NovelToon NovelToon
Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Mafia
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dini Andreina

Lyra Aldebaran hanya ingin melupakan pengkhianatan yang menghancurkan pertunangannya. Namun satu malam di klub hotel mewah mempertemukannya dengan pria yang tidak seharusnya ia kenal.

Darius Baskara, Pria dingin dan berbahaya yang menguasai dunia gelap kota. Sebuah kejadian membuat mereka terjebak bersama sepanjang malam. Lyra mengira semuanya akan berakhir saat pagi datang. Ia salah,Karena bagi seorang mafia seperti Darius Baskara, sekali ia menginginkan sesuatu, ia tidak akan pernah melepaskannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Andreina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hilang

Hujan turun pelan di luar kota. Mobil hitam milik Darius berhenti di depan sebuah rumah kecil di pinggiran kota, Rumah itu sederhana. Jauh dari kemewahan mansion, Leon menoleh dari kursi depan. "Tuan… ini alamatnya."

Darius keluar dari mobil tanpa berkata apa pun.

Pintu rumah itu terbuka beberapa detik setelah ia mengetuk, Seorang wanita paruh baya berdiri di sana.

Rambutnya sudah memutih sebagian, Namun matanya lembut. Wanita itu menatap Darius dengan hati-hati.

"Anda…?"

"Darius."

Nama itu jelas membuat wanita itu mengenalinya.

Ia membuka pintu sedikit lebih lebar "Saya tahu suatu hari seseorang dari masa lalu itu akan datang."

Wanita itu mempersilakan mereka masuk, Rumahnya hangat, Namun penuh foto lama. Salah satunya membuat Darius berhenti, Foto seorang gadis remaja tersenyum cerah, Lyra,.Masih sangat muda. Wanita itu mengikuti arah tatapannya.

"Lyrabelle…".Nada suaranya penuh kasih.

"Saya memanggilnya Lyra setelah semuanya terjadi."

Darius menoleh padanya."Anda Elena Aldebaran."

Wanita itu mengangguk "Saya yang membawanya pergi malam itu." Ia duduk perlahan di kursi.

"Marcus mempercayakan putrinya pada saya jika sesuatu terjadi."

Darius menyipitkan mata "Marcus memperkirakan kematiannya?"

Elena menghela napas.

"Dunia yang dia jalani terlalu berbahaya."

Ia menatap Darius langsung."Anda pasti tahu itu."

Sunyi beberapa saat, Lalu Darius berkata,

"Ada hal lain yang ingin saya ketahui."

"Rendra."

Nama itu membuat Elena menghela napas panjang.

"Jadi dia akhirnya muncul lagi." Darius tidak berkata apa-apa. Elena melanjutkan,."Lyra dan Rendra memang saya jodohkan sejak kecil."

Leon sedikit terkejut, Elena tersenyum pahit.

"Saya hanya ingin dia memiliki kehidupan normal."

Ia melihat foto lain di meja, Foto Lyra dan seorang pria muda, Rendra."Mereka tumbuh bersama."

Nada suaranya lembut."Lyra mencintainya."

Kalimat itu diucapkan tanpa ragu,.Darius tidak bereaksi..Namun tangannya mengepal sedikit.

Elena melanjutkan dengan pelan, "Namun semuanya hancur beberapa bulan lalu." Ia menatap lantai.

"Saya memergoki Rendra…" Ia berhenti sejenak.

"...bersama sahabat Lyra."

Leon mengerutkan alis"Siapa?"

Elena menjawab pelan"Rose."

Nama itu menggantung di udara"Sahabat terbaik Lyra sejak kecil."

Darius sekarang benar-benar memperhatikan. Elena melanjutkan,."Lyra melihatnya sendiri." Matanya berkaca sedikit "Saya belum pernah melihatnya sehancur itu.".Ia menatap Darius lagi"Sejak hari itu…"

"Lyra pergi."

"Bukan hanya meninggalkan Rendra."

"Tapi juga meninggalkan kehidupan yang saya coba bangun untuknya."

Darius menatap jendela, Hujan semakin deras. Sekarang semuanya mulai masuk akal, Kenapa Lyra selalu menjaga jarak. Kenapa ia sulit mempercayai orang, Dan kenapa ketika Rendra muncul di mansion tatapan Lyra penuh luka, Elena berkata pelan,

"Dia mencintainya dengan sepenuh hati."

"Tapi pengkhianatan seperti itu…"

"...mengubah seseorang."

Sunyi memenuhi ruangan, Kemudian Elena bertanya dengan hati-hati,

"Bagaimana keadaan Lyra sekarang?"

Darius akhirnya menjawab.

"Dia ditembak."

Elena langsung berdiri dengan wajah pucat.

"Apa?!"

Darius berkata pelan,

"Dia masih hidup."

Namun ada sesuatu yang jauh lebih berbahaya dalam suaranya sekarang.

"Dan seseorang akan membayar untuk itu."

Di kejauhan petir menyambar langit. Sementara di rumah sakit Ara berdiri di lorong ICU lagi. Melihat Lyra yang masih tertidur di balik kaca. Dan senyumnya perlahan muncul kembali. Karena tidak ada yang tahu, Bahwa wanita bernama Rose yang menghancurkan masa lalu Lyra akan segera kembali.

Dan kali ini dia tidak datang sendirian.

Malam turun di rumah sakit, Lorong ICU hampir kosong, Lampu putih menyinari lantai yang dingin, Darius berdiri di dekat jendela, sementara Leon kembali dengan langkah cepat."Tuan." Darius menoleh sedikit "Ada kabar?"

Leon mengangguk. "Kami berhasil menembus server komunikasi Viktor."

Darius tidak bergerak, Leon menekan sesuatu di tabletnya, Sebuah rekaman suara mulai diputar.

Suara wanita terdengar jelas, Tenang, Dingin, Darius mengenalnya dalam satu detik.

Ara.

"Apa yang kau lakukan tadi terlalu ceroboh, Viktor."

Suara Viktor terdengar menjawab.

"Kau bilang dia akan sendirian."

Ara tertawa kecil.

"Targetnya bukan wanita itu."Sunyi beberapa detik.

Lalu Ara berkata lagi,

"Yang kita inginkan tetap sama."

"Darius."

Rekaman berhenti, Ruangan terasa membeku.

Leon menelan ludah. "Kami memastikan sumbernya…"

"...itu benar-benar dia."

Darius tidak berkata apa pun, Namun matanya berubah sangat gelap, Lebih gelap dari sebelumnya.

Ara, Selama ini berada di mansion, Dekat dengannya, Dekat dengan Lyra, Dan ternyata bekerja dengan Viktor. Darius berkata pelan,"Dimana dia sekarang?"

Leon menjawab,

"Dia masih di rumah sakit."

Tatapan Darius berubah tajam "Bagus."

Namun sebelum ia bisa melangkah pintu ICU tiba-tiba terbuka, Seorang dokter keluar dengan tergesa"Tuan Darius!" Darius langsung menoleh.

"Pasiennya sadar."

Beberapa detik kemudian Darius sudah berdiri di samping ranjang Lyra, Lampu ruangan redup, Lyra terlihat sangat pucat, Namun matanya perlahan terbuka. Tatapannya kabur.

"Dimana…?"

Suara itu lemah.

Namun jelas.

Darius langsung mendekat.

"Aku di sini."

Lyra memandangnya beberapa detik. Seolah mencoba mengenalinya, Namun kemudian alisnya sedikit berkerut.

"Apa yang terjadi?" Darius tidak langsung menjawab.

Lyra melihat sekeliling ruangan, Perban di tubuhnya.

Selang infus, Kemudian ia berkata pelan, "Aku… ingat berjalan di jalan."

"Bunga…"

Matanya mencari sesuatu, Namun kemudian ekspresinya berubah bingung, "Aku tidak ingat… setelah itu." Dokter di samping mereka berkata hati-hati, "Pelurunya menyebabkan trauma cukup serius." "Sebagian ingatan mungkin hilang sementara."

Lyra menatap Darius lagi. Namun kali ini tatapannya berbeda. Seperti orang asing mencoba memahami seseorang yang dikenalnya.

"Darius…"

Ia ragu"Kita… saling mengenal?"

Pertanyaan itu membuat ruangan terasa sunyi, Darius tidak bergerak, Namun sebelum ia menjawab Lyra berkata lagi dengan pelan "Aku ingat… seseorang."

Matanya berkabut." Rendra."

Jantung Darius seperti berhenti sesaat, Lyra melanjutkan dengan bingung,"Dia… orang yang kucintai, kan?"

Beberapa detik terasa sangat panjang. Karena satu hal yang tidak diketahui Lyra dia tidak ingat apa pun tentang Darius., Di luar ruangan Ara berdiri di ujung lorong.

Dia baru saja kembali dari tangga darurat. Dan ketika melihat wajah Darius melalui kaca ICU ia tersenyum tipis, Karena keadaan ini justru membuat rencananya semakin mudah.

1
Dini Andreina
sabar ya ka hari ini langsung banyak
Tanece Alu Bunga
update lama.kali thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!