"Aku hamil" Tiara akhirnya mengatakan rahasia yang di tutupinya selama beberapa minggu ini pada atasan sekaligus kekasihnya, Rex Hamilton, setelah kegiatan panas Mereka berdua yang baru selesai beberapa menit lalu.
Rex yang tengah mengenakan kembali pakaian dalamnya, terdiam sejenak.
"Gugurkan" Ucap Pria itu datar, tanpa melirik Tiara sama sekali.
Rex memang seperti itu, sikapnya dingin dan datar pada siapapun, termasuk pada Tiara yang telah menjadi sekretaris sekaligus teman tidurnya selama 3 tahun terakhir.
"Aku ingin melahirkan anak ini"
Rex menatapnya tajam. Pria itu kemudian menghampiri Tiara dengan langkah pelan tapi penuh ancaman.
"Hanya karena Kamu bisa naik ke ranjangku, bukan berarti Kamu bisa menjadi Nyonya Hamilton. Sadarlah dengan posisimu. Kamu hanyalah simpananku"
"Jika Kamu mau mempertahankan janin sialan itu, maka enyahlah dari hidupku. Tentukan pilihanmu"
"Aku akan mempertahankannya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jus Melon
Suami dokter Lina terkejut mendengar ucapan kasar yang di lontarkan oleh Rex. Tapi melihat betapa mencoloknya penampilan Rex apalagi ukuran badannya yang berbeda 2 kali lipat membuat Pria itu bergidik. Dia pun merangkul bahu istrinya yang masih memelototi Rex dan menariknya keluar dari sana.
"Sebaiknya Kita jangan cari masalah disini. Kita bicarakan nanti" Bisiknya kemudian Mereka pun pergi.
Rex menoleh ke arah Tiara yang sepasang matanya masih setia mengekori kepergian pasangan itu.
"Kamu kenal Mereka?" Tanya Rex, walaupun sebenarnya Dia sudah tahu tentang dokter bernama Lina itu karena Desmon sudah memberinya informasi terkait kasus kematian Zayn.
"Kenal" Jawab Tiara singkat tanpa melirik Rex. Dia pun kembali duduk karena Jayden tiba-tiba menangis.
Tiara hendak mengambil botol susu dan asi yang sudah di siapkan nya untuk Jayden tapi sedikit kesulitan. Rex kemudian berjongkok di samping Tiara dan mulai membantunya.
"Ini? Terus diapain?"
Tiara terdiam beberapa detik sampai akhirnya menjawab,
"Ini tolong masukin ke botol ini, 2 kantong, soalnya sekantong biasanya nggak cukup?"
"2 kantong?" Tanya Rex sambil melirik sinis ke arah Jayden. Rakusnya anak ini. Rex membatin.
Tiara mengerutkan keningnya dengan heran saat melihat Rex memandangi putranya sendiri dengan wajah galak seperti itu.
"Kan Jayden belum bisa makan apapun selain minum asi Pak"
"Ck! Tetep aja dua kantong sih udah abnormal" Balasnya dengan wajah cemberut sambil memasukkan dua kantong asi itu ke dalam botol dan memberikannya pada Tiara.
"Pak" Tegur Tiara.
"Iya, Ok" Rex menjawab dengan tidak senang, setelah itu kembali duduk di samping Tiara sambil menunggu nomor antriannya di panggil.
Tak lama setelahnya Nomor antrian Mereka akhirnya dipanggil. Tiara lega karena hari ini Dia memutuskan memakai seragam baby sitter, jadi sepanjang duduk di kursi tunggu tidak ada omongan-omongan aneh yang Ia dengar.
Begitu juga saat di periksa dokter, semuanya berjalan dengan lancar.
"Kita makan siang dulu, terus Kita ke kantor" Ucap Rex sambil membukakan pintu mobil untuk Tiara.
"Ke kantor? Saya mau langsung pulang aja pak. Kalau bapak mau ke kantor, Saya pulang sendiri naik taxi"
"Emangnya saya nawarin. Saya bilang Saya ke kantor sebentar buat rapat. Kamu pergi sama Saya, jadi pulang juga harus sama Saya, karena Mama nitipin Jayden ke Saya juga"
'Nggak gitu ah konsepnya, kenapa Aku harus ke kantor juga'
Sebelum Tiara sempat menjawab, Rex kembali berkata,
"Masuk, nanti Saya telat"
Tiara pun terpaksa masuk ke mobil, ekspresinya menjadi sangat jelek tapi itu justru membuat Rex lebih senang. Dia lebih memilih Tiara berekspresi kesal dari pada datar tanpa perasaan seperti mayat hidup.
Tiara tidak menyangka Rex akan membawanya untuk makan di restaurant langganan Mereka dulu. Tapi, semua itu sudah berlalu, jadi Tiara tidak terlalu ambil pusing.
Yang penting bukan Dia yang akan bayar dan perutnya kenyang, masa lalu hanyalah kenangan yang harus di anggap sebagai kenangan saja.
Rex membawa Tiara ke ruangan yang memang khusus di sediakan untuknya, jadi jika Rex tidak berkunjung ruangan itu akan tetap kosong. Restaurant ini masih di dalam lingkup bisnis keluarga Hamilton, jadi bisa dikatakan, Rex adalah pemilik tempat ini secara tidak langsung.
"Mau makan apa?"
"Apa aja, Saya nggak pilih-pilih pak" Jawab Tiara sambil membetulkan posisi Jayden yang tengah tertidur.
"Perlu di tidurin di sofa dulu nggak? Kalo kaya gitu Kamu bakal susah makannya"
"Nggak usah, nggak apa-apa"
Rex sedikit kesal dan segera berdiri untuk mengambil Jayden dari pangkuan Tiara.
"Pak!" Tiara mendesis, cara Rex mengangkat Jayden benar-benar amatir dan itu membuat Tiara panik. Bagaimanapun, Dia dibayar mahal untuk mengasuh bayi itu, kalau tulangnya tiba-tiba patah, Viona pasti tetap akan menyalahkannya meskipun itu kesalahan anaknya yang brengsek ini.
"Bapak nggak pernah gendong dia sama sekali ya? Kalau kaya gitu tulang lehernya bisa patah Pak"
"Patah apanya, orang Aku udah lembut begini kok"
Tiara ternganga. Rex memegang Jayden seperti anak kucing dan bilang bahwa itu sudah caranya memegang anak itu dengan lembut?
Meski begitu, Rex memang tampak hati-hati saat membaringkan Jayden di sofa ruangan itu, kemudian menaruh bantal-bantal di pinggir sofa supaya Jayden tidak jatuh.
"Udah aman, ayo makan" Ucapnya acuh tak acuh. Tiara benar-benar gelisah dan tetap sesekali memandangi Jayden yang tertidur.
"Tenang aja sih, ada bantalnya juga, nggak akan jatuh"
'Dia beneran Ayahnya bukan sih?' Tiara bertanya-tanya dalam hati. Rex benar-benar secuek itu pada Jayden.
"Siang Pak, jadi mau pesen apa buat makan siang ini?"
"Kalau saya sih biasa, steamed tomato beef rice, omelette, minumnya iced lemon tea"
"Ok, kalau mbaknya?"
"Saya-"
"Nasi goreng seafood, telurnya di ceplok, minumnya jus melon" Samber Rex tanpa ragu.
"Oh, Ok ...." Jawab waiters itu dengan ragu.
"Minumnya ganti aja mbak, cold lemon water"
"Jus melon aja"
"Saya udah nggak suka jus melon pak"
"Jus melon aja 1. Ok?"
Waiters itu kebingungan dan bolak-balik melihat antara Tiara dan Rex secara bergantian. Pada akhirnya, Tiara memilih untuk diam. Dan waiters itu pun pergi untuk mengambil orderan Mereka berdua.
Tiara tidak mengerti apa maksud Rex dengan bertingkah seperti ini, yang jelas Dia tidak menyukainya. Untuk apa mengingat makanan dan minuman kesukaannya dulu? Sedangkan dulu, Pria ini sudah membuang Tiara begitu saja tanpa keraguan sedikitpun. Masih teringat jelas selama 1 bulan setelah Tiara memberitahu Rex tentang kehamilannya. Rex memblokir nomernya. Setiap bertemu Dia akan membuang muka, bahkan dengan terang-terangan bermesraan dengan Eveline di depan matanya disaat kapanpun Mereka berdua berpapasan.
Dia yang tadinya merupakan seorang sekretaris utama tiba-tiba di depak begitu saja dan di gantikan oleh Eveline, Tiara tidak memiliki job desk yang jelas saat itu hingga akhirnya Desmon mengirimkannya bekerja bersama dengan para OB. Itu pekerjaan yang sangat melelahkan, sedangkan Rex tahu Tiara sedang hamil, tapi Pria itu benar-benar tidak perduli, atau bahkan mengharapkan Tiara mengalami keguguran, mungkin?
Jadi, untuk apa semua ini?
Saat meninggalkan ibukota dan pergi ke Solo untuk memulai hidup barunya, Tiara sudah benar-benar melepaskan Rex maupun kisah Mereka disini, meski saat itu Tiara membawa Zayn yang merupakan buah cinta Mereka berdua, tapi karena Rex sudah menolaknya, Tiara tidak lagi menganggap bahwa Rex adalah Ayah Zayn.
Tiara berusaha menenangkan kembali pikirannya dan kembali mengingatkan diri sendiri bahwa saat ini, dia adalah seorang Baby sitter di keluarga Hamilton, perhatian Rex adalah perhatian seorang bos kepada seorang pembantu atau pengasuh dari anaknya. Titik. Tidak lebih dari itu.
𝐚𝐪 𝐛𝐧𝐲𝐤 𝐧𝐞𝐦𝐮 𝐧𝐨𝐯𝐞𝐥𝟐 𝐛𝐚𝐠𝐮𝐬 𝐭𝐩 𝐬𝐞𝐩𝐢 𝐩𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚, 𝐠𝐢𝐥𝐢𝐫𝐚𝐧 𝐧𝐨𝐯𝐞𝐥𝟐 𝐲𝐠 𝐚𝐥𝐮𝐫 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐧𝐲𝐚 𝐠𝐤 𝐧𝐲𝐚𝐦𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐝𝐚𝐧 𝐚𝐜𝐚𝐤𝐚𝐝𝐮𝐭 𝐣𝐮𝐬𝐭𝐫𝐮 𝐥𝐢𝐤𝐞 𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐧𝐲𝐤
𝐡𝐞𝐫𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢 𝐲𝐠 𝐛𝐞𝐠𝐨 𝐲𝐠 𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐚𝐮𝐭𝐡𝐨𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚 🤭🤭🤭
𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐦𝐮 𝐤𝐞𝐫𝐞𝐧 𝐥𝐨 𝐭𝐡𝐨𝐫
klo Tiara berubah dan tak ingin mngulang msa lalu... jgn km merasa marah & tak terima....
salahkn saja sikap dan mulut jahatmu yg sll merendahkn tiara... bhkn km jga mnolak ank yg di kndung tiara...
dan salahkn jga mama mu.... yg sll mengagungkan kasta... smpe tak berperasaan mnghina Tiara...
asal km tau... yg mninggal itu cucumu..
km dan ibumu itu bedebah rex ....
km pecundang dgn lbh memilih mmbuang anknu jga tiara.... dri pda mmprjuangknnya....
msa iya km lupa rex.... km bhkn mngatakn tiara hanya sampah...
dan untukmu ny viona.... tiara prgi jga krnamu... mulutmu yg kejam sdh mnghina statusnya yg tak sepadan dgnmu....
🙄🙄