Lusy peri muda yang tidak memiliki sihir seperti peri lainnya. Dia berkeinginan menjadi ratu peri yang melampaui ratu peri generasi sebelumnya.
Lusy di remehkan oleh kaumnya sendiri. Namun, suatu ketika dia menemukan sebuah teknik terlarang dan sebuah pedang leluhur peri yang membuatnya bisa membangkitkan kekuatan sejatinya.
Lusy bangkit menjadi peri terkuat tanpa sihir, tapi banyak orang yang masih tidak menerima sebuah kenyataan kalau Lusy adalah peri terkuat di alam Peri.
Akankah Lusy berhasil menjadi Ratu Peri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Ikatan Part 3
Saat Lusy ke kamarnya, Fire belum pulang dari Akademi, Lusy merasa itu wajar, karena Fire seorang guru, berbeda dengan dirinya yang seorang siswa.
Lusy merebahkan tubuhnya di ranjang miliknya, dia menatap langit-langit kamarnya sambil bermonolog.
"Apakah ini kehidupan yang aku inginkan selama ini?"
Lusy masih merasa tidak puas dengan kehidupannya yang sekarang, yang dia inginkan bukan cuma bersantai seperti itu saja, dia ingin sesegera mungkin membalas orang-orang yang telah meremehkannya.
Tok... Tok...
Terdengar suara pintu kamarnya di ketuk seseorang.
Lusy langsung beranjak dari tempat tidurnya.
"Siapa?!" tegur Lusy.
"Tuan Lusy, yang mulia ingin berbicara dengan anda!" saut pelayan yang masih di balik pintu.
Lusy turun dari tempat tidur, dia langsung keluar dari kamarnya.
Pelayan dengan sopan menunjukkan jalan untuk Lusy, ke tempat Kaisar peri berada.
Beberapa saat kemudian, Lusy sampai di aula pertemuan, bukan hanya kaisar peri yang ada di sana.
Semua tetua Kekaisaran dan Holden juga ada di sana.
Lusy duduk di tempatnya, kaisar Peri menyambutnya dengan sopan, begitupun dengan semua orang yang ada di sana.
"Lusy, kamu tentu sudah dengar dari Frei, kalau besok akan ada misi untuk kalian, bukan?" Kaisar peri buka suara.
Lusy mengangguk, Kaisar peri tersenyum, dia kemudian buka suara lagi "misi tersebut akan menunjukkan mereka para generasi penerus ke wilayah perbatasan tempat dulu kamu berperang di sana."
Lusy terkejut, dia langsung berdiri
"yang mulia! Bukankah itu terlalu berbahaya?
"Aku tahu apa maksud kamu, tapi kami juga akan mengawasi kalian dari kejauhan, dan akan ada beberapa guru yang ikut juga nantinya."
Kaisar Peri sebenarnya membuat keputusan itu karena Holden yang belum sepenuhnya percaya dengan Lusy, dia ingin melihat reaksi Lusy seperti apa. Namun, saat melihat ekspresi Lusy yang seperti itu, membuat Holden salah persepsi tentang Lusy, dia merasa dugaannya salah.
Holden menatap Lusy dengan seksama "anak ini ternyata benar-benar pernah ada di sana.
Apa aku saja yang terlalu khawatir?" gumam Holden dalam hati.
Lusy duduk kembali di tempatnya "Aku tidak keberatan sama sekali jika di kirim kesana kembali, tapi anda yakin dengan mengirim anak-anak manja itu ke tempat Medan perang? Aku khawatir mereka akan tewas di sana nantinya!"
Lusy menatap semua orang dengan tajam "entah ini ide siapa, tapi aku hanya bisa memperingatkan, kami berhasil menang di sana, bukan berarti di sana sudah baik-baik saja, masih ada beberapa Monster yang mungkin bersembunyi di sana!"
Perkataan Lusy membuat para tetua Kekaisaran menimbang-nimbang ucapannya, karena mau bagaimanapun Lusy ada benarnya juga.
"Yang mulia, ucapan Tuan Lusy ada benarnya, apa kita tidak terlalu memaksakan misi ini pada mereka?" Aruga, tetua pertama buka suara.
"Saya juga setuju dengan perkataan Tuan Lusy, jikapun anda mau mengirim mereka yang belum berpengalaman, setidaknya bawa beberapa orang kuat bersama dengan mereka."
Arcana tetua kedua menimpali.
Kaisar peri mengangguk mengerti, dia menatap Holden untuk buka suara, karena dialah yang memiliki ide untuk mengirim anak-anak tersebut ke perbatasan.
"Mungkin Tuan Lusy benar kalau semua ini bahaya, tapi apa salahnya menguji mental mereka yang kelak akan menjadi pengganti kita di sini." Holden dengan santainya memberikan jawaban.
Para tetua manggut-manggut mengerti, menurut mereka ucapan Holden ada benarnya, misi ini juga bisa menjadikan Motivasi untuk mereka nantinya.