Dia menjadi pengganti posisi kakak nya untuk menikah dengan lelaki cacat. Lelaki cacat itu awal nya adalah pacar dari kakak nya sendiri. Sayang nya, karna kecelakaan yang membuat kaki lelaki itu lumpah. Itu menjadi penyebab kakak dari gadis itu memaksa adik nya menikah dengan pacar nya.
Bagai mana kisah gadis itu, setelah hidup sebagai pengganti pacar kakak nya. Ikuti terus kisah nya bersama Cahaya cibta pengganti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
R31
Setelah selesai mengolesi obat di siku Rina. Arjuna membalut luka itu dengan perban, Arjuna melaku kan itu dengan sangat lembut pada siku Rina. Sehingga Rina menganggumi sikap Arjuna. Apa lagi kak Indah juga sering cerita bagai mana Arjuna saat bersama dengan Indah.
Arjuna adalah orang yang paling manis, kata kak Indah kalau udah pulang jalan. Pasti Indah akan bercerita pada mama nya. Dan Rina juga dapat kecipratan lah, dengan mendengar apa yang Indah kata kan.
Arjuna sudah selesai membalut perban di siku Rina. Namun Rina masih tidak sadar kalau Arjuna sudah selesai. Ia menatap Arjuna dengan tatapan kamum nya. Ia merasa Arjuna makin di lihat makin muncul aura tampan lelaki itu.
"Hei, apa ada yang salah dengan wajah ku saat ini." kata Arjuna mengaget kan Rina.
Rina pun gelagapan gak jelas lah jadi nya. Karna ia ketahuan memperhati kan wajah Arjuna. Apa lagi jarak mereka sangat dekat.
Wajah Rina memerah karna malu, ia tidak tahu mau bilang apa. Ia mencari cara agar bisa menyembunyi kan rasa malu nya.
"Makasih kak Juna, aku rasa aku harus pulang sekarang." kata Rina ingin segera menghindar dari pandangan Arjuna.
Andai saja aku bisa menghilang, mungkin aku akan menghilang dari pandangan kak Juna sekarang juga. Aku gak sangaup dilihat oleh nya lagi. Kata Rina dalam hati dengan wajah menahan malu.
"Kamu yakin bisa pulang sendiri dengan sepeda mu itu." kata Juna.
Memang Arjuna agak terkesan lebih dingin dan kaku saat bersama Rina. Tapi Rina juga maklum, bagai mana pun Rina dan Arjuna kan baru pertama kali berdekatan. Apa lagi duduk satu mobil.
Saat bersama kak Indah, Rina tidak pernah ikut bergabung bersama. Karna kak Indah melarang Rina untuk ikut ngobrol. Lagian Rina juga gak mau ikut gobrol dengan kak Indah apa lagi sama pacar kak Indah.
"Kenapa kamu suka sekali melamun, dan suka sekali menatap wajah ku. Apa aku terlihat sangat menyedih kan di mata mu." kata Arjuna.
Lagi-lagi, Rina jadi kaget. Kenapa kali ini rasa nya itu sulit sekali menjaga pandangan mata nya terhadap lelaki tampan yang ada di samping Rina saat ini. Bagai mana bisa ia selalu bikin malu diri sendiri di hadapat Arjuna.
"Maaf kak, kayak nya aku harus buru-buru keluar dan langsung pulang deh." kata Rina bergegas membuka pintu mobil.
"Tunggu, kamu yakin mau pulang sendiri. Gak mau aku antar pulang." kata Arjuna menawar kan.
"Gak kok kak, gak usah lagi. Makasih banyak udah mau ngobatin aku. Dan maaf ya, sudah membuat jalan kak Juna jadi terhalang karna kecerobohan ku." kata Rina berusaha bersikap biasa saja. Padahal dalam hati nya bergejolak.
"Ya udah kalau begitu, lain kali hati-hati jalan nya." kata Arjuna.
Rina pun keluar, lalu menutup pintu mobil Arjuna. Rina menghampiri sepeda nya, dan berusaha dengan cepat menghilang dari hadapan Arjuna.
"Jalan mas." kata Arjuna pada sopir nya.
"Baik tuan muda."
Mobil pun berjalan berlawanan arah dengan Rina. Karna memang tujuan mereka yang berlawanan sejak dari tadi.
Arjuna terlihat biasa saja dalam mobil, tidak ada yang ia fikir kan. Sedang kan sopir nya senyum-senyum sendiri di depan.