NovelToon NovelToon
WAJAH BERBAYAR: KONTRAK KEMBARAN

WAJAH BERBAYAR: KONTRAK KEMBARAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

Terjerat utang ratusan juta dan ancaman pernikahan paksa, Alisha kehilangan segalanya termasuk kenangan dari kekasihnya. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Aruna, wanita kaya berwajah identik yang menawarkan kontrak gila: Bertukar hidup demi pelunasan utang.

Alisha terjun ke dunia mewah yang palsu, namun tantangan sesungguhnya adalah kakak laki-laki Aruna. Pria dingin namun sangat penyayang itu mulai mencurigai perubahan pada "adiknya" sosok yang kini tampak lebih lembut dan tulus. Di balik kemegahan yang dingin, Alisha menyadari bahwa menjadi orang lain jauh lebih berbahaya daripada menjadi miskin saat ia mulai mempertaruhkan hatinya pada pria yang kini menjadi pelindungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Rencana Cadangan

Hari-hari berikutnya bagi Alisha adalah neraka yang berulang. Rutinitasnya dimulai sebelum matahari terbit dan berakhir saat otot-ototnya sudah tidak mampu lagi digerakkan.

Hasilnya? Sangat buruk.

Saat memanah, anak panah Alisha lebih sering mendarat di lantai daripada menyentuh papan target. Saat latihan menembak, suara letusan pistol membuatnya berulang kali tersentak kaget, membuat bidikannya kacau balau. Belum lagi di ruang gym, setiap beban yang diberikan Aruna terasa seperti ingin meremukkan tulang-tulangnya. Dasar-dasar bela diri yang diajarkan Aruna pun tak ada yang meresap sempurna. Gerakan kaki Alisha seringkali tersimpul, koordinasi tangannya lambat, dan ia berkali-kali terjatuh karena salah mengambil posisi.

Kini, tujuh hari masa latihan itu hampir habis.

Alisha terduduk lemas di lantai ruang tamu apartemen, napasnya memburu dengan keringat yang membanjiri wajah cantiknya hingga ke leher. Di hadapannya, Aruna berdiri tegak, menatapnya dengan pandangan dingin yang lebih tajam dari biasanya. Tadi, latihan bela diri mereka berakhir lebih cepat karena Aruna tak henti-hentinya mengomeli Alisha yang gagal melakukan teknik kuncian dasar.

"Aruna... tolong," bisik Alisha di sela napasnya yang tersengal.

"Beri aku waktu tambahan. Satu minggu lagi saja. Aku sadar aku nggak bisa jadi kamu hanya dalam tujuh hari. Aku butuh waktu untuk memahami dasar-dasarnya..."

Aruna tidak langsung menjawab. Ia berjalan menuju sofa, duduk dengan anggun seolah tidak baru saja melakukan aktivitas fisik berat, lalu meminum air dari botol mineral dengan tenang. Setelah meletakkan botol itu kembali ke meja, ia menggeleng mantap.

"Tidak ada perpanjangan waktu. Besok adalah hari pertamamu di rumah itu," ucap Aruna tanpa kompromi.

Alisha menunduk, nyaris putus asa.

"Lalu bagaimana? Aku akan ketahuan dalam sepuluh menit pertama! Mereka akan tahu aku bukan Aruna yang jago bela diri, ahli memegang pistol ataupun memanah."

Aruna mencondongkan tubuhnya, menatap Alisha dengan tatapan yang mampu membuat bulu kuduk gadis itu meremang seketika. Sinar matanya memancarkan rencana yang jauh lebih gelap.

"Kita lakukan Plan B," ucap Aruna pendek.

Alisha terkesiap, rasa penasaran sekaligus takut menyergapnya.

"Kamu... punya rencana cadangan?"

Aruna menyeringai tipis, sebuah seringai yang tidak memberikan rasa nyaman sedikit pun.

"Karena kamu tidak bisa menjadi 'Aruna yang kuat' dalam waktu seminggu, maka kita akan menciptakan alasan kenapa Aruna tiba-tiba menjadi lemah."

Alisha mengernyit bingung.

"Maksudmu?"

"Besok, saat kamu sampai di rumah itu, kamu akan muncul dengan kondisi 'cedera' parah. Sebuah kecelakaan palsu yang akan menjelaskan kenapa kamu tidak bisa bela diri, kenapa kamu tidak bisa latihan fisik, dan kenapa ingatanmu mungkin sedikit... kabur, atau bahkan hilang sepenuhnya. Semuanya akan terlihat natural dan tanpa mengundang curiga siapapun," Aruna menjelaskan dengan nada datar, seolah sedang membicarakan rencana makan siang.

Alisha menelan ludah.

"Kecelakaan palsu?"

"Ya. Dan agar terlihat sangat meyakinkan di depan orang-orang rumah, cedera itu tidak boleh hanya sekadar akting. Kamu harus benar-benar terlihat menderita."

Aruna bangkit dari duduknya, mendekati Alisha yang masih terduduk di lantai, lalu berbisik pelan, "Bersiaplah, Alisha. Plan B ini mungkin akan sedikit lebih sakit daripada semua latihan fisikmu selama seminggu ini."

Alisha membeku. Ia baru menyadari bahwa untuk menjadi Aruna, ia tidak hanya harus mengorbankan identitasnya, tapi mungkin juga keselamatan fisiknya sendiri.

1
Anisa Muliana
🔥🔥
Anisa Muliana
seru banget thor🔥🔥
Ai_Li: Terima kasih kak
Semoga betah bacanya yaa hehehe
total 1 replies
Rania Venus Aurora
Hallo..👋🏻
Ai_Li: Mohon saran dan kritikannya ya kak
Supaya bisa jadi lebih baik
total 3 replies
Anisa Muliana
domisili Jember kak..😊
Ai_Li: Masya Allah jauh ya
Salam dari Medan ya😇
total 1 replies
Ai_Li
Yukk komen para daerah asal kalian dimana 🤭🥰
Anisa Muliana
seruuuuu banget ceritanya thor😍
semoga bisa bertahan sampai akhir ceritanya y thor..
semangat ✊✊
Ai_Li: Oiya kak, terima kasih sarannya 🥰
total 3 replies
Ai_Li
Jangan lupa like yaa dan tinggalkan komentar
Ai_Li
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!