dengan suaminya.

"Kamu terlihat sangat lelah Sayang. Aku tidak tega membangunkan kamu. Kamu pasti pulang sangat larut," jawab Meila

"Aku dan Feri ke Markas."

Meila mengehentikan pergerakan tangannya. "Apa ada masalah?"

"Sedikit," sahut Abyan cepat.

"Sayang, lain kali bangunkan saja. Aku hampir saja kesiangan untuk ibadah."

Meila menatap Abyan dengan rasa bersalahnya. "Maaf Mas, besok-besok akan Aku bangunkan." Abyan tersenyum sambil mengusap sayang kepala istrinya.

Sepasang suami istri kini turun bersamaan, setelah Meila mengganti pakaiannya dan bersiap untuk pergi. Bukan untuk pergi bekerja di perusahaan Alamanda seperti biasanya. Pagi ini Meila akan pergi ke rumah sakit, dimana Beni dirawat.

"Sayang, Aku berangkat duluan. Kamu hati-hati di jalan. Beri kabar kalau sudah sampai rumah sakit."

Meila menganggukkan kepala tanda dia mendengarkan pesan dari suaminya itu. Lalu dia meraih tangan Abyan dan mencium punggung tangan suaminya itu. Seperti sudah menjadi ritual, Abyan reflek membalas mencium tangan Meila, sebelum dia mendaratkan satu kecupan di kening sang istri.

Feri dan Mariska hanya bisa tersenyum melihat adegan itu. Adik kakak itu tidak menyangka Abyan bisa selembut ini dengan wanitanya. Bahkan emosi Abyan yang biasanya mudah sekali tersulut itu, berlahan-lahan berkurang.

Setelah Abyan dan Feri pergi ke kantor, kini giliran Meila dan Mariska pergi ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit, Meila langsung turun dan bergegas menuju kamar Beni. Tapi langkah Meila dihadang oleh Melisa dan kedua sahabatnya.

"Mau apa lagi kamu?" Meila mencoba bersabar seperti biasanya.

"Gara-gara kamu perusahaan Aksara bangkrut. Kalau keluarga barumu tidak menyebarkan video tentang Aku, saham perusahaan tidak akan anjlok."

Suara Melisa yang besar cukup menarik perhatian orang-orang yang berlalu lalang. Jika dulu Meila diam saja karena malas berdebat dan takut Zayan semakin menjauhinya, tidak lagi untuk sekarang.

"Aku katakan pada kamu, Aku sengaja membuat perusahaan itu bangkrut. Tentu saja, agar kalian berhenti menikmati semua fasilitas yang bukan milik kalian. Dan Aku tidak peduli bagaimana hidup kalian selanjutnya!"

Meila bersiap meninggalkan Melisa. Seperti biasa, Melisa tidak akan pernah puas sebelum Meila kalah. Bukan kalah, tapi mengalah. Itulah yang Meila kakukan selama ini setiap kali berhadapan dengan Melisa yang memancing emosinya.

"Jangan ganggu Aku lagi Melisa."

Melisa mengabaikan teguran Meila. "Tentu kamu tidak peduli. Karena kamu itu bukan anak mama Hana dan papa Beni. Kamu hanya menumpang hidup di keluarga Aksara."

Meila mengepalkan tangannya dengan kuat menahan amarah. Lalu dia menatap Melisa dengan tajam. "Aku memang bukan anak kandung dari tuan Beni Aksara dan nyonya Hana. Tapi darah yang mengalir ditubuhku ini masih darah Aksara, karena Aku putri Barra Aksara, saudara kembar Beni Aksara. Kamu pikir kamu siapa? Kamu juga hanya anak yang ditinggalkan orang tuanya di rumah sakit. Kebetulan saja Beni Aksara butuh anak untuk menggantikan putranya yang tidak selamat saat dilahirkan, jadi kamu diadopsi."

Melisa tersenyum, melihat Meila terpancing. "Biarpun Aku anak adopsi, tapi Aku kesayangan mereka. Sedangkan kamu bagi mereka hanyalah putri pembawa sial. Kamu yang menyebabkan orang tua kamu meninggal."

Dahulu mungkin Meila akan terpukul mendengar apa yang baru saja Melisa sampaikan, karena ketidaktahuannya tentang siapa dirinya sebenarnya. Beda cerita dengan sekarang. Meila tahu semuanya, bahkan sebelum Melisa mengetahuinya.

Meila menatap Melisa sambil tersenyum. "Kalau kamu memang merasa lebih baik dari Aku, kenapa kamu harus repot-repot menahan langkahku hanya untuk membahas penyebab kematian orang tuaku. Melisa, meskipun orang tuaku meninggal karena menyelamatkan nyawaku, yang jelas Aku selalu baik dari kamu. Dan Kamu selalu iri dengan apa yang aku miliki, bukan?"

Melisa mengepalkan tangannya kuat. Dia tidak terima dengan ucapan Meila. Aku tidak pernah iri dengan kamu Meila. Karena Aku selalu mendapatkan apa yang Aku mau."

"Emmm. Kamu memang mendapatkan semua itu, tapi kamu mendapatkannya dengan cara tidak sehat Melisa. Kamu selalu ingin unggul dariku dengan cara yang tidak baik. Tapi lihat pada akhirnya, semua orang juga mengetahui siapa yang benar-benar hebat dan siapa penjilat."

Melisa yang tidak terima dengan ucapan Meila, melangkah maju dan hendak mendorong Meila. Tapi Meila dengan sigap menangkap tangan Melisa.

Meila balik mendorong Melisa sehingga terhuyung dan jatuh ke lantai. "Jangan kamu pikir, kamu bisa menindas Aku. Tidak akan Melisa," ucap Meila tajam, lalu melangkah pergi.

Melisa dengan cepat berdiri dan menatap Meila dengan penuh amarah. "Awas kamu Meila, Aku akan membuat kamu menderita."

"Siapa yang mau kamu buat menderita. Mengurus diri sendiri saja tidak benar, malah mengurus hidup orang lain pula." Mariska yang bicara. Adik Feri dan Abyan itu sudah berdiri di belakang Melisa dengan tatapan tajam.

Melisa dan kedua sahabatnya berbalik. "Siapa kamu? Tidak perlu ikut campur dengan urusan aku."

Kedua sahabat Melisa menatap Melisa tidak percaya. Hampir semua orang di kota ini mengenal siapa Mariska. Tapi kenapa Melisa justru tidak mengenal siapa Mariska.

Mariska tertawa terkekeh. "Jadi kamu tidak mengenal siapa Aku? Tentu saja kamu tidak tahu, karena kamu hanya perempuan yang suka bicara besar tapi minim ilmu pengetahuan."

Mariska menyusul Meila yang sudah lebih dahulu sampai di depan pintu kamar rawat Beni. Baru saja Meila akan menyentuh gagang pintu, suara yang sangat Meila kenal memanggil namanya.

"Meila, bisa kita bicara?"

Meila berbalik, melihat sosok Zayan yang masih mengenakan pakaian dokternya berdiri dan tersenyum padanya. Pagi ini bagi Meila, pagi yang buruk. Dia harus bertemu dua manusia yang tidak ingin dia temui lagi.

"Saya rasa sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan, Tuan Zayan."

Zayan diam sesaat. Tadi dia menyimak percakapan antara Meila dan Melisa. Dia baru tahu kalau Meila bukan anak kandung Beni Aksara, melainkan anak Barra Aksara. Begitu juga dengan Melisa, yang ternyata hanya anak adopsi.

Semakin Zayan tahu siapa Meila sebenarnya, semakin kuat dia ingin merebut Meila kembali dalam kendalinya. Zayan tahu, siapa istri Bara Aksara, yang berarti ibu Meila. Seorang putri bangsawan Eropa.

"Meila, Aku tahu pernikahan kamu dengan Abyan terjadi karena kamu marah padaku. Perlu kamu ketahui, Aku tidak pernah berniat sedikitpun menikah dengan Melisa. Yang Aku cintai itu kamu. Aku hanya terbawa perasaan, karena Melisa sangat mirip dengan adikku yang sudah tiada. Aku baik dan dekat dengannya, hanya karena Aku menganggap dia adikku."

Zayan tidak peduli Meila tidak ingin bicara dengannya. Dia tetap akan menjelaskan pada Meila. Menurut Zayan, Meila harus tahu. Sementara bagi Meila, apa yang Zayan sampaikan sudah tidak lagi berguna. Meila tidak lagi peduli apa perasaan Zayan terhadap Melisa.

Bagi Meila, keputusan pergi meninggalkan keluarga Aksara dan Zayan, pilihan yang benar. Seperti sebuah kotak Pandora, keputusan itu membuka jalan Meila mengetahui tentang siapa dirinya, dan membawa Meila bertemu dengan keluarga dan saudara kembarnya.

"Aku memaafkan kamu. Aku akan kembali bekerja sama dengan perusahaan Aksara, mengembalikan semua investasi yang sudah Aku tarik. Kamu tinggalkan Abyan. Aku akan menikahi kamu, dan kita tinggal di luar negeri berdua, seperti yang kamu inginkan."

Meila menarik napas dalam, lalu menatap Zayan dengan tajam. "Apa kamu tidak mengerti dengan bahasa manusia, Tuan Zayan Wijayakusuma?"

"Walau Saya hidup seorang diri, kelaparan dan tinggal di jalanan, Saya tidak akan pernah kembali pada Anda. Stop untuk ikut campur dalam urusan Saya. Kita bukan siapa-siapa lagi."

"Kamu tidak tahu Abyan itu laki-laki seperti apa, Meila. Dia itu pria dingin yang tidak suka dekat perempuan. Kamu hanya akan menjadi istri pajangan di mansion nya."

Meila menggelengkan kepala lalu berbalik, kembali menghadap pintu kamar inap Beni. Yang Zayan sampaikan omong kosong. Dia lebih tahu siapa suaminya dari pada Zayan dan orang lain.

1
Muft Smoker
nih laa kehidupan konglomerat ,,sypa yg kuat dy yg ttap berdiri tegak ,,
tp yg lemah siap2 dapet sisa ny aja ,,🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Kl d khidupan para knglomerat,yg kuat dn crdik bkln jd pmenang....tp kdang,yg jhat plus lcik jg bsa jd pmenang...adu otot plus adu otak....
Al Fatih
intrik orang kaya raya yaaa,, menakutkan 🤭
Masha 235
harta,kekuasaan itu yg diprebutkan samapai tega menyingkirkan sodara/ klrga sndiri..🤔
Muft Smoker
seeeeemakiin menyalaaa permasalahan mereka ,,
rumit juga yx hidup sebagai bangsawan ,,
byk yg iri ,,
gx cuma org lain ,,
saudara sndri pun saling memburu ,,


next kakak ,,
makiin seruu cerita ny ,,
Noey Aprilia
Ayo para tikus pda kluar smua,biar sklian msuk prangkap..jd ga rpot msti mncing satu2 buat kluar....
Al Fatih
semakin menegangkan...,, d kira yang paling jahat cuma Oma Risa..., eh ternyata masih ad yang paling jahat lagi...Oma wilona
Aidil Kenzie Zie
si Zayan lakukan agar Meila tidak hamil dan si Melisa punya banyak duit untuk dapat info soal kejahatan Zayan bener bener jalang
Noey Aprilia
Bagooossss...
tar klian bs kmpul d dlm sel y.....😝😝😝.....
Ketut sariani Sariani
lnjut dong thor
Muft Smoker
next kak ,,
makin penasaran ma kelanjutan ny
Noey Aprilia
Hkumn yg pling ccok buat mreka tu bkn lngsng end,tp d bkin malu dlu smp ptus asa.....atw mngkn jd gmbel biar tau gmna rsanya ga pnya uang....
zayan msh ngarep sm meila,tp knp mau bkin meila celaka????smp byar orng pula.....emng udh ga wras sih otaknya....
Allea
lelet3 nih 🤭
Muft Smoker
next kak ,,

belum aj tu kena Batu ny si duo keket ,,
greget banget si liat mereka berdua ,,
Wahai org2 yg bermuka Dua ,,
ayoo kasih ke zayan , melisa Dan Alexa yg lgi cari muka ,,
biar adil hancur ny ,,
Al Fatih
maksudnya apa si zayyan pengen meilia pendarahan?
Apa meilia lagi Hamidun 🤔?
Noey Aprilia
Yg pnting skrng udh ktmu dn bsa kmpul lg....tp ttp msti siap2 buat mnghdapi msuh yg bkln mnyerang....
Smngttttt....
Muft Smoker
kak gx da visual ny kah ,,
baru x baca cerita penasaran sama visualny ,,
🤭🤭😁😁😁

next kk ,,
Ketut sariani Sariani
lnjut dong yjor
Mundri Astuti
lagi ngebayangin thor visualnya barra katanya paruh baya, nah ortu angkatnya setua apa yak 🤔🤭
Aidil Kenzie Zie
emangnya Zayan paham ortunya Meila sampai paham kalau Laura keturunan Bangsawan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!