NovelToon NovelToon
Asal Mula Pedang Buta

Asal Mula Pedang Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Tianyuan, kekuatan adalah segalanya. Namun, Ren Zhaofeng hanyalah seorang murid pelayan buta di Sekte Awan Hijau yang bertugas menyapu halaman. Tanpa penglihatan dan tanpa latar belakang, ia dianggap tidak lebih dari debu di bawah kaki para jenius yang berlomba mengejar keabadian.

Namun, dunia tidak tahu bahwa di balik kain penutup matanya, Zhaofeng memiliki "Hati Pedang Tanpa Cela". Ketika orang lain hanya melihat wujud, ia mendengar napas semesta.

Di bawah bayang-bayang Monumen Daftar Naga Langit yang agung, Zhaofeng memulai langkah pertamanya. Bukan untuk melihat puncak dunia, tetapi untuk memaksa dunia mendengarkan gema pedangnya. Dari penyapu hina menjadi legenda yang membelah langit—inilah kisah asal mula Sang Pedang Buta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Runtuhnya Benteng Kayu

Di tengah kegelapan hutan yang lebat, Pos Peristirahatan Cabang 3 berdiri seperti benteng kecil yang terbuat dari kayu ulin hitam. Pagar setinggi lima meter mengelilingi bangunan utama, dijaga oleh menara pengawas yang dilengkapi pemanah.

Di dalam aula utama pos, suasananya tegang.

Zi Zhu, si pemburu hadiah wanita, duduk di kursi dengan tangan gemetar memegang cangkir teh panas. Wajahnya pucat, matanya terus melirik ke arah pintu.

"Kau bilang bocah buta itu membunuh Tiga Taring Maut?" tanya seorang pria kekar berwajah codet yang duduk di kursi utama. Dia adalah Kapten Hei Hu (Harimau Hitam), penjaga pos ini. Kultivasinya Pengumpulan Qi Tahap 1 Puncak.

"Aku tidak melihatnya langsung," kata Zi Zhu, suaranya serak. "Tapi aku merasakan aura kematian mereka menghilang dari hutan. Tiga Taring Maut tidak pernah gagal, kecuali mereka mati. Kapten, kita harus lari. Atau setidaknya panggil bantuan dari Kota Perbatasan!"

Hei Hu tertawa keras, suaranya menggema di aula. "Lari? Dari satu bocah Penempaan Tubuh? Zi Zhu, kau sudah gila. Tiga Taring itu mungkin terpeleset jatuh ke jurang karena bodoh. Di sini ada dua puluh murid elit dan aku. Benteng ini dilengkapi formasi pertahanan anti-serangan udara. Jika dia datang, dia hanya mengantar nyawa."

Zi Zhu menggigit bibirnya. "Kau tidak mengerti... dia bukan manusia. Dia..."

DUMMM!

Suara ledakan berat memotong ucapan Zi Zhu. Tanah di bawah mereka bergetar hebat hingga cangkir teh Zi Zhu jatuh pecah.

"Gempa bumi?" seru salah satu penjaga.

"Bukan," wajah Zi Zhu menjadi seputih kertas. "Dia datang."

Di luar benteng.

Hujan masih turun, tapi tidak sederas sebelumnya.

Ren Zhaofeng berdiri di depan gerbang kayu ulin yang kokoh itu. Dia tidak mengetuk. Dia juga tidak berteriak menantang.

Dia sedang memeluk sebatang pohon pinus raksasa setinggi dua puluh meter yang tumbuh di dekat gerbang.

"Beratmu sekitar dua ton," gumam Zhaofeng, menempelkan telinganya ke batang pohon. "Cukup."

Dia menghunus Pedang Hitam-nya.

Sreeet!

Sekali tebas, pangkal pohon itu putus rapi.

Pohon raksasa itu mulai miring, hendak jatuh ke arah hutan.

Tapi Zhaofeng tidak membiarkannya. Dia menempelkan telapak tangannya ke batang pohon itu.

"Seni Pedang Tanpa Wujud: Manipulasi Arah Gravitasi."

Qi-nya mengalir, mengubah titik berat pohon itu secara paksa. Pohon yang seharusnya jatuh ke belakang, tiba-tiba "ditarik" jatuh ke depan—langsung ke arah gerbang benteng.

Dan Zhaofeng menambah beratnya sepuluh kali lipat.

KRAAAK... BOOOOM!

Pohon pinus itu menghantam gerbang kayu ulin dengan kekuatan setara meteor jatuh. Pagar, menara pengawas, dan dua penjaga di atasnya hancur lebur seketika menjadi serpihan kayu dan daging.

Jalan masuk terbuka lebar.

Alarm berbunyi. "SERANGAN MUSUH! SERANGAN MUSUH!"

Puluhan murid Aliansi Ular Hitam berhamburan keluar ke halaman, senjata terhunus.

Mereka melihat pemandangan yang mengerikan.

Seorang pemuda berjubah hitam compang-camping berjalan santai di atas batang pohon yang baru saja merubuhkan gerbang mereka. Dia menyeret pedang hitam besar yang menggores kayu, menciptakan suara krrreeet yang ngilu.

"Itu targetnya! Ren Zhaofeng!"

"Panah! Tembak!"

Lusinan anak panah beracun meluncur ke arah Zhaofeng.

Zhaofeng tidak berhenti berjalan. Dia hanya memutar pergelangan tangannya.

Pedang Hitam berputar di depannya seperti kipas.

"Gema Penolak."

WUUUNG!

Gelombang suara meledak dari putaran pedang, menciptakan dinding udara yang mementalkan semua anak panah itu kembali ke arah penembaknya.

"Argh!" "Mataku!"

Barisan depan musuh jatuh, tertusuk panah mereka sendiri.

Zhaofeng melompat turun dari batang pohon, mendarat di tengah halaman yang berlumpur.

"Siapa pemimpin di sini?" tanyanya tenang.

"AKU!"

Hei Hu melompat keluar dari aula utama, membawa gada berduri besar. Auranya meledak. "Dasar bocah sombong! Kau menghancurkan pintuku! Aku akan menghancurkan kepalamu!"

Hei Hu menerjang. Gada besinya diayunkan dengan kekuatan penuh Pengumpulan Qi.

"Mati!"

Zhaofeng "melihat" serangan itu. Gada itu berat, lambat, dan penuh amarah.

Zhaofeng tidak menghindar. Dia menyongsong serangan itu.

Dia memegang Pedang Hitam-nya dengan dua tangan, mengangkatnya tinggi-tinggi.

"Adu Berat."

Zhaofeng mengaktifkan gravitasi pedangnya ke titik maksimal. Berat pedangnya melonjak menjadi 500 kilogram dalam sekejap. Ditambah momentum ayunan, daya hancurnya menjadi puluhan ton.

CLANG!

Pedang bertemu gada.

Tidak ada kontes.

Gada besi Hei Hu penyok, lalu bengkok, lalu patah dua. Pedang Zhaofeng terus meluncur ke bawah, membelah sisa gada, membelah bahu Hei Hu, dan terus sampai ke pinggang.

SLAASSH!

Hei Hu terbelah dua. Dia bahkan tidak sempat berteriak.

Darah menyembur, memandikan Zhaofeng. Pedang Hitam berdenyut gila-gilaan, meminum darah kultivator Pengumpulan Qi itu sampai kering dalam hitungan detik.

Hening.

Sisa murid Aliansi yang masih hidup menjatuhkan senjata mereka. Lutut mereka lemas. Kapten mereka, yang terkuat di pos ini, mati dalam satu bentrokan?

"Lari! Dia monster!"

"Jangan biarkan ada yang lolos," gumam Zhaofeng.

Dia menghentakkan kakinya.

"Langkah Pedang Hantu: Seribu Bayangan."

Zhaofeng bergerak. Dia bukan lagi satu orang, melainkan bayangan yang berpindah-pindah di antara tetesan hujan. Setiap kali dia muncul, satu leher tergorok.

Satu menit kemudian.

Halaman pos itu sunyi. Hanya suara hujan yang terdengar.

Zhaofeng berdiri di tengah tumpukan mayat. Dia menyarungkan pedangnya.

Pintu aula utama terbuka sedikit. Zi Zhu mengintip dengan wajah pucat pasi. Dia tidak lari karena kakinya terlalu gemetar untuk digerakkan.

Zhaofeng menoleh ke arahnya.

"Kau masih di sini, Nona Laba-laba?"

Zi Zhu jatuh terduduk. "Ja-jangan bunuh aku... aku... aku punya informasi! Aku tahu denah Kota Perbatasan! Aku tahu letak markas utama!"

Zhaofeng berjalan mendekat, langkahnya pelan tapi pasti. Dia berhenti di depan Zi Zhu.

"Aku tidak butuh denah," kata Zhaofeng. "Aku punya telinga."

Zi Zhu memejamkan mata, pasrah menunggu kematian.

Tapi tebasan itu tidak datang.

"Tapi aku butuh kurir," lanjut Zhaofeng.

Dia melempar sebuah kantong kain ke pangkuan Zi Zhu. Isinya berat dan basah. Kepala Hei Hu.

"Bawa ini ke Markas Besar Aliansi di Kota Perbatasan. Katakan pada Ketua Cabang mereka..."

Zhaofeng membungkuk, membisikkan sesuatu di telinga Zi Zhu.

"...katakan bahwa Ren Zhaofeng sedang datang untuk mengambil kembali apa yang mereka curi dari dunia ini."

Zhaofeng berbalik, mengambil barang-barang berharga dari gudang pos (obat-obatan, peta, dan bahan makanan), lalu membakar bangunan itu.

Dia berjalan kembali ke hutan, meninggalkan Zi Zhu yang menangis lega di tengah kobaran api.

Api itu menjadi sinyal asap raksasa yang bisa dilihat dari kejauhan. Sebuah deklarasi perang yang tak bisa diabaikan lagi.

Zhaofeng menyentuh Cincin Penyimpanannya. Di dalamnya, Daftar Pengkhianat dan Peta Rahasia kini ditemani oleh harta rampasan baru.

"Satu pos hancur. Masih ada tiga lagi sebelum kota."

Perjalanannya masih panjang, dan malam masih muda.

1
Apliti warman
alumrnya bagus, cara penulisannya dah expert nih, lanjut thor, ada yg hilang thor, tentang penguasaan jurus 2 mc, menarik cara othor menjelaskan, juga ranah mc, naikkan dikit...😁
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Panen Zhaofeng.... dan bersihkan harta karun Duanmu
Nanik S
Krek., hancur sudah tulangnya
yos helmi
lanjut
Nanik S
Nyonya Merah mengerikan juga, banjir Darah dibilang ramai
Nanik S
Jual barang rampasan
Nanik S
Xiao Yu... ikut saja Zhaifeng
Nanik S
Lanjutkan dan tetap semangat Tor
Nanik S
Mantap Pooool
Nanik S
Lanjutkan Zhaofeng dan bantai semua Taring naga
Nanik S
Demi melindungi Sekte Zhaofeng rela meninggalkan Sekte
Nanik S
Lanjut mengembsra
A 170 RI
cerita pendekar buta cukup menarik
A 170 RI
trus berkarya jangan hiatus ya thor..
💪
Nanik S
Zhaofeng perusak rencana
Nanik S
Racun disapu Petir.... k\kwkwkw
Nanik S
mana ada Penghianat mengaku
Nanik S
Qingyu.... ya karena juga Jenius
Nanik S
Tantangan yang Elegan pada Tuanya Li Ding
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!