Fei Xing berasal dari abad masa depan—tahun 3080—dimana hampir semua aspek kehidupan dikuasai oleh mesin pintar canggih.
Kemajuan teknologi yang terlalu cepat mengakibatkan banyak kerusuhan dan konflik di seluruh dunia.
Ayahnya, seorang profesor jenius di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan sebuah sistem canggih yang terpasang pada jam pintar Fei Xing.
Tujuan utama penciptaan sistem itu adalah untuk melindungi anaknya dengan mengirimkannya pergi dari tahun 3080 yang penuh bahaya.
Di dunia baru ini, Fei Xing bebas mengendalikan sistemnya sesuai keinginannya.
Sistem kecerdasan buatan ini sangat pintar dan memiliki protokol dasar: tidak boleh menyakiti atau melawan tuannya.
Dalam kurun waktu 100 tahun, Fei Xing sudah sering melakukan perjalanan lintas dunia—dari zaman modern, masa lalu, hingga dunia saat ini—hanya untuk bertahan hidup dan mengembangkan kemampuannya.
Namun Sistemnya membutuhkan energi untuk tetap beroperasi dan menjaga kelangsungan hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dunia Zombie
Mobil jip pemimpin yang dikemudikan Hu Kang melaju dengan gesit melalui jalan-jalan kota B yang sepi dan penuh reruntuhan.
Roda mobil menabrak batu dan pecahan kaca dengan suara berisik, namun Hu Kang tetap fokus pada jalan di depannya, tangan kanannya erat menggenggam setir sementara kaki kirinya siap menekan pedal saat diperlukan.
"Jalan lurus sedikit, lalu belok kanan di persimpangan berikutnya!" teriak salah satu anggota tim dari kursi belakang, yang sedang memantau peta di layar kecil yang masih berfungsi.
Sarah, wanita berambut pirang yang baru saja menghadapi zombie dengan kapak besar,duduk di kursi depan sebelah Hu Kang.
Dia sering melihat ke arah belakang melalui kaca mobil, memeriksa dua mobil jip lain yang mengikuti di belakang mereka.
"Kalian baik-baik saja kan? Tidak ada yang terluka atau terganggu kan?" tanyanya dengan nada yang penuh perhatian, menoleh sebentar ke arah tiga pria yang duduk di kursi penumpang belakang.
"Kita tidak apa-apa, Sarah!" jawab seorang pria dengan wajah penuh lelah namun tetap tegar."Hanya sedikit kelelahan saja. Tapi kita bisa bertahan sampai ke markas."
Yang lain mengangguk setuju. "Ya, kita sudah terbiasa dengan situasi seperti ini. Yang penting kita berhasil mendapatkan persediaan makanan dari supermarket itu."
Sarah mengangguk dan kembali melihat ke depan, kemudian menoleh pada Hu Kang yang wajahnya tetap tanpa ekspresi seperti biasa."Kita akan kembali ke Markas Kota A Kapten?"
"Ya," jawab Hu Kang dengan suara yang rendah namun jelas. Tak jauh di depan, sebuah zombie berjalan lambat menghalangi jalan utama.
Tanpa ragu atau ragu, Hu Kang menekan pedal gas dengan kuat. Mobil melaju semakin cepat, menabrak zombie itu dengan keras.
Dalam sekejap, tubuh zombie itu hancur berkeping-keping dan berubah menjadi abu yang terbawa angin oleh kecepatan mobil. Kristalnya yang kecil muncul sejenak sebelum menghilang tanpa bekas.
"Kota B sudah tidak aman lagi untuk kita tinggal lama," lanjut Hu Kang sambil menyetir dengan gesit menghindari mobil truk yang terbalik di tengah jalan."....Kita perlu kembali ke markas untuk melaporkan situasi dan mengumpulkan pasukan baru sebelum bisa kembali melakukan operasi pengumpulan persediaan."
Sarah mengangguk tanpa berkata apa-apa lagi. Dia tahu bahwa Kapten Hu Kang selalu membuat keputusan terbaik untuk kelangsungan hidup kelompok mereka, meskipun terkadang cara kerjanya terasa terlalu dingin dan tidak menghiraukan emosi.
Iring-iringan mobil jip terus melaju dengan cepat, meninggalkan kota B yang semakin jauh di belakang mereka.
Mesin mobil berbunyi kuat mengatasi jalan yang rusak, membawa mereka menuju arah Kota A.
[Tuan, ini adalah laporan dari percakapan yang saya dengar dari kelompok yang mengendarai mobil jip: mereka berasal dari Markas Kota A, telah berhasil mendapatkan persediaan makanan dari supermarket di Kota B, namun kehilangan tiga anggota karena tergigit dan berubah menjadi zombie. Pemimpin mereka bernama Hu Kang, dan mereka sedang dalam perjalanan kembali ke Kota A untuk melaporkan situasi serta mengumpulkan pasukan baru.]
Sistem melaporkan semua informasi dengan jelas saat Fei Xing berjalan meninggalkan kota, melepas sepatu rodanya dan mulai berjalan dengan langkah santai menuju markas hutan.
Dia mengangkat tangannya untuk membuka helm pelindungnya—wajahnya tampak lelah namun penuh kepuasan.
"Baik, simpan informasi itu dengan baik. Kita mungkin akan membutuhkannya nanti," jawab Fei Xing sambil menarik napas dalam-dalam udara segar hutan. "Hari ini kita mendapatkan cukup banyak kristal. Saya sangat ingin mandi dan bersih."
Setelah hampir setengah jam berlalu, Fei Xing muncul dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar dan mengenakan pakaian santai.
Dia berjalan ke arah ruang makan dan duduk di kursinya, mata langsung tertuju pada tumpukan kristal dengan aneka warna yang bersinar di atas meja—mulai dari bening, kuning keemasan, merah muda, hingga beberapa yang berwarna biru tua pekat.
[Tuan, proses penyerapan energi dari kristal sangat sederhana. Anda hanya perlu menyentuh kristal-kristal tersebut dan mengalirkan energi alami dalam tubuh Anda untuk menarik dan menyerap energi yang terkandung di dalamnya.]
Fei Xing mengangguk dan mengeluarkan tangan kanannya, menaruhnya dengan lembut di atas tumpukan kristal yang berkilauan indah.
Dia menutup mata sejenak, fokus untuk mengalirkan energi yang ada di dalam dirinya ke arah kristal-kristal itu.
Segera setelah energi tubuhnya menyentuh kristal, sebuah kilatan cahaya terang menyala dari seluruh permukaan kristal. Warna-warni yang berbeda mulai menyatu dan mengalir ke dalam tubuhnya melalui ujung jarinya.
Sensasi hangat menyebar ke seluruh tubuhnya, seperti sedang diselimuti oleh sumber energi yang tak terbatas.
[Ding! Memulai proses penyerapan energi kristal...]
[Proses 25%... Energi sistem sedang diperbarui...]
[Proses 50%... Data dan fitur sistem sedang ditingkatkan...]
[Proses 75%... Level perlindungan tubuh meningkat secara signifikan...]
[Proses 100%... Penyerapan selesai!]
[Informasi pembaruan:]
[- Semua data dan sistem operasional telah diperbarui menjadi versi terbaru, performa meningkat hingga 80%]
[- Level perlindungan tubuh dan baju pelindung telah ditingkatkan melampaui batas sebelumnya]
[- Fungsi tubuh Tuan telah mengalami evolusi ke tahap yang lebih tinggi. Sebelumnya berada di tingkat SSS, kini telah melampaui kategori tersebut menjadi tingkat yang belum pernah tercatat dalam sistem.]
[- Mohon maaf, Tuan—meskipun energi kristal sangat besar, sistem masih belum dapat memperbaiki fungsi waktu dan pintu dimensi. Medan ruang-waktu di dunia ini tetap tidak stabil dan tidak dapat ditembus.]
Fei Xing membuka matanya dengan perlahan, namun wajahnya segera kembali memburuk. Dia menarik tangan nya dari atas meja—kristal-kristal yang tadinya penuh warna kini telah menjadi putih keruh dan rapuh, hancur menjadi debu saat disentuh.
"Apa dengan dunia sialan ini?!" seru dia dengan suara yang penuh kemarahan dan frustrasi. Dia menepuk meja dengan tangan kanannya, membuat meja sedikit bergetar.
".......Kita mendapatkan kekuatan yang luar biasa, sistem kita semakin baik, tubuhku bahkan berevolusi lebih tinggi dari sebelumnya—namun kita tetap tidak bisa keluar dari sini?! Apa gunanya semua kekuatan ini jika kita tetap terjebak di dunia yang hancur seperti ini?!"
Sistem terdiam sejenak sebelum menjawab dengan nada yang penuh pengertian.
[Tuan maaf... saya juga tidak mengerti mengapa medan ruang-waktu di sini begitu sulit untuk ditembus. Namun setidaknya dengan kekuatan yang baru ini, kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bertahan hidup dan mungkin menemukan cara lain untuk memecahkan masalah ini. Kita tidak sendirian di dunia ini—kelompok Hu Kang dan manusia lainnya juga sedang berjuang. Mungkin bersama mereka, kita bisa menemukan jawaban yang kita cari.]
"Bukankah ini hanya akan memaksa kita membantu manusia disini...."Fei Xing menghela nafas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri.
Sistem terdiam.namun seperti jawabnya memang seperti itu.
Dia melihat ke arah jendela rumah portabel, menatap kegelapan hutan yang mulai menyelimuti sekitarnya.
Dia tahu bahwa sistemnya benar—kekuatan baru ini bukanlah hal yang sia-sia. Namun rasa frustrasi karena tidak bisa kembali ke Villanya tetap membuat hatinya terasa berat.
Tiga hari kemudian, sebuah konvoi besar mobil jip dan truk pengangkut bergumul melalui jalan-jalan yang rusak menuju Kota B.
Hu Kang mengemudikan mobil pemimpin dengan wajah yang tetap dingin, sedang melaporkan situasi terkini melalui radio komunikasi ke markas Kota A.
"...Kita telah tiba di perbatasan Kota B, Komandan. Seperti yang saya laporkan sebelumnya, kita kehilangan tiga anggota pada operasi terakhir di sini. Kali ini kami membawa 50 orang tambahan dan kendaraan pengangkut untuk mengumpulkan persediaan sebanyak mungkin sebelum kota ini benar-benar tidak layak huni lagi," ucap Hu Kang sambil tetap fokus pada jalan di depannya.
Dari kursi sebelahnya, Sarah melihat sekeliling dengan ekspresi waspada.
Udara di Kota B terasa berbeda dari tiga hari yang lalu—keheningan yang aneh menyelimuti setiap sudut jalan, jauh lebih sunyi dari biasanya saat zombie selalu berkeliaran dimana-mana.
Anggota tim lainnya juga tampak merasa tidak nyaman, beberapa sudah mulai menyisir sekeliling dengan senjata yang mereka pegang erat.
"Kapten, ini tidak biasa," bisik Sarah dengan suara rendah. "Biasanya bahkan sebelum memasuki kota sudah bisa melihat beberapa zombie berkeliaran. Tapi sekarang... tidak ada satu pun gerakan yang terlihat."
Hu Kang mengangguk tanpa melihatnya. "Saya rasakan juga. Semua orang tetap waspada! Jangan biarkan keheningan ini membuat kita lengah. Bisa jadi ini adalah tipuan atau ada bahaya yang lebih besar yang sedang menanti kita."
Konvoi terus melaju menuju kawasan pertokoan pusat yang menjadi tujuan utama mereka. Saat mereka memasuki jalan raya utama yang dulunya ramai dengan toko-toko dan pedagang, suasana sepi itu semakin terasa mengerikan.
Tidak ada satu zombie pun yang muncul menghalangi jalan, tidak ada suara menggelegak yang biasanya mengganggu keheningan kota mati ini.
Setelah beberapa saat, mereka tiba di arena pertokoan yang luas. Semua toko dan gerai sudah kosong dan rusak, namun seperti yang mereka duga—tidak ada jejak zombie yang terlihat di mana pun.
Bahkan bekas darah atau puing-puing tubuh zombie yang biasanya ada di jalan juga tidak terlihat sedikit pun. Semua terlihat terlalu bersih untuk sebuah kota yang sedang dilanda kiamat zombie.
"Ming Bai!" panggil Hu Kang dengan suara yang kuat. "Gunakan kemampuanmu untuk mendeteksi apakah ada bahaya tersembunyi di area ini, atau setidaknya apakah masih ada jejak zombie di sini."
Seorang pria muda dengan wajah tampan namun sedikit lemah berdiri dari kursi belakang mobilnya. Dia menutup mata sejenak, lalu mengangkat kedua tangannya ke udara.
Sebuah aura samar berwarna hijau mulai menyebar dari tubuhnya ke segala arah, seperti gelombang energi yang menjangkau setiap sudut arena pertokoan.
Setelah beberapa detik, Ming Bai membuka matanya dengan wajah yang memucat dan ekspresi penuh kekaguman serta kekhawatiran. Dia berjalan mendekati Hu Kang dengan langkah yang goyah sedikit.
"...Kapten... tidak ada zombie di arena ini...tidak ada satu pun," katanya dengan suara yang sedikit gemetar.
"......Saya tidak bisa mencium bau zombie atau merasakan energi kehidupan yang terdistorsi dari mereka dimana-mana. Semua bersih... seolah-olah tidak pernah ada zombie yang pernah berada di sini."
Suara terkejut menyebar di antara anggota tim.
Beberapa bahkan mulai keluar dari mobil untuk memeriksa sekeliling, namun tetap dengan senjata yang siap ditembakkan kapan saja.
Hu Kang menyilangkan tangan di dadanya, matanya mengamati setiap sudut arena pertokoan dengan cermat.
Keheningan yang tidak wajar ini membuatnya merasa bahwa bahaya yang mereka hadapi kali ini mungkin jauh lebih besar daripada sekadar bertempur dengan zombie.