NovelToon NovelToon
Mencairkan Hati Tuan Muda Gultom

Mencairkan Hati Tuan Muda Gultom

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:141.9k
Nilai: 5
Nama Author: Inka

Sebelum baca cerita ini, ada baiknya baca sekuel Penyesalan Ayah Dari Anak-anak Ku, lanjut ke cerita MY First Love Is A Mafia, lalu Satu Malam di tahun Baru, terlebih dahulu. Supaya alurnya nyambung.

Daniella Katherina tidak pernah menyangka kalau dia hanyalah anak kandung seorang pembantu yang bekerja di kediaman orang tua angkatnya. Orang tua angkat yang selama ini Daniella anggap sebagai orang tua kandungnya.

Daniella merasa tidak pantas menikah dengan sang kekasih yang notabenenya adalah salah satu pewaris Gultom group. Daniella memutuskan pertunangan mereka dan pergi keluar negeri meninggalkan sejuta luka di hati Prince Ocean Arnold. Putra pertama Karina Fransiska Arnold.

Bertahun-tahun berpisah membuat api dendam tumbuh membara di hati Sean. Hingga pertemuan pertama mereka di acara reunian kampus membuat Sean tanpa berperasaan mempermalukan Daniella hingga menjadi bahan olok-olokan banyak orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Sepanjang perjalanan Daniella dan Sean lebih banyak diam. Hingga tak beberapa lama mobil yang yang dikendarai Sean berhenti di depan kediaman Daniella.

"Sudah sampai." ujar Sean menatap wajah Daniella dari samping.

"Sean..." lirih Daniella mengalihkan pandanganya kearah Sean.

"Kenapa? Hem?" tanya Sean mengalihkan pandanganya kearah Daniella.

"Apa kamu yakin menuruti permintaan Tante?" tanya Daniella dengan wajah gugup saat bersitatap dengan Sean.

Sean menghela napas panjang mendengar pertanyaan Daniella.

"Aku yakin. Pria sejati tidak akan mengingkari janjinya." jawab Sean menatap dalam wajah Daniella.

Jantung Daniella tiba-tiba berdetak kencang mendengar perkataan Sean.

"Lalu bagaimana dengan kedua anak kembarku? Apakah kau akan menerima mereka dengan tulus meskipun mereka bukan anak kandung mu?" tanya Daniella mengigit bibir bawahannya untuk menghilangkan perasaan takut dan cemas yang tiba-tiba melingkupi hati dan pikirannya. Ia takut sikap Sean seperti sebelumnya dan menolak keberadaan kedua anaknya.

"Jika aku menikahi mu, bukankah aku akan mendapatkan 2 bonus sekaligus." celetuk Daniella membuat wajah Daniella berubah merah merona.

Daniella tiba-tiba berdehem menyembunyikan perasaan aneh yang melingkupi hatinya.

"Sean! Aku serius!"

"Aku serius." kata Sean tersenyum tipis.

"Besok aku akan mengajak kalian jalan-jalan. Anggap saja sebagai awal perkenalan dengan kedua anak mu." lanjut Sean.

"Baiklah. Hati-hati dijalan." kata Daniella berniat turun dari mobil Sean.

"Tunggu."

Sean menggenggam tangan Daniella tiba-tiba.

"Ke-kenapa?" tanya Daniella dengan terbata-bata.

Sean menatap wajah merah merona Daniella beberapa detik sebelum berucap. "Kau lupa melepas sabuk pengamannya." kata Sean membantu Daniella melepas sabuk pengaman yang melindungi tubuhnya.

"Terima kasih."

Daniella tersenyum tipis sebelum turun dari mobil.

"Benar apa yang dia katakan. Apa aku yakin menuruti keinginan Madre setelah apa yang Daniella lakukan lima tahun lalu? Lalu bagaimana jika Dia tahu mengenai kejadian lima tahun lalu? Apa Daniella akan meninggalkan ku lagi seperti lima tahun lalu?" gumam Sean sebelum melanjutkan perjalanannya kembali ke mansion baru yang dibeli Oscar.

#

#

#

Keesokkan harinya

Daniella terlihat sudah rapi dengan pakaian kasualnya. Begitu juga dengan kedua anaknya terlihat sudah siap dengan pakaian kembar dengan warna yang berbeda.

Tak beberapa lama seseorang mengetuk pintu kediaman Daniella dari luar.

Tok

Tok

Tok

"Sepertinya Sean sudah datang menjemput kalian." ujar ibu Daniella melangkah membuka pintu.

Ceklek

Sean tersenyum tipis menatap wajah Xia Fei.

"Apa mereka sudah selesai bersiap-siap Bibi?"

"Sudah. Apa kamu tidak mau masuk terlebih dahulu?" tanya ibu Daniella tersenyum ramah.

Sean melirik sekilas kearah jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Tidak usah, Bibi. Sean takut macet di jalan. Lebih baik kami berangkat lebih cepat agar cepat sampai di tempat tujuan." sahut Sean membuat ibu Daniella mengangguk mengerti.

"Baiklah. Bibi akan memanggil mereka dulu." ujar ibu Daniella kembali masuk ke dalam rumah tanpa menutup pintu.

"Ella, Sean menunggu kalian didepan." kata Xia Fei menatap putrinya yang baru keluar dari kamar.

Kini Xia Fei beralih menatap kedua cucunya yang sudah duduk di ruangan tamu.

"Nikmat liburan kalian. Nenek harap kalian menyukai Paman Sean. Paman Sean merupakan pria yang baik. Nenek yakin kalian pasti menyukainya setelah berkenalan dengannya." kata Xia tersenyum lembut menatap wajah murung kedua cucunya.

"Bukankah kalian sangat ingin menghabis weekend di kebun binatang. Paman Sean akan membawa kalian kesana."

"Benarkah? Nenek tidak berbohong?" tanya Zayan tiba-tiba melunak setelah mendengar kebun binatang dari perkataan Neneknya.

"Tentu saja. Ayo buruan keluar. Paman Sean sudah menunggu kalian. Jangan sampai terjebak macet di jalan."

Dengan wajah terpaksa Zayan dan Xavi melangkah kearah pintu keluar. Daniella hanya bisa menghela napas melihat sikap kedua anaknya.

Deg

Zayan menghentikan langkahnya saat melihat wajah Sean. Matanya kemudian beralih kearah Xavi. Ia merasa keduanya memiliki kemiripan yang cukup identik.

Sean melangkah kearah mereka dengan wajah datar. Tanpa diduga Sean langsung menggendong tubuh kecil Zayan.

"Perasaan ini." gumam Zayan menatap wajah Sean dari samping dengan mata berkaca-kaca.

"Daddy..." lirih Zayan dengan suara pelan sembari melingkarkan kedua tangannya di leher Sean.

Deg

Langkah Sean terhenti saat mendengar suara lirih Zayan.

Daniella cukup bingung melihat sikap putrinya. Tak biasanya putrinya bertingkah manja kepada orang asing yang baru bertemu dengannya. Apa lagi hari ini merupakan pertemuan pertama Zayan dan Sean. Bagaimana mungkin Zayan tiba-tiba bersikap akrab kepada Sean.

"Sepertinya Zayan menyukai mu." kata Daniella tersenyum tipis.

"Sepertinya." sahut Sean melanjutkan langkahnya menuju mobil.

Sean membukakan pintu untuk Xavi. Setelah Xavi naik ke mobil. Sean lalu menurunkan Zayan dari gendongannya dan mengenakan sabuk pengaman kursi penumpang untuk kedua anaknya.

"Apa kalian ingin singgah di supermarket membeli sesuatu?" tanya Sean setelah duduk di kursi pengemudi.

Zayan hanya menggeleng pelan tanpa mengalihkan pandanganya dari wajah Sean.

Xavi memilih diam dan membaca buku komik kesukaannya. Ia terlihat tidak peduli dengan pertanyaan Sean.

"Sepertinya kita harus membeli persediaan makan dan minuman. Aku ingin singgah di supermarket sebentar." kata Daniella tersenyum tipis.

Mobil yang mereka tumpangi melaju meninggalkan pelataran parkir rumah Daniella.

#

#

#

Disisi lain

Ocean terus menemani istrinya selama dirawat rumah sakit. Tak sedetik pun pria paruh baya itu meninggalkan istrinya.

"Sayang, lebih baik kamu istirahat." ujar Ocean menyelimuti tubuh istrinya.

"Cean, jika aku lebih dulu pergi. Aku harap kamu tidak akan bersedih. Aku harap kamu akan terus hidup bahagia dan menemani putra bungsu kita hingga Ia menemukan wanita baik yang mencintainya dengan tulus." celetuk Karina tiba-tiba menggenggam tangan suaminya.

"Kamu pasti sembuh. Jangan khawatir." sahut Ocean dengan suara bergetar.

"Berjanjilah, bahwa kamu akan terus bahagia setelah kepergian ku." mohon Karina dengan wajah serius.

Hiks

Hiks

Hiks

"Sayang, jangan begini. Meskipun kemungkinan kamu sembuh hanya 1%, aku akan tetap memperjuangkan kesembuhan kamu agar kamu tetap hidup menyaksikan putra pertama dan bungsu kita menikah. Jangan berkata seperti itu. Hatiku sakit mendengarnya."

"Aku tidak mau terlalu berharap, Cean. Aku sudah pasrah dengan kemungkinan yang akan terjadi. Aku hanya ingin kalian mempersiapkan diri dan tidak bersedih setelah kepergian ku." kata Karina menahan rasa sedih di dalam hatinya.

Ia tidak ingin kesedihannya mempengaruhi suami dan anak-anaknya.

"Lebih baik kamu istirahat. Aku akan menemani kamu disini." ujar Ocean berusaha mengelak dari pembicaraan Karina.

Karina menghela napas mendengar perkataan suaminya. Tak beberapa lama Karina mulai mengantuk dan tertidur pulas.

Setelah Karina tertidur pulas. Ocean melangkah kearah balkon dan menghubungi Austin.

"Informasi apa yang kau dapatkan setelah beberapa hari di Beijing?" tanya Ocean dengan wajah datar menatap lurus ke halaman rumah sakit.

[Dari beberapa informasi yang saya dapatkan. Memang benar saat kejadian Tuan muda ditemani oleh seorang pela©ur, Tuan. Namun, beberapa pria berpakaian hitam tiba-tiba menerobos masuk ke dalam kamar Tuan muda dan menggantikan wanita itu dengan nona Daniella yang sedang mabuk berat.]

"Siapa mereka?" tanya Ocean dengan wajah penasaran.

[Saya belum menemukan informasi mengenai indentitas mereka.]

[Tapi....]

[Sepertinya mereka bukan bawahan orang sembarangan, Tuan. Mereka mampu menyembunyikan identitas mereka dengan begitu rapi. Bahkan saya tidak bisa mendapatkan CCTV dari kejadian lima tahun yang lalu. Semua karyawan yang bekerja di bar lima tahun lalu juga tidak mau angkat bicara. Sikap dan tingkah mereka saat saya mengungkit kejadian lima tahun lalu membuat saya semakin yakin kalau orang yang terlibat dalam kejadian lima tahun lalu bukanlah orang biasa.]

"Aku akan meminta beberapa anggota Black Mamba memulihkan CCTV kejadian lima tahun lalu. Terus selidiki kasus lima tahun lalu. Jangan lengah. Aku yakin mereka sudah menyadari tujuan kedatangan mu ke Beijing." kata Ocean sebelum mengakhiri panggilannya.

Ting

Tak beberapa lama sebuah pesan anonim masuk ke ponsel Ocean.

[Aku tahu kau menyelidiki kejadian lima tahun lalu. Kau tidak akan menemukan apapun jika bukan aku yang berbicara. A.V]

1
Dedeh Dian
ternyata ada part nya ya...sampai ending ..maap author...aku kurang jeli... ceritanya bagus ... makasih author
Dedeh Dian
Hem gimana end nya ya?
Asih Sulastri
👍
AnaZa O
koq udah gitu aja
andreas kapan tobat?
Hanisah Nisa
lanjut
Anonymous
🌟🌟🌟🌟🌟kerennn
Ade Syafira Suhardin
lanjutan nya mana kak
Zainatul Ilmiyah
.
Maya Ellydarwina
seharus nya judul nya,sama sama mati,baru ini baca novel berbelit tanpa ada cerita bahagia nya,tau tau tamat dengan sama sama mati pula hadehhhhh sungguh kecewa,
sukses dan sehat selalu Thor
INKA: ada kelanjutannya di kisah Orlando kak. ✌️
total 1 replies
Evy
lho...mana lanjutannya..
Evy
saudara kembar' Ella... kasihan ya sudah berumur tapi belum ketemu jodohnya.kadih jodoh dong Thor..
Evy
Ayah biologisnya Ella kayaknya..
Evy
Ternyata.. mereka si twins anaknya Sean ya ..wah..curang juga si Sean.. meninggalkan benihnya begitu saja...
Evy
Rasanya tidak terima jika sampai terjadi pemerkosaan... kenapa bisa begitu? kecuali Sean yang melakukan nya..m
Yu Ningsih
di lanjut thor .. klo gini endingnya nga sesuai dengan judulnya.
INKA: lanjutan kisah mereka ada di kisah Orlando kak
total 1 replies
Hanisah Nisa
cerita.nya gantung
Feeza_MCI
ayah kandung Daniella ternyata seorang mafia juga
Feeza_MCI
jangan-jangan tuan A.V ini ayah kandung nya Daniella
Salma Suku
Tau2 endingnya begini nda kubaca ceritanya...kurang jelas...penjahatnya nda di tangkap...
Shinta Dewi Anggraeni: betul dia kali baca ceritanya gantung..
tau gitu aku gak baca
total 1 replies
Salma Suku
Ceritanya udah mau tamat,tapi yg ada hanya kesedihan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!