NovelToon NovelToon
Biel

Biel

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.

Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.

Gabriella Calista,

mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....

ikuti karya baru aku.....

" BIEL..... "

SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34 bahagia yang tak di sadari

Erick sejak tadi terus mencuri curi pandang ke arah Biel yang nampak duduk tenang di hadapannya meski tak satu patahpun keluar dari bibirnya.

Tiba tiba saja ia berubah menjadi gagu, ia bahkan merutuki dirinya sendiri yang sempat meremehkan pesan sang mommy.

Lihatlah....

Ia hanya memakai kemeja yang tadi ia pakai ke kantor.

andai ia tahu Biel yang akan datang, sudah pasti ia akan mengganti pakaiannya terlebih dahulu.

Semoga gadis itu tidak ilfeel dengan penampilannya saat ini.

Setelah beberapa waktu yang cukup lama ia tak bertemu dengan gadis itu,

Dan setelah rasa kecewa yang harus ia telan di hari terakhir ia melihat gadis itu bersama laki laki lain.

Kini semua kekecewaanya seakan terbayar lunas dengan kehadiran gadis itu di hadapannya tanpa ia harus susah payah mencari alasan hanya agar bisa bersamanya.

Sedangkan Biel,

Ia memang nampak duduk dengan tenang, namun percayalah.....

Saat ini otaknya tak henti berputar.

Memikirkan semua hal tentang rencana apa yang di susun oleh Shahnaz untuknya hingga wanita itu mengatur pertemuannya dengan Erick yang nota bene adalah seorang komisaris polisi.

atau jangan jangan wanita itu tahu siapa dirinya yang sebenarnya dan sengaja mengatur pertemuan ini hanya untuk menjebaknya.

Mengingat betapa buruk perlakuan wanita itu kepadanya di masa lalu,

Biel yakin....

Ada niat busuk di balik rencana perjodohan ini.

Sangking kerasnya ia berpikir tentang kemungkinan kemungkinan itu,

Hingga ia seperti tak menyadari akan keberadaan Erick di hadapannya.

" permisi...." seorang pelayan dengan membawa nampan berisi pesanan Erick datang.

Biel masih hanya terdiam tak merespon pelayan itu,

Tapi berbeda dengan Erick,

Laki laki itu tersenyum ramah pada pelayan itu dan ikut menata pesanannya ke atas meja.

" selamat menikmati " ucap pelayan itu

" terimakasih...." jawab Erick masih dengan tersenyum ramah.

Pelayan itu berlalu sambil melirik kearah Biel sejenak.

Sungguh respon yang sangat berbeda,

Jika sang laki laki nampak sangat senang, tapi gadis itu terlihat berbeda.

Pelayan itu hanya bisa mengedikkan bahunya melihat respon wajah yang berbeda dari dua pengunjungnya itu.

" Bee...." panggil Erick pelan dan

Biel mendongak menatapnya.

" ayo makan..... " ucapnya lagi dengan lembut kepada Biel sembari mendorong makanan ke hadapan gadis itu.

" hemm iya,

terima kasih " ucap Biel tak kalah pelan.

Erick benar benar tak mampu menyembunyikan rasa bahagia yang entah kenapa tiba tiba ia rasakan.

Sejak tadi ia mati matian menyembunyikan senyum yang seolah tak bisa ia tahan.

" makanlah.....

Katanya steak di sini sangat lezat, ini adalah menu best seller disini " ucap Erick, ia menarik piring di hadapan Biel sedikit kepadanya dan mengiris daging di piring itu.

" tidak usah repot repot, aku bisa mengirisnya sendiri " ucap Biel sambil berniat menarik piringnya lagi.

" siapa bilang aku repot ?! Hanya mengiris daging....

itu tidak merepotkan " jawab Erick sambil tersenyum kepada Biel.

Biel hanya menarik nafas,

" sudah... cobalah...." Erick mengulurkan irisan daging yang ia tusuk dengan garpu kepada Biel.

Biel terpaku menatap tingkah Erick yang terkesan ingin menyuapinya itu.

Tanpa sadar ia menelan ludahnya sendiri melihat tingkah laki laki itu.

" tidak usah aku ......"

" aku tahu kau bisa menyuapnya sendiri " Erick memotong ucapan Biel karena ia tahu kemana arah ucapan Biel,

" tapi apa salahnya aku menyuapimu,

buka mulutmu.... " Erick tetap memaksa.

Diam...

Biel terdiam, ia merasa aneh dan tak nyaman dengan perlakukan laki laki di hadapannya itu.

" tidak...berikan padaku, aku tidak terbiasa dengan perlakuan seperti ini " ucap Biel kemudian tetap menolak.

Erick menghela nafas, wajahnya sedikit menyiratkan penyesalan.

ia sadar, gadis di hadapannya itu tidak bisa di paksa.

Dengan pelan ia meletakkan garpu yang ia pegang kembali ke piring dan kemudian mendorong piring itu kembali ke hadapan Biel tanpa sepatah kata.

Perlahan bayangan laki laki yang bersama Biel malam itu membayang di kepalanya.

Mungkin laki laki itu yang membuat Biel menolaknya,

bisiknya di dalam hati.

Biel menarik piringnya lebih dekat kepadanya dan mulai menyuap daging yang tadi diiris Erick untuknya.

Suasana kembali menjadi kaku dan sunyi Keduanya kembali terdiam dengan pemikiran masing masing.

" apa kau punya seseorang di hatimu ?! " tanya Erick kemudian

" hah ?! Apa ?! " tanya Biel merasa tak mendengar jelas ucapan Erick barusan.

" laki laki malam itu, apa dia pilihanmu ?! " tanya Erick lagi dengan menatap dalam kepada Biel.

Mata keduanya bertemu,

Laki laki malam itu ?! Siapa maksudnya ?!

Cicit Biel,

Namun tak lama ia teringat akan dokter Evan.

" tidak...

dia temanku, kenapa ?! " jawab Biel balik bertanya,

Ia masih tak paham dengan arah pertanyaan Erick.

Erick melipat bibirnya tanpa sadar,

Diam diam ia menahan senyum mendengar jawaban Biel itu.

" teman ?! " cicitnya memperjelas

" hemm...dia temanku, ada apa ?! " tanya Biel lagi dengan polosnya

" kau yakin ?! " tanya Erick lagi

" ada apa denganmu ?! Kenapa kau terus bertanya tentang itu ?! "

ucap Biel ketus, ia mulai merasa risih dengan pertanyaan Erick yang terus berputar tentang Evan.

Sudut bibir Erick segera tertarik ke atas, ia tak lagi bisa menyembunyikan senyumnya demi mendengar jawaban Biel itu.

" Hem...tidak apa apa, aku hanya kepo saja " jawab Erick santai.

Tiba tiba ia menarik tangan kanan Biel yang memegang garpu dengan tusukan daging di sana dan membawanya ke mulutnya.

Biel sontak melotot kepadanya karena ia terkesan menyuapi laki laki itu.

" hei...apa yang kau lakukan ?! " sentak Biel kesal,

Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, ia khawatir orang orang melihat hal itu barusan.

Dan tentu saja itu membuatnya malu.

" kenapa ?! " tanyanya sambil mengunyah daging dari tangan Biel barusan.

" itu dagingku....

kau bisa makan dengan tanganmu kan ?! " oceh Biel kesal dengan raut wajah yang sudah berubah kesal.

" tentu saja aku bisa, tapi rasanya pasti berbeda.

makan dari suapan tangan orang lain itu lebih nikmat.

kau tidak percaya ?! Mau coba ?!

A....buka mulutmu " jawab Erick sambil mengulurkan daging yang ia tusuk kepada Biel

" aku tidak berminat, bagiku....makan dari suapan tanganku sendiri itu lebih nikmat " jawab Biel ketus.

Erick tersenyum mendengar jawabannya gadis itu.

" itu sekarang...

tapi kita lihat nanti, apa kau masih akan mempunyai pemikiran seperti itu setelah kita menikah..." jawab Erick dan sukses membuat Biel terhenyak.

Menikah ....

Satu kalimat yang sungguh tak pernah terpikirkan sedikitpun di otaknya selama ini namun akhir akhir ini malah sering terdengar bahkan mulai familiar di telinganya.

Oh tidak.....

Aku tidak mau terjebak dalam pernikahan.....

Beban dan tanggung jawabku masih banyak, lagi pula...

aku tak mau terikat dengan drama pernikahan,

apalagi dengannya..... Teriak Biel di dalam hati dengan melirik ke arah Erick.

Dan aku juga tak mau terikat dengan siapapun....

teriak Biel masih di dalam hati.

1
Durrotun Nasihah
selamat erick😍
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘶𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘦
Tuti Tyastuti
𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘯𝘪𝘴 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘮🤔
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘵𝘢𝘩 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘨𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘪𝘭𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢👍
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘦 💪
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘪𝘭 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘩𝘻
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨"𝘬𝘪𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶𝘮𝘶 𝘳𝘪𝘤𝘬
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩"𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘶𝘮𝘱𝘶𝘭
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪👍
Tuti Tyastuti
𝘦𝘯𝘵𝘢𝘩𝘭𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘬𝘰𝘮𝘦𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘨𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘦𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘪𝘭𝘢𝘯
Eka Burjo
bertelo telo 🤦
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘤𝘰𝘣𝘢 𝘣𝘦𝘪𝘭 𝘫𝘶𝘫𝘶𝘳 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩"𝘢𝘯 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘭𝘰𝘩 𝘢𝘱𝘢 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘫𝘨 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘪𝘴𝘯𝘪𝘴 𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘮🤔
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶 𝘣𝘦𝘦 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘺𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬😅
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘨𝘹 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘶𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!