NovelToon NovelToon
Antagonis Pria Itu Milikku!

Antagonis Pria Itu Milikku!

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:167.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Fasha mengamuk setelah membaca sebuah novel, bukan karena ceritanya buruk, tapi karena tokoh antagonis pria yang ia sukai, mati mengenaskan tanpa keadilan.

Tak disangka, Fasha malah mendapati dirinya telah bertransmigrasi ke dalam novel itu, tepat di tubuh gadis yang akan segera kehilangan suara… dan dijual sebagai istri pada pria yang sama.
Untuk mengubah takdir, Fasha hanya punya satu tujuan yaitu menyelamatkan Sander dari kematian tragisnya—meski itu berarti harus menikah dengannya terlebih dulu.

Karena kali ini, penjahat itu… adalah suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 31 - Sampah Memang Pantas disingkirkan

Beberapa hari berikutnya, Fasha tenggelam dalam dunia menggambar.

Kliennya sangat puas dengan hasil kerja tersebut. Sisa pembayaran sebesar 150.000 langsung dilunasi, ditambah bonus 10.000 sebagai penghargaan atas kerja kerasnya. Klien itu bahkan menegaskan akan kembali memesan jika memiliki materi baru.

Fasha menduga itu adalah tipe penggemar obsesif yang menunggu konten baru untuk memesan fan art berikutnya.

'Menjadi kaya memang menyenangkan.'

Ia bersenandung kecil sambil menggulir ponselnya, lalu dengan malas membalik-balik buku bergambar di ruang kerja Sander. Sudah dibayar, sayang kalau tidak dibaca.

Bing. Bong.

Fasha menoleh waspada ke arah pintu. Ia berjongkok dan mengintip lewat lubang kunci pintar.

'Oh.. itu Kilin. Apa yang dia lakukan di sini?'

Fasha menempelkan punggung ke dinding. Orang di luar tampak makin tidak sabar. Kilin mengeluarkan ponselnya, menelepon. Ponsel Fasha berdering sekali—lalu sambungan langsung terputus.

Kilin mengumpat kasar dan menghantam pintu.

“Dasar Sander. Apa istimewanya dia sampai Kakek terus mengkhawatirkannya? Urusan sepele begini saja aku harus datang jauh-jauh.”

“Kakek, sepertinya rumah Paman Sander kosong. Teleponnya selalu ditutup.”

Klik.

Suara kecil terdengar dari balik pintu.

“Hei, bodoh! Kamu di rumah, kan?”

“Buka pintunya, bodoh!”

'Pergi saja. Kamu yang bodoh.'

Fasha menarik napas dalam, batuk dua kali, lalu menekan nomor Sander. Sambungan terhubung dalam hitungan detik.

“Sander…”

Isak tangis di seberang telepon membuat alis Sander langsung berkerut. Ruang rapat yang semula tegang kini membeku.

“Ada apa?”

“Ada orang jahat menggedor pintu. Aku takut…”

Sander menatap layar kunci pintu di ponselnya. Kilin. Menggedor sambil berteriak “idiot” berkali-kali.

“Tenang.. kamu kembali saja ke kamar tidur.”

“Oke…”

Beberapa orang di ruang rapat saling bertukar pandang. Hanya beberapa kata, tetapi nada lembut itu jelas terasa.

“Mereka sangat merepotkan, aku tidak ingin melihat orang munafik itu, Chris, urus ini.”

“Baik, Tuan.”

Ruang rapat kembali riuh. Semua orang tahu bagaimana George ‘pensiun’.

Pria itu menyeret orang lain hanya demi kepentingan sendiri, itu merupakan tindakan menjijikkan.

Sementara itu, Fasha berjongkok dan menggambar beberapa panel tambahan. Di luar, suara Kilin semakin menjengkelkan.

“Terus terang saja, kamu cuma menjual diri. Sander mungkin tertarik sekarang, tapi itu tidak akan lama. Jangan bermimpi dia menyukaimu. Dia bisa menyukai siapa saja—kecuali orang bodoh.”

“Heh, bagaimana kalau aku kenalkan jalan yang lebih baik? Banyak orang menyukai tipe sepertimu. Bodoh dan penurut. Kalau Sander tak peduli, mau ‘menjual’ diri di rumah atau di luar juga sama saja.”

“Ayo buka pintunya. Biar aku ajari.”

'Bangsat!, dia pikir aku siapa Huh!'

Fasha meletakkan tabletnya dengan hati-hati. Amarahnya mendidih. Ia hampir muntah karena jijik.

Bip.

Kunci pintu terbuka.

Kata-kata kotor itu terhenti. Fasha mundur selangkah, menatap Kilin yang tersenyum menyeringai.

“Bagaimana kamu bisa masuk?”

“Kata sandinya masih tanggal kematian nenek, ya? Menyedihkan. Tukang jagal pembawa sial. Harusnya dia mati sekalian.”

“Jangan pernah bicara tentang Sander.”

Suara Fasha dingin, tatapannya kosong seperti milik orang mati.

Kilin tertawa pelan. Pandangannya meluncur ke tulang selangka Fasha yang cekung. Matanya menggelap.

“Mungkin… kamu menarik juga.”

Senyumnya baru terbentuk ketika—

Plak.

Tamparan keras mendarat di wajahnya.

“Menjauhlah. Kau kotor.”

“Kotor?”

Kilin membuka kancing jasnya, memutar pergelangan tangan, senyumnya menjijikkan.

“Sander tidak di rumah. Temani aku saja.”

Buk!

Sikut Fasha menghantam rusuk Kilin, disusul lutut yang terangkat keras. Kilin menjerit kesakitan.

“Sialan! Kau cari mati?”

Tanpa ragu, Fasha menendang dadanya lagi.

'Sampah memang pantas disingkirkan.'

Kilin terhuyung, mengepalkan tinju ketika pintu depan tiba-tiba terbuka dan menunjukkan tatapan dingin Sander yang menyapu ruangan.

“Paman..”

Sekejap, Fasha berubah. Ia menggigit bibir, air mata menggenang, lalu membenamkan wajah ke dada Sander.

“Sander… sakit… semuanya sakit…”

1
Erna Masliana
tamat??? masalah kan belum beres, proyek belum diluncurkan.. masalah tanah juga belum.. identitas Fasha asli belum terbongkar secara gamblang di depan Sander.. Sander dan Fasha belum bersatu sebagai keluarga yang bahagia
Erna Masliana
rasakan
Erna Masliana
bunuh aja s George bakar 😡
Erna Masliana
dia nyari gratisan
Erna Masliana
kurang harusnya selain di penjara digebukin juga terutama anaknya tuh.. malah lolos kabur lagi
Erna Masliana
kesayangan mu tolol masih kekeuh mau jadiin dia pemimpin perusahaan?? yang ada hancur perusahaan.. bangkrut
Erna Masliana
sengaja..lagi 💪
Nunung Elasari
Mudah2an ada karakter laki2 lain, saingan sanders🤣
Andriyati
kalian yg gak sadar diri,, di mata sander dan orang lain kalian lebih menjengkelkan,, seenak nya aja
Puch🍒❄
jujur kecewa sih knp endnya harus gini banget ini salah 1 cerita yg aku tunggu2 updet nya loohhhh tp endingnya mengecewakan banget🥺😭 ini sih bukan ending tp ngegantung ceritanya gk ada kejelasan sama sekali ih gk like deh aku😭👊
@Biru791
maksa bgttt udahan nyaa ihhhh
Ari Peny
wah kok end 😭😭😭
Lynn_: Maaf ya kak, memang dipaksakan end karna retensi dari awal kecil.. Terimakasih sudah membaca🙏☺️
total 1 replies
Fahreziy
👣👣👣👣
sya
masa cuma 10cm cuma bisa liat rahang. gw aja 152 beda 20cm lebih bisa nyampe telinga cowok gw yang 170an lebih
@Biru791
ihhhh ayo dongsss uppp
Nur Hayati
kak kapan up.. sayang sudah mulai terbuka misterinya jangan ke putus... selesaikan kak
@Biru791
ihh kapan up jngan di lupain dongsss kgn fashaa
SYBHSSMN
kok udh gk pernah uptade thorrr🤔
@Biru791
thour ayo dong up yg ini jangan d lupain
@Biru791
kapan lah up lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!