NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

   Apa yang sedari awal Nafis khawatirkan terjadi juga. Sepanjang hari ini seluruh acara gosip di televisi maupun media sosial penuh penah berita dirinya yang tertangkap kamera bertemu dengan Farid.

  Kondisinya yang kacau akibat belum bisa bertemu putrinya semakin kacau saja. Niat awal yang ingin istirahat dulu di Magelang semalam dia batalkan. Dalam otaknya hanya ingin secepatnya sampai di rumah orang tuannya dan menjelaskan apa yang terjadi.

   Andini sudah menawarkan diri untuk menemaninya tapi, dua tolak. Nafis ingin bicara sendiri pada bapak dan ibunya. jika Andini ikut dia yakin begitu sampai Andini akan langsung berbicara ngalor ngidul sama bapaknya.

   Rasa lelah tidak dia hiraukan. Asal kang Tejo masih kuat nyetir dia akan terus ke kaliurang. Beruntung kang Tejo masih sanggup.

  Dia terkejut begitu memasuki halaman rumah orang tuanya. Ada mobil asing disana. Tapi, begitu melihat siapa pemiliknya dia semakin tidak karuan. Farid dan Ahmad ada di kediaman orang tuanya. Buat apa ?"

   " Mas Ahmad ngapain kesini ?" Ucapnya begitu menjumpai Ahmad yang duduk di teras rumah orang tuanya.

   " Eh Mbak Nafis. Nganterin pak bos "

   " Ngapain ke rumah orang tua saya ?" Nafis memijit pelipisnya yang terasa begitu sakit.

   " Saya juga kurang tau mbak "

  Nafis memilih bergegas masuk ke dalam. Terlihat Farid berbicara serius dengan bapaknya di ruang tamu. Nafis segera mendekat, mengucap salam dan menyalami tangan bapaknya dengan takzim.

   " Mas Farid kenapa kemari ?"

   " Saya hanya mencoba menjelaskan semuanya sama orang tua mbak Nafis agar tidak salah paham dan kemankan berita yang ada " Nafis menghela nafas.

  " Demi Allah bapak, Nafis tidak berbuat yang tidak-tidak. Berita itu bohong pak."

  " Iya nduk bapak percaya sama kamu tapi, bagaimana jika suami dan mertuamu melihat ini nduk ?"

  " Deg..." ya Nafis juga baru menyadarinya.

  " Bapak tidak usah khawatir, saya akan segera melakukan pers conference untuk memperbaiki nama mbak Nafis pak"

   " Demi Allah saya itu pasien beliau. Jika kami tertangkap kamera di bandara internasional Juanda, memang kami ada dalam penerbangan yang sama. Dari Juanda ke Ahmad Yani semarang pak. Saya tidak tega melihat beliau kelimpungan seorang diri pak, terlebih beliau dokter psikologi saya "

   " Kelimpungan karena apa nduk ?" Bibir Nafis kelu.

   " Maaf pak Nafis masuk dulu " Nafis bergegas masuk kedalam kamarnya. Itu tentu membuat pak Jatmiko Khawatir.

   " Ini ada apa to sebenarnya nak Farid ?"

   " Ada problem besar yang beliau hadapi pak, akan tetapi saya tidak berani menyampaikan. Nanti biar beliau sendiri yang akan berbicara sama bapak. Tolong sampaikan saja sama beliau pak. Saya besok akan melakukan jumpa pers jika beliau berkenan bisa sekalian ikut untuk mengklarifikasi berita yang ada."

   " Baiklah nak Farid. Saya percayakan semua kepada njenengan ya ?"

   " Iya bapak, kalau begitu saya permisi "

  Sepanjang sore hingga malam Nafis tidak keluar dari kamarnya. Tentu itu membuat orang tuanya khawatir. Terlebih meski kondisi sepanas ini keluarga Hanafi tidak ada yang menghubunginya.

  Pak Jatmiko sudah berkali-kali mengetuk kamar putrinya tapi, tak ada respon. Bahkan rengekan Naufal tak mempan, beruntung Naufal bisa di tenangkan oleh eyang putrinya.

   Adzan maghrib berkumandang, Nafis baru beranjak dari kamarnya. Dia keluar untuk mengambil air wudhu, karena pak Jatmiko selalu mengajarkan agar jangan Wudhu di kamar mandi. Dirumah ini bahkan ada tempat khusus untuk berwudhu.

  Nafis keluar pun setelah memastikan seluruh anggota keluarganya sedang menjalankan sholat maghrib berjama'ah di mushola samping rumah bapaknya.

  Nafis kembali menengadahkan kedua tangannya usai menunaikan sholat maghribnya. Memohon ampun dan pertolongan dari yang Maha kuasa.

   " Ya Rabb... Beri aku kekuatan jika memang engkau hendak menakdirkanku demikian. Aku ihklas atas segalanya ya Rabb. Semoga ujian ini membuatku semakin istiqomah dan tidak membuatku menjauh darimu " Ucapnya di penghujung doanya.

   Tanpa Nafis sadari, rupanya sedari tadi Angga kakak keduanya berdiri tertegun di belakangnya. Angga yang menyadari adiknya kelaur kamar, bergegas menyusul adiknya usai dia menyelesaikan sholat maghribnya. Lega saat mengetahui adiknya tidak lagi mengunci pintu kamarnya.

   " Dek..." Nafis menoleh, dia terkejut melihat sudah ada kakaknya duduk di kasur.

  " Sini..." Dengan lembut Angga menepuk kasur adiknya. Nafis menurut, karena sedari dulu memang dia paling dekat dengan Angga.

   " Duduk dan cerita sama mas, kamu kenapa ?"

  Tanpa aba-aba Nafis menubruk tubuh kekar kakaknya. Tangisnya pecah dalam dekapan kakaknya. Angga dengan sigap memeluk erat adiknya. Dia tau hidup adiknya sedang tidak baik-baik saja.

   " Mas tau kamu sedang menangung beban yang begitu berat, cerita sama mas dek, biar lega " Ucap Angga sembari mengusap air mata adiknya.

  " Janji mas Angga nggak akan marah ?" Angga tersenyum. Ternyata meskipun sudah memiliki 2 orang anak, nyatanya Nafis masih tetap saja adik kecilnya yang selalu takut dia marah.

  " Aku bingung mau memulainya dari mana mas. Jujur saja aku buntu mas, pikiran aku kacau mas. Aku takut..." Angga kembali memeluk adiknya. Jujur dia di buat menerka-nerka apa yang menyebabkan adiknya begini.

  " Apa yang kamu takutkan dek ?"

  " Takut membuat bapak dan keluarga kita malu mas "

  " Soal gosip itu ?"

   " Salah satunya iya mas. Demi Allah beliau itu pasienku mas "

   " Ia mas percaya, kamu tidak mungkin melakukan itu, biar nanti mas yang bicara dengan Hanafi kalau kamu takut Hanafi marah " Nafis mengeleng.

  " Kenapa ?"

  " Sebenarnya aku sudah 5 bulan pisah sama mas Hanafi mas. Aku sudah tidak tinggal di Pati " Angga tentu terkejut dengan ucapan adiknya ini.

   " Kenapa bisa ?"

   " Aku memutuskan menyerah dengan rumah tangga ini mas, maaf .." Tangis Nafis kembali pecah. Angga mencoba menenangkan dengan semakin erat memeluk adiknya.

   " Ada masalah apa, sampai kamu mengambil keputusan sebesar ini dek ?" Angga masih berusaha tenang.

   " Mas Hanafi..."

   " Hanafi kenapa ?"

  " Dia menikah lagi mas " Tangis Nafis semakin pecah. Sementara dada Angga bergemuruh, tak menyangka adiknya harus mengalami ini. Amarahnya memuncak.

  " Kamu tunggu disini sebentar. " Angga keluar dari kamar adiknya. Dia harus memberi tahu orang tua dan kakak tertuanya.

   Pat Jatmiko, bu Ningsih dan Eka dibuat bingung ketika Angga meminta mereka semua ke kamar Nafis. Tapi begitu melihat putrinya berlinang air mata bu Ningsih langsung memeluk putrinya itu. Dia tau Nafis gadis yang kuat jika sampai menangis begini tentu ini satu hal yang berat untuk putrinya

" Ada apa nduk, bilang sama ibu ?"

" Iya nduk, bicara biar lega. Siapa tau bapak bisa bantu kamu " dengan lembut pak Jatmiko mengusap kepala putrinya.

" Nafis sudah 5 bulan pisah rumah dengan Hanafi pak " Melihat adiknya tidak kunjung bicara membuat Angga turun tangan mewakili.

Sama seperti Angga tadi pak Jatmiko, bu Ningsih dan Eka pun terkejut.

" Maaf pak, Nafis sudah tidak sanggup meneruskan rumah tangga ini. Maaf Nafis akan membuat bapak malu . Nafis menyerah pak, Nafis lelah " Pak Jatmiko mengambil alih Nafis dari dekapan istrinya. Ia yakin jika sudah begini pasti sesuatu yang basar telah terjadi. Putrinya bukan perempuan manja yang mudah menyerah karena satu hal. Dia yakin jika Nafis mengatakan dia menyerah, berarti ini memang lah teramat berat.

" Cerita sama bapak, kenapa sampai mengambil keputusan sebesar ini nduk ?"

" Mas Hanafi..." Nafis terlihat tidak sanggup meneruskan kata-katanya.

" Hanafi kenapa nduk ?"

" Hanafi menikah lagi pak " Semua kompak menoleh ke arah Angga.

" Serius dek ?" Eka langsung mendekati adiknya.

" Iya mas "

" Astagfirullah hal adzim " Tangis bu Ningsih pecah tak menyangka putrinya harus mengalami ini. Eka bergegas memeluk ibunya.

Sementara hanya terus memeluk putrinya erat. Hatinya tersayat kala mendengar putri satu-satunya harus menerima penghianatan dari orang yang dia percaya menjaga hidup putrinya setelah dirinya.

" Apa alasan Hanafi menikah lagi dek ?" Eka mencoba meredam amarah yang begitu membuncah didada.

" Ini kemauan umminya Hanafi mas." jawab Nafis usai sedikit lebih tenang.

" Maksudnya ?"

" Beliau ingin mempunyai menantu yang bernasab kyai besar pak. "

" Gila..." Ucap eka sembari memukul lengan kursi.

" Sudah berapa lama nduk ?" Giliran bu Ningsih yang bertanya.

" Tepatnya Nafis juga tidak tau bu. Karena 5 bulan lalu saat meminta ijin itu Nafis pikir baru wacana. Ternyata mereka sudah nikah siri dan waktu bu Aminah bilang ke Nafis itu adalah untuk menikah resmi "

" Kenapa kamu bisa kecolongan nduk, apa tidak ada sikap Hanafi yang mencurigakan ?"

" Mas Hanafi selama ini memang lebih banyak berada di rumah umminya pak. Sejak menikah mas Hanafi lebih banyak mengikuti umminya, sampai-sampai di pecat dari tempat dia bekerja pak"

" Dia jarang pulang dek ?" Nafis mengangguk.

" Katanya membantu usaha ummi mas. Sejak awal menikah semua hal dalam rumah tangga kami di putuskan oleh ummi. Termasuk dalam hal keuangan, itu yang membuat Nafis kembali menerima tawaran mengisi seminar bu. Karena uang yang Mas Hanafi berikan sama sekali tidak menyukupi kebutuhan rumah tangga kami. Dan karena alasan Nafis terlalu sibuk itulah ummi mencarikan istri baru untuk mas Hanafi pak "

" Kalau Nafis tidak bekerja lalu dengan apa kami membayar Administrasi pondoknya Zizah yang lumayan besar itu bu. Baru 4 bulan Nafis blokir ATM yang mas Hanafi pegang saja sudah nunggak 20 juta lebih." Semua orang geleng-geleng.

" Lalu selama ini kamu tinggal di mana ?"

" Rencana Allah memang luar biasa pak, dua bulan sebelum semua ini terjadi, ada teman yang menawarkan rumahnya ke Nafis karena dia harus pindah ikut suaminya. Alhamdulillahnya Nafis juga ada rejeki, tidak taunya rumah itu menjadi pelarian Nafis bu. Jadi selama 5 bulan ini Nafis dan Naufal tinggal Di Magelang."

" Kenapa nggak pulang kesini nduk, ada bapak dan ibu juga mas-mas mu yang bisa bantu kamu "

" Maaf pak, Nafis takut membuat bapak malu"

" Sekarang rencana kamu apa ?"

" Mencari Zizah mas. Ummi mengasingkan Zizah entah kemana ?"

" Ya Allah "

" Maaf njeh pak, bu. Nafis menyerah dengan rumah tangga ini. Sudah satu bulan lalu Nafis mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama pati."

" Iya nduk, lebih baik begitu dari pada kamu tersiksa. Sudah cukup ya, besok- besok kalau ada apa-apa bilang sama bapak dan mas-mas mu. Jangan di pendam sendiri dan merasa kuat berdiri sendiri. Kamu masih punya kami. " Pak Jatmiko memeluk putrinya dengan erat.

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
Lee Mba Young
yg pling enak ttp istri ke 2. gk ngrasain sakit, pasti di perhatikan. trus anaknya yg lahir enak gk broken home. dan ortu istri ke 2 mlh ttp dukung 🤣🤣. agama buat tameng menghalalkan poligami tanpa dng nyakiti istri pertama.
semoga kluarga istri ke 2 dan kluarga suami zalim dpt karma.
Kasih Bonda
next Thor semangat
echa purin
👍🏻
Yani
makanya bu aminah klo ngaji yo jgn cm setengah setengah segala hadist diartikno dewe lah salah kaprah makan byk korban 🤭🤭
Lee Mba Young
mereka para orang ngerti agama tp nyakiti perempuan lain tega ya. sekarang sdh tau kan kl hanafi Ada istri tp ttp di lanjut kan.
kl ortu istri ke 2 punya harga diri hrse cerai kan anak nya bukan mlh laki orang Mau di bawa pulang. alasan ae buat di didik. aslinya ya biar menang istri 2 dpt hanafi sepenuhnya tanpa berbagi. pasti alasan hamil di pake buat itu. istri ke 2 pling jg gk Mau ngalah merasa menang krn istri pertama mundur.. semoga dpt karma orang ngerti agama tp pada bejat.
Lee Mba Young
hanafi Dan istri ke 2 kayak insan Dan inara. 🤣. yg ke 2 gk Mau ngalah, mlh ortu minta hanafi ikut ke kudus biar 100% hanafi hidup bhgia dng istri ke 2.

nunggu karma nya, semoga anak Dr istri ke 2 gk lahir normal kasian anak Dr istri pertama dpt saudara tiri Dr Pelakor.
ya Pelakor Mau se sholehah apa pun wanita kl sdh merusak rumah tangga orang lain ttp Pelakor Dan ortu perempuan ttp mendukung 🤣🤣 Gila sih label kyai sekarang serem serem dng dalil agama.
kalea rizuky: baru mau komen gini/Shame/
total 2 replies
Lee Mba Young
hrse di laporkan di penjara tu hanafi Dan istri ke 2 krn nikah model bgitu.
Lee Mba Young
pas nikah apa gk di check ktp nya. trus sekarang yg enak istri ke 2 dong. 🤣.
hrse cerai semua, istri ke 2 tau diri nglepas hanafi bukan me lanjut kan pernikhan. mang dasarnya istri ke 2 doyan saja.
kl takut melukai ya hrse pisah.
hanafi me lanjut kan dakwah eh siapa yg Mau denger dakwah laki model bgitu. yg di omongin pasti poligami tok🤣. ustad cabul.
Mayra Zahra: jaman sekarang kayak gini banyak ya kak, terlalu percaya tampang dan harta saja. sesama. ngeri-ngeri sedep 🤭🤭
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
La Rue
nah lho Hanafi
Lilik Lailiyah
ayo up lagi kak,tak kasih vote biar semangan up nya
Mayra Zahra: terima kasih banyak kak
total 1 replies
Lilik Lailiyah
mantap nafis
Lee Mbaa Young
Bagusss, 👍👍👍👍. biar jd gembel mereka.
Lilik Lailiyah
ayo kak ditunggu lanjutannya
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
Lilik Lailiyah
nyesek banget ceritanya, ayo kak di tunggu lanjutannya
Kasih Bonda
next Thor semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!