NovelToon NovelToon
Antagonist Yang Menghindari Takdir

Antagonist Yang Menghindari Takdir

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Obsesi / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:295.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Saat tragedi mengambil jiwanya, Syifa menemukan dirinya yang masuk ke dunia novel sebagai seorang antagonis yang secara obsesif mengejar protagonist pria bahkan berencana untuk menghancurkan hubungannya dengan sang kekasih.

Pada akhirnya dia akan mati terbunuh karna alur itu, oleh sebab itu untuk menghindarinya, dia selalu menghindari pria itu.

Namun bagaimana jika tiba-tiba alurnya berubah, pria itu malah memperhatikannya..

"Tidak! ini tidak ada dalam plot!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Kayden terdiam di seberang sana.

Syifa bisa mendengar napasnya, berat—seolah pria itu sedang menahan sesuatu yang ingin diluapkan tapi ditelan kembali.

“Apa maksud kamu?” suara Kayden terdengar rendah, dingin.

“Maksudku jelas,” sahut Syifa cepat, nadanya masih tinggi karena emosi yang belum turun. “Daripada ganggu aku terus, mending kamu balikan sama Wenda. Dia nunggu kamu tuh.."

“Dia nyari kamu?”

Syifa mendengus. “Menurut anda?.”

Sunyi beberapa detik.

“Apa yang dia bilang?” tanya Kayden.

“Kenapa kamu peduli?” Syifa langsung memotong. “Itu bukan urusan aku lagi.”

“Syifa.”

Tak ada jawaban lagi karna Syifa telah memutuskan panggilan itu sepihak.

Ia bersandar di dinding koridor, dadanya naik turun. Beberapa mahasiswa lewat sambil melirik penasaran, tapi Syifa tak peduli.

“Bagus,” gumamnya. “Dorong dia ke Wenda. Jauhkan diriku.”

Itu rencana paling aman.

***

Namun rencana semesta jarang sesederhana itu.

Hari-hari berikutnya justru terasa semakin kacau.

Kayden tidak mengejar Wenda.

Ia malah mengejar Syifa.

Entah di kantin, perpustakaan, bahkan lorong fakultas yang seharusnya jarang dilewati mahasiswa lain, Kayden selalu muncul dengan alasan sepele.

“Kamu makan apa hari ini?”

“Nilai kuis kamu keluar belum?”

“Kenapa kamu kelihatan capek?”

Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Syifa nyaris frustasi.

“Kenapa kamu nggak sama Wenda aja?” semburnya suatu siang ketika Kayden duduk begitu saja di depannya tanpa izin.

Kayden menatapnya lama. “Kenapa aku harus?”

“Karena—” Syifa tercekat. “Karena dia masih suka sama kamu.”

“Memangnya aku masih suka sama dia?”

Jleb..

'Harus dong! Harusnya kamu sama dia bersatu tau!!'

Syifa merasa kesal setengah mati, semakin dia mencoba menjauh, Kayden malah semakin mendekatinya.

Syifa menegakkan punggungnya, menatap Kayden dengan sorot tak ramah.

“Masalahnya bukan itu,” ucapnya tajam. “Masalahnya kamu nggak pernah jelas.”

Kayden menyandarkan tubuh ke kursi, sikapnya santai—terlalu santai—seolah percakapan ini bukan hal penting.

“Jelas soal apa?” tanyanya.

“Perasaan,” jawab Syifa tanpa ragu. “Dulu aku kejar kamu, kamu nolak aku, kan?. Sekarang aku berhenti, kamu malah datang. Kamu pikir aku mainan?”

Kayden terdiam. Bukan karena tersentuh—melainkan karena tepat sasaran.

“Aku nggak minta kamu ngejar aku tau!,” lanjut Syifa, suaranya lebih tenang tapi justru lebih dingin.

“Kalau aku bilang aku tertarik sama kamu?” sahut Kayden.

Syifa tertawa kecil, hambar. “Nah. Itu dia.”

“Apa maksudmu?”

"Maksud aku kenapa tiba-tiba kamu tertarik sama aku? like.. how! Dari dulu banget kamu tolak aku.. trus sekarang kamu mendadak tertarik? Kayden! Kamu pasti punya maksud lain, kan?!"

Kayden menghela napas panjang. Untuk pertama kalinya, sikap santainya runtuh.

“Aku gak ada maksud lain,” ucapnya pelan. “Aku cuma mulai terima kamu Syifa..”

Syifa menatapnya tajam.

"Aku gak butuh kamu lagi Kayden! Stop deketin aku dan kembali aja sama Wenda!"

'Ya.. kembali sama dia sebelum dia sebelum dia yang bunuh aku'

Alur itu tiba-tiba terbesit di pikiran Syifa, kalau bukan Hansen yang membunuhnya, bisa jadi alurnya berubah dan menjadikan Wenda yang membunuhnya karna kecemburuannya.

"Suka-suka aku dong.. aku maunya kamu!," jawab Kayden dengan santai seolah tak peduli dengan penolakan Syifa.

Jika dipikirkan lagi, alur mereka malah terbalik.. bukan Syifa yang mengejar cinta dan ditolak oleh Kayden, malah Kayden yang seperti itu.

"Ya kalau gitu, suka-suka aku juga dong.. aku gak mau berhubungan lagi sama kamu!"

Syifa mencoba melarikan diri dari hadapan Kayden, namun kalah cepat dengan tangan besar pria itu yang mencegahnya.

Kayden memegang pergelangan tangan lalu menariknya dan..

Cup..

Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Syifa..

1
dome🌬️🌀🌀🌀
🤣🤣🤣.. sial banget Syifa, sudah time travel JD antagonis tapi malah antagonis nya punya penyakit bengek😄😄
gimana mau Badas gimana mau bar bar. kena debu dikit langsung kumat
dome🌬️🌀🌀🌀
cari amannn... hahahahaha.. Syifa karna ga mau terlibat sama drama drama JD cari aman aja deh.. kaburrrrr 😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
hahhahahaaa... ini lah bagusnya ga ada ingatan apa apa. JD labrak aja si kayden gaaassss..😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaa.. salam..🤣🤣🤣
namanya juga time travel bang, wajar kalau Syifa yg dr dunianya ga tau apa2 dengan kehidupan nya didunia lain.
pelan pelan cari tau seluk beluk alur cerita nya yaa Syifa 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
makanya Syifa jika kamu mau hidup dengan tetap bergelimang harta. jauhin cikal bakal orng2 yg mencelakaimu.. ayoo cari kebahagiaanmu sendiri dengan cari cwo yg cinta mati sama kamu 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
jangan tanyakan kenapa... tapi tanyakan kepada othor kenapa kok kamu tokoh cerita novel bisa masuk novel yg kamu baca juga🤣🤣🤣🤣
emang othornyaa agak lain ini.. imajinasinya tingkat tinggi yaa thor😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaahhh... yaaahh... yaahhh... kok langsung koid aja sih Syifa. balik gih, belum diterima disurga😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
bagussss... setidaknya pecahin kepalanya😄😄 kalau bisa sekalian pecahin telor burungnya 🤣🤣
Sapna Anah
shifa yg bodoh Uda bener"d rumh ga ikut harga diri dong Shifa biarkan orang tuamu bersahabat
Hikam Sairi
laaah dia metong juga 👻👻👻👻👻🤣
Sapna Anah
ceritanya ga seru pemeran utamanya ga bisa apa" ga bisa jga diri sendiri biasa klu yg reinkarnasi itu ga bodoh bodoh amat setidaknya bisa ngehindar
Susi Andriani
makin mumet bacanya
meutia candra
hahahaha janan deh kasih bintang 1, tetap bisa bikin sebuah karya itu sebuah pencapaian, tp maaf banget saya kasih bintang 3... bingung sama bacanya, awalnya sebenarnya bagus, tp makin kesini koq jadi kesana kemari.... tapi mungkin saya yang gak paham imajinasi penulis.. anyway... semangat membuat karya lainnya
Jiuyue
fix... Oon tingkat purba 🙄
Jiuyue
kok Syifa yg baru bego banget sih?
tegas aja Napa,, gak papa garang yg penting gak murahan.
falea sezi
novel isinya g jelas. pembaca jd bingung alurnya morat marit. MC goblok
falea sezi
novel mumet
falea sezi
murahan kayak. pelacur MC nya karakternya oon
falea sezi
sifa tambah goblok kebanyakan ngomong
Retno Palupi
ini Sifa jd taruhan nya jay sama siapa ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!