NovelToon NovelToon
Tubuh Empat Unsur

Tubuh Empat Unsur

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Raja Tentara/Dewa Perang / Penyeberangan Dunia Lain / Ilmu Kanuragan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nopugho

windu pamungkas adalah seorang pria yang menanggung kutukan akibat kesalahan leluhur nya.
dalam perjalan nya, dia akan menghadapi beberapa tokoh hebat di dunia persilatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopugho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maling hitam tombak sakti 2

"He"! Apa yang kau pegang itu, Jangan-jangan ada yang hendak kau sembunyikan dari kami. Ayo, keluarkan! Kalau betul barang berharga, kau akan kami ampuni!" hardik salah seorang anak buah Ki Walatikta.

"Persetan!" dengus Gangga Dira garang.

"Keparat!"

Kedua anak buah Ki Walatikta menggeram.

"Sudah, habisi saja dia!" lanjut seorang yang mengenakan ikat kepala hitam, langsung melompat menerjang.

"Hup!"

Gangga Dira mendengus geram. Langsung dia melompat memapaki serangan Goloknya menyambar cepat ke perut salah seorang lawan sambil menunduk.

"Yaaa...!"

Trang! Golok Gangga Dira terpental ketika berhasil dipapak senjata lawannya. Dan pada saat yang bersamaan, seorang lawan yang lain melepaskan sodokan keras lewat kepalan tangan kanannya. Begitu cepat gerakannya, sehingga anak buah Ki Jengger Manuk itu tak bisa menghindari.

Buk!

"Aaakh!"

Gangga Dira menjerit tertahan. Tubuhnya langsung terhuyung-huyung ke belakang.

"Yeaaa...!"

Sementara lawan yang seorang lagi terus me?lompat mengayunkan golok ke leher, Gangga Dira hanya mampu mendelik, menanti maut. Dan....

Crasss!

"Aaakh!"

Kembali Gangga Dira menjerit keras, ketika senjata salah seorang lawannya menyambar dada. Bahkan selagi tubuhnya terhuyung-huyung, satu tendangan keras mendarat di dadanya. Seketika, dia terjerembab tanpa daya.

"Mampus kau, Setan...!" desis lawan yang seorang lagi, sambil melompat. Goloknya yang terhunus, tepat diarahkan ke jantung, siap menghabisi Gangga Dira.

Gangga Dira terkejut dengan bola mata terbelalak. Napasnya seperti terhenti. Kali ini, tidak ada jalan hidup lagi baginya. Tubuhnya sakit sekali untuk digerakkan. Sementara, darah tak hentinya mengalir dari luka di dada dan dari bibirnya. Dan sekian rambut lagi senjata lawan mendarat di tubuhnya...

Mendadak sebuah bayangan berkelebat, langsung menangkis golok anak buah Ki Walatikta.

Trang! Anak buah Ki Walatikta terkejut ketika goloknya terpental. Dan belum lagi dia berbuat apa-apa....

Bret!

"Aaa...!"

Anak buah Ki Walatikta itu kontan menjerit kesakitan, ketika perutnya terkena tebasan senjata tajam. Tubuhnya langsung tersungkur ke tanah, dengan nyawa melayang setelah berkelojotan sesaat.

"Jahanam! Siapa kau"!" hardik anak buah Ki Walatikta yang satu lagi ketika melihat seorang pemuda tampan berbaju rompi kuning gading, telah berdiri tegak dengan sorot mata tajam. Tangan kanannya menggenggam sebilah golok yang mungkin dipungutnya dari tempat itu. Sebab pemuda itu sendiri memiliki pedang bergagang kepala burung yang tersandang di punggungnya.

"Aku malaikat mautmu!" sahut pemuda berbaju rompi kuning gading itu dengan nada dingin.

"Keparat! Kau kira tengah bicara dengan siapa, he"!" dengus orang itu semakin geram dan penuh amarah. Dan dia langsung melompat sambil mengayunkan golok ke arah pemuda itu.

"Hra...."

'Yeaaa...!"

Pemuda berbaju rompi kuning gading itu sama sekali tidak beranjak dari tempatnya berdiri, ketika anak buah Maling Hitam Tombak Sakti telah melompat menyerang nya. Bahkan dia tersenyum seperti menganggap enteng. Sorot matanya tajam mengawasi. Dan begitu sedikit lagi ujung golok hendak menebas leher, saat itu juga tubuhnya melenting cepat Dan tahu-tahu hilang dari pandangan.

Orang itu terkejut. Namun hanya sekilas. Karena mendadak saja sesuatu yang tajam menyambar pinggang dan terasa nyeri sekali. Tubuhnya langsung ambruk tidak berdaya dengan pinggang robek mengeluarkan darah.

"Maling-maling busuk seperti kalian tidak sepantasnya hidup!" desis pemuda itu dingin seraya mengawasi lawan yang tengah meregang nyawa.

Kemudian pemuda itu melangkah tenang, mendekati anak buah Ki Jengger Manuk yang saat itu tengah mencoba duduk bersila dengan napas megap-megap. Namun, kemudian dia ambruk kembali. Tangannya menggapai-gapai ke arah pemuda itu. Sementara, tangan kirinya mengeluarkan sebuah golok yang tersimpan di balik baju pada bagian perut.

"A., anak muda! To... tolong selamatkan mustika ini...."

Suara orang itu terdengar amat lemah.

"Kau tidak apa-apa, Ki?" Tanya pemuda itu tanpa mempedulikan orang itu. Segera dia memeriksa luka-luka anak buah Ki Jengger Manuk ini.

"Ja... jangan, hi... hiraukan aku. Mus... tika ini diperlukan oleh kerajaan. Se... selamatkan...."

Orang itu tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Napasnya terhenti dan kepalanya langsung terkulai lemah.

Pemuda berbaju rompi kuning gading yang memang windu pamungkas itu menghela napas. Lalu diraihnya kotak kehitaman yang setiap sisinya berukir indah. Dia memperhatikan sejenak. lalu kembali berpaling pada orang itu.

---

Wajah Windu tampak bingung dan tidak mengerti. Kehadirannya di sini tadi, karena mendengar keributan. Dan kini, dia memiliki tanggung jawab besar.

"Mustika apa ini" Kenapa bisa jatuh ke tangan mereka...?" gumam Windu tidak mengerti.

Windu memandang peti kecil di tangannya untuk beberapa saat. Lalu, perlahan lahan dibukanya peti kecil. Tampak di dalamnya terdapat sebuah belati yang langsung berkilauan begitu tertimpa cahaya matahari. Pandangannya sempat dipalingkan karena silau. Kemudian pandangannya kembali ditegaskan. Dan kini Rangga terkejut, ketika melihat batang belati itu terbuat dari intan. Gagangnya amat sederhana, terbuat dari emas yang ujungnya terdapat lambang mahkota kecil bertahtakan permata. Jelas, benda itu amat langka dijumpai.

"Hm.... Benda ini amat langka. Pantas mereka memperebutkannya dengan taruhan nyawa...," Lanjut windu bergumam. Segera ditutupnya kembali kotak kecil berukir itu.

windu lantas bangkit, dan melangkah mendekati seekor kuda hitam berbadan besar tidak jauh dari situ. Seekor kuda yang diberi nama Hitam. Namun baru saja melompat ke punggung Si Hitam, mendadak lima orang laki-laki bertampang kasar mencegat dari arah yang berlawanan. Dan mereka persis berhenti di depannya.

"Heaaa...!"

"Berhenti...!"

Seorang yang berada paling depan membentak nyaring. Matanya memandang tajam ke arah Windu. Kelopak matanya yang menyipit, kini tampak kian menjadi segaris. Wajahnya berkerut sinis dan mengawasi Windu dengan seksama.

"Hm.... Kalau tidak salah, kau pasti Windu pamungkas murid nya pedang malaikat" duga orang itu menyelidik dengan nada datar.

"Tidak salah, Kisanak yang hebat. Ada perlu apa kalian mencegatku?" Tanya windu tenang.

"Ha ha ha! Terima kasih atas pujianmu. Sudah lama sekali aku mendengar nama besarmu yang amat kesohor itu. Namun sungguh sayang, hatiku saat ini sedang tidak suka beramah tamah. Kecuali..."

"Tidak usah bicara berbelit-belit, Kisanak Apa maksudmu...?" ulang windu.

"Hm...."

Orang itu kembali menunjukkan wajah dingin. Senyumnya yang hanya sekejap, sirna tanpa bekas.

"Berikan kotak yang ada di tanganmu itu!" ujar orang itu, tanpa tedeng aling-aling.

Windu memandang kotak di tangannya. Lalu pandangannya kembali berpaling pada orang itu sambil tersenyum dingin.

"Hm.... Agaknya dugaanku tidak salah..."

“Windu Pamungkas! Aku tidak peduli segala nama besar guru mu itu. Mungkin orang lain akan takut. Tapi, Walatikta, si Maling Hitam Tombak Sakti, tidak pernah mengenal rasa takut pada siapa pun. Berikan kotak itu!" dengus laki-laki berkulit hitam yang tak lain Ki Walatikta alias Maling Hitam Tombak Sakti.

"Hm... Jadi kau ini Walatikta atau Maling Hitam Tombak Sakti"! Hm.... Walatikta, tahukah kau apa isi kotak di tanganku ini?" Tanya Windu tanpa mempedulikan kata-kata Maling Hitam Tombak Sakti.

1
momoy
ahhh terlalu ceroboh,punya dimensi mata naga di sia siain 🤔🤔🤔
momoy
ijin nanya Thor,knp gak di masukin aja itu kotak ke dimensi Naga,keliatan nya terlalu ceroboh 🤔🤔🤔
RAHMAD HIDAYAT: rencana nya mau di bikin kaya gitu kak, tp kalau terlalu mudah semua perjalanan nya bakal ngebosenin kak....🙏
total 1 replies
momoy
ijin Thor sedikit aneh di chapter ini windu kan kebal dari segala racun kok bisa terkena racun malah begini jadi aneh cerita nya
momoy
keren Thor 🙏🙏🙏 kalo setiap fight ada ending nya otomatis makin kece badai 🙏🙏🙏
momoy
ijin Thor cuma saran aja kalo di adegan fight jgn di hilangkan langsung mati tanpa ada cerita tarung nya,jgn sampai terjadi seperti di chapter sebelumnya, seperti kematian raja darsa Arya, terus anggota rampok kuning berserta ketua nya🙏🙏🙏
RAHMAD HIDAYAT: ok siap 🙏🙏
total 1 replies
momoy
maaf Thor kalo dari cerita chapter sebelumnya windu sedang fight Ama ketua rampok tp kok gak di jelaskan udah mati aja para perampok nya,tolong jgn buat cerita yg gak ada ujung nya, maaf cuma saran aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!