Menikah bukan berarti kehadiran orang ketiga tidak ada. Kisah ini bermula dari bangku kuliah, Sherly mahasiswi kedokteran tingkat akhir jatuh cinta kepada seniornya yang sudah menjalani koas dokter Timo. Sherly tidak mengetahui sahabatnya Leni memiliki perasaan yang sama dengannya. Bagaimana kisah cinta segi tiga ini???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacaran
"Sayang, Noah sudah punya pacar??"
"Ngak tahu mas. Kalau ada Noah pasti cerita sama saya?"
"Dokter Natalia Isabel??? Mas lihat macam, mereka sama - sama memberi perhatian."
"Dede juga rasa papi." Nora tiba - tiba masuk ke dalam kamar.
"Ngomong apa sih mami, papi?"
"Ngomong mas Noah."
"Noah kenapa???"
"Terlalu ganteng." Nora yang menjawab setiap pertanyaan adeknya.
"Mas sudah punya pacar ya???"
"Belum mami, belum dapat. Kalau naksir ada?"
"Pasti dokter Natalia ya???" Noah tersenyum.
"Sok tahu, anak kecil." Noah menarik hidung adeknya sampai merah.
"Papi, marah mas."
"Mas, kasihan adeknya?"
Saat ini kedua anaknya ada dikamar mami dan papinya. Noah walaupun sudah berumur dua puluh tiga tahun dia masih manja kepada orangtuanya terutama maminya. Malam ini dia laki - laki hebat dari keluarga Johanes mengapit dua permaisurinya.
"Mas, kamu sama Ara gimana?"
"Mami, Noah itu sayang Ara sama seperti sayang sama Nora."
"ihhhhh dede ngak mau, dede harus lebih disayang sama mas."
"Dede, ini cerita orang besar. Ngak boleh diselah begitu."
"Maaf papi, maaf mas." Papi dan masnya langsung mencium Nora.
"Mami lihat, sepertinya Ara punya perasaan lebih. Noah sadar tidak."
"Waktu kita berangkat ke Korea, mas sudah bicara sama Ara. Kalau Noah sayang Ara seperti seorang adek."
"Terus ????"
"Ara nangis. Di Korea Ara setiap saat mau dihubungi. Noah ngak bisa, Noah kan sekolah. Sampai Noah ngomong mi, kalau kita jodoh pasti di satukan Tuhan."
"Ara mengalami depresi berat. Noah harus jelaskan. Jangan beri harapan kalau Noah ngak punya rasa."
"Iya papi."
"Kalau dokter Natalia Isabel?"
"Pacar itu mami."
"dede Nora....."
"Iya ...iya mami maaf."
"Dia itu like mami. Anak yatim piatu, kuliah beasiswa sambil kerja part time di cafe, gigih orangnya."
"Cantik juga"
"ihhhhh papi genit." Timo tertawa karena Nora menyubit papinya. Dia tahu anak perempuannya ini posesif sama papi dan masnya.
"Ko dia bisa balik ke Jakarta bersamaan dengan penerbangan sama dengan mas?"
"Mereka rencana mau ikut tes dokter sukarela punya kementrian."
"Mas kenapa ngak ikut."
"Siapa bilang mas ngak ikut? Mas ikut kok, hanya mas ada kegiatan jadi ngak bersamaan. Namun kenyataannya lain opa pergi akhirnya dapat tiket penerbangan awal bersama mereka."
"Emang mas kegiatan apa?"
"Mas ada undangan seminar mami."
"Wah, hebat ya masnya dede."
"Seperti siapa?"
"Mami lah, sori papi, opa dan oma bilang maminya dede dan mas orang hebat, hatinya tulus. Opa bilang kalau papi nakal opa dan oma yang pukul papi." Sherly tersenyum karena anak perempuannya membela dia. Timo mukanya cemberut.
"Iya cantik manis pokoknya wanita tercantik di hati papi."
"Papi........" Timo godain anak gadisnya dia tahu, anaknya ini ngak mau kalah sama maminya.
"dede juga cantik kok seperti mami. Iya kan papi." Sherly membujuk anak gadisnya. Timo langsung memeluk kedua wanita yang sangat dia cintai diberi ciuman.
"Pokoknya mami dan dede adalah wanita tercantik di dunia papi. Cinta papi hanya buat kalian berdua."
"Mas juga sayang dan cinta buat mami dan dede."
"Mami nomor berapa?"
"Mami tetap nomor satu, untuk sekarang dede nomor dua."
"Untuk sekarang???? Maksudnya mas???"
"Kalau mas sudah menikah mami tetap nomor satu, istri mas nomor dua, dede nomor tiga."
"Ngak boleh gitu mas???"
"Harus istri nomor satu, baru mami dan dede."
"Berat nih nasib istriku, bisa di musuhi menantunya?"
"Mas akan buat menantu mami sayang kepada mami seperti mas sayang kepada mami." Sherly terharu mendengar apa yang dikatakan anak sulungnya. Malam ini mereka berempat tidur bersama. Oma yang terbiasa mengecek keberadaan cucu - cucunya di kamar tidak menemui. Karena rasa penasaran dia pun masuk ke kamar anak dan menantunya. Oma tersenyum melihat empat orang yang dia sayangi sedang tidur bersama. Ada doa terindah yang dipanjatkan untuk kebahagiaan anak - anak dan cucu - cucunya.