Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.
Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Edward sontak tercengang, menatap ketiga pria di depannya lekat-lekat.
Si pria botak melemparkan pistol itu pada Edward. "Kau boleh memiliki pistol itu. Itu sebagai jaminan jika kami tidak akan menyakitimu. Sekarang lanjutkan ucapanmu.”
Edward mengamati pistol saksama, berpikir selama beberapa waktu. Saat tidak lagi menemukan jalan lagi, ia akhirnya memilih untuk jujur.
"Ya, aku dan Xander adalah teman masa kecil. Kami berasal dari panti asuhan yang sama. Saat remaja kami berpisah dan menjalani kehidupan kami masing-masing. Sekitar lima tahun lalu, kami bertemu saat dia mencari sebuah kelompok. Akan tetapi, kami ternyata berada di jalan yang berbeda sehingga kami saling bertarung satu sama lain sampai akhirnya aku, ayahku, dan teman-temanku berada di jerat Alexander."
"Osvaldo Tolliver menyelamatkan kami karena dia sempat bersitegang dengan Alexander. Akan tetapi, dia tiba-tiba saja bekerja sama dengan Alexander. Menurut kabar yang aku dengar, keputusan itu terjadi setelah dia bertemu dengan orang-orang aneh. Setelah itu, Osvaldo Tolliver pergi ke kediaman Alexander. Aku mendengar mereka bekerja sama dalam bidang penciptaan alat-alat canggih."
"Alat-ala canggih?" gumam si pria botak. "Alexander merupakan anggota UltraTech sebelumnya. Setiap anggota baru akan ditugaskan untuk membuat dan mengembangkan alat-alat canggih sebagai ujian awal guna naik level."
"Apa kau tahu siapa orang-orang aneh itu?" tanya anggota 0046 sembari mendekat selangkah. Ia mulai mendapatkan petunjuk.
"Aku tidak tahu siapa orang-orang itu, tetapi mereka datang dengan berpura-pura sebagai tamu Osvaldo Tolliver. Sempat terjadi pertarungan sebelum akhirnya mereka justru bekerja sama. Keberadaan mereka sangat rahasia ketika berada di kediaman Osvaldo Tolliver. Orang sepertiku tidak akan bisa bertemu dengan mereka. Mereka juga datang dengan penyamaran. Selain itu, seseorang sempat menyusup ke kediaman Osvaldo Tolliver dan disekap di sana selama beberapa hari. Namun, orang itu dibebaskan setelahnya."
"Katakan lebih lanjut mengenai Osvaldo Tolliver. Aku mendengar dia memiliki kemampuan meramal masa depan."
"Dia memang memiliki kemampuan meramal masa depan. Akan tetapi, kemampuannya yang lebih hebat adalah dia mampu menggunakan kemampuan sihir. Hanya dengan bermodalkan darah dan rambut, dia bisa membunuh seseorang tanpa menyentuh."
Ketiga anggota Galata itu saling bertatapan sesaat.
"Osvaldo Tolliver memiliki dua sisi yang sangat bertentangan. Dia memiliki keterkaitan dengan hal-hal berbau mistis, tetapi dia justru mengembangkan banyak alat-alat canggih, termasuk robot-robot di rumahnya."
Ketiga anggota Galata itu kembali saling bertatapan. Informasi yang mereka dapatkan berbeda dengan informasi yang sudah mereka kumpulkan.
Anggota 0046 menunjukkan rekaman video dari anggota-anggota Osvaldo Tolliver, salah satunya adalah Caesar.
"Keteranganmu sangat berbeda dibandingkan dengan keterangan dari orang-orang ini. Mereka sama sekali tidak mengatakan jika Osvaldo Tolliver bekerja sama dengan Alexander, mengembangkan robot-robot, dan juga memiliki kemampuan dalam membunuh seseorang tanpa menyentuh."
Edward terkejut. "Aku sama sekali tidak berbohong. Aku mengatakan yang sebenarnya."
"Dia memang tidak berbohong," ujar anggota 0047 sembari menunjukkan layar. "Akan tetapi, anggota Osvaldo Tolliver juga tidak berbohong."
"Dua keterangan yang berbeda. Kemungkinannya adalah salah satu keterangan benar dan yang lainnya salah, atau dua keterangan salah," sahut anggota 0048 sembari membuka beberapa folder video di layar hologram.
Edward mengamati ketiga pria asing di depannya. "Apa yang mereka lakukan? Kenapa mereka menggerakkan jari-jari mereka di ruang kosong? Mereka seolah sedang menyentuh sesuatu. Selain itu, siapa mereka sebenarnya dan kenapa mereka mencari Osvaldo Tolliver?"
"Apa kau yakin Osvaldo Tolliver mengembangkan alat-alat canggih, termasuk robot?" Anggota 0047 bertanya.
"Aku sangat yakin. Aku melihat robot-robot berkeliaran di kediamannya. Aku juga berlatih dengan para robot.”
Ketiga anggota Galata itu kembali saling bertatapan, mengangguk.
"Keputusanku untuk menolongmu ternyata tidak salah. Kau memberikan informasi yang berguna untuk kami." Si pria botak tertawa.
"Tunggu, siapa kalian sebenarnya, dan kenapa kalian mencari tahu soal Osvaldo Tolliver?" Edward memaksakan berdiri.
"Kau tidak perlu tahu siapa kami sebenarnya. Kau hanya perlu diam." Anggota 0048 bersiap dengan sebuah pistol. "Aku akan menghilangkan ingatanmu agar kau tidak memberitahu siapapun soal kami.”
"Tunggu." Anggota 0046 alias si pria botak menahan tangan anggota 0046. "Aku mengerti sekarang. Osvaldo Tolliver tampaknya mengubah ingatan para anggotanya, termasuk sampah ini. Karena sampah ini terluka dan nyaris mati, ingatannya kembali."
"Jadi, maksudmu ingatan sampah ini adalah kebenaran dan informasi yang kita dapatkan adalah hasil rekaan. Dengan begitu, Osvaldo Tolliver memang tahu jika dia akan diincar oleh kelompok kita," ujar anggota 0047.
Anggota 0048 menatap Edward sesaat, tersenyum. "Kita harus segera melaporkan hal ini pada ketua secepatnya.”
"Tidak, kita masih harus melakukan sesuatu lebih dahulu. Kita akan memeriksa kediaman Osvaldo Tolliver untuk menemukan bukti yang memperkuat perkataan sampah itu." Anggota 0046 menoleh pada Edward. "Jika kita tidak mendapatkan petunjuk apa pun, kita akan melaporkan pada ketua dan meminta bantuan dari orang-orang berkemampuan khusus."
Edward hanya terdiam dengan kebingungan. Ia mengamati ketiga pria asing di depannya bergantian, mencoba menerka apa yang terjadi padanya sebenarnya. "Tuan-tuan, apakah kau bisa meminta tolong pada kalian? Aku ingin kalian membebaskan keluargaku dan teman-temanku dari kediaman Osvaldo Tolliver. Setelah itu, aku tidak akan merepotkan kalian lagi."
Anggota 0048 berdecak, menampar Edward. "Dasar brengsek! Berani sekali sampah seperti kalian memerintahkan kami! Kau tidak mengerti bagaimana nasibmu sekarang!"
"Segera hapus ingatan sampah itu sekarang juga sebelum dia bertindak merepotkan kita!" ketus anggota 0047.
"Baiklah, kami akan mengeluarkan keluargamu dan teman-temanmu." Si pria botak tersenyum, memberi tanda pada kedua rekannya yang akan protes.
"Terima kasih, Tuan." Edward merasa sangat lega meski dirinya dilanda ketakutan sekarang. Melihat gerak-gerik orang itu, dia merasa mereka bukanlah orang biasa.
"Ikut dengan kami sekarang. Kita akan pergi ke kediaman Osvaldo Tolliver." Si pria botak meninggalkan gubuk.
"Apa yang kau rencanakan sebenarnya?" tanya anggota 0047, "kenapa kau justru memungut sampah itu? Dia tidak lagi berguna untuk kita."
"Aku yakin dia masih bisa berguna untuk kita. Dia adalah teman dari Alexander Ashcroft, dan aku yakin Alexander terlibat dengan Osvaldo Tolliver dan orang-orang aneh itu. Jika dia bertingkah macam-macam, kita bisa dengan mudah menghabisinya."
Edward terkejut saat keluar dari gubuk. Ia remang-remang dan kegelapan hampir di sekelilingnya. Ia bergegas memasuki mobil, dan secara tiba-tiba dirinya merasakan kantuk.
Mobil melaju sangat cepat. Sebuah portal mendadak muncul dan menyerap kendaraan.
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍