NovelToon NovelToon
My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Enemy to Lovers
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: lizbethsusanti

Alana adalah jaksa muda yang cerdas, karirnya menanjak drastis, berkacamata tebal, kaku, dan berpenampilan tidak menarik untuk menyembunyikan kecantikannya karena ia memiliki trauma di masa lalu terkait dengan kecantikan. Suatu ketika Alana menerima banyak sekali ancaman dan setelah itu, teman kantornya mengajaknya ke perusahaan besar yang menyediakan jasa bodyguard. Alana terpaksa mendatangi perusahaan besar itu meskipun ia tahu pemiliknya adalah pria yang selalu ia hindari, Archie Cwvendish. Archie adalah kakak tirinya Arthur dan Arthur adalah mantan pacarnya Alana. Archie juga dulunya tutornya Alana dan Archie diam-diam jatuh cinta pada Alana tapi Archie memilih mundur saat Arthur mengatakan bahwa Arthur mencintai Aluna. Apa yang akan terjadi saat Alana nekat menemui Archie dan meminta Archie menjadi bodyguard-nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menggoda

Archie menyibak gorden merah besar yang mengelilingi ruang ganti khusus untuk pelanggan VVIP butik yang diberi nama Purple karena si pemilik butik penyuka warna purple.

Archie menemukan Alana berkacak pinggang di depan deretan rak pakaian dalam. Wajah gadis cantik itu merah padam dan matanya menyipit dengan bibir mengatup rapat.

Dua pramuniaga butik yang berdiri di sisi kanan dan rak itu langsung menatap Archie dan berucap bersamaan, "Maafkan kami"

Alana menoleh ke belakang untuk berkata ke kedua pramuniaga butik itu, "Kalian tidak bersalah, mbak. Dia yang salah" Alana menunjuk ke depan.

"Ada apa?" Tanya Archie dengan wajah polos tanpa dosa.

Alana mengarahkan pandangannya ke depan lalu menunjuk tegas rak yang panjangnya sekitar 50 cm yang berisi penuh deretan baju tidur seksi semacam lingerie dan pakaian dalam dengan berbagai macam gaya.

"Kamu perlu itu, kan? Kenapa teriak-teriak nggak jelas, hah?!" Tanya Archie sambil memberikan kode ke dua pramuniaga butik untuk keluar dari ruang ganti VVIP itu, untuk meninggalkan dirinya berdua saja dengan gadis cantik yang selalu kikuk yang ia sangat ia sayangi.

Alana semakin menyipitkan mata dan merapatkan bibirnya. Hidung gadis itu kembang kempis saking kesalnya.

"Apa salahku coba?" Archie melangkah pelan mendekati Alana yang masih menatapnya penuh amarah.

"Kamu tidak boleh memilihkan pakaian dalam untuk cewek dan kamu pilihkan aku pakaian dalam juga baju tidur model apa itu? Minim bahan begitu, cih!"

"Katanya kamu udah anggap aku seperti kakak kandung kamu. Nggak papa kan aku pilihin pakaian dalam dan baju tidur untuk kamu. Kamu perlu itu semua, kan?"

Alana menyentakkan kakinya ke lantai dan kembali berkacak pinggang, "Tapi itu tetap saja tidak sopan dan......."

"Asistennya papa kamu cewek atau cowok?"

"Apa kaitannya?" Alis Alana sontak menukik tajam.

"Yang pilihin baju untuk kamu selama ini asistennya papa kamu, kan?"

"Iya dan dia cowok"

"Dia boleh kenapa aku tidak boleh?" Archie mendengus kesal sambil bersedekap.

"Pilihannya Om Dikta sopan. Nggak seperti pilihan kamu itu. Minim bahan begitu, cih!" Alana kembali menunjuk rak yang sedari tadi membuat emosinya naik.

"Itu model, Na. Kamu udah gede sekarang. Kamu perlu ubah gaya pakaian kamu selama ini. Masak iya kamu mau pakai setelan piyama bergambar kartun terus. Kamu bukan gadis remaja lagi dan......."

"Bilang aja aku ini tua dan jelek" Teriak Alana dengan dada naik turun.

"Lho, lho, lho, siapa yang ngatain kamu itu tua dan jelek. Aku bilang kamu harus ganti gaya pakaian kamu. Jangan pakai piyama kedodoran dan bergambar kartun lagi!"

"Aku nggak mau pakai itu semua" Alana kembali menunjuk tegas rak yang sudah memancing emosinya naik drastis.

"Oke, nggak usah pakai baju sekalian aja. Apa kamu memang niatnya begitu? Menggoda aku tiap malam tanpa baju?"

"Kau......." Alana mengambil tempat tissue yang ada di atas nakas lalu melemparkannya ke Archie.

Archie bisa menghindar lalu pria tampan itu melangkah pelan mendekati Alana dengan senyum tipis, "Apa benar begitu, Na? Kamu ingin bereksperimen lagi?"

Alana melangkah mundur dengan wajah panik lalu berteriak sambil memejamkan mata, "Baiklah! Aku akan pakai semuanya. Sekarang keluar!" Gadis cantik itu menahan dada Archie lalu mendorongnya cukup keras.

Tumit Archie terantuk kaki sofa yang terbuat dari besi dan pria itu sontak mendesis kaget, "Sshhhhhh!"

Alana membeliak kaget lalu melompat ke Archie dan menggenggam kedua tangan Archie secara spontan, "Maaf aku nggak sengaja"

Archie menggenggam tangan Alana lalu berdiri tegak sambil berkata, "Aku cuma kaget. Aman kok kakiku"

Alana menatap Archie dan sontak melepaskan kedua tangan lalu melangkah mundur dengan cepat sambil berkata, "Maaf," saat sadar bahwa dirinya berada di jarak yang sangat dekat dengan Archie.

Archie berdeham untuk mengusir percikan listrik di hatinya. Lalu ia berputar badan dengan cepat sambil berkata, "Cobalah semuanya! Aku tunggu di luar" Saat pria itu menyibak gorden ia kembali berkata, "Tidak usah buru-buru!"

Alana mengerjapkan mata lalu berdiri mematung menatap punggung Archie yang kemudian menghilang di balik gorden merah.

Archie berlari ke sofa lalu duduk sambil meraih botol air mineral. Dia butuh air untuk mendinginkan otak liarnya.

Alana kemudian menghela napas panjang untuk meredakan emosinya. Kemudian ia melangkah ke rak yang memamerkan lingerie beraneka gaya dan warna lalu setelan pakaian dalam. Alana mengambil satu gantungan baju lalu melihatnya dari dekat setelan pakaian dalam berwarna merah marun berenda yang ia akui sangat cantik. Selera Archie memang bukan kaleng-kaleng dan Alana mengakui itu di dalam hatinya. "Hah?!" Mata Alana membeliak lebar. "Darimana ia tahu ukuranku?" Alana berdeham dengan wajah merah padam karena malu saat dua pramuniaga butik yang tadi masuk kembali untuk melayani Alana.

"Semuanya koleksi terbaru butik ini, Nona" Ucap salah satu dari pramuniaga butik dengan nametag, Yuli.

"Jangan memanggil Nona. Panggil nama saja. Nama saya Alana"

"Wah saya tidak berani. Nona adalah cewek pertama yang diajak Tuan muda Archie ke sini. Nona pasti istimewa jadi saya dan teman saya tidak berani berlaku tidak sopan sama Nona" Ucap pramuniaga butik yang bernama Yuli itu.

Alana tersenyum canggung ke pramuniaga itu lalu menoleh ke pramuniaga dengan nametag, Sri yang menyahut, "Mau saya bantu mencobanya, Nona?"

"Ah, tidak usah dicoba. Saya sudah melihatnya. Semuanya sesuai dengan ukuran saya. Bungkus saja semuanya karena saya tadi sudah terlanjur berteriak ke pria aneh di luar sana kalau saya akan memakai semuanya"

Kedua pramuniaga butik itu tersenyum lalu mengangguk dan yang bernama Yuli langsung berucap, "Baik, saya akan bungkus semua yang ada di rak sini dan teman saya akan mengambil rak yang berikutnya"

"Terima kasih, mbak" Alana tersenyum bergantian ke kedua pramuniaga butik yang baik dan sangat ramah itu.

Pramuniaga yang bernama Sri tidak lama kemudian muncul kembali di depan Alana dengan rak baru yang berisi setelan baju-baju kantor.

Sri menunjukkan satu atasan Sleeveness Cotton Top with front pocket warna biru muda polos yang cantik yang bisa dikombinasikan dengan celana atau rok warna apa saja baik polos maupun bercorak. Lalu, Sri menunjukkan atasan Cres Neck Waistcoat with pocket warna coklat muda. Kemudian, Sri menunjukkan kemben berbagai macam warna dan gaya, dan terakhir tanktop dengan berbagai macam warna dan gaya juga.

"Ke-kenapa semuanya nggak ada lengannya?" Alana melongo.

Sri sontak menyahut, "Bisa ditutupi dengan blazer ini" Sri menarik rak yang baru saja dibawa masuk oleh temannya.

Alana mengambil satu blazer berwarna hitam lalu mencobanya, "Hah?! Panjangnya cuma sampai puser? Kayak boneka chucky dong kalau aku pakai ini, horor banget, hiiiihhhh!!!!!"

Kedua pramuniaga butik sontak mengulum bibir menahan senyum mendengar celetukan lucunya Alana.

Alana lalu meletakkan hanger blazer tersebut ke rak kemudian dia bertanya, "Minta tolong lihat rok dan celananya, Mbak"

"Ini, Non" Yuli menarik rak berisi aneka macam rok dan celana panjang, baik dari bahan kain maupun bahan jins.

Alana mengambil rok panjang dan mendengus kesal, "Kenapa ada belahan di samping begini?" Lalu Alana mengembalikan rok itu ke rak dan mengambil rok yang pendek, "Kenapa panjangnya di atas lutut begini? Ish! Bener-bener piktor itu si Archie. Mana lihat celana pilihannya, mbak?"

"Ini, Non" Sri mengambilkan satu celana kain dan satu celana jins.

Alana mencoba yang jins dan membeliak kaget, "Ukurannya pas sih. Tapi Kenapa ketat begini?"

"Itu pas Non dan pantat Non terlihat sempurna" Sahut Sri.

"Iya. Non memiliki pantat dan bodi yang ramping tapi menarik" Ucap Sri.

"Seksi menggoda" Tambah Yuli.

"Benarkah?" Mata Alana sontak membulat ceria.

1
anggita
2☝☝iklan👍
anggita
👍☝iklan
Rahma AR
tau, ya, alana🤭
Rahma AR
iklan dan like💪
Rahma AR
like dan iklan👍
Rahma AR
like dan iklan
Rahma AR
Archie.... fokus ke alana
Rahma AR
like dan iklan
anggita
iklan☝👍
anggita
ora sengojo🤫
anggita
☝☝2x iklan👍
Rahma AR
hajar aja Archie
Rahma AR
like +🌹
Rahma AR
senang ya archie.... teeus terabg dong kl suka😄
Rahma AR
like +🌹
Rahma AR
demi apa archie🤭
Rahma AR
ciiieee....
anggita
👍like pertama
Elisabeth Ratna Susanti: terima kasih 🥰
total 1 replies
anggita
☝☝2iklan.
Kinan
top
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!