NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Felicia Mau tak mau harus menerima perjodohan dari Papanya. Meskipun sempat kabur dari rumah, pada akhirnya dia menyetujuinya. Awalnya dia mengira pria yang akan menjadi suaminya itu seorang pria tua dengan perut buncit. Namun Ketika dia mengetahui jika suaminya adalah pria yang sempat ia kagumi, Felicia pun mencoba untuk membuat Arion menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Kita mau kemana?" tanya Felicia ketika Arion melajukan mobilnya.

Setelah ciuman panjang penuh kerinduan itu terlepas, Arion masih belum bisa menuntaskan dahaganya.

"Ke suatu tempat dimana Kita bisa berduaan saja," ucap Arion. Felicia tersenyum tersipu mendengarnya. Tiba-tiba gadis itu mengingat sesuatu.

"Tapi Arion, Aku...."

"Tidak ada bentuk penolakan apapun, Sayang! Apa Kau tahu bagaimana rasanya menahan rinduku ini?" Arion memotong ucapan Felicia.

"Tapi...."

"Sssst... Diam dan lihat saja nanti, Kau pasti akan menyukainya," ucap Arion dengan tersenyum penuh arti.

Felicia hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan suaminya.

Tak berapa lama, Arion memarkirkan mobilnya di sekitaran pantai. Felicia yang mengetahuinya pun begitu senang. Gadis itu langsung keluar dan berlari menuju ke arah pantai.

"Arion... Ini sangat keren!" teriaknya dari kejauhan. Arion hanya tersenyum simpul melihat istrinya itu. Kemudian pria itu berlari kecil untuk menyusul Felicia.

"Kau senang?" tanya Arion sembari meraih pinggang sang istri.

Felicia mengangguk kemudian dengan beraninya mencium pipi Arion. "Terimakasih, Tuan suami," bisiknya pelan. Setelahnya, Felicia langsung melepaskan diri dan berlari.

Arion tersenyum sembari menggelengkan kepala. Felicia benar-benar begitu menggodanya.

"Awas Kau ya...?" Arion mengejar Felicia. Keduanya saling mengejar terlihat seperti dua orang saling jatuh cinta seperti dalam cerita romance.

Tak berapa lama kemudian, setelah mereka lelah saling mengejar, keduanya duduk di tepi pantai. Saling mengutarakan cinta dan mengungkapkan bagaimana menderitanya mereka ketika terpisah kemarin.

Dan lagi. Adegan demi adegan ciuman penuh gairah itu pun kembali terjadi. Untungnya, Arion sudah menyewa tempat wisata itu sehingga hanya ada mereka berdua di sana.

Ketika ombak datang, Felicia langsung melepaskan tautan bibirnya dari Arion dan menjauh. Membuat Arion menjadi heran. Bukankah istrinya itu menyukai pantai?

"Kau kenapa, Sayang? Bukankah Kau sangat menyukai laut?" tanya Arion yang sudah berdiri dan menghampiri sang istri. Dia harus menahan diri akibat ciumannya yang terlepas tadi.

"Arion, Aku...." Belum sempat menjawabnya, Arion kembali meraup bibir Felicia dengan begitu dalam. Sehingga sang empunya pun terbuai.

Di dekat pantai itu terdapat sebuah kamar hotel indah yang menyatu dengan lautan. Arion menarik Felicia dan mengajaknya masuk kedalamnya.

Ciuman panas kembali Arion berikan pada Felicia. Tangannya segera melepaskan kemeja yang ia pakai. Menggendong sang istri dan langsung membawanya ke atas ranjang.

"Arion, Aku...." Felicia hendak mengatakan sesuatu. Namun, Arion terus saja tak membiarkannya. Bibirnya terus menelusuri bibir Felicia sehingga kata-kata Felicia tak terucapkan.

Kini, Arion sudah membuka pakaian bagian atas milik sang istri. Tautan bibirnya tak terlepas. Hingga bibirnya bergerilya menuju ke bagian tubuh sang istri. Membuat suara indah Felicia terdengar menggelitik telinganya. Arion menginginkan hal yang lebih lagi.

Sementara Felicia berusaha keras untuk mengumpulkan kewarasannya. Ada yang ingin dia katakan pada Arion saat ini. Dan itu sangat penting.

"Jangan, Arion! Jangan lakukan ini!" Felicia berkata di dalam sebuah gairah yang membara.

Arion tak mendengarkan. Dia terus asik dengan bibirnya yang merasakan sesuatu yang membuat libidonya memuncak seketika.

Tangan Arion mulai menurunkan celana milik Felicia. Membuat gadis itu langsung menghentikannya. "Arion, berhenti!" pekiknya.

Kali ini berhasil. Arion menghentikan aktivitasnya dan menatap Felicia dengan pandangan kecewa.

"Kau tak mau melakukannya dengan suamimu?"

Felicia menggeleng, membuat Arion menghela napas kecewa.

"Bukan seperti itu, Arion. Hanya saja saat ini Aku... Aku sedang menstruasi. Tidak mungkin Kita melakukannya di saat ini. Maafkan Aku, Arion," ucap Felicia merasa bersalah.

Seketika Arion langsung lemas. "A-apa...?" Pria itu langsung membaringkan tubuhnya dengan menahan sesuatu dalam dirinya. Dan itu justru membuat kepala pria itu menjadi pening.

Felicia langsung mengenakan kembali bajunya. Gadis itu menatap suaminya dengan kasihan.

Arion menopang kedua tangannya di keningnya dan memejamkan mata demi menghilangkan libidonya yang sempat naik.

"Maafkan Aku, Arion. Aku sudah berusaha untuk memberitahumu tadi. Tapi Kau tidak memberiku kesempatan untuk berbicara." Felicia berusaha membela diri.

Namun, Arion tak membalas ucapannya. Pria itu dalam mode yang sangat berat menahan libido.

Melihat suaminya yang diam saja, Felicia cemas. Mungkinkah suaminya itu marah?

"Arion...." Felicia mencoba menyentuh lengan Arion.

"Lepaskan Aku, Felicia!" sentaknya. Arion tidak ingin dirinya menerjang sang istri di saat yang tidak tepat. Felicia langsung terjingkat. Gadis itu langsung terisak mendengar suara tinggi suaminya.

"Kenapa Kau membentak ku, Arion? Baru saja Kau minta maaf padaku, sekarang Kau sudah memarahiku," ucap Felicia dengan air mata yang bercucuran.

Seketika Arion langsung tersadar. Pria itu merutuki dirinya karena sudah berbicara dengan nada tinggi pada sang istri.

Arion langsung menarik Felicia ke dalam pelukannya. Dan tentunya pria itu menahan diri dengan sekuat tenaga.

"Sayang, maafkan Aku. Aku tidak bermaksud untuk membentak mu," ucap Arion lembut.

"Bohong! Kau pasti marah karena Aku sedang datang bulan, kan?" rengek Felicia dengan tangan yang memukuli dada Arion.

"Bukan seperti itu, Sayang. Maafkan Aku. Aku hanya tidak ingin menerjang mu dan melakukan hal itu saat ini juga. Sentuhan mu sungguh membuatku tidak bisa menahannya lagi. Aku terus saja menahannya dan membuat kepalaku begitu sakit. Tolong mengertilah, Sayang." Arion berusaha menjelaskan.

Seketika Felicia terdiam. Dia tidak tahu jika Arion merasakan hal seperti itu saat ini. Felicia kembali merasa bersalah.

Felicia melepaskan pelukannya dan langsung berlari ke dalam bathroom. Membuat Arion merasa ketakutan jika istrinya itu kembali marah padanya.

Arion mengetuk pintu bathroom, namun Felicia telah menguncinya dan tak membukanya.

"Felicia, Sayang. Maafkan Aku. Ku mohon jangan marah! Aku minta maaf, Sayang." Suara Arion terdengar begitu ketakutan.

Sementara di dalam bathroom, saat ini Felicia sedang menatap layar ponselnya dan mengetikkan kata pada kolom pencarian. Bagaimana cara menghilangkan pusing ketika pria tak dapat menyalurkan libidonya.

Felicia terbelalak tak percaya melihat beberapa jawaban di ponselnya. Gadis itu menelan ludahnya berkali-kali membacanya. Haruskah dirinya melakukan hal itu?

Di luar, Arion merasa cemas karena sang istri tak kunjung keluar. Arion berpikir untuk mendobrak pintu bathroom tersebut. Namun sebelum itu ia lakukan, Felicia telah membuka pintu itu.

Dengan segera, Arion langsung memeluk sang istri dengan perasaan lega. Jangan lakukan seperti itu lagi, Sayang. Aku sangat khawatir padamu," ucap Arion memeluk erat Felicia.

Felicia hanya diam saja. Gadis itu ragu untuk mengatakan apa yang ada dalam kepalanya.

"Arion...." panggil Felicia pelan.

Arion langsung menatap sang istri dan menangkup wajah Felicia. "Kenapa, Sayang? Apa Kau menginginkan sesuatu?" tanya Arion lembut.

Felicia menggeleng. "Eumm... Apa Kau masih menginginkannya saat ini?" tanya Felicia dengan wajah yang langsung memerah.

Arion mengerutkan keningnya tidak mengerti. "Apa yang Kau bicarakan, Sayang?"

"Aku akan membantumu melepaskan apa yang Kau tahan sejak tadi," ucap Felicia. Wajahnya menunduk menahan malu. Baru pertama kali Dia berkata hal yang begitu intim seperti ini.

Arion tercekat. Dia tahu arah pembicaraan Felicia. Pria itu pun juga tak percaya sang istri berkata demikian.

"Tidak, Sayang. Kau tidak perlu memaksakan diri. Aku bisa menunggu sampai Kau selesai nanti," ucap Arion yang tak ingin membuat Felicia tertekan.

Felicia menggeleng. Tanpa Arion duga, Felicia melorot turun dan membuka ikat pinggang Arion.

"Aku akan, melakukannya," ucap Felicia sebelum melakukan hal gila yang tak pernah Arion duga.

Pria itu pun tak menolak dan menikmati apa yang Felicia lakukan padanya.

---

1
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
louis
dasar Arion laki2 tdk punya pendirian. bego jadi laki2.
Retno Harningsih
up
Noona Han
Eaaaa 🤣 semoga hbais ini cintia yg sadar sama perasaannya ke kenzo
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
keg nya masih idup, lagian lucu pamitannya🤣
Jelita S
Kenzo msih hidup kh
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
nah yg ini baru kegnya lakinya mulai curiga
Noona Han
🤣🤣rada rada emg nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!