NovelToon NovelToon
Terjerat Benang Merah

Terjerat Benang Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa / Cintapertama / Konflik etika
Popularitas:215.3k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.

Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.

Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.

Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.

"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -

Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?

Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Banyak mainan

Ketika Elgard meninggalkan apartemennya, barulah Bianca terbangun Tatapan matanya langsung tertuju pada sofa, ternyata sudah tidak ada Elgard di sana. Meja di depan sofa itu juga sudah bersih, sudah tidak ada makanan lagi di sana.

Bianca bangun dari ranjang, ingin memastikan Elgard membuang atau menyimpan makanan itu di mana.

Tapi tempat sampah nihil, lemari pendingin juga tidak ada sisa makanan di sana. Piring sudah di cuci bersih oleh Elgard. Anehnya Bianca tidak mendengar apapun saat Elgard melakukan semua itu.

Bianca kembali ke sofa, dia melihat note yang ditinggalkan oleh Elgard di meja.

"Makananmu selalu enak, terima kasih banyak"

Bianca merasa sedikit tersentuh karena walau makanan itu sudah dingin, tapi Elgard tetap menghabiskannya.

🌻🌻🌻

Elgard melempar berkas laporan dari orang yang ia minta untuk menyelidiki Meriana. Sekarang, dia tidak tau harus bereaksi seperti apa. Dia hanya bisa diam duduk di kursinya.

Seharusnya dia kecewa karena melihat laporan itu yang telah membuka semua hal tentang Meriana. Semua hal yang selama ini tidak pernah Elgard ketahui. Tapi rasa kecewa itu tidak ada sama sekali dalam hatinya. Dia justru merasa lega, seperti semua yang dia khawatirkan beberapa hari ini telah menemukan jalannya.

Tapi dia tentu saja tak menyangka kalau wanita yang menjadi kekasihnya selama ini, bukan sebulan dua bulan, bukan pula tahun demi tahun, tapi sudah sembilan tahun lamanya, telah mengkhianatinya.

Entah terlalu pandai Meriana menyembunyikan semuanya, atau memang Elgard yang terlalu acuh dan terlalu percaya dengan Meriana karena sifat posesifnya.

Meriana yang selalu mengekang Elgard dalam hubungan, dia yang selalu membatasi interaksi Elgard dengan setiap wanita, ternyata sudah lama mengkhianatinya.

Mungkin Meriana tidak bisa disebut menjalin hubungan dengan pria lain, karena Meriana tidak terikat dengan mereka. Tapi Meriana bermain dengan banyak pria, dia menjadikan mereka seperti taman, tapi lebih dekat dan lebih intim dari teman.

Meriana tak sembarangan memilih teman bermain, tapi dia memilih orang yang memiliki pengaruh terhadap karirnya.

Yang Elgard pertanyakan, kalau Meriana butuh seseorang untuk mendukung karirnya, kenapa dia tidak memanfaatkan Elgard. Kenapa dia harus menggunakan orang lain.

Tapi di sisi lain, Elgard senang karena dia bisa menjadikan itu semua sebagai senjata untuk membatalkan pertunangannya dengan Meriana.

Elgard memungut kembali berkas yang sempat ia campakkan. Dia membawanya keluar dari ruangannya dengan tergesa-gesa. Tujuannya saat ini adalah untuk menemui Ayahnya.

Dari rumah sakit, dia langsung menuju ke perusahaan Ayahnya yang katanya kelak akan menjadi miliknya. Tapi sejak dulu Elgard benar-bener tidak pernah tertarik dengan perusahaan Ayahnya itu.

Keinginannya sejak dulu adalah menjadi dokter spesialis jantung yang hebat. Makanya dia memilih rumah sakit itu daripada perusahaan yang saat ini masih di bawah kendali Ayahnya.

"Ada apa kau datang ke sini? Seharusnya kau sudah bersiap untuk acara nanti malam!"

"Tidak akan pernah ada acara nanti malam!" Sahut Elgard sembari meletakkan berkas yang ia bawa ke hadapan Ayahnya.

"Apa maksudmu?"

"Ayah lihat saja!"

Joshep mengambil berkas itu, namun tatapannya terus tertuju pada putranya.

Elgard tersenyum miring melihat reaksi Ayahnya yang hanya diam sembari membuka satu persatu bukti tentang Meriana yang berkhianat.

Brak...

Joshep melemparkan kembali berkas tadi ke atas meja.

"Lalu apa yang akan kau lakukan?"

"Batalkan pertunanganku dengan Meriana!"

Joshep justru terkekeh mendengar permintaan putranya.

"Kau yakin? Kau begitu gagahnya datang ke sini memberikan berita sampah ini tanpa memikirkan apa yang bisa saja Meriana lakukan saat ini?"

"Apa maksud Ayah?"

Tanpa menjawab kebingungan Elgard, Joshep hanya menyeringai meremehkan putranya. Elgard yang melihat raut wajahnya itu langsung merasa ada yang tidak beres.

Dia buru-buru keluar dari ruangan itu. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Bianca. Dia takut kalau Ayahnya atau Meriana berbuat sesuatu pada Bianca.

Sementara itu di tempat kerja, Bianca sejak pagi merasa ada yang tidak beres dengan rekan-rekan kantornya.

Biasanya mereka akan membalas sapaan Bianca, namun sejak tadi, siapapun yang Bianca temui malah bersikap acuh tak acuh dan tak jarang ada yang melihatnya dengan tatapan meremehkan.

Bianca yang sudah hafal dengan tatapan-tatapan seperti itu tentu saja merasa kembali ke masa dimana dirinya menjadi bahan cemoohan orang-orang di sekitarnya.

Bianca kembali merasa kalau mereka semua sudah mengetahui tentang dirinya dan keluarganya yang hancur karena kasus korupsi yang Ayahnya lakukan.

Dia tidak berani bertanya, dia juga tidak berani mencari tau. Bianca takut, rasa percaya dirinya turun drastis. Dia hanya bisa diam menunduk dan mencoba mengabaikan orang-orang disekitarnya.

"Bianca?"

Bianca mendongak begitu mendegar seseorang memanggilnya.

"Kak Kevin?" Melihat Kevin ada di hadapannya, seakan membuka harapan baru. Hanya pria itu yang bisa membantunya saat ini. Hari ini Kevin memang datang agak siang karena katanya ada urusan di rumah.

"Kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Kevin yang melihat Bianca agak berbeda hari ini.

"Emm Kak, sepertinya semua orang di kantor ini sudah tau kalau aku adalah..."

"Siapa yang mengatakan itu? Apa mereka menghinamu atau melakukan sesuatu padamu?" Kevin terlihat khawatir.

"Tidak Kak, aku hanya merasa mereka berbeda. Mereka seperti tidak suka melihatku ada di sini!"

"Kau tenang saja Bianca, mereka tidak akan pernah berani berbuat apa pun padamu. Kalau semua itu terjadi, aku yang akan menindak mereka semua!"

"Hmm, terima kasih Kak!"

"Oh ya Bianca. Aku hari ini datang hanya untuk menandatangani berkas saja. Setelah itu aku harus pulang lagi karena Momyku sedang sakit!"

"Baik Kak, akan aku siapkan semuanya!"

Setelah Kevin tidak ada lagi di kantor, rasa takut kembali menerpa Bianca. Sudah tidak ada lagi yang bisa melindunginya di kantor.

Saat jam makan siang, Bianca lebih memilih untuk.keluar belakangan karena dia tidak ingin berpapasan dengan banyak karyawan lain. Bianca merasa tidak nyaman saja dengan tatapan mereka.

Plug...

Bianca syok dan mematung karena benda yang mengenai kepalanya. Satu buah telur dilemparkan tepat di kepalanya hingga pecah dan mengotori rambut panjangnya.

"Rasakan ini, dasar anak koruptor!!"

Plug..

Plug..

Bianca hanya diam ketika telur-telur itu kembali mengenai tubuhnya.

"Anak koruptor ternyta bisa dengan mudah masuk ke sini. Tapi aku yakin kalau dia masuk ke sini karena bantuan Bos!"

"Tentu saja, dia pasti menjual tubuhnya untuk mendapatkan posisi sekretaris dengan sangat mudah. Dia bahkan tidak menyelesaikan sekolahnya, bagaimana mungkin tidak lulus sekolah bisa menjadi sekretaris kalau tidak jual diri!"

Kedua tangan Bianca saling mengepal. Kepalanya menunduk ketakutan. Dia tak bisa melawan, tak punya keberanian untuk melalukan itu.

"Enyah kau dari sini!"

Plug...

Plug...

Sekarang bukan hanya telur, namun tomat busuk dan juga tepung, semua dilemparkan ke tubuhnya.

Sreett...

Bianca terkejut karena tiba-tiba ada yang memeluknya dan menghalau telur dan sampah tadi dengan jasnya agar tidak mengenal tubuh Bianca.

Perlahan Bianca mendongak menatap pria tinggi itu. Meski saat ini Bianca bisa mencium parfum yang dipakai pria itu dan jelas bisa menebak siapa yang memeluknya saat ini.

"El?" Gumam Bianca ketika melihat siapa orang yang melindunginya saat ini.

1
Cita
PLOT TWIST banget,Di luar perkiraan banget,ternyata oh ternyata El dan Bee dulu Pernah melakukanya,sampai hamil juga si Bee,Kepo bangettt sama kelanjutanya.Up terus Thor sampai Happy ending🥰🥰
Bundanya Pandu Pharamadina
wow ternyata ada kejadian masa lalu....
andai masih hidup si janin akan mengikat lebih kuat hubungan Elgar Bianca
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
duh jangan teriak kenceng sakit nih kuping🤣
Tian Fangxin
mending ngk ush bantu dia El. Emang dia pikir sama cowok lain pun bpknya El ngk ganggu. Lu pasti tetap di ganggu.
Nureliya Yajid
lanjut
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
semoga elgard paham maksudmu bee
Cahaya
ku terima bantua.n mu royyyyyyy
Rizka Susanto
hadeehh... kira2 km mau membantu apa roy???
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Bianca juga dulu hatinya sakit ketika kamu meninggalkan nya🥹
Agnezz
mau bantu apa Roy ( marten)? ternyata Bee maaih mencintai El tapi dia gak mau El memjadi susah karena membantunya. Bee tidak mau hubungan Ayah dan anak menjadi musuh karena dirinya.
mama
minta di tonjok tu roy,mundah2n dgn rencana km menjauh dari el semakin membuat km hancur bee..sumpah greget sm bianca.. sok2 n ngelawan ayah ny el,ujung2 ny juga nyerah.. gk liat pengorbanan el km
Teti Hayati
Yaa meskipun hanya pura2.. tapi sakitnya Elgard disaat kejatuhannya itu nyata, dan makiin sakiit dg kepura-puraan mu Bee..
Kamu udh pernah mengalami hal tersulit, harusnya sekarang bisa lebih kuat.. gak mudah terpengaruh.. jadi makin terlihat lemah, gak ada apa2 nya km Bee..
Elgard jatuh saat sedang memperjuangkan km, harusnya jadi sumber kekuatan.. bukan malah jadi penoreh luka...
mama
semua pengorbanan el gk brrti ap2 di matamu bee,semuanya cwo mom gantung,plan plan..setelah el tau kbr ini aq berharap gk ush deketin bianca lg el..biarkan di dgn keputusan ny.. pergilah jauh untuk menata hatimu el
astr.id_est 🌻
sakit banget /Sob//Sob//Sob//Sob/
Kurnia Swasan
bles baca gue ah 😭
🌷Vnyjkb🌷
ooo, i see,, perSekongkolan toh,😆👍👍
🌷Vnyjkb🌷
impas dah,,,
SasSya
Roy...
sadar banget Klo mereka saling cinta zaa
semoga kamu yg akhirnya melepaskan dan memudahkan Bianca kembali Pd El Royyy
SasSya
💔💔💔💔😢😢😢😢
jahat banget Ndak sie ini Bianca
jangan bohongi hatimu Beeee
ini akan membuat rumit
Royyyy Bianca tidak cinta sama kamu!
SasSya
sangat keliru El
kamu menitipkan Bianca Pd Roy
gak kebayang hancurnya kamu 😬😬💔💔💔💔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!