NovelToon NovelToon
Obsesi Teman Papa

Obsesi Teman Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Cinta pada Pandangan Pertama / Beda Usia / Duda / Cintapertama
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Zhahra Putri

Kisah cinta pandangan pertama seorang pria dewasa kepada gadis muda, yang merupakan anak dari teman baiknya, dan berakhir menjadi obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhahra Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Bukan Anaknya?

Keisya menatap malas temannya yang tidak berhenti tertawa. Dia menyesal sudah menceritakan kejadian di apartemen kemarin. Temannya ini memang sangat menyebalkan. Padahal dia sendiri yang ingin tahu setelah dia mengatakan bertemu mantan istri Bastian, dan berjanji tidak akan meledeknya.

Tapi sekarang?

"Balik sana lo" usirnya dengan kesal.

Sisi menyeka sudut matanya yang berair, tawanya belum reda sepenuhnya, "Lagian lo lucu banget. Gue kira kekonyolan lo pas lagi mabuk aja, ternyata pas sadar juga sama aja"

Meskipun awalnya dia terkejut setelah mendengar tentang hubungan temannya dan Bastian sudah sejauh itu, namun pada bagian cerita terakhirnya, Sisi tidak lagi bisa menahan tawanya.

Bisa-bisanya Keisya mengancam mantan suami istri tersebut, hanya karena kesal terkena tamparan. Jika hanya Diana, Sisi tidak akan seperti sekarang.

Tapi Bastian?

Astaga.

"Terus respon si Om gimana?" tanya Sisi lagi.

Keisya semakin mendengus kesal. Jika mengingat respon Bastian kemarin, sungguh jauh lebih menjengkelkan dibanding Sisi sekarang.

"Kaya orang gila"

Setelah dia mengoceh panjang lebar, pintu apartemen kembali terbuka oleh seorang pria—yang sepertinya anak buah Bastian—dan langsung menyeret Diana pergi.

Wanita itu berontak tentu saja, namun berakhir sia-sia.

Setelah hanya menyisakan mereka berdua, saat itulah Bastian menggila. Pria tua itu menciuminya, memeluknya, dan menggodanya tanpa henti.

Bastian bahkan menyebutnya sebagai kekasih yang posesif.

Keisya tidak terima tentu saja. Kata posesif menurutnya menjurus pada hal berkonotasi negatif.

Namun Bastian mengatakan jika dia sangat suka dengan sikapnya yang seperti itu, karena dia merasa dicintai.

."Tapi tamparan itu kayaknya keras banget yah?"

Keisya berdecih, "Pake nanya. Bengkak begini, pasti keras lah"

Sejak kemarin, saat dia masih bersama Bastian, pipinya terus menerus di kompres, berharap tidak menimbulkan efek apapun. Namun hasilnya sia-sia. Begitu pulang, Papanya langsung menyadari hal itu dan bertanya apa yang terjadi. Keisya beralasan jika dia sakit gigi dan gusinya membengkak. Namun sudah memeriksakannya ke dokter gigi.

Tidak bermaksud berbohong, namun hanya itu alasan yang terpikirkan olehnya saat itu. Kondisinya mendesak, namun dia tidak mau membuat Papanya khawatir.

"Om Gunawan percaya?" tanya Sisi ragu.

"Ga tanya apa-apa lagi sih. Kayanya percaya"

\=\=\=\=\=

Gunawan tentu saja tidak percaya alasan itu. Tapi karena Keisya tidak mau jujur padanya, jadi dia tidak bertanya lagi, namun bertekad untuk mencari tahu

Dia mendatangi kampus, dan bertanya pada dosen. Namun pihak kampus mengatakan tidak ada kejadian apapun kemarin.

Berarti kejadiannya bukan di area kampus. Dan itu menyulitkannya untuk mencari tahu. Dia hanya mengenal satu teman anaknya yaitu Sisi. Namun gadis itu bukan pilihan yang tepat untuk dia tanyai. Karena besar kemungkinan akan menutup mulut atas permintaan Keisya.

Lalu siapa?

Dan entah kenapa dia berakhir di sini.

Di depan bangunan megah milik temannya.

Bastian.

\=\=\=\=\=

Jane harus kembali mengelus dadanya sabar menghadapi sikap atasannya yang dangat random. Terutama hari ini.

Sepertinya Bastian yang pemarah dan emosian tidak terlalu buruk juga jika di banding sekarang.

Sejak pagi Bosnya ini tidak fokus sama sekali. Dia selalu melamun, lalu akan tiba-tiba tersenyum sampai kekehannya keluar.

Yah, bukan masalah sebenarnya jika atasannya itu sedang sendiri. Permasalahannya adalah, itu terjadi saat mereka sedang melakukan rapat bulanan. Sebuah agenda penting yang selalu diadakan, untuk memantau hasil kerja mereka selama itu.

Biasanya momen itu adalah hal momok paling menegangkan bagi semua orang, karena amarah Bastian akan selalu meledak ledak selama proses itu berlangsung.

Lalu apa masalahnya? Bukankah itu bagus?

Jelas sangat bagus jika saja mereka tidak harus mengulang rapat melelahkan tersebut.

"Maaf Pak. Pak Gunawan ingin bertemu" ujar Jane berharap langsung mendapatkan respon.

Tanpa diduga, Bosnya itu langsung melontarkan kalimat yang membuatnya tercengang. "Suruh calon mertuaku masuk"

Calon mertua?

Jadi hubungan bosnya dengan anak Gunawan itu sungguh-sungguh? Dia pikir Bastian hanya ingin bermain-main atau hanya sekedar memiliki ketertarikan biasa pada gadis muda tersebut.

Ternyata perkiraannya salah.

Tidak heran sebenarnya. Dia saja sampai harus ikut bersandiwara untuk melancarkan rencana Bastian.

Tidak lama, Gunawan pun masuk. Kedatangannya langsung disambut hangat oleh Bastian.

"Kenapa kamu Bas?" Gunawan heran. Sejak kapan temannya ini bisa begitu ceria sampai tersenyum seperti ini?

Jujur, dia cukup merinding sekarang.

"Kesurupan?" celetuk Gunawan kembali sambil mendudukan dirinya pada sofa di ruangan luas tersebut.

Masih dengan raut bahagianya, Bastian ikut bergabung. "Sedang bahagia, tapi saya tidak akan memberitahu kamu"

Gunawan berdecih, "Gara-gara perempuan itu kan?"

Bastian menjentikkan jarinya. "Cerdas"

Malas menanggapi keanehan Bastian, Gunawan langsung membicarakan tujuan awal kedatangannya. "Kamu bisa cari tahu apa yang terjadi pada Keisya kemarin?"

Bastian langsung serius begitu nama gadisnya disebut.

"Sepertinya dia kena tamparan. Sebelah wajahnya bengkak kebiruan. Bilangnya sakit gigi, tapi ujung bibirnya robek" Gunawan menceritakan keluh kesahnya.

Jika teringat kejadian itu, Bastian tidak bisa untuk tidak marah pada mantan istrinya. Pelajaran yang dia berikan kemarin rasanya masih kurang karena bukan dia sendiri yang melakukannya.

"Diana pelakunya" ujarnya apa adanya.

Gunawan terkejut. "Apa yang terjadi?"

"Masih karena alasan yang sama"

"Keisya yang cerita sama kamu?" Bastian terdengar sangat tahu tentang yang terjadi.

"Saya ada disana kemarin"

"Kamu kemarin ketemu sama Keisya?" entah hanya perasaannya saja, atau memang Bastian memang sering bersama Keisya? "Kalian ngapain?"

Bastian sama sekali tidak panik mendengar pertanyaan bernada kecurigaan itu terlontar dari temannya. "Rencanya mau makan bersama. Tapi wanita itu muncul dan membuat keributan. Bahkan dia berani menampar Keisya"

Tidak ada niat menyembunyikan, toh cepat atau lambat Gunawan memang harus tahu tentang hubungannya dengan Keisya.

\=\=\=\=\=

David menunggu kedatangan Ayahnya dengan gelisah. Dia berjalan mondar mandir di teras rumah sambil sesekali melihat gerbang rumah yang tertutup.

Begitu penjaga rumah keluar dari pos untuk membuka gerbang, David langsung berjalan tidak sabaran mendekati kedatangan mobil Ayahnya

Dia menunggu sampai Ayahnya keluar dengan sabar.

"Sedang apa kamu?" tanya Bastian heran begitu keluar dari mobil.

"Bener kata Ibu, kalau Ayah yang nyuruh orang buat mukulin ibu?"

Sudah dia duga. Pasti karena masalah ini.

"Iya" Bastian membenarkan tanpa ragu.

David marah. Ayahnya tidak tampak sedikitpun merasa bersalah "Ayah keterlaluan. Ibu itu perempuan, kenapa Ayah tega nyuruh orang buat nyakitin ibu?" David sangat ingin meledak, namun dia tidak seberani itu.

"Apa benar juga kata ibu kalau ini gara-gara wanita itu?"

Bastian menyerit tidak suka.

"Ayah punya hubungan sama wanita muda?" kata David lagi.

"Aku ga masalah Ayah mau punya hubungan apapun sama siapapun. Tapi jangan pernah sakitin ibu begitu. Dia juga ibu aku Yah. Kita dulu pernah jadi satu keluarga"

Bastian tidak tersentuh sedikitpun oleh kalimat dramatis tersebut. "Ibu kamu yang memulai. Ayah hanya membalas perbuatannya. Beritahu ibu kamu, jangan pernah mencari masalah lagi, kalau tidak ingin kejadian kemarin kembali terulang"

"Itu juga berlaku untuk kamu sama Haikal. Kedepannya jangan mencari masalah tentang apapun. Apalagi soal hubungan Ayah"

Bastian sudah selesai berbicara, dan langsung meninggalkan David. Namun langkahnya langsung terhenti begitu suara David kembali terdengar.

"Sebenarnya aku sama Kak Haikal bukan anak Ayah yah?"

1
D_wiwied
pasti si mantan ato kalo ga ya orang suruhannya tuh
D_wiwied
Nah kan bener kan
D_wiwied
emangnya ada apa sih sebenarnya, apa alasannya nitipin kei ke neneknya.. bikin penasaran deh
Evi Lusiana
pinter sisi,menganalisa keadaan
Evi Lusiana
terlalu keras bastian sm anakny,egois gk sih
Evi Lusiana
lo gk tau aj kal klo tersangkany y bpk lo pk duda yg lg ngejar targetny
Evi Lusiana
modusmu pak duda
Evi Lusiana
mm keisya kmn thor
D_wiwied
double up triple up banyak up duoong 😆🤭
D_wiwied: semangat kakak 💪💪
total 2 replies
D_wiwied
astagaaa si om sama anak sendiri cemburu 🤭 don't worry om, kei ga suka sm David dia hanya care sm anakmu tp emang lain cerita sm anakmu, dia ngfans ato mungkin suka ma kesayanganmu tuh 😆🤣
Esti 523
daebak keisya ternyata suhu
D_wiwied
ciyuuss?? apa beneran?? kepo maksimal akuh 😆
D_wiwied
waah kereeen.. si Kei emang badas walau keceplosan ya kei, ngaku jg kamu akhirnya.. pasti seneng banget tu om Bas, alamat bakal dikekepin terus nanti 🤭😆
D_wiwied
apa hakmu marah2, kan kamu cuma mantan
Esti 523
kamu ketahuan oh no
D_wiwied
haisssh siapa lg ini main masuk apart begitu aja, ganggu om Bas kaan 🤭😆😆
D_wiwied
wah gawat ni si om, bawaannya pingin berduaan terus 🤭😆
D_wiwied
menang banyak om Bas 😆🤭
hehe besok kamu ga akan bisa ngelak lg kei kalo liat bukti dr Sisi 🤣🤣
Esti 523
dobel up donk
Esti 523
ada apa dgn masalalu keysa thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!