NovelToon NovelToon
Garis Tangan Nona Kedua

Garis Tangan Nona Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Dunia Lain / Spiritual / Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:43.7k
Nilai: 5
Nama Author: ImShio

Lilian Beatrixia. Seorang mahasiswi cantik semester 7 yang baru saja menyelesaikan proposal penelitiannya tepat pada pukul 02.00 dini hari. Ia sedang terbaring lelah di ranjangnya setelah berkutat di depan laptopnya selama 3 hari dengan beberapa piring kotor yang tak sempat ia bersihkan selama itu.

Namun bagaimana reaksinya ketika keesokan harinya ia terbangun di sebuah ruangan asing serta tubuh seorang wanita yang bahkan sama sekali tak ia kenali.

Baca setiap babnya jika penasaran, yuhuuuu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ImShio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lega

Setelah suasana di kamar Selir Zhen Zu kembali tenang, Wu Zetian dan Wu Wei tidak lagi berlama-lama di sana. Udara malam mulai turun perlahan di kediaman keluarga Wu, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Lampu-lampu lentera di sepanjang koridor menyala temaram, memantulkan bayangan panjang di lantai batu.

Wu Wei berjalan beberapa langkah di depan, sementara Wu Zetian mengikutinya dari belakang. Tidak ada lagi percakapan di antara mereka. Hening yang tercipta bukanlah hening canggung, melainkan hening yang penuh dengan pikiran masing-masing.

Sesampainya di persimpangan koridor menuju kamar masing-masing, Wu Zetian berhenti melangkah.

“Kakak,” ucapnya akhirnya.

Wu Wei menoleh, sedikit terkejut mendengar panggilan itu. Sudah lama sekali Wu Zetian tidak memanggilnya seperti itu.

“Ada apa?” tanya Wu Wei.

“Aku akan kembali ke kamarku sekarang, aku berencana bermalam di sini selama dua hari.” Kata Wu Zetian dengan nada tenang.

Wu Wei mengangguk pelan. “Kau akan pulang setelah itu?”

“Iya, aku tidak bisa meninggalkan Kakek Zhou terlalu lama. Beliau sendirian di tengah hutan. Jika aku tidak kembali tepat waktu, aku khawatir sesuatu yang buruk terjadi padanya.” jawab Wu Zetian tanpa ragu.

Wu Wei terdiam sejenak, menatap wajah adiknya yang tampak jauh lebih dewasa dari ingatannya. Bukan hanya cantik, tapi juga lebih kuat dari yang pernah ia bayangkan.

“Jaga dirimu,” ucap Wu Wei akhirnya tanpa menanyakan lebih lanjut siapa itu kakek Zhou.

Wu Zetian tersenyum tipis. “Ya, aku tahu.”

Tanpa menunggu balasan lebih lanjut, ia berbalik dan melangkah menuju kamarnya, meninggalkan Wu Wei yang masih berdiri di tempatnya, menatap punggung itu hingga menghilang di balik tikungan koridor.

____________________

Keesokan harinya, matahari siang bersinar terang, menyinari halaman dalam kediaman keluarga Wu. Burung-burung kecil beterbangan di antara pepohonan, menciptakan suasana yang tampak damai.

Wu Zetian berjalan dengan langkah ringan menuju kamar Selir Zhen Zu. Kali ini, ekspresinya lebih waspada. Ia memastikan tidak ada pelayan yang mengikuti atau memperhatikannya terlalu lama sebelum mengetuk pintu.

“Masuk,” terdengar suara Selir Zhen Zu dari dalam.

Wu Zetian membuka pintu dan segera menutupnya kembali dengan hati-hati.

“Bibi, bagaimana keadaanmu hari ini?” ucapnya sambil mendekat.

Selir Zhen Zu tersenyum lembut. Wajahnya terlihat jauh lebih segar dibandingkan kemarin.

“Aku merasa sangat baik, bahkan lebih baik dari yang kuduga.” jawabnya pelan.

Wu Zetian mengangguk, lalu menurunkan suaranya. “Bibi, aku datang untuk membicarakan sesuatu yang penting.”

Selir Zhen Zu segera memahami maksudnya. “Tentang kesembuhanku?”

“Iya, aku mohon, untuk sementara waktu, rahasiakan hal ini dari siapa pun. Terutama dari Selir Li Hua dan Selir Bao Yu.” Jawab Wu Zetian.

Selir Zhen Zu mengerutkan kening.

“Aku khawatir mereka akan mencelakaimu lagi jika mereka tahu kau sudah membaik. Mungkin mereka akan merasa terancam dan akan melakukan hal yang lebih kejam dari sebelumnya.”

Selir Zhen Zu menatap Wu Zetian lama, lalu mengangguk pelan. “Kau benar. Aku mengerti."

“Terima kasih, Bibi. Ini demi keselamatanmu.” Ucap Wu Zetian tulus.

Selir Zhen Zu tersenyum kecil. “Aku berhutang nyawa padamu, Nak. Tentu saja aku akan mendengarkanmu.”

Kini Wu Zetian merogoh tas kainnya dan memberikan beberapa butir pil dari ekstrak akar Huangqi. Itu adalah pil untuk menambah stamina.

_________________

Setelah memastikan kondisi Selir Zhen Zu stabil, Wu Zetian melangkah keluar dari kamar dengan perasaan sedikit lebih ringan.

Namun ketenangan itu tidak bertahan lama. Baru beberapa langkah ia menyusuri koridor, suara langkah kaki terdengar mendekat dari arah berlawanan. Wu Zetian refleks menoleh.

Tang Ming.

Pria itu berjalan dengan pakaian sederhana berwarna biru gelap, rambutnya diikat rapi, wajahnya terlihat gelisah. Wu Zetian spontan berbalik, berniat menghindar dan mengambil jalan lain.

Namun belum sempat ia melangkah,

“Bukankah itu Wu Zetian?”

Langkah kaki Tang Ming berhenti. Suaranya jelas, penuh keyakinan. Wu Zetian menghela napas pelan, menyadari bahwa menghindar kini tak ada gunanya. Ia berbalik. Tang Ming mendekat dengan langkah cepat. Wajahnya langsung berseri begitu jarak mereka semakin dekat.

“Zetian.. akhirnya aku bertemu denganmu lagi.” ucapnya dengan jeda, seolah memastikan bahwa orang di hadapannya benar-benar nyata.

Wu Zetian menatapnya tanpa ekspresi berlebihan. “Yang Mulia Pangeran.”

“Zetian, tentang minggu lalu… aku ingin minta maaf padamu.” kata Tang Ming, nada suaranya berubah lebih serius.

Wu Zetian tidak langsung menjawab.

“Aku tidak benar-benar sengaja membohongimu, aku hanya… aku hanya tidak ingin kau merasa segan denganku. Aku ingin kau melihatku sebagai diriku sendiri, bukan sebagai seorang pangeran.” Lanjut Tang Ming dengan wajah penuh penyesalan.

Beberapa detik berlalu. Wu Zetian menatap Tang Ming dengan tajam, seolah menimbang setiap kata yang baru saja ia ucapkan.

Akhirnya ia berkata, “Baiklah. Aku percaya padamu.”

Wajah Tang Ming langsung berubah cerah.

“Tapi..."

"Aku harap kau tidak membohongiku lagi. Sekali saja kau melakukannya, aku tidak akan memberi kesempatan kedua.” lanjut Wu Zetian tegas.

Tang Ming tersenyum lebar. “Aku janji.”

____________

Mereka pun berjalan berdampingan, mengobrol ringan tentang hal-hal sepele. Namun setelah beberapa menit, Tang Ming terlihat gelisah. Ia beberapa kali membuka mulut, lalu menutupnya kembali. Akhirnya ia berhenti melangkah.

“Zetian, Aku ingin bertanya tentang sesuatu.” Uapnya hati-hati.

“Apa yang ingin kau tanyakan?”

Tang Ming menarik napas dalam. “Aku ingin bertanya tentang hubunganmu dengan Han Lei… br**gsek itu.”

Wu Zetian tersedak air liurnya sendiri.

“Uhuk!”

“Pelayan! Cepat ambilkan air!”. Ucap Tang Ming panik.

Seorang pelayan segera datang membawa secangkir air putih. Wu Zetian mengambilnya dan meneguk cepat.

“Ahh… terima kasih,” ucapnya sambil mengembalikan cangkir itu.

Tang Ming menatapnya penuh kekhawatiran. “Ada apa, Zetian?”

“Tidak apa-apa. Tapi.. Bagaimana kau bisa tahu jika aku pernah bertemu dengan Han Lei?. Kini pandangan Wu Zetian menajam ke arah Tang Ming.

Tang Ming yang merasakan tatapan itu meneguk salivanya dengan kasar.

"A.. Aku hanya tidak sengaja melihatmu sebelumnya bersama dengannya di pasar." Ucap Tang Ming terbata-bata.

Wu Zetian kemudian paham dan menjawab pertanyaan Tang Ming.

"Aku hanya berteman dengan Han Lei. Aku melihatnya terluka di depan kiosku, jadi aku menolongnya.”

Mendengar itu, bahu Tang Ming yang semula tegang akhirnya mengendur. “Syukurlah…”

_________________

Flashback On

Keesokan harinya setelah pertemuan itu, Han Lei kembali berdiri di depan kios kecil di pinggir hutan. Matanya menyapu sekeliling dengan harap, mencari sosok gadis yang terus terbayang di benaknya.

______________

Yuhuuu~🌹

Hai para readers author yang setia menunggu up chapter dari Author. Maaf author gak sempat up kemarin karena ada beberapa kesibukan. Kalian bisa chat di komunitas author yaa jika ada yang ingin ditanyakan. Tetap jaga kesehatan yaa semua.

Love you guys🤍🤍🤍

Jangan lupa beri dukungan dengan cara like, komen, subscribe dan vote karya-karya Author💖

See you~💓

1
Osie
double up dunk thoorr🙏🙏🙏🙏🙏
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
jangn lama up nya thor...
Amriati Plg
Wu zaitan kok ngk bisa merasakan kehadiran orang asing di sekitar nya padahal dia punya elemen
Amriati Plg
Seharusnya dua jam waktu di dimensi berati dua puluh menit di dunia nyata
Amriati Plg
Bisanya di novel" masuk dimensi langsung dengan tubuh utuh ini hanya roh aja
@Mita🥰
perasaan ku klu ada laki " Tampan kok selalu jadi idamanku 🤭🤭🤭
Osie
semakin seruuuu...moga msh ada up lanjutannya🙏🙏
@Mita🥰
bagus
Osie
aku mampir dan udah baca sp bab ini..rada" dgn perbedaan waktu dunia dimens8 lilac n dgn dunia nyata.. biasanya dunia dimensi lbh cpt waktunya ..disini malah lbh lama dr dunia luar
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
pasti makannya dpt sambutan yang bagus💪💪
Mommy Ayu
lanjut up lagi Thor.... semangat
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Mommy Ayu
lanjut up lagi Thor....
Mommy Ayu
lanjut up lagi Thor..... semangat
Murni Dewita
💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut thor
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
permulaan yang baik.. 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
jan lama up nya thor🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
bukannya bnyk org² yang dbeli kemarin kok cumn itu?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!