NovelToon NovelToon
Ruang Rahasia Di Kamar Tante Feronica

Ruang Rahasia Di Kamar Tante Feronica

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yan duwei

Mahen selalu membenci Tante Feronica, bibinya yang menghilang 10 tahun silam. Ayahnya selalu mengatakan bahwa Tante Feronica adalah orang jahat yang telah membuatnya mendekam dipenjara selama 12 tahun.

Namun, ketika Mahen mencoba mencari petunjuk atas apa yang terjadi 10 tahun lalu, dia tidak menyangka bahwa dia akan menemukan sebuah ruang rahasia di kamar Tante Feronica. Di dalam ruang itu, Mahen menemukan petunjuk-petunjuk yang membuatnya mulai mempertanyakan apa yang selama ini dia percayai.

Mahen mulai menyelidiki tentang apa yang terjadi di masa lalu dan mengapa ayahnya dipenjara. Namun, semakin dia menyelidiki, semakin banyak rahasia yang terungkap. Mahen harus menghadapi kenyataan bahwa ayahnya tidak seperti yang dia pikirkan.

Tante Feronica, yang selama ini dia anggap sebagai orang jahat, ternyata memiliki alasan yang kuat untuk melakukan apa yang dilakukannya. apakah Mahen akan bisa menemukan kebenaran dan memperbaiki kesalahan masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yan duwei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUMAH ADIS

"cape banget woylahh" keluh Herdi sambil meregangkan otot-ototnya. mereka menghabiskan waktu 3 jam didalam perpustakaan itu namun tidak mendapatkan hasil apapun.

"jam tujuh, ayok pulang" ajak Mahen saat melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 7 malam. "pulang?" tanya Herdi. "iyalah, kita nggak nemuin apa-apa. buat apa disini terus?" tanya Mahen balik.

"kan kita ada janji mau kumpul dirumah Adis" ucap Herdi mengingatkan Mahen. Mahen menepuk jidatnya, "gue lupa herrr" ucapnya. "heleh.. pikun" sarkas Herdi. "yaudah ayok" ajak Mahen lalu berjalan mendahului Herdi keluar dari perpustakaan.

..

"Mahen, kamu ini ngajak temen kerumah tapi nggak dikasih makan" tegur nenek Astrid tiba-tiba saat melihat cucunya baru keluar dari perpustakaan. "astaga.. nenek ngagetin aja" kejut Mahen sambil mengusap dadanya.

"sudah selesai?" tanya nenek. "sudah nek, ini kita mau langsung pulang. udah malem soalnya" bukan Mahen yang menjawab melainkan Herdi.

"kok langsung pulang? makan dulu nak, nenek sudah masak banyak" pinta nenek Astrid. Mahen dan Herdi saling pandang. "ayolah.. kalian kan belum makan dari siang. ayo makan dulu!" ucap nenek sambil mendorong Mahen dan Herdi menuju ruang makan.

..

"apa buku yang dicari sudah ketemu?" tanya kakek Hardjo. saat ini mereka sedang makan bersama. Mahen dan Herdi merasa tidak enak jika menolak ajakan makan malam nenek Astrid, apalagi beliau benar-benar sudah memasak dengan porsi banyak.

"nggak ketemu kek" jawab Mahen lesu. "memangnya kalian nyari buku apa?" tanya kakek lagi. Mahen terdiam mendengar pertanyaan kakeknya, ia bingung harus menjawab apa. 'duh, kenapa tadi nggak bawa barang satu atau dua buku biar mudah jawabnya sihh' rutuk Mahen dalam hati.

"buku Teeny Ted from Turnip Town kek" jawab Herdi ngasal. kakek Hardjo melongo mendengar jawaban Herdi, "kalian nyari versi aslinya?" tanyanya. "ih.. enggak lah kek, kita nyari versi cetak besarnya" terang Herdi.

Mahen melirik Herdi kagum, Herdi memang penyelamatnya. "memangnya di toko buku nggak ada?" tanya kakek masih asik membahas buku dengan Herdi. "kita udah nyari ke beberapa toko tapi nggak ada kek" kali ini Mahen yang menjawab dengan yakin karena ia juga mengatakan hal yang sama pada mamahnya.

"sudah-sudah, lanjutkan makannya, bukunya dibahas lagi nanti" sela nenek. Nenek Astrid memang kurang suka jika ada yang mengobrol disaat sedang makan. yang lain pun mengangguk dan kembali fokus pada makanan masing-masing.

..

"nek, kek, makasih makan malamnya, kami pulang dulu" pamit Herdi pada kakek dan nenek. "yasudah, kalian hati-hati dijalan. Mahen, sering-sering ajak Herdi kesini biar rumah nggak sepi" pesan nenek.

Mahen mengangguk, "siap nek" jawabnya mantap.

"yaudah nek, Mahen sama Herdi pergi dulu. assalamu'alaikum" pamit Mahen sambil berlalu pergi. "wa'alaikumsallam" jawab kakek dan nenek bersamaan.

**

"ada apaan sih?" tanya Ethan sambil menatap Mahen dan Herdi. saat ini mereka sudah berada dirumah Adis. tadi Mahen sempat mampir kerumahnya sendiri untuk berpamitan pada mamahnya.

"Aidan mana?" bukannya menjawab, Herdi malah balik bertanya saat melihat Aidan tidak ada diantara mereka. "belum dateng, masih dijalan katanya" jawab Adis sambil menunjukkan chatnya dengan Aidan.

"woy gue tanya bego" sarkas Ethan yang sudah sangat penasaran. "heh ketan, sabar napa temen kita yang satu aja belum dateng" sahut si kunti bogel ngegas.

tak lama kemudian, "sorry sorry guys gue telat" ucap Aidan yang baru saja tiba dengan nafas terengah-engah. "kenapa lo? ngos-ngosan gitu" tanya Mahen. "ban motor gue bocor jadi gue titipin di bengkel depan gang, terus kesininya lari deh" jelas Aidan.

"sorry dan, gara-gara gue lo jadi repot" ucap Mahen merasa tidak enak pada Aidan. "sans bro" jawab Aidan tidak merasa keberatan sedikitpun.

"oke udah kumpul semua nih, jadi gimana? ada apa?" tanya Ethan yang seperti sudah hampir mati penasaran. "ck..nggak sabaran banget sih lo ketan" Adis berdecak kesal melihat Ethan yang tidak sabaran, padahal sebenarnya mereka itu sebelas dua belas.

"jadi gini, ini masalah keluarganya Mahen. kalian semua udah pada tau kan kalau bokapnya Mahen dipenjara gara-gara kesalahan yang dia lakuin ke keluarganya sendiri?" pertanyaan Herdi membuat yang lain menganggukan kepala mereka.

"oke, Mahen lo sendiri yang jelasin" suruh Herdi pada Mahen. Herdi merasa Mahenlah yang berhak menceritakan masalahnya. Mahen mengangguk dan memulai ceritanya,

"jadi gini, tadi sore gue sama Herdi coba nyari petunjuk tentang kejadian sepuluh tahun lalu. kata bokap gue, dulu tante gue nyerang rumah kakek gue buat ngambil hartanya, tapi gagal karena bokap gue berhasil ngelawan. tapi tante gue itu justru memutarkan balikkan fakta yang sebenarnya dan jeblosin bokap gue ke penjara.

waktu itu gue umur sepuluh tahun.

semenjak kejadian itu gue nggak pernah ketemu sama tante gue lagi, Tante Fero. entah dimana dia sekarang. bokap gue nyuruh gue bales dendam ke Tante Fero sebelum dia keluar dari penjara, dan itu harus. tapi gue nggak tau gimana caranya bales dendam ke tante Fero sedangkan gue sendiri nggak tau dia sekarang ada dimana.

gue udah coba cari petunjuk dikamar kakek gue, tapi gue nggak nemuin apapun yang berkaitan dengan kejadian itu ataupun tante Fero. tadi gue sama Herdi coba nyari di perpustakaan nenek yang dulunya itu ruang favorit tante Fero, tapi tetep aja hasilnya nihil.

jadi gitu masalahnya. gue harap kalian bersedia bantuin gue" ucap Mahen diakhir ceritanya.

"kok gitu banget sih tante lo" sungut Adis yang merasa kesal mendengar cerita Mahen tentang tantenya. "kok ada ya, orang yang seserakah dan sejahat itu sama saudaranya sendiri?" gumam Ethan sedikit tak percaya dengan cerita yang ada.

"gue sendiri juga nggak percaya, dulu tante Fero walaupun cuek tapi dia tetep perhatian, dia selalu lindungin gue diam-diam, tapi ternyata dia punya sisi buruk yang bener-bener buruk" ucap Mahen lesu.

"heh.. idan, ngapain lo ngelamun?" tanya Adis sambil mengeplak bahu Aidan menggunakan tutup toples yang dipegangnya.

"Adis, jangan enteng gitu tangannya" tegur mamah Adis yang kebetulan lewat dibelakang mereka. Adis yang ditegur seperti itu hanya nyengir saja.

"Tante Fero ini anak kandung kakek sama nenek lo kan?" tany Aidan pada Mahen. "iya, adik kandung nyokap gue" jawab Mahen.

"agak aneh nggak sih? masa anak kandung mau ngerampok orang tuanya? iya nggak?"pertanyaan Aidan membuat mereka terdiam termasuk Mahen.

"iya juga sih, lo nggak salah informasi hen?" tanya Ethan. "itu cerita dari bokap gue, dan juga, kalau emang tante Fero orang baik kenapa sampai sekarang kakek sama nenek nggak nyariin dia? udah sepuluh tahun tante Fero menghilang tapi orang tuanya santai-santai aja, bahkan keliatan selalu bahagia" jawaban Mahen kembali membuat mereka terdiam.

memang aneh, seharusnya sebagai orang tua, kakek dan nenek Mahen pasti panik dan terus berusaha mencari keberadaan anaknya.

"jadi emang bener ada orang yang sejahat itu ya, bahkan sama keluarganya sendiri, sama orang tua dia sendiri" ucap Ethan.

1
Rahma Amma
aku suka ceritanya,, ngak muter2
lanjut....
D_wiwied
saingan cinta.. 😂
D_wiwied: mahennya masih bingung tu, antara nao apa oca.. tp menurutku keknya cenderung ke nao ya
Dwi Ade: waduh😱 saingannya detektif handal nih😄
total 2 replies
Celty Sturluson
ceritanya keren abis! Thor, kamu hebat!
Dwi Ade: hallo, terimakasih sudah membaca karya tulis saya. maaf jika karya saya masih banyak kekurangannya 🙏
kritik dan saran saya terima dengan hati😊🙏
total 1 replies
Takahashi HitomiLửa
Lanjutin dong, penasaran banget!
Dwi Ade: hallo, terimakasih sudah membaca karya tulis saya. maaf jika karya saya masih banyak kekurangannya 🙏
kritik dan saran saya terima dengan senang hati 😊🙏
total 1 replies
Kelestine Santoso
Aku bisa merasakan perasaan tokoh utama, sangat hidup dan berkesan sekali!👏
Dwi Ade: hallo, terimakasih sudah membaca karya tulis saya. maaf jika karya saya masih banyak kekurangannya 🙏
kritik dan saran saya terima dengan senang hati 😊🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!