NovelToon NovelToon
Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Pengantin Pengganti / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Assifaatulqalbi

Semua masih terasa tak masuk akal bagi Ningsih. setahunya ia hanya menjadi pengiring pengantin di acara pernikahan Tania, sepupunya. Tapi bagaimana bisa, ia yang sedari tadi hanya dikurung di dalam kamar entah untuk apa, kini mendengar dengan jelas namanya yang disebut dengan lantang pada pengucapan Ijab Qabul?

Mohon komentar yang sopan yah😊
jangan nagih juga, karena walaupun nggak ditagih insyaa Allah aku up nya tiap hari😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Assifaatulqalbi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Satu

Mohon komentar yang sopan! karena aku nggak suka kata-kata yang terkesan kasar! Terima kasih😊

Tak terasa, waktu cepat berlalu. Juna sudah berhasil melewati Ujian kelulusan dengan nilai yang memuaskan. Berkat ketekunannya dalam belajar, ia kembali berhasil meraih Nilai tertinggi yang otomatis lulus tanpa tes di SMA Gemintang. Agung juga berhasil masuk di SMA Gemintang seperti Juna, namun bedanya Agung mengikuti tes terlebih dahulu.

Sudah lama Juna tak mengunjungi SDN Cempaka, karena Juna benar-benar memforsir waktunya hanya untuk belajar-belajar dan belajar. Ia berusaha melupakan Sisi sejenak, walau percuma karena ketika Juna tidur bayangan senyuman gadis itu tetap menghiasi mimpinya.

Juna tersadar. Jika waktu itu Sisi sudah kelas Enam SD, berarti sekarang gadis kecil itu sudah tak bersekolah di sana dong? Juna merutuki kebodohannya karena sempat melupakan hal itu.

Rangkaian acara MOS sudah selesai seminggu yang lalu. Dan itu berarti sekarang sudah masuk waktu aktif belajar mengajar. Juna dan Agung kembali dipertemukan di kelas yang sama, tentu saja keduanya sangat senang. Namun Agung melihat beberapa perubahan Juna akhir-akhir ini. Sahabatnya itu terlihat lebih pendiam, sudah tak segila waktu mereka SMP dulu. Awalnya Agung pikir itu karena umur mereka semakin bertambah, dan pemikiran mereka jelas sudah mulai dewasa, namun sepertinya bukan itu penyebabnya. Bahkan Juna hanya akan mengangguk jika disapa, bukan seperti dulu yang akan tersenyum lebar membalas sapaan yang ditujukan untuknya.

"Jun, kamu nyesal yah masuk sini? nggak keliatan sama sekali kegembiraannya, padahal kamu belajar mati-matian hanya demi masuk sini?" tanya Agung tiba-tiba. Juna yang sedang asik dengan lamunannya tersentak.

Senang? tentu saja ia senang! Masuk di sekolah ini adalah impiannya. Masa iya dia nggak senang?

"Ya senang lah Gung! kamu aneh-aneh aja sih" Juna membalas pertanyaan Agung dengan datar.

"Terus kenapa beberapa hari ini lesuh, Junaaaa?" tanya Agung gemas.

Juna memilih tak menjawab. Ia mengeluarkan buku catatannya dari dalam tas, mengabaikan Agung yang masih menanti jawabannya. Agung berdecak sebal karena diabaikan Juna, akhirnya ia memilih menjahili gadis yang duduk tepat di depannya. Setahu Agung, namanya Widya. Mereka belum terlalu saling mengenal, karena baru beberapa hari di tempatkan di kelas yang sama. Ia menarik rambut gadis tersebut pelan, membuat Widya tersentak. Widya menoleh pada Agung dengan tatapan kesal, membuat cowok itu menyegir.

"Sorry! Aku hanya mau kenalan kok, nggak bermaksud lain!" ujarnya. Ia meringis melihat tatapan tajam gadis yang ia jahili itu.

"Boleh! Tapi istirahat nanti traktir aku!" sarat yang Widya berikan dengan nada datar itu mendapat anggukan dari Agung. Juna yang sedari tadi melihat interaksi antara Agung dan Widya menggelengkan kepalanya. Juna tak menyangka Widya berbicara pada Agung, setahunya cewek itu sejak pertama kali mereka bertemu terkesan pendiam. Bahkan Juna belum melihatnya memiliki teman. Juna dapat melihat beberapa anak mendekati Widya, namun Widya seolah menjaga jarak dari teman-temannya.

Widya sudah kembali menghadap ke depan, membuat Agung menatap ke arah Juna yang ternyata sedang memperhatikannya dan widya tadi.

"Jun, aku pikir dia bakal marah! padahal tatapan matanya tadi udah seram" bisik Agung, ia mendekatkan dirinya pada Juna membuat Juna berdecak.

"nggak usah dekat-dekat Gung! entar orang-orang salah paham" candanya. Agung tersadar maksud Juna langsung menjauh dan misuh-misuh karena Juna mengatakan hal tadi dengan suara keras. Bahkan membuat beberapa teman mereka menoleh dan tertawa karena candaan Juna.

"Sinting!" umpat Agung, membuat Juna tertawa pelan.

"Oh ya, Jun! Gimana dengan bocah SD itu?" Agung bertanya tiba-tiba membuat Juna menghentikan kegiatan membaca bukunya.

"Aku lupa Gung, kalau dia udah kelas Enam. Pasti sekarang dia udah lulus, dan udah pasti aku kehilangan jejaknya" jawab Juna lesuh. Kini Agung mengerti hal apa yang membuat Juna berubah beberapa hari ini.

"Jadi ini yang membuat kamu beberapa hari ini jadi pendiam?" tebak Agung.

"hmm" Juna mengangguk tak bersemangat.

Agung menepuk pundak sahabatnya itu pelan. "sabar aja Jun! Jodoh nggak akan kemana. Takdir tau ke mana ia akan menuntun arah langkah kaki kita" ujarnya menyemangati.

Juna-Sisi update! Oh ya, mau bilang ini kan jelas flashback nya panjang, karena jelas saja membuka semua rahasia yang tersimpan dimulai dari awal. Jadi kalau ada yang merasa keberatan atau bosan tinggalin aja! bukannya komen yang membuat mood aku untuk cerita ini down. Untungnya hati aku masih kuat, dan aku masih terlalu sayang sama Juna dan Sisi, jadi aku tetap update deh! Dan untuk yang suka sama cerita ini, yang selalu komentar menyemangati aku, terima kasih banyak!

1
timbuljaya
dah seh jujur aja juna...
timbuljaya
jujur aja napa seh juna...belibet dah. jd ningsih salah faham kan.
timbuljaya
cinta monyet juna niiy sptnya si ningsih. mknya senang nikah sm ningsih tp juna blm jujur sm ningsih. jgn" tania rela pergi krn tau juna cinta nya sm ningsih
Nurwana
dari awal mmang Juna sudah salah.....
Nurwana
nggak keberatan kok Thor.... lanjut saja.
Nurwana
silahkan berpusing ria Juna... kan kamu jga yg bkin.
Nurwana
ya salah kamu sendiri Juna... katanya cinta sama Ningsih tp masih pacaran jga sama Tania,... ya wajarlah kalau Ningsih akan benci sama kamu setelah tau semuanya. bisa bisa surat cerai langsung otw Juna.
Nurwana
makanya Juna,. klu dah punya istri jgn suka ditempelin cewek.... klu nda dilihat sis langsung, nda mungkin kan kamu akan jujur ditempelin cewek.
☠ᵏᵋᶜᶟ༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ɪᴍᴏᴇᴛᴛ𝐀⃝🥀
udah punya suami juga ternyata, tapi kenapa dengan santainya gelantungan di lengan suami orang 🙄🙄🙄😵
☠ᵏᵋᶜᶟ༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ɪᴍᴏᴇᴛᴛ𝐀⃝🥀
wajar kalo Sisi kesel lihat suami dikekepin sama orang lain 🙄🙄🙄 walaupun belum ada rasa apa-apa dihatinya
di rumah merayu dan meyakinkan Sisi dengan berbagai cara tapi diluar seenaknya digelayuti cewek bak lengketnya permen karet 🙄🙄😠😡😡
Ari Peny
sdh d ambil org baru mau berjuang hhh bodoh
Ari Peny
salah tania sendiri y
Ari Peny
juna udah suka ningsih dr dulu y
Dwi Estuning
flash back nya kok bbrp episode...
Nurul Afidah Oemari
ampun
sabar jak juna
zfsjjl🌈
gokil banget ternyata kisah cinta nya wita sama noval😂
zfsjjl🌈
berasa ardi yang jadi penulis alur nyaa😂
zfsjjl🌈
kirain wita mau dipasangin sama vino sekretaris nya juna
zfsjjl🌈
memperjuangkan istri orang maksudmu...😂
N13
pertanyaan yg aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!