NovelToon NovelToon
Menikahi Gadis Badung

Menikahi Gadis Badung

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Pernikahan Kilat / Teen Angst / Cinta Seiring Waktu / Paksaan Terbalik / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:149.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Akay, pemuda yang kadang bermulut pedas, terjebak dalam pernikahan dengan Aylin, gadis badung yang keras kepala, setelah menabrak neneknya. Itu adalah permintaan terakhir sang nenek—dan mereka harus menandatangani perjanjian gila. Jika Akay menceraikan Aylin, ia harus membayar denda seratus miliar. Tapi jika Aylin yang meminta cerai, seluruh harta warisan neneknya akan jatuh ke tangan Akay!

Trauma dengan pengkhianatan ayahnya, Aylin menolak mengakui Akay sebagai suaminya. Setelah neneknya tiada, ia kabur. Tapi takdir mempertemukan mereka kembali di kota. Aylin menawarkan kesepakatan: hidup masing-masing meski tetap menikah.

Tapi apakah Akay akan setuju begitu saja? Atau justru ia punya cara lain untuk mengendalikan istri bandelnya yang suka tawuran dan balapan liar ini?

Apa yang akan terjadi saat perasaan yang dulu tak dianggap mulai tumbuh? Apakah pernikahan mereka hanya sekadar perjanjian, atau akan berubah menjadi sesuatu yang tak pernah mereka duga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Hancurkan

"Tunggu!" teriak Jordi tiba-tiba.

Jordi menatap tajam ke arah Akay dan Aylin, rahangnya mengatup rapat. "Lo pikir gue bakal percaya gitu aja? Omong kosong! Lo berdua cuma bersandiwara!"

Suasana di parkiran mendadak hening. Sinta, Linda, dan Rena menahan napas, menunggu respons dari Aylin dan Akay. Tapi sebelum Aylin bisa berkata apa pun, Akay bergerak lebih dulu.

Tanpa aba-aba, tangannya meraih pinggang Aylin, menarik tubuh gadis itu lebih dekat. Dalam hitungan detik, bibirnya sudah menyapu milik Aylin dalam sebuah ciuman yang panas dan dalam.

Aylin tersentak, matanya melebar, tetapi tubuhnya terasa kaku, seolah kehilangan kendali. Seharusnya dia menolak. Seharusnya dia mendorong Akay menjauh. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Tubuhnya memanas, jantungnya berdebar liar, dan saat Akay semakin memperdalam ciumannya—menguasai bibirnya dengan hasrat yang menggetarkan—Aylin tanpa sadar membalasnya. Jemarinya mencengkeram kain di punggung Akay, seolah mencari pegangan di tengah gelombang emosi yang menghanyutkannya. Dadanya berdebar hebat, tetapi dia tidak bisa mengingkari kenyataan bahwa dia menikmati setiap detik kebersamaan ini. Ini adalah ciuman pertamanya—dan juga ciuman pertama Akay.

Sinta, Linda, dan Rena membeku di tempat. Jordi yang awalnya penuh percaya diri kini hanya bisa menatap dengan mata terbelalak, rahangnya mengatup tanpa bisa berkata apa-apa.

Setelah beberapa detik yang terasa seperti selamanya, Akay akhirnya melepaskan ciumannya. Namun, ia tak benar-benar menjauh. Bibirnya yang masih sedikit basah kembali mengecup singkat bibir Aylin beberapa kali, seolah menandai kepemilikannya.

Lalu, dengan suara rendah dan dalam, Akay berbicara. "Apa ini cukup untuk membuktikan kalau aku calon suaminya?"

Tak ada yang bisa menjawab. Bahkan Jordi hanya bisa menatap tanpa mampu menemukan kata-kata yang tepat.

Aylin, yang kini wajahnya merah padam, membenamkan wajahnya di dada Akay, berusaha menyembunyikan dirinya dari tatapan semua orang. Dia bahkan bisa merasakan dada Akay yang naik turun di bawah pipinya, suara napas pria itu masih sedikit berat setelah ciuman tadi.

Akay melingkarkan lengannya lebih erat di pinggang Aylin, membuatnya semakin tenggelam dalam dekapan hangat itu. Kemudian, ia menatap Jordi dengan tatapan penuh kemenangan.

"Jangan tantang aku lagi," ujarnya, suaranya terdengar santai, tapi juga sarat akan peringatan.

Jordi mengepalkan tangan, jelas marah, tapi ia tak bisa membalas. Tak ada satu pun kata yang bisa menyangkal apa yang baru saja terjadi di depan matanya.

Akay tersenyum tipis, lalu berbalik sambil memeluk Aylin yang masih menyembunyikan wajahnya. "Ayo pulang, Ayang," katanya lembut di telinga Aylin.

Dan dengan itu, mereka pergi, meninggalkan Jordi yang masih berdiri kaku, dan tiga sahabat Aylin yang tak berhenti ternganga.

Sinta, Linda, dan Rena masih berdiri terpaku di tempat, otak mereka berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi.

Linda akhirnya membuka suara, suaranya masih dipenuhi keterkejutan. "Aylin... dia nggak nolak, 'kan?"

Sinta mengangguk pelan, ekspresinya masih sulit dibaca. "Bukan cuma nggak nolak... dia balas ciuman pria itu."

Rena, yang biasanya paling blak-blakan, menatap kedua sahabatnya dengan ekspresi terkejut. "Lo sadar nggak, sih? Selama ini Aylin nggak pernah deket sama cowok mana pun. Bahkan kalau ada yang nembak, dia selalu cuek. Tapi tadi..."

Ketiganya saling berpandangan, lalu menoleh ke arah Jordi yang berdiri tak jauh dari mereka.

Jordi yang awalnya hanya diam kini tampak semakin gelisah. Rahangnya mengatup, dan tinjunya mengepal kuat.

Linda melanjutkan, kali ini suaranya lebih pelan, tapi tetap jelas terdengar. "Kalau Aylin cuma berpura-pura pacaran sama Akay, dia pasti bakal nolak atau dorong Akay tadi. Tapi dia nggak nolak. Bahkan, dia... menikmati."

Jordi tiba-tiba mendengus kasar. "Omong kosong! Itu cuma akting!"

Sinta menghela napas pelan, mengamati ekspresi Jordi yang kini penuh dengan kemarahan dan frustrasi. "Jordi, lo sendiri lihat, 'kan? Lo tahu betul Aylin bukan tipe cewek yang bisa sembarangan disentuh, apalagi dicium di depan umum."

Rena menambahkan, "Kalau dia beneran nggak ada perasaan, dia pasti udah ngehajar Akay tadi. Tapi yang kita lihat?"

Jordi mencengkram jaketnya dengan kasar, matanya penuh kilatan emosi yang sulit dijelaskan. "Dia nggak mungkin serius sama cowok kayak pria itu. Itu nggak masuk akal!"

Linda menyipitkan mata, menatap Jordi dengan penuh selidik. "Lo marah karena lo nggak percaya? Atau karena lo sakit hati, Jord?"

Jordi tak menjawab. Matanya masih menatap lurus ke arah jalan yang baru saja dilewati Akay dan Aylin. Napasnya naik turun, dan wajahnya kini semakin mengeras.

Sinta, Linda, dan Rena saling bertukar pandang. Mereka tahu, bagi Jordi, ini bukan sekadar kalah taruhan. Ada hal lain yang lebih besar daripada itu—sesuatu yang bahkan mungkin Jordi sendiri enggan mengakuinya.

Dan di dalam hatinya, Jordi mulai merasa bahwa ia telah kehilangan sesuatu yang bahkan belum pernah ia miliki.

Dalam Perjalanan Pulang

Suasana di dalam mobil terasa begitu sunyi, hanya diisi suara dengung mesin dan musik pelan dari radio. Aylin duduk diam di kursi penumpang, tangannya mengepal di atas paha, wajahnya masih terasa panas meski ia terus mencoba menenangkan diri.

Ciuman itu...

Pikirannya berputar cepat, mengulang kejadian di depan Jordi dan teman-temannya tadi. Akay telah menciumnya—di depan banyak orang! Dan yang lebih mengganggu, dia... tidak menolaknya. Bahkan tanpa sadar dia sempat membalas.

Astaga!

Aylin menutup wajahnya dengan kedua tangan, berusaha menutupi rasa malunya. Ia melirik sekilas ke samping, melihat Akay yang tetap fokus menyetir dengan ekspresi santai, seolah apa yang terjadi tadi bukanlah masalah besar.

Kesal, Aylin menggigit bibir bawahnya. "Kamu..."

Akay melirik sekilas. "Hm?"

"Kamu itu... kenapa seenaknya nyium aku di depan mereka?!" Aylin akhirnya meledak, wajahnya masih merah padam.

Alih-alih merasa bersalah, Akay justru tersenyum tipis. "Karena aku suami kamu."

Jawaban itu sukses membuat Aylin kehilangan kata-kata. Dadanya berdebar, bukan hanya karena marah, tapi karena sesuatu yang lain—sesuatu yang tidak ingin ia akui.

"Tapi tetap aja, Akay! Itu—itu..." Aylin tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.

Akay terkekeh, lalu meliriknya sekilas. "Itu apa? Nikmatin, ya?" godanya.

Aylin membelalak, buru-buru memalingkan wajah ke jendela untuk menyembunyikan rona merah di pipinya. "Jangan GeEr!" dengusnya, meski suaranya terdengar kurang meyakinkan.

Akay tertawa kecil, lalu kembali fokus pada jalanan. Namun, diam-diam senyumnya mengembang lebih lebar. Aylin mungkin masih menyangkal, tapi ia tahu betul—istri kecilnya itu mulai goyah.

Dan bagi Akay, ini hanya awal dari segalanya.

***

Di sebuah klub malam yang remang-remang, Jordi menyesap wine di gelasnya dengan kasar, lalu meletakkannya di meja dengan bunyi berdenting tajam. Rahangnya mengatup erat, matanya menatap kosong ke arah lantai dansa yang dipenuhi orang-orang berpesta.

Seorang gadis dengan gaun merah ketat duduk di sebelahnya, menyilangkan kaki dengan anggun. Winda—wanita yang selalu menikmati kekacauan lebih dari siapa pun—melirik Jordi dengan penasaran.

"Kenapa lo ada di sini?" tanyanya, suaranya terdengar heran. "Bukannya harusnya lo lagi balapan sama gadis liar itu?"

Jordi mendengus sinis. "Kenapa lo nggak bilang kalau dia udah punya calon suami, Win?"

Winda tertegun, alisnya terangkat tinggi. "Calon suami? Sejak kapan? Lo becanda?"

Jordi tersenyum miring, tapi tak ada sedikit pun humor dalam ekspresinya. "Gue juga awalnya nggak percaya. Tapi dia sendiri yang bilang. Dan calon suaminya itu nggak ngebolehin dia balapan."

Winda mencibir, menyandarkan tubuhnya ke sofa. "Hah! Paling dia cuma nyari calon suami sewaan. Boongan."

Jordi mengangkat bahu. "Itu juga yang gue pikirin." Lalu, dia menatap Winda tajam. "Tapi lo tau apa yang bikin gue ragu?"

Winda menggeleng malas.

Jordi mencondongkan tubuhnya, suaranya lebih dalam. "Dia ciuman sama cowok itu. Bukan cuma tempelan bibir doang, Win. Dia beneran nikmatin."

Mata Winda membulat seketika, lalu dengan cepat berubah gelap. Rahangnya menegang, jemarinya mencengkeram gelasnya erat.

"Lo yakin?" desisnya.

Jordi mengangguk pelan, mengingat bagaimana Aylin membalas ciuman pria itu dengan penuh perasaan.

Keheningan menyelimuti mereka beberapa detik sebelum Winda tersenyum kecil—senyum yang berbahaya. Ia meneguk habis minumannya lalu menatap Jordi dengan mata berkilat penuh niat buruk.

"Kalau gitu," katanya dengan nada manis yang menipu, "hancurkan dia, Jordi. Gue nggak peduli gimana caranya, tapi gue mau lihat dia jatuh."

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
sum mia
mungkinkah perang akan segera dimulai .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Dinda Adiana
ouh jadi itu alasannya Genio ngotot pengen balas dendam sama Aylin. Hm karna gak terima adik yng sangat ia sayangi malah Mati gara gara balapan liar. Malang sih nasib kakak beradik itu tapi kalo salah ya tetep salah.
Dinda Adiana
aku malah penasaran sama Gerald adik Genio
Dinda Adiana
woo tidak semudah itu, orang orang yang berada di belakang Akay Bahkan lebih hebat lagi
Sri Hendrayani
lanjut
Mrs.Riozelino Fernandez
dari kemaren itu aja omongan mu bg...
bosan aku...klo kamu mank jagoan jumpai Akay,gak perlu pakai pion ...
Mrs.Riozelino Fernandez
kekuatan kamu baru seujung upil mereka aja udah sombong....
ingat mereka senior mu,junior dilarang menjahili senior klo gak mau dapat bonus hantaman
Anitha Ramto
Waduh siapa tuh yang masuk ke bengkel Aylin tiba² ada suara sssh
Anitha Ramto
tidak ada yang bisa menyentuh keluarga Nugroho...
Anitha Ramto
modus Akay nih
Syavira Vira
lanjut
Anitha Ramto
dan pada akhirnya Akay menjekasksn semuanya pada Aylin..
Aylinpun mulai percaya pada Akay.tidak meragukan lagi
Anitha Ramto
kereeennn mungkin ini rencana Bismo dan Akay
Anitha Ramto
iya Ayang😁
Anitha Ramto
Jika dari awal Bismo berpihak ke Akay..keluargamu di jamin akan terlindungi,dan keluarga Akay bukan orang sembarangan pasti akan melindungi keluargamu Bismo
Hanima
lanjuttt kk
Star Ir
kartel sama mafia itu apa bedanya sih soalnya di amrik, eropa sama afrika kartel yg paling di takuti apa lagi di mexico salah jalan di gang langsung lenyap.
Star Ir: janganlupakan perdagangan manusia juga thor, soalnya di mexic saya baca di berita sana ya gitu org banyak di culik organnya pada di jualin korbannya kadang org lokal atau turis yg salah jalan atau udah di targetin, dan mereka juga komplotan sama pejabat ada beberapa artis yg ikut organisasi mereka sekarang yg udah tau di publik itu syakira penyanyi afrika itu
Fadillah Ahmad: Kak,Setelah Novel ini Tamat,bikin cerita Mafia dong kak Nana,Dari Penjelasan kakak ini,Sepertinya Seru deh Kak Jika Kakak Bikin Cerita Mafia Kak. 😁😁😁
total 3 replies
trista
eh ada apa kok cm ssssssshhh doang...makin dag dig dug aja nih hati..lanjut thorrr
partini
yah PP Andi kalah cepat 🤦
sum mia
makin seru nih ...

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!