Shen Yunan mengalami kematian tragis. Dikhianati keluarga, dikhianati pria yang dia cintai, menghabisii orang yang mencintainya dengan tulus.
Mendengar tawa sang putra mahkota yang baru naik tahta, dengan pedang di tangan yang telah menusuknya, bersama Shen Yuxiao, putri palsu yang mencuri tempatnya di kediaman Marquis selama 17 tahun. Shen Yunan bersumpah, dia akan membalas mereka semua. Dia akan membuat semua orang yang menertawakan kematiannya menangis.
'Jika ada kehidupan kedua, aku akan habisi kalian semua!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Tsukkk
Sreshhh
Brukkk
Shen Yunan terjatuh dengan lutut membentur tanah begitu kuat.
Beberapa saat yang lalu, wanita itu baru saja melihat orang yang sangat dia cintai berjalan ke arahnya. Dia tersenyum begitu bangga, ketika pria yang dia cintai dan dia bela, serta dukung selama ini memakai mahkota kaisar.
Namun ketika dia menghampiri pria itu, berharap pelukan hangat seperti yang selama ini selalu di janjikan oleh sang pria. Justru sebuah tusukann dari pedang yang begitu tajam yang dia terima, menusukk tepat di jantungnya yang berdetak selama ini untuk pria itu.
"Xie Yuzin!!"
Air mata berwarna merah menetes dari kedua sudut mata Shen Yunan. Menahan sakit di dadanya, juga menahan kecewa yang begitu besar di hatinya.
"Kenapa? bukankah aku sudah melakukan apapun yang kamu perintahkan? aku menghabisi Liu Yuting..."
"Adik..."
Arah pandangan Shen Yunan teralihkan pada seorang wanita yang menggunakan jubah Phoenix. Jubah yang seharusnya menjadi miliknya.
"Salahmu sendiri, kenapa kamu malah menghabisi orang yang selama ini melindungi mu diam-diam. Kamu tahu tidak, ternyata yang menyelamatkanmu ketika anak buah pangeran ke empat akan menghabisimu. Itu Liu Yuting, dia pasti sangat sedih ketika kamu menusuknya dengan pedangmu!"
Wanita yang bicara itu, adalah Shen Yuxiao. Orang yang selama ini mencuri identitasnya sebagai putri sah kediaman Marquis. Anak pelayan yang sengaja ditukar dengan Shen Yunan, supaya mendapatkan kehidupan mewah. Sayangnya, ibu kandung Shen Yunan justru selalu lebih membela Yuxiao. Hingga apapun yang dilakukan Yuxiao dibiarkan saja oleh nyonya Marquis.
"Kalian tidak akan hidup tenang..."
Tsukkk
"Jangan banyak bicara. Aku bosan mendengar suaramu yang membuat telingaku sakit!" Shen Yuxiao menusukk Shen Yunan dengan pedang lain yang dia ambil dari pengawal yang berdiri di sampingnya.
Bruahhh
Darahh itu tumpah, dengan semua rasa sakit hati dan kebencian yang begitu besar dan dalam.
"Xie Yuzin, kau bilang hanya aku yang akan jadi permai... suri... mu..."
"Permaisuri ku harus wanita yang bersih, kenapa aku harus menjadikan wanita yang sudah di hancurkan kehormatannya oleh tukang jagal, dan yang tangannya penuh dengan darahh sepertimu untuk jadi permaisuriku!"
Brukkk
Tubuh Shen Yunan jatuh terkulai di tanah. Dia ingat semuanya. Dia datang ke perjamuan istana, dihina semua orang karena asalnya dari desa. Saat itu Xie Yuzin membelanya. Mengajarinya beladiri. Dan menjadikannya pisauu yang paling tajam. Menghabisi semua lawannya. Menjadikannya seorang raja.
Tangan yang berlumuran darahh itu, adalah tangan yang membantu Xie Yuzin mendapatkan tahta. Tapi begitu pria itu menjadi kaisar, dia mengatakan kalau tangan Shen Yunan sangat kotor. Wanita yang punya tangan kotor dan penuh darahh tak layak jadi permaisurinya.
Dan tawa Shen Yuxiao semakin membuat dada Shen Yunan mau meledak rasanya. Wanita yang dulu dia lepaskan, karena ibunya berlutut memohon ampun. Dia yakin ibunya dan ayahnya juga ada di balik semua ini.
"Yang mulia, kuburan masal telah penuh dengan prajurit dan orang-orang Liu Yuting. Bagaimana kalau mayat adikku ini dibakar saja?" tanya Shen Yuxiao dengan manja pada Xie Yuzin.
Pria itu, pria yang sudah menjadi seseorang yang di puja oleh Shen Yunan selama tiga tahun. Menjadi seseorang yang selalu dia lindungi dengan nyawanya sendiri malah terkekeh.
"Terserah permaisuri ku saja!"
Hancur, patah dan tidak berbentuk lagi. Perasaan Shen Yunan sungguh tak berbentuk lagi.
'Aku tidak akan memaafkan kalian. Jika ada kehidupan kedua, aku akan menghabisi kalian semua!'
Byurrr
Minyak di siramkan di tubuh Shen Yunan. Wanita itu terbakar dengan mata terbuka. Dia melihat sendiri sebelum akhir nafasnya. Pria yang sangat dia cintai pergi meninggalkannya dengan wanita yang paling dia benci.
Blarrr
Jegerr
Shen Yunan membuka matanya perlahan, dia mendengar suara petir yang sangat besar. Dan dia merasa sesuatu yang cukup berat menimpanya.
Begitu mata itu terbuka sepenuhnya, dia melihat seorang pria tengah mencoba membuka paksa pakaiannya.
"Chao Yunan, akhirnya aku bisa menyentuhmu!"
Tatapan pria di atas tubuh Yunan begitu menjijikan. Pria itu adalah tetangganya yang memang sangat suka padanya. Tapi dia selalu menolak.
'Sunfeng' batin Yunan melihat pria di atasnya itu.
Yunan menoleh ke arah sekeliling. Dia berada di rumah orang tua palsu yang telah menculiknya dan menukarnya dari kediaman Marquis.
Mata Yunan melebar,
'Aku terlahir kembali?' batinnya.
Brekk
Yunan segera meraih tusuk konde yang terpasang di rambutnya.
Tsukk
"Agkkhh... dasar wanita siall...."
Brukk
Yunan menendang pria itu sampai terjatuh dari tempat tidur.
Yunan buru-buru bangun dan mendengus kesal. Dia kembali di malam sebelum orang dari kediaman Marquis menjemputnya. Orang tua palsunya, yang merupakan orang tua asli dari Shen Yuxiao merencanakan semua ini. Karena tidak ingin kedudukan Yuxiao benar-benar digantikan oleh Yunan.
Di kehidupan lalunya, Yunan tetap di bawa ke kediaman Marquis. Namun masalah dia sudah dicemari membuat Marquis dan nyonya tidak perduli padanya karena sangat malu. Hidupnya benar-benar sulit di kediaman Marquis. Hingga dia bertemu dengan Xie Yuzin, di ajari ilmu beladiri, di ajari bagaimana caranya menjadi pisauu yang tajam untuk Xie Yuzin.
"Semua ajaran pria brengsekk itu ternyata berguna!" gumam Yunan yang berhasil menghabisi Sufeng si mata keranjang dengan satu tusukann saja.
Yunan melepaskan pakaiannya yang sobek, dia berganti pakaian. Karena menurut ingatannya, di kehidupan lalu. Sebentar lagi ayah palsunya itu akan datang untuk memeriksa, apakah dia sudah di permalukan oleh Sufeng. Dan ibunya, ibu palsunya yang jahat dan selalu memukulnya itu, saat ini juga sedang pergi untuk melapor pada bibi Mo yang memang sudah datang ke desa ini, tapi malah tinggal di penginapan.
Yunan membakar pakaiannya yang tadi, dan mencari pakaian dalam ibu palsunya. Yunan menyelipkan pakaian dalam ibu palsunya itu, di dalam pakaian Sufeng.
"Dulu, kalian menjebak ku bukan?" gumam Yunan.
Dia masih ingat, saat kedua orang tua palsunya itu berkunjung ke rumah Marquis. Mereka selalu mengatakan keburukan Yunan. Membuat Marquis dan nyonya semakin tidak suka.
"Pembalasan itu lebih kejam. Aku akan tunjukan pada kalian!" ujar Yunan meniup lilin yang menyala di atas meja.
Kriettt
Suara pintu terdengar, Chao Yanhui masuk mengendap-ngendap ke dalam kamar itu.
"Heh, kenapa sepi sekali! gelap juga!"
Tsukk
"Ka....uuu"
Brukk
Yunan menusukk pria yang telah memperlakukannya seperti budakk selama 17 tahun lebih itu.
"Rasakan itu!"
Begitu dua orang itu terkapar tak bernyawa, Yunan pun segera keluar dari kamar itu sambil berteriak ketakutan.
"Tolong... Tolong!"
Yunan berlari ke arah rumah nenek dan kakek tua yang kerap menolongnya, tak jauh dari rumah itu.
"Tolong..."
"Yunan, ada apa?" sang kakek yang terkejut segera keluar dan menghampiri Yunan.
"Kakek, tolong... ada, ada... ada mayat!"
***
Bersambung...