WARNING!!!
- Harap bijak dalam menyikapi cerita ini.
- Cerita ini mengandung kekerasan fisik.
- Terdapat beberapa bagian kata yang terdengar kasar.
Menceritakan seorang gadis bernama Aurora Lexa Antonius yang dibesarkan di keluarga yang cukup berpengaruh. Suatu hari dia di usir oleh keluarganya hanya karna fitnah dari ibu tiri dan saudari tirinya.
Mampukah Aurora membalaskan dendamnya pada mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Della Avista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pagi Yang Cerah Untuk Aurora
Sedangkan di sebuah bangku yang tidak jauh dari mereka, terlihat seorang gadis yang sedang menyendiri dan menikmati udara malam ini. gadis itu sedang memandang ke arah langit yang gelap sambil sesekali bergumam.
" Bu, apa kabar. beberapa bulan ini Aurora sangat merindukanmu." ucap Aurora. ya gadis yang sedang termenung sendirian di kursi itu adalah Aurora.
" Apa ibu bisa melihatku dari atas sana." lanjut Aurora dengan senyum tipisnya.
William yang melihat nona mudanya duduk sendirian di bangku sana pun mulai berjalan mendekati Aurora.
" Boleh saya duduk di sini nona?" tanya Will meminta izin pada Aurora.
" Duduklah." ucap Aurora dengan menggeser kan tubuhnya agar Will bisa duduk dengan nyaman di sebelahnya.
" Nona sedang apa sendirian berada di sini. ini sudah malam nona tidak baik angin malam untukmu nona." ucap Will dengan wajah datarnya.
" Aku hanya sedang menikmati suasana malam yang santai seperti ini " sahut Aurora tanpa memandang lawan bicaranya.
Will yang mendengar ucapan dari Queen nya pun hanya tersenyum tipis dan memandang jauh kearah langit yang gelap di malam ini.
" Nona benar, karna mulai besok mungkin akan lebih banyak lagi musuh yang lama atau yang baru akan datang mencari masalah dengan klan werewolf. setelah tau kami kembali lagi muncul ke dunia bawah." ucap Ken dengan panjang lebar.
" Dan saya akan selalu siap jika nona membutuh kan tenaga saya dan para klan mafioso." lanjut Will dengan senyuman tipis. Aurora yang mendengar perkataan Will pun menganggukkan kepalanya.
" Lebih baik nona sekarang masuk, tidak baik terlalu lama di luar nona." ucap Will dengan hati - hati karna takut nona mudanya marah.
" Hm, baiklah. aku masuk dulu untuk istirahat." ucap Aurora, lalu ia pun berdiri dan melangkah pergi meninggalkan William sendirian di sana setelah berpamitan dengannya.
" Silahkan, semoga tidurmu nyenyak malam ini nona." ucap Will bangkit dari duduknya untuk berdiri sambil menundukkan kepalanya.
Aurora pun melangkah pergi dari sana dan melangkah masuk untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya. sedangkan Will hanya menatapnya setelah Aurora berjalan menjauh darinya.
"Semoga nona selalu bahagia." ucap Will dalam hati.
Malam semakin larut, semua orang yang tadi berada di halaman belakang pun satu - persatu mulai kembali ke dalam kamarnya masing - masing.
Pagi menjelang, matahari pun siap untuk melakukan tugasnya. dan di sebuah kamar terdapat seorang gadis yang memang sudah bangun dari tidur nyenyak nya. ia akan melakukan olahraga pagi di sekitar hutan ini.
Aurora pun melangkahkan kakinya ke walk in closet untuk berganti pakaian yang nyaman untuk dirinya olahraga pagi ini. tidak mungkin bukan, ia harus memakai pakaian tidurnya. itu akan terlihat aneh jika di pandang oleh semua penghuni markas ini.
setelah Aurora siap, ia pun melangkahkan kakinya ke arah pintu kamar dan mulai berjalan menuruni anak tangga. Aurora pun sampai di pintu utama markas werewolf, di sana sudah terlihat beberapa mafioso yang mulai menjalankan tugas - tugasnya.
" Selamat pagi Queen, anda mau kemana di pagi buta seperti ini nona?" tanya salah satu mafioso itu dengan sopan.
" Aku akan olahraga sebentar di sekitar hutan ini. jika ada yang bertanya jawab saja seperti itu." jawab Aurora dengan ekspresi datarnya.
" Baik nona, apa perlu salah satu dari kami menemani nona untuk sekalian menjaga nona." ucap mafioso itu dengan sopan.
" Itu tidak perlu, aku masih bisa menjaga diriku sendiri. ya sudah aku pergi dulu." ucap Aurora masih dengan wajah datarnya.
Aurora berlari kecil ke arah gerbang utama dan mulai berolahraga. ia mengelilingi sebagian hutan yang masih bisa ia jangkau sambil bersenandung kecil. sekitar hampir 1 jam Aurora berolahraga, ia pun berniat kembali ke arah markasnya berada.
Di tengah jalan, saat ia akan kembali ke markas ia mendengar suara gemericik air yang hampir tidak terdengar, tapi karna Aurora memiliki insting dan kepekaan yang sangat tajam jadi suara sekecil apa pun akan terdengar di telinganya. ia pun mencari sumber suara itu berada dan berjalan dengan sangat santai ke arah suara itu.
Saat ia sampai di tempat yang Aurora dengar tadi, terlihatlah sebuah sungai yang indah dengan air yang mengalir dengan sangat tenang. ia melangkah ke arah jembatan kecil yang ada di tengah - tengah sungai itu dan duduk di sana sambil menikmati udara dan pemandangan pagi ini.
" Indah sekali, kau akan menjadi tempat yang sangat menenangkan untukku." ucap Aurora dengan tersenyum.
Selama 1 jam lebih, Aurora berada di sungai itu dengan sesekali ia bermain air di sana. akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke markas. Aurora melangkah pergi dari tempat itu dengan suasana hati yang sangat baik.
Aurora pun sampai di depan gerbang masuk markas itu dan mulai berjalan masuk untuk segera sampai di kamarnya. saat ia kembali, sudah banyak mafioso yang mulai melakukan aktivitasnya. mereka para mafioso yang melihat pemimpin baru mereka berjalan di hadapan mereka pun mulai menundukkan kepalanya. dan Aurora hanya mengangguk kan kepalanya saja dan terus melangkah masuk.
Para mafioso tidak ada yang tersinggung sama sekali, karna 2 pemimpin mereka sebelumnya juga sangat dingin pada anak buahnya. hanya di waktu - waktu tertentu saja seperti tadi malam saat acara pesta di adakan, ketua mereka akan sedikit hangat. mereka tahu, meski pemimpin mereka sangat dingin tapi merupakan sosok yang sangat baik pada orang sekitarnya.
Sesampainya Aurora di ruang tengah, Aurora yang akan menaiki anak tangga pun di hentikan oleh suara seorang wanita yang memanggil dirinya.
" Queen, anda sudah di tunggu di ruang makan oleh tuan besar dan nyonya besar untuk makan bersama." ucap wanita itu
" Baik, aku akan membersihkan badanku terlebih dulu baru turun ke meja makan." ucap Aurora dan mulai berjalan menaiki anak tangga.
" Baik Queen." ucap wanita itu sambil menundukkan kepalanya, wanita itu pun pergi dari sana untuk menyampaikan semua itu pada tuan besar.
Sesampainya Aurora di dalam kamar, ia melihat handphonenya terlebih dulu untuk melihat apa ada pesan masuk ke hpnya. dan ternyata ada beberapa pesan masuk dari Cecil dan juga yang lainnya. mereka menanyakan dirinya masuk kuliah hari ini atau tidak.
Setelah melihat notifikasi pesan tersebut, Aurora meletakan kembali hpnya tanpa membalas pesan dari Cecil dan yang lainnya. ia berjalan ke arah kamar mandi untuk mulai melakukan ritual mandinya. selang 20 menit ia pun selesai dengan ritual mandinya dan sudah berpakaian dengan rapi.
Aurora pun keluar dari kamarnya sambil membawa satu tas, karna hari ini ia akan berangkat ke kampus. sesampainya Aurora di ruang makan, di sana sudah terlihat sepasang paruh baya, paman Marko dan juga Ken.
kmna aja dirimu lma mnghilang????
ada ssuatukah?????mga cpt up lg y.....smnggttt.....😘😘😘
SEMANGAT/Good//Good//Good/✊✊👍👍💪😊