"Rena....,Aku mau minta maaf sebelumnya,tapi jujur ini juga berat untuk aku,tapi aku juga harus jujur sama kamu".
Rena tak memandang curiga saat suaminya berkata seperti itu,tapi setelahnya ucapan kejujuran dari suaminya seperti pisau tajam yang menusuk hatinya.
"Aku mencintai wanita lain yang kutemui 6 bulan terakhir ini,Dia bukan hanya cantik tapi juga pintar memasak,semua yang ada didiri wanita itu aku sangat menyukainya".
Rena diam membeku,tapi Ia juga ingin tau apa yang menjadi alasan suaminya bisa mencintai wanita lain padahal ada istri yang sudah Ia nikahi lebih dari 10 tahun.
"Kenapa Mas...?,Kenapa harus ada wanita lain yang Mas cintai".
"Aku sudah tidak cinta sama kamu Rena,Kamu berubah,Kamu tidak lagi menarik dimataku,Kamu juga selalu mementingkan anak-anak daripada aku suamimu".
Rena kembali diam,Ia ingin meledak tapi teringat ada 2 anaknya yang harus Ia jaga mentalnya.
"Baiklah Mas....,terus apa maumu kalau sudah seperti ini?Kamu mau pisah?".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiwit Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan bersama
Sepanjang perjalanan pulang Aluna terus mengomel atas kelakuan Ibunya.
"Ibu gimana sih,Masa tidur dikerjaan,Aluna sama Om Adrian capek tau Bu nungguin Ibu..."
Rena yang kelelahan hanya bergumam sambil memejamkan matanya,Entahlah tenaganya seperti terkuras habis dan itu membuat Adrian merasa kasian.
Adrian melihat dari cermin dimobil bagaimana Rena yang terus memejamkan matanya,Adrian tak tega melihat Rena bekerja keras seperti ini tapi untuk jujur siapa dia sebenarnya juga bukan pilihan yang tepat.
Hubungan mereka masih sebatas supir dan majikan,Karena Rena sendiri seperti menutup diri dan enggan membahas masalah pribadi ke siapapun.
Aluna kembali kesal saat melihat Ibunya justru tertidur,Adrian dengan lembut menasehati Aluna agar duduk diam sampai tiba dirumah.
"Aluna....,Ibu capek sayang.....,Aluna diam dulu ya....,Ini kan hari pertama Ibu bekerja jadi mungkin Ibu masih kaget,Aluna ngerti kan?".
Aluna duduk diam disamping Ibunya,Ia menatap dengan perasaan sedih,tiba-tiba airmata mengalir membuat Adrian dibalik kemudi jadi ketakutan.
"Kamu kenapa Aluna....?,Kok malah nangis?".
"Hiks Hiks Hiks....,Ibu seperti ini karena Ayah jahat,Ayah jahat meninggalkan Aluna,Kak Axel dan juga Ibu,Coba kalau Ayah masih sama kita pasti Ibu nggak harus kerja seperti ini,Aluna benci Ayah!!,Aluna marah sama Ayah....".
Aluna terus menangis sampai sesenggukan,Rena bukan tidak mendengar tapi hatinya ikut sedih dengan apa yang dikatakan anaknya.
Rena tetap memejamkan matanya,Ia membiarkan Aluna melampiaskan perasaannya.
Adrian seketika menghentikan mobilnya dipinggir jalan yang terlihat sepi,Ia menatap Aluna yang masih menangis,bahkan rasa pilu mendengar Aluna menangis membuat Adrian memeluk dan mengusap punggung Aluna dengan lembut.
"Aluna.....,Jangan pikirkan lagi tentang Ayah,yang penting Aluna jadi anak baik,Anak pinter dan dengerin apapun yang Ibu katakan,Dengan begitu semua kerja keras yang Ibu lakukan seakan terbayarkan,Aluna jangan sedih lagi ya..,Besok kita jalan-jalan sepulang sekolah,Aluna mau...?".
Seketika tangisan Aluna berangsur reda,Ia melepas pelukan Adrian dan menatap dengan senyuman tipis.
"Bener ya Om kita besok jalan-jalan lagi?,Kita cari makan yang enak ya Om...,Aluna udah lama nggak makan enak direstoran".
Dibalik pejaman matanya Rena terkejut,ternyata Ia terlewat dengan apa yang dilakukan anaknya seharian ini,kesibukan kerja benar-benar membuat pikirannya lelah dan melupakan apa yang seharusnya Ia ketahui,bahkan Rena juga penasaran kemana Aluna dan Adrian makan.
Adrian kembali melajukan mobilnya,perasaannya benar-benar kacau,Ia bingung bagaimana harus bersikap,tapi saat ini menjadi supir untuk Rena adalah pilihan yang tepat,selain mempermudah Rena beraktifitas Adrian juga bisa menjaga Aluna dan Axel secara tidak sengaja.
Jam 7 malam mereka baru tiba dirumah,Mereka disambut Axel yang sudah berdiri didepan pintu rumahnya.
Axel langsung memeluk Ibunya karena merasa lega semua datang dalam kondisi baik-baik aja.
"Ibu.....,Kenapa lama sekali pulangnya?,Apa setiap hari Ibu akan seperti ini?Apa ibu tidak kelelahan?".
Rena membalas pelukan anaknya dengan erat,Ia tersenyum lebar agar Axel tak mengkawatirkannya.
"Maaf ya sayang...,besok-besok Ibu akan pulang tepat waktu,Ibu belum bisa beradaptasi dengan kerjaan baru Ibu".
Axel ikut tersenyum,setelahnya semua masuk kedalam rumah,tapi Adrian yang sudah selesai kerja menghentikan langkah mereka karena ingin berpamitan.
"Bu Rena...,Axel....,Aluna...,Om Adrian pulang dulu ya...,Sampai bertemu besok pagi".
Rena menahan kepergian Adrian,apalagi jam makan malam telah tiba.
"Adrian....,Makan malam dulu aja sama kita,sebagai permintaan maaf aku karena membuat kamu harus pulang malam seperti ini".
Adrian bingung,Karena tak jauh dari rumah Rena supir pribadinya telah menunggu,tapi untuk menolak Adrian juga tidak tega.
Adrian akhirnya menyetujui untuk ikut makan malam,Mereka masuk kerumah bersama-sama.
Makan malam yang telah siap membuat Axel dan Aluna bersorak,apalagi ada makanan favorite mereka.
Axel dan Aluna duduk dikursi masing-masing,sedangkan Adrian bingung harus duduk dimana,Karena Rena tiba-tiba berpamitan kelantai atas rumahnya untuk berganti pakaian.
Adrian yang terus berdiri membuat Mbok Sumi yang datang mengantarkan buah-buahan ikut bertanya.
"Eh ada Om Adrian....,Duduk disamping Aluna aja Om,Sebentar si Mbok ambilin piring ya...".
Mbok Sumi yang sudah tau siapa Adrian sebenarnya membuat Ia sangat berharap Bu Rena dapat berjodoh dengan Adrian,tapi Ia juga tidak memaksa jika Bu Rena mempunyai pilihannya sendiri.
Aluna dan Axel yang sudah tidak sabar untuk makan membuat mereka berteriak memanggil Ibunya yang masih berada dilantai atas.
"Ibu.....,Cepetttt....kita udah lapar.....".
Rena buru-buru turun kebawah,Ia menggunakan pakaian rumahan disertai hijab instan yang simple.
"Iya Maaf sayang....,Ayo makan sekarang,Adrian ayo kamu makan juga yang banyak".
Axel dan Aluna berebutan mengambil nasi dan lauk,Rena hanya bisa geleng-geleng kepala dengan tingkah kedua anaknya.
Sedangkan Adrian merasa canggung karena bingung harus bagaimana,tapi untuk menghargai Bu Rena,Ia bersikap santai dan menikmati semuanya.
Rena duduk ditengah saat makan malam berlangsung,Ia juga mulai mengurangi porsi makan malamnya,Ia bertekad ingin kembali menjadi Rena yang memperhatikan penampilan,bukan karena Ia janda tapi lebih mencintai dirinya sendiri,Karena masa depan kedua anaknya berada dipundaknya dan kesehatan tubuhnya harus Ia utamakan.
Hanya suara Axel dan Aluna yang mewarnai makan malam mereka,Entah saling jail atau mengejek,tapi seketika keduanya diam saat Ibunya membuka suara.
"Axel....,Aluna....,Dengarkan Ibu,Ibu ingin minta maaf sama kalian berdua,mungkin mulai minggu depan kalian berdua berangkat sekolah hanya dengan Om Adrian,Karena mulai minggu depan Ibu dapat inventaris mobil dari kantor,Jadi mau nggak mau Ibu akan menyetir sendiri dan akan berangkat lebih pagi,Ibu sangat sayang sama kalian berdua makanya Ibu ingin bekerja keras agar kehidupan kalian terus membaik,tapi Ibu janji saat hari libur tiba kita akan bersenang-senang bersama,Kalian ngerti kan yang Ibu omongin?".
Aluna dan Axel menatap Ibunya dengan sedih,Mereka seketika bangun dari tempat duduknya dan memeluk Ibu Mereka.
"Ibu....,Ibu yang sehat terus ya,Jangan lupa makan,Axel sama Aluna akan jadi anak yang baik selama Ibu kerja,Axel janji suatu saat Axel yang akan menggantikan Ibu,Axel sayang sama Ibu....".
Rena menahan airmata yang ingin jatuh,Ia terharu mendengar anak lelakinya yang begitu berpikiran dewasa,Ia sangat bahagia karena dikaruniai anak-anak yang baik dan pengertian.
Mereka bertiga berpelukan dengan erat,Dan hal itu membuat Adrian semakin yakin Rena dan kedua anaknya akan tumbuh baik-baik aja kedepannya.
Walaupun tidak tau pasti apa yang akan terjadi kedepannya,tapi Adrian akan terus menjadi supir mereka sampai waktunya tiba untuk pergi.
klo milih km.... yg ada sakit hati lgi dunk... mntan suaminya hobi selingkuh... eee kamunya hobi jajan...
🙄🙄
iyain aja udah...Adrian cepet halalin
Kl Sabian kn di bawah ketiak ortu. gk akn enak nikah ma Sabian krn di lihat lihat Sabian itu gk tegas. hidup nya masih tergantung harta ortu.