THE LAW FIRM FIRM Series adalah series yang mengupas kehidupan para pengacara di sebuah firma hukum, kasus-kasus hukum dan tentu saja romansa diantara mereka.
Kayla Riyani, membenci Ayahnya yang tak pernah hadir dalam kehidupannya. Sama seperti profesinya sebagai pengacara perceraian dia tak mempercayai lembaga perkawinan. Baginya cinta hanya kegilaan sesaat, dan perkawinan adalah perjudian yang kadang berakhir tak baik.
Ironis, seseorang dari masa lalu menawan hatinya begitu lama dengan kisah cinta tanpa status, saat orang itu muncul kembali didepannya apa yang akan dia lakukan, hatinya masih tergerak dan raut wajah pria itu masih menimbulkan rasa yang tak bisa dia tepikan.
Disisi lain seorang teman dekat, telah lama begitu memperhatikannya. Tapi Kayla telah terlanjur memasang tembok begitu tinggi dihatinya.Kepada siapa Kayla menyerahkan hatinya
Season 1. Love Intrigue
Season 2. The Soulmate Secre
Season 3. The Day We Meet Again
Season 4. My Heart Belongs To You
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LOVE INTRIGUE Part 31. Dengarkan Aku!
“Kau berpikir aku akan menerima ini?” Aku tak menyentuh cincinnya, bagaimana dia bisa tiba-tiba melamarku seperti ini. Apa maksud tindakannya.
“Tidak, aku tahu. Tapi kita sudah begitu lama memikirkan satu sama lain, aku serius dengan ini. Kau selalu meragukan niatku, aku tak tahu bagaimana meyakinkanmu, jadi ini buktinya untukmu. Ini solitaire, diamond asli jaminan untukmu bahwa aku tak main-main denganmu. Kau bisa menyimpannya.” Dia tiba-tiba menaruh cincin itu di tanganku dan aku sesaat aku tak bisa mengatakan apapun.
“Aku tak bisa menerima ini Her...” Aku mengambil tangannya dan mengembalikan kotak cincin itu padanya.
Tapi diluar dugaan dia menarik tanganku, memeluk pinggang dan tangan yang lain memngunci tengkukku dan bibirnya menyentuhku, aku tersentak ketika jambangnya menyentuh kulitku, rasanya terlempar ke enam tahun yang lalu, wangi yang sama, dominasi tubuh yang sama, yang kadang masih kuingat dan tak bisa kulupakan pengaruhnya.
Aku mendorong tubuhnya awalnya, tapi kekuatannya bukanlah tandinganku. Dan tanpa kusadari tubuhku menyerah begitu saja, entah kenapa aku menyerah, aku sungguh tak tahu... logikaku tak berjalan lagi sekarang.
“Her...” Siksaan hebat ketika dia menyapukan bibirnya ke rambut dekat telingaku, dia tahu bagaimana menguasaiku.
“Aku tak tahu Kay, kau membuatku gila. Enam tahun ketika aku melihatmu lagi harusnya membuat semuanya hilang, tapi itu tetap disana. Katakan apa yang harus kulakukan jika aku merindukanmu.” Bisikannya membuat semuanya menjadi kabur, sementara pelukannya yang tak bisa kutolak membuatku merasa tersiksa antara ingin memeluknya kembali atau mendorongnya menjauh.
“Kumohon Kay, beri aku kesempatan mengulang lagi... Jangan bilang kau tak mengingatku lagi, karena kita sama-sama tahu itu kebohongan besar.” Perkataannya membuat aku mendorongnya ke belakang dengan kuat dan dia akhirnya melepasku.
“Aku mau pulang Her.” Dia seenaknya mengatakan itu, sementara menungguku pergi tanpa menyakiti perasaanku saja dia tidak bisa, dan tiba-tiba dia datang berpikir cinta cukup untuk memperbaiki semuanya, jika cinta cukup maka Ayah tidak akan meninggalkan Ibuku, dan aku akan mempercayai cinta, kenapa sampai sekarang dia tidak berpikir sampai sana.
Setelah aku punya seseorang, tak bisakah ....tidak bisakah dia membiarkan semuanya pada tempatnya. Tanpa membuat perasaanku naik turun seperti ini mengacaukan semuanya.
Dia terdiam lama mendengar penolakanku. Kami hanya terdiam disana, aku tak ingin melihatnya, membuang pandanganku ke samping jalan. Tanpa bisa kutahan mataku memanas, mungkin aku benar mencintainya, menolaknya juga melukai diriku sendiri.
“Baiklah, kenapa? Katakan alasanmu, jangan bilang kau tidak punya perasaan lagi padaku...”
“Kau tahu, jika cinta saja cukup. Maka semua kasus perceraian dimejaku itu tidak akan ada. Kapan kau belajar itu,...kau hanya harus tinggal entah ada cinta atau tidak. Bertahun-tahun lalu, kita sudah punya pilihan masing-masing. Dan masing-masing dari kita punya ide tak beda satu sama lain, aku juga quitter, aku akan meninggalkanmu lagi, jika ada masalah, begitu juga kau, lalu kita menangis saling menyesal kemudian.”
“Apa sebenarnya maksudmu...” Dia tak mengerti.
“Mungkin kau benar, aku mencintaimu. Tapi kau dan aku, masing-masing kita perlu seseorang yang tak akan pernah berkata, kau akan lebih bahagia tanpaku. Itu yang kita lakukan sebelumnya, kau tak melihatnya...dan kita sama, kau dan aku sama-sama arogan, keras kepala, merasa bisa menaklukkan dunia sendiri... bersama kita punya waktu-waktu mendebarkan, tak terlupakan, tapi ketika masalah datang kita akan saling beradu, saling bertengkar secara konstan dan saling meninggalkan akhirnya... kita akan melakukannya lagi. Cinta tak abadi Her, itu terkikis oleh waktu dan masalah, tapi yang bisa membuktikan bahwa ada cinta juga waktu.”
“Nonsense...” Bantahannya membuatku tertawa.l miris.
“Her... Aku mengatakan kebenaran. Ikatan yang kau tawarkan padaku, aku tahu kau serius,tapi pernikahan itu bukan hanya masalah setahun dua tahun, jika dua orang yang sama-sama keras kepala dalam satu ikatan, tak ada yang akan mengalah. Jika kita punya anak, maka anak kita akan terluka dan tidak aku tak akan melakukan itu. Cinta hanya sementara, seterusnya adalah kedewasaan, tanggung jawab dan kecocokan sifat.”
Sekarang dia diam.
“Kau terlalu banyak terlibat masalah pernikahan,...”
“Karena aku tiap hari terlibat, aku melihat semua orang bicara cinta, tapi akhirnya yang bertahan hanya mereka yang punya kecocokan. Kau tak ingin bukan hidupmu berisi roller coaster, argumen ... kita pernah menjalaninya, bagaimana kita bertengkar dan kemudian berbaikan kembali dengan manis, tapi kemudian kita berdua akhirnya saling meninggalkan.. Pikirkan anak-anak kita dimasa depan.”