Yuk follow ig nya othor
@lady.nuree
__
Di khianati oleh teman dan kekasih nya, lalu menikah dengan CEO tempat nya bekerja. Yuma, dia pikir keputusan nya menikah adalah hal baik, tapi ternyata di balik janji suci itu ada balas dendam yang tengah di rencanakan oleh sang CEO.
Yuma, gadis 25thn itu sangat tidak beruntung dengan hidup nya. Dia bercerai di saat tengah mengandung dan hal itu tanpa dirinya tahu, begitupun dengan yang lain nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady nuree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 31
Yuma kembali bekerja dengan setelan kantor khas dirinya. Id Card karyawan pun mengalung longgar pada leher Yuma.
" Ada apa ini ? ". Tanya Yuma pada karyawan yang lain karena di lobi sudah banyak orang berkumpul dan merapihkan diri.
" Yuma ". Teriak Jingyi melambaikan tangan dan di sampingnya terlihat Wufan menemani.
Yuma tersenyum dahulu kepada rekan satu perusahaan yang baru saja dia tanya sebelum berlalu pergi.
" Ada apa ini ? kenapa di sini begitu ramai ? ". Tanya Yuma heran.
" Itu, Presdir akan pindah ke sini dan akan memantau semuanya dari sini. Kau tidak tahu ? ". Seru Jingyi.
" Aku tidak tahu, untuk itu aku bertanya kepada mu nona ". Ucap Yuma sedikit kesal dengan perkataan Jingyi.
" Kau ini Yi seperti tidak tahu Yuma saja ! Dia itu bersih dari gosip apapun sampai berita heboh pun dia tidak pernah tahu ". Timpal Wufan.
" Oh iya kau benar ". Cengir Jingyi.
" Apaan kalian ini ?". Ketus Yuma.
Mobil yang di nanti pun kini telah sampai di depan pintu masuk perusahaan. Para karyawan menyambut kedatangan Daniel yang memutuskan untuk bekerja di sana, di mana Yuma berada.
Yuma dan juga rekan satu kantor nya ikut berdiri dan menyambut kedatangan sang atasan, namun dia memilih berdiri paling belakang sehingga tubuh nya tertutup oleh karyawan yang lain.
Daniel dan juga Shen berjalan di antara para karyawan. Jingyi yang melihat Shen dan juga Daniel menajamkan tatapan nya sehingga dia menyipit.
" Yum, Yuma bukankah itu teman mu ? Itu Shen dan juga Daniel kan ? Daniel yang beberapa hari lalu menjadi manajer produksi kita ?! ". Seru Jingyi menepuk-nepuk lengan Yuma yang melipat.
" Dia ? ". Timpal Wufan. " Jadi pria itu yang mengganti manajer produksi kita beberapa hari yang lalu ? ". Ucap Wufan kembali. Jingyi mengangguk membenarkan.
" Lalu kenapa sekarang jadi Presdir ? Kau mungkin salah Yi ". Ucap Wufan.
" Diam lah aku sedang bertanya pada Yuma ". Jingyi memukul pelan tangan Wufan. Yuma pun ikut melihat-lihat memastikan jika mereka bukanlah orang yang di katakan oleh Jingyi.
" Mereka ? ". Gumam Yuma. " Ada apa ini, kenapa dia jadi Presdir ?". Yuma terus bergumam.
" Benar bukan Yum ?!". Seru Jingyi.
" Kau benar, kenapa jadi mereka ?". Heran Yuma. " Apa aku kurang istirahat sampai wajah pria itu ada di mana-mana ?". Ucap Yuma.
" Tidak, itu memang mereka Yuma ". Seru Jingyi.
Daniel dan juga Shen masih berjalan di sana hendak masuk, mata nya menyapu bersih setiap sudut lobi seakan tengah mencari seseorang. Pandangan Daniel begitu berkarisma di lengkapi dengan tubuh yang begitu terlihat atletis, begitupun dengan Shen.
Shen mengunci tatapan nya pada Yuma yang terlihat berdiri di pojokan dan tertutup oleh karyawan lain.
" Dia masih terlihat sama bukan kak ?". Ucap Shen yang berjalan di samping Daniel. Di sela langkah nya, Daniel pun menangkap keberadaan Yuma sesekali melihat karyawan yang lain.
" Sebenarnya apa yang akan kau lakukan dengan memutuskan pindah ke sini ? ". Suara Shen rendah sampai terdengar hanya oleh Daniel saja.
" Kau tidak perlu tahu ". Sahut Daniel.
Yuma berlalu pergi dan mengajak kedua rekan nya untuk segera menuju ke ruangan kantor, sedangkan karyawan yang lain masih enggan untuk meninggalkan lobi khusus nya karyawan perempuan yang baru saja menjadi bagian dari perusahaan itu.
" Pagi semua ". Sapa Yuma karena di dalam kantor terlihat Laoda dan juga Levon telah berada di sana.
" Pagi ". Sahut Laoda dan juga Levon bersamaan.
...**...
Daniel sudah berada di dalam ruangan nya. Shen pun sudah duduk bekerja di ruangan nya dan ruangan Shen terletak di samping ruangan Daniel.
" Panggil Yuma untuk datang ke ruangan ku ". Ucap Daniel pada telpon kantor dan di sambungkan ke telpon yang berada di meja sekretaris di luar ruangan.
Shen keluar hendak pergi ke pantry untuk membuat kopi dan kebetulan dia berpapasan dengan sekretaris Daniel.
" Eeh tunggu ! kau mau kemana ? ". Seru Shen menghentikan langkah sekretaris itu.
" Saya hendak pergi ke Departemen Produksi pak untuk memanggil kak Yuma ". Ucapnya sopan. Shen mengerutkan kening nya.
" Yuma ?! ".Ucap Shen mengulang.
" Benar pak, jika begitu saya permisi ". Ucap sekretaris itu.
" Tunggu ! Aku saja yang memanggil dia, kau kembali ke tempat mu ". Ucap Shen.
" Aah tidak perlu pak ". Tolaknya.
" Begini saja, saya panggil nona Yuma dan kau tolong buatkan aku kopi . Jangan terlalu pahit saya tidak suka ". Tutur Shen.
" Baik pak ". Ucap nya.
Shen melanjutkan langkah nya dan sampai lah di lantai tempat Yuma bekerja.
Ketukan pintu terdengar. Shen tanpa di persilahkan masuk membuka pintu ruangan. Yuma dan juga yang lain nya menoleh ke arah keberadaan Shen di ambang pintu.
" Yuma ". Panggil Shen. Rekan Yuma saling pandang, sedangkan Jingyi menatap lekat Yuma.
" Yuma bisa kau ikut dengan saya ? Pak Daniel memanggil mu untuk datang ke ruangan nya ". Ucap Shen.
" Baik ". Sahut Yuma segera ke luar dari meja nya dan berjalan mendekati pintu.
" Mari ". Ucap Shen.
Jingyi, Lao Da dan juga Wufan menatap kepergian Yuma dan juga Shen dari pintu dengan melipat kedua tangan di depan perut.
" Ada apa ? kenapa Yuma di panggil ?! ". Seru Wufan sejenak menatap Jingyi.
" Kenapa melihat ku ? Aku tidak tahu kenapa dia memanggil Yuma ". Jingyi pun sebenarnya penasaran, apalagi pagi ini Shen dan juga Daniel mengagetkan nya dengan datang ke perusahaan sebagai CEO.
Yuma sama sekali tidak bertanya kenapa Daniel memanggilnya, karena dia pikir ini masih lah jam kerja dan tidak mungkin juga bukan dia membahas masalah pribadi.
" Masuklah ! ". Ucap Shen.
" Terimakasih Shen ". Ucap Yuma tanpa embel-embel Pak kepada Shen.
Yuma masuk setelah di persilahkan. " Ada yang bisa saya bantu Pak ? ". Tanya Yuma bersikap biasa saja seolah di antara mereka tidak pernah terjadi masalah apapun.
Daniel meletakkan alat tulis nya dan menatap Yuma lurus.
" Duduk lah ". Ucap Daniel dengan pandangan begitu sendu, dia seolah tidak terima jika Yuma bersikap biasa saja kepada nya. Daniel ingin Yuma kesal dan marah kepada nya saat ini, tapi apa yang di pikirkan Daniel salah total.
" Pak, ada yang bisa saya bantu ? ". Yuma menyematkan senyum nya begitu sopan.
" Yuma ". Ucap Daniel. Yuma merespon dengan kembali tersenyum.
" Yuma maafkan aku, aku benar-benar bersalah, maafkan aku ". Daniel sejenak menunduk dan kembali menatap Yuma.
Yuma terdiam, perlahan kejadian malam lalu kembali teringat membuat nafas Yuma sesak. Yuma memalingkan kepalanya saat Daniel masih tidak melepaskan pandang.
" Jika tidak ada yang di perlukan lagi, saya permisi ". Ucap Yuma kembali menatap Daniel dengan air mata mulai menggenang. Yuma beranjak berdiri namun Daniel dengan cepat mencegah Yuma.
" Maafkan aku ! kau boleh menghukum ku, apapun akan aku terima ". Ucap Daniel.
Yuma melirik Daniel. " Untuk apa ? lagi pula kita tidak saling mengenal tuan Daniel dan untuk apa saya percaya kepada anda? Jelas-jelas anda seorang pembohong kelas kakap menurut saya". Tajam Yuma menepis kasar tangan Daniel yang sedari tadi menggenggam pergelangan tangan Yuma.
Daniel menajamkan tatapan nya dengan kedua alis hampir menaut dan sekarang ekspresi nya terlihat seperti seseorang yang tidak terima dengan perkataan lawan bicara nya.
" Jaga mulut mu Yuma ". Sentak Daniel sampai Yuma refleks melangkah mundur.
" Kenapa ? itu memang benar bukan ? kenapa anda menyentak saya ? harusnya saya yang seperti itu, anda benar-benar membuat saya begitu membenci anda, tuan Daniel ". Air mata Yuma akhirnya keluar dengan sendirinya. Yuma menyeka kasar air mata itu namun dia masih berdiri tegap dengan rahang juga wajah lurus
" Aku benar tidak sengaja, tolong mengertilah keadaan ku ". Daniel pun bingung dengan dirinya sendiri saat ini.
" Dengar, dari awal di antara kita hanya orang lain yang tidak saling kenal. Jika saling kenal pun hanya kenal sebatas atasan dan juga bawahan saja ". Yuma terus saja berbicara tanpa takut.
" Yuma-Yuma ". Daniel hendak meraih lengan Yuma, tapi Yuma segera menjauh.
" Dan dengar ! Aku adalah Yuma, bukan Xena. Ingat itu !". Tekan Yuma dengan cepat berlalu pergi.
" Arrghh ". Daniel mengusap wajah nya kasar dan bertolak pinggang. Shen terlihat masuk dan mendekati Daniel dengan panik.
" Coba perlahan, atau kau juga bisa menggunakan cara mu sendiri seperti yang biasa kau lakukan pada musuh mu. Tapi jangan terlalu kasar karena dia seorang wanita yang mungkin perlahan kau cintai ". Ucap Shen. Daniel menoleh kepada Shen dan menatap nya.
" Kau tidak hanya menyukai nya kak, tapi kau juga ada rasa cinta kepada nya. Jika tidak seperti itu mungkin kau akan acuh setelah apa yang kau lakukan pada nya ! Jika rasa itu tidak ada maka kau tidak akan mati-matian meminta maaf kepada nya sampai kau rela pindah kantor ke sini ". Ucap Shen kembali.
" Diam lah kau membuat kepala ku bertambah pusing Shen ". Kesal Daniel.
" Tch,, tch,, tch,, sejak kapan seorang Daniel kembali bersikap lembut kepada wanita ? ". Ledek Shen.
" Kau begitu senggang rupa nya Shen ! ". Seru Daniel menyunggingkan salah satu bibir nya. Shen yang melihat itu segera berlari dan keluar dari ruangan Daniel.
" Huffhhh ". Daniel menghembuskan nafas nya sesal.
" Ada apa dengan ku ?". Pikir nya heran.